Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF CONCEPT MAPPING LEARNING STRATEGY TOWARDS PHYSICS LEARNING ACHIEVEMENT OF TENTH GRADE SMAN STUDENTS I Kadek Yudi Wihardi Marditha .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar fisika antara kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran peta konsep dan kelompok siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi eksperiment) dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu hasil belajar fisika sedangkan variabel bebas dengan dua level yaitu strategi pembelajaran peta konsep dan strategi pembelajaran ekspositori. Kovariat yang diukur sebagai kontrol statistik adalah pengetahuan awal siswa yang diperoleh dari skor pretest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sukawati Tahun Ajaran 2013/2014 dengan jumlah total 356 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik group random sampling sehingga diperoleh kelas X3 (40 siswa) sebagai kelas kelas kontrol dan kelas X6 (40 siswa) sebagai kelas eksperimen. Teknik statistika dalam penelitian ini menggunakan teknik ANAKOVA. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata hasil belajar fisika antara kelompok SPPK dan kelompok SPE (F = 1321,223 dan α = 0,001). Hasil belajar fisika siswa yang belajar dengan menggunakan SPPK berada pada kualifikasi baik (M = 70,80 dan SD = 7,80) sedangkan hasil belajar fisika siswa yang belajar dengan menggunakan SPE berada pada kualifikasi cukup (M = 58,30 dan SD = 8,15).Kata Kunci : hasil belajar fisika, strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembelajaran peta konsep This study aimed at analyzing the differences of physics learning achievement between group of students who studied by using concept mapping learning strategy and group of students who studied by using expository learning strategy. This study was a quasi experiment with using pre test – post test non equivalent control group design. Dependent variable of this study was the physics learning achievement while independent variables were mapping learning strategy and expository learning strategy. Covariate which was measured as a statistic control was the student’s prior knowledge obtained by the pre-test score. Population of this study was 356 tenth grade students of SMA Negeri 1 Sukawati in academic year 2013/2014. Group random sampling technique was used to determine the samples. It was obtained that the students of class X3 was determined as the control group and the students of class X6 was determined as the experimental group. Each class consisted of 40 students. ANACOVA technique is used as a statistic technique of the study. The result shows that there is a learning achievement difference between the CMLS students group and ELS students group (F= 1321.223 and α= 0.001). The physics learning achievement of the CMLS students is categorized “good” (M=70.80 and SD=7.80) while the physics learning achievement of the ELS students is categorized “fair” (M=58.30 and SD=8.15).keyword : concept mapping learning strategy, expository learning strategy, physics learning achievement
INTERAKSI EDUKATIF GURU FISIKA DALAM MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN: UPAYA PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA SMA NEGERI 1 AMLAPURA I Wayan Ade Surya Putra .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6143

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan interaksi edukatif guru fisika dalam pembelajaran fisika, (2) mendeskripsikan dampak model pembelajaran terhadap interaksi edukatif guru fisika, (3) mendeskripsikan kiat-kiat guru fisika dalam memberikan edukasi kepada siswa, (4) mendeskripsikan upaya guru fisika mendidik siswa dalam aspek kecerdasan emosional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan dalam penelitian adalah guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura. Data-data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi pembelajaran fisika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa, (1) interaksi edukatif guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura cukup baik yang ditandai dengan munculnya komponen dan ciri-ciri interaksi edukatif. Namun, masih terdapat beberapa komponen dan ciri-ciri yang belum optimal diterapkan oleh guru fisika. (2) Model pembelajaran memiliki dampak terhadap interaksi edukatif yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan interaksi pad masing-masing model pembelajaran yang digunakan oleh guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura. (3) Guru fisika di SMA Negeri 1 Amlapura memiliki kiat-kiat dalam mengedukasi siswa dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. (4) Guru Fisika di SMA Negeri 1 Amlapura telah memiliki upaya dalam mengembangkan kecerdasan emosional siswa. Namun, upaya-upaya tersebut belum optimal diterapkan karena permasalahan waktu dan padatnya materi pembelajaran.Kata Kunci : Interaksi Edukatif, Model Pembelajaran, Kecerdasan Emosional This study aimed at, (1) describing the educational interaction of physics teacher on physics learning, (2) describing the impact of learning models towards the educational interaction of physics teacher, (3) describing the tips of physics teacher in giving physics education to the students, (4) describing the physics teacher efforts to educate the students in emotional intelligence aspect. Qualitative approach was used in this study. The informants of this study were physics teacher at SMA Negeri 1 Amlapura, and data were collected by using documentation techniques, interviews, and observations of learning physics. The result of this study shows that: (1) educational interaction of physics teacher in SMA Negeri 1 Amlapura is in good category which is marked by the appearance of the components and characteristics of educational interaction. However, there are still some components and features that have not been optimally implemented by the physics teacher. (2) Learning model has an impact on the educational interaction which is indicated by the difference interaction of each learning model used by physics teachers at SMAN 1 Amlapura. (3) Physics teachers in SMA Negeri 1 Amlapura has some tips in educating the students in aspects of knowledge, attitudes, and skills. (4) Physics teacher at SMA Negeri 1 Amlapura has had efforts in developing emotional intelligence of students, but they have not been optimally implemented because of time problem and the dense of learning materials.keyword : Educational Interaction, Learning Models, Emotional Intelligence
PROFIL KONSEP DIRI, KEPRIBADIAN, DAN PERSEPSI TERHADAP MATA PELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI MIA 5 SMA NEGERI 4 SINGARAJA Ni Made Dwita Pradnya Suantari .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan profil konsep diri siswa, (2) mendeskripsikan profil kepribadian siswa, (3) mendeskripsikan profil persepsi siswa, dan (4) mengetahui pola hubungan antara konsep diri, kepribadian dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran fisika. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif-kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik proposive sampling berjumlah 15 orang siswa yang berada di kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja. Data konsep diri, kepribadian, dan persepsi terhadap mata pelajaran fisika dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan triangulasi data. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa konsep diri siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja dalam pembelajaran fisika cenderung berkategori tinggi yang ditandai dengan munculnya aspek-aspek konsep diri yaitu a) konsep diri akademik, b) konsep diri fisik dan c) konsep diri sosial, profil kepribadian siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja dalam pelajaran fisika, cenderung extrovert yang ditandai dengan munculnya aspek 1) Activity, 2) Sosiability, 3) Riskt aking, 4) Impulsiveness, 5) Expressivenes, 6) Reflectiveness, dan 7) Responsibility, dan persepsi siswa kelas XI MIA 5 SMA Negeri 4 Singaraja cenderung menunjukkan persepsi yang positif terhadap matapelajaran fisika yang ditandai dengan munculnya aspek 1) pandangan, 2) pengharapan, 3) evaluasi. Sedangkan pola hubungan kualitatif antara konsep diri, kepribadian, dan persepsi siswa diperoleh pola hubungan yang relevan.Kata Kunci : konsep diri, kepribadian, persepsi. This research aimed at describing the student’s self-concept profile, describing the student’s personality profile, describing the student’s perception profile, and knowing the relationship among the student’s self-concept, personality, and perception in physics subject. The method of the research was descriptive-qualitative method. Sample used in the research were 15 students of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja. Data of self-concept, student’s personality, and student’s perception were successively collected by using questionnaires, observations, interviews, and triangulation of data. The result of the research shows that the self-concept profile of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja in physics subject is in “High” category, is chacateriszed by the invisibility the aspect of self-concept, namely a) academic self-concept b) physical self-concept and c) social self-concept; the student’s personality profile of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja in physics subject tends to lead to the personality of extrovert type, is chacateriszed by the invisibility the aspect of aspect personality are 1) Activity, (2) Sosiability, (3) Riskt aking, (4) Impulsiveness, (5) Expressivenes, (6) Reflectiveness, and (7) Responsibility; the student’s perception of class XI MIA 5 in SMAN 4 Singaraja in the physics subject is at “postive” category, is chacateriszed by the invisibility the aspect of perception are (1) the view (2) expectations (3) evaluation. While the pattern of the relationship among the self-concept, personality, and perception of the student are in the relevant relationship patternskeyword : self-concept, personality, perception
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Pande Made Selamet Riyadi .; Dra. Ni Made Pujani,M.Si .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan hasil belajar fisika siswa, 2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, dan 3) mendeskripsikan respon siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Penebel tahun pelajaran 2015/2016 terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 23 orang siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Penebel pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Tindakan dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus dibagi menjadi 4 tahap kegiatan, yaitu 1) perencanaan; 2) tindakan; 3) evaluasi; dan 4) refleksi. Data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil jika Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran fisika ≥ 75 dengan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ( XKB siklus I = 73,22 dengan kategori baik, XKB siklus II = 84,04 dengan kategori baik. 2) penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar, untuk aspek kognitif (XK) = 81,46, aspek psikomotor (XP) = 83,69 dan aspek afektif (XA) = 76,14 (siklus I), XHB siklus II yaitu aspek kognitif (XK) = 83,04, aspek psikomotor (XP) = 84,42 dan aspek afektif (XA) = 81,49 dan 3) tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah berkategori positif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar fisika siswa.Kata Kunci : PBL, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, tanggapan siswa. This study aimed at 1) improving the students’ physics learning outcomes 2) improving students' critical thinking skills, and 3) describing the grade XI IPA 3 students’s response of SMAN 1 Penebel in the academic year 2015/2016 toward the application of problem-based learning model. This research was a classroom action research that involved 23 students of class XI IPA 3 of SMAN 1 Penebel at the odd semester of academic year 2015/2016. Actions were conducted in two cycles of learning. Each cycle was divided into 4 stages of activities: 1) planning, 2) the action, 3) evaluation, and 4) reflection. All data were analyzed descriptively. The study was called to be successful if the achievement of minimum completeness criteria (KKM) for the physics subjects was ≥ 75 with classical completeness ≥ 85%. The results show that 1) the application of problem-based learning model can improve students’ critical thinking skills, (XKB cycle 1 = 73.22 which is categorized to be “good” with 43.47% classical completeness, XKB in cycle 2 = 84.04 which is categorized to be “good” with classical completeness 100 %; 2) the application of problem-based learning model can improve learning outcomes, XHB in cycle 1, that is the XK = 81.46, XP = 83.69 and XA = 76.14, XHB in cycle 2, that is XK = 83.04, XP = 84.42, and XP = XA = 81.49; 3) student responses toward the application of problem-based learning model is in positive category.keyword : PBL, critical thinking skills, learning outcomes, student responses.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA YANG MENGEMBANGKAN SELF-EFFICACY DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SMA NEGERI 1 SUKASADA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Gusti Ayu Rai Tirta .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7024

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru fisika yang mengembangkan self-efficacy dan interaksi sosial siswa SMA Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2015/2016 dan (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang menghambat dalam mengembangkan self-efficacy dan interaksi sosial siswa SMA Negeri 1 Sukasada tahun pelajaran 2015/2016. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Sumber data didapat dari 2 orang guru fisika yang mengajar di kelas X dan kelas XI serta 15 orang siswa kelas X dan 15 orang siswa kelas XI yang diperoleh secara purposive sampling. Data yang diperoleh berupa catatan lapangan, transkip hasil observasi strategi pembelajaran guru fisika dan wawancara mengenai self-efficacy dan interaksi sosial siswa, dan data tersebut ditriangulasi dengan pemberian kuesioner mengenai self-efficacy dan interaksi sosial siswa. Hasil penelitian menunjukkan temuan sebagai berikut. (1) Strategi pembelajaran kooperatif yang diterapkan guru fisika merupakan strategi yang efektif diterapkan untuk mengembangkan self-efficacy dan interaksi sosial siswa. (2) Strategi pembelajaran guru fisika sudah mampu mengembangkan self-efficacy siswa SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang ditandai dengan munculnya indikator self-efficacy pada dimensi magnitude, strength, dan generality. (3) Strategi pembelajaran guru fisika sudah mampu mengembangkan interaksi sosial siswa SMA Negeri 1 Sukasada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang ditandai dengan munculnya indikator interaksi sosial pada kriteria kontak sosial dan komunikasi. (4) Faktor-faktor yang menghambat dalam mengembangkan self-efficacy siswa adalah pengetahuan siswa mengenai materi fisika yang masih kurang, adanya perasaan takut yang dimiliki siswa, siswa berada dalam lingkungan sosial, siswa hanya terfokus pada hasil, dan motivasi belajar fisika masih kurang. Faktor-faktor yang menghambat dalam mengembangkan interaksi sosial siswa adalah adanya perbedaan jenis kelamin, kegiatan diskusi kelompok yang monotun, kurangnya interaksi siswa dengan siswa, kesan guru dalam mengajar fisika, dan ketidakseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran fisika. Kata Kunci : interaksi sosial, self-efficacy, strategi pembelajaran This study aimed at (1) describing the learning strategy applied by physics teachers who developed self-efficacy and social interaction of the students of SMA Negeri 1 Sukasada at the academic year 2015/2016 and (2) describing the inhibiting factors that hampered in developing self-efficacy and social interaction of the students of SMA Negeri 1 Sukasada. This research was a qualitative research. Data were compiled by using the following methods: observation, interview, documentation, and data triangulation. The sources of data were 2 physics teachers who teached at first and second year (class X and XI) and 15 first year and 15 second year students which were selected by using purposive sampling method. Data obtained in this research was in the form of the field notes, observation result transcript of the physics teachers learning strategy and interview about self-efficacy and students’ social interaction, and all data were triangulated by giving the questionnaires about self-efficacy and students social interaction. The results of this research shows that (1) cooperative learning strategy applied by the physics teachers is effective in developing self-efficacy and social interaction of the students; (2) learning strategy of the physics teachers has been able to develop students self-efficacy of SMA Negeri 1 Sukasada at the academic year 2015/2016 designated with the emergence of the indicators of self-efficacy in the dimension of magnitude, strength, and generality; (3) learning strategy of the physics teachers has been able to develop the students’ social interaction of SMA Negeri 1 Sukasada at the academic year 2015/2016 designated with the emergence of the social indicators in criteria of social contact and communication, (4) The factors which hamper developing self-efficacy of the students are the students knowledge of the physics of matter that is still lacking, their fear of the students, the students are in a social environment, students only focused on results, and motivation to learn physics is still lacking. Factors which hamper in developing social interaction of the students are the students difference sex’s, group discussion activities that monotun, lack of student interaction with students, teachers impression in teaching physics, and lack of seriousness of the students in following the learning process of physics subject.keyword : social interaction, self-efficacy, learning strategy
Miskonsepsi Konsep Kalor dan Upaya Penanggulangannya pada Siswa Kelas X 1 SMA Negeri 1 Sukasada Anak Agung Putri Pradnyawati .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7026

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa, (2) mendeskripsikan penyebab miskonsepsi siswa, (3) mendeskripsikan penanggulangan miskonsepsi siswa, dan (4) menganalisis retensi miskonsepsi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sukasada dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas X tahun pelajaran 2015/2016. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan tipe one shot case study. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) miskonsepsi yang dialami siswa bervariasi yaitu 75% miskonsepsi, (2) penyebab timbulnya miskonsepsi adalah siswa, guru, buku teks, dan cara mengajar, (3) penanggulangan miskonsepsi siswa dilakukan dengan menerangkan model pembelajaran perubahan konseptual, perubahan miskonsepsi pre-test (60,54%) dan post-test (28,36%) mengalami penurunan. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung 6,539 sehingga kesimpulannya terdapat perubahan miskonsepsi siswa sebelum dan sesudah diberikan penanggulangan, dan (4) retensi miskonsepsi siswa mengindikasikan pemahaman konsep siswa pada post-test sebesar 92,73%.Kata Kunci : kalor, miskonsepsi, model pembelajaran, penyebab, retensi This study aimed (1) at describing the student’s misconception profile, (2) describing the factors cause the student’s misconception, (3) describing the ways to overcome the student’s misconception, and (4) analyzing the student’s misconception retention. The study was conducted in SMA Negeri 1 Sukasada while the subjects were all class X students in academic year 2015/2016. Design of this study was pre experimental with one shot case study type. The instruments were the tests, observation guidances, and interviews guidances. The result shows that (1) the student’s misconception varies with 75% misconceptions, (2) the causes of student’s misconception are from students, teachers, books, and teaching strategies, (3) the way to overcome student’s misconception is by giving a conceptual changing learning model, changing of students misconception from pre-test (60,54%) and post-test (28.36%) decrease. Based t-test, it is obtained t measure 6.539. From the data analysis, it’s concluded there are changing of student’s misconception before and after the treatment, and (4) the student’s misconception retention indicates that the concept understanding from post-test is 92.73%.keyword : causes, heat, learning model, misconception, retention
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: PENGARUHNYA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS X IPA 3 DI SMA NEGERI 1 NEGARA Gede Teja Wira Setiawan .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8146

Abstract

Penelitian ini 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran yang dilaksanakn guru fisika dalam mengembangkan sikap ilmiah siswa di SMA Negeri 1 Negara, 2) mendeskripsikan sikap ilmiah siswa kelas X IPA 3 dalam mengikuti pelajaran fisika di SMA Negeri 1 Negara, 3) mendeskripsikan relevansi strategi pembelajaran guru fisika terhadap sikap ilmiah siswa kelas X IPA 3 di SMA Negeri 1 Negara. Strategi pembelajaran guru yang diamati meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang dilakukan oleh guru fisika di SMA Negeri 1 Negara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Data yang dipaparkan berupa deskripsi nyata temuan peneliti terhadap strategi pembelajaran guru fisika di SMA Negeri 1 Negara. Jumlah guru fisika yang menjadi sumber data sebanyak 1 orang dan jumlah siswa yang menjadi sumber data sebanyak 12 orang. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, kuisioner, serta kajian dokumen-dokumen yang terkait dengan permasalahan penelitian. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, paparan, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Strategi pembelajaran yang digunakan guru di kelas X IPA 3 di SMA Negeri 1 Negara adalah strategi pembelajaran ekspositori. (2) Sikap ilmiah siswa kelas X IPA 3 di SMA Negeri 1 Negara sudah baik ditandai dengan muculnya 3 dari 4 dimensi. Dimensi yang muncul tersebut adalah sikap rasa ingin tahu, sikap kemauan mengubah padangan, dan sikap berfikir kritis. (3) Strategi pembelajaran yang digunakan guru telah mampu memunculkan dimensi sikap rasa ingin tahu dan sikap berfikir kritis siswa dalam upaya pengembangan sikap ilmiah siswa. Kata Kunci : strategi pembelajaran, sikap ilmiah, rasa ingin tahu, berfikir kritis. This research aimed at: 1) describing the teaching strategy used by the teacher, 2) describing the students’ scientific attitude, 3) describing teaching strategy that used by physics teacher and its relevance with science attitude . The observed teaching strategy was planning, execution, and assessment done by Physics teachers in SMA Negeri 1 Negara. The type of this research was qualitative research. The main instrument of this research was the researcher itself. Data which was elaborated were the real description of researcher’s findings towards the physics teacher and the amount of students who became data source was 12 students. Data were collected by observing, interviewing, giving questionnaire, and document study. The analysis was done during and after data collection by doing reduction, elaboration, and data verification. The result of this research are as follow: 1) Teaching strategy used by teacher in class X IPA 3 of SMAN 1 Negara was expository strategy, 2) The scientific attitude of students in class X IPA 3 of SMAN 1 Negara was good marked by the appearance of 3 from 4 dimensions. The dimensions appear is curiosity, willingness to change the point of view, and critical thinking, 3) Teaching strategy used by teacher have arisen the dimension of curiosity and critical thinking in the attempts of developing student’s scientific attitude. keyword : teaching strategy, scientific attitude, curiosity, critical thinking
PEMBELAJARAN BERORIENTASI PENEMUAN: UPAYA PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA KELAS XI IPA SMA NEGERI TAHUN AJARAN 2015/2016 Ni Luh Mita Antari .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8158

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pembelajaran berorientasi penemuan, (2) mendeskripsikan sikap ilmiah siswa, (3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa, dan (4) mengetahui kaitannya antara pembelajaran berorientasi penemuan, sikap ilmiah, dan prestasi belajar fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik proposive sampling yang berjumlah 15 orang siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Kediri. Data diperoleh dalam bentuk kajian dokumen tertulis, catatan lapangan, kuisioner, serta transkrip hasil observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembelajaran berorientasi penemuan kelas XI IPA 7 cenderung baik dengan munculnya dimensi pembelajaran berorientasi penemuan, yaitu mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke yang kompleks, dan melakukan penilaian proses, sikap, dan hasil belajar; 2) sikap ilmiah cenderung baik yang ditandai dengan munculnya aspek sikap rasa ingin tahu dan sikap kemauan mengubah pandangan; 3) prestasi belajar fisika siswa cenderung rendah ditandai dengan hanya 6 siswa yang lulus ulangan harian, dan 4) pembelajaran berorientasi penemuan di kelas yang terbentuk melalui dimensi sikap ilmiah, namun belum mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 7.Kata Kunci : Pembelajaran berorientasi penemuan, sikap ilmiah, prestasi belajar This study aimed at (1) describing the discovery oriented learning, (2) describing the students’ scientific attitudes, (3) describing the students’ learning achievement, and (4) knowing the relationship between discovery oriented learning, students’ scientific attitudes, and physics learning achievement. The method used in this study was descriptive qualitative method. Research samples were taken by using proposive sampling tehnique which included 15 students in class XI IPA 7 of SMA Negeri 1 Kediri. Data were obtained in the form of written document, field notes, questionnaire, transcription of the observation, and interview. The result of the study shows that: 1) the discovery oriented learning of class XI IPA 7 tends to be good with the existence of discovery oriented learning dimension such as developing learning materials, arranging the topics from the simple one to the complex one, and doing the assessment of process, attitude, and learning result; 2) scientific attitude tends to be good which are marked by the emergence of curiosity feeling and the desire to change the perspective, 3) students’ physics achievements tend to be low which are marked by only 6 students who passe the daily test, and 4) discovery oriented learning in the class which is formed through scientific attitude dimension, but it can not increase the students’ learning achievement of class XI IPA 7.keyword : discovery learning, scientific attitude, learning achievement
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA DITINJAU DARI MOTIVASI KERJA, KOMITMEN GURU, SERTA MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMA Emiel Nur Aida .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan objek yang berkitan dengan penelitian. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif dengan sumber data 2 guru dan 18 siswa yang dipilih berdasarkan purposeive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Perencanaan dan penilaian pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan kurikulum 2013 yang diterapkan oleh sekolah, namun pada pelaksanaan pembelajarannya guru belum sepenuhnya menerapakan startegi yang sesuai dengan RPP. (2) Motivasi kerja yang dimiliki guru sudah baik. (3) komitmen yang dimiliki oleh guru sudah baik. (4) Motivasi berpresatsi yang dimiliki oleh siswa di kelas X dan kelas XI masih tergolong rendah. (5) Meskipun guru memiliki motivasi kerja dan komitmen yang bagus, namun guru kurang mampu mengimplementasikan pendekatan saintifik secara maksimal sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru masih belum mampu untuk mengembangkan motivasi berprestasi siswa secara menyeluruh.Kata Kunci : strategi, motivasi kerja, komitmen guru, motivasi berprestasi This study aimed at describing the objects which related to the research. This type of research is qualitative research with 2 teachers and 18 students as sources of data selected by purposive sampling. Data collection techniques in this study used observation, semi-structure interviews, and documentation study. The results of this study are as follow: (1) planning and assessment of learning made by teachers are in accordance with the curriculum 2013 implemented by the school, but the teacher has not fully implement the strategy which has been in accordance with learning plan. (2) The teachers’ motivations to work are good. (3) The teachers’ commitments are good. (4) The students’ achievement motivation of tenth and eleventh grades are still relatively low. (5) although the teachers have already good motivation to work and commitment, the teacher have not yet be able to implement scientific approach optimally, so the learning strategies adopted by the teachers have not still been able to develop overall students’ achievement motivation.keyword : strategy, motivation to work, teacher’s commitment, achievement motivation
PEMBELAJARAN BERORIENTASI PENEMUAN: UPAYA PENGEMBANGAN SIKAP ILMIAH DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA PADA KELAS XI IPA SMA NEGERI TAHUN AJARAN 2015/2016 Ni Luh Mita Antari .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8201

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan pembelajaran berorientasi penemuan, (2) mendeskripsikan sikap ilmiah siswa, (3) mendeskripsikan prestasi belajar siswa, dan (4) mengetahui kaitannya antara pembelajaran berorientasi penemuan, sikap ilmiah, dan prestasi belajar fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik proposive sampling yang berjumlah 15 orang siswa kelas XI IPA 7 SMA Negeri 1 Kediri. Data diperoleh dalam bentuk kajian dokumen tertulis, catatan lapangan, kuisioner, serta transkrip hasil observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembelajaran berorientasi penemuan kelas XI IPA 7 cenderung baik dengan munculnya dimensi pembelajaran berorientasi penemuan, yaitu mengembangkan bahan-bahan belajar, mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke yang kompleks, dan melakukan penilaian proses, sikap, dan hasil belajar; 2) sikap ilmiah cenderung baik yang ditandai dengan munculnya aspek sikap rasa ingin tahu dan sikap kemauan mengubah pandangan; 3) prestasi belajar fisika siswa cenderung rendah ditandai dengan hanya 6 siswa yang lulus ulangan harian, dan 4) pembelajaran berorientasi penemuan di kelas yang terbentuk melalui dimensi sikap ilmiah, namun belum mampu meningkatkan prestasi belajar siswa kelas XI IPA 7.Kata Kunci : Pembelajaran berorientasi penemuan, sikap ilmiah, prestasi belajar This study aimed at (1) describing the discovery oriented learning, (2) describing the students’ scientific attitudes, (3) describing the students’ learning achievement, and (4) knowing the relationship between discovery oriented learning, students’ scientific attitudes, and physics learning achievement. The method used in this study was descriptive qualitative method. Research samples were taken by using proposive sampling tehnique which included 15 students in class XI IPA 7 of SMA Negeri 1 Kediri. Data were obtained in the form of written document, field notes, questionnaire, transcription of the observation, and interview. The result of the study shows that: 1) the discovery oriented learning of class XI IPA 7 tends to be good with the existence of discovery oriented learning dimension such as developing learning materials, arranging the topics from the simple one to the complex one, and doing the assessment of process, attitude, and learning result; 2) scientific attitude tends to be good which are marked by the emergence of curiosity feeling and the desire to change the perspective, 3) students’ physics achievements tend to be low which are marked by only 6 students who passe the daily test, and 4) discovery oriented learning in the class which is formed through scientific attitude dimension, but it can not increase the students’ learning achievement of class XI IPA 7.keyword : discovery learning, scientific attitude, learning achievement
Co-Authors ., Anak Agung Putri Pradnyawati ., Emiel Nur Aida ., Gede Teja Wira Setiawan ., Gusti Ayu Rai Tirta ., I MADE DEDY KRISNAYANA ., I Wayan Jati Adnyana ., Komang Angga Trilaksana ., Ni Luh Mita Antari ., Ni Wayan Tiwik ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS. ., Putu Rika Crisna Dewi Anak Agung Putri Pradnyawati . Dewi Oktofa Rachmawati Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Emiel Nur Aida . Gede Saindra Santyadiputra, Gede Saindra Gede Teja Wira Setiawan . Gunadi, Gede Aris Gusti Ayu Rai Tirta . I G Aris Gunadi I G. A. N. Sri Wahyuni I Kadek Yudi Wihardi Marditha . I MADE DEDY KRISNAYANA . I Nyoman Putu Suwindra I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Ade Surya Putra . I Wayan Ade Surya Putra ., I Wayan Ade Surya Putra I Wayan Jati Adnyana . I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Suastra Kadek Dwi Cita Pusparini Kadek Surya Mahedy Kadek Yurika Prastiwi . Ketut Purnamawan Ketut Purnamawan Ketut Suma Ketut Suma Komang Angga Trilaksana . Lisniandila, Ni Putu Ayu Made Juniantari, Made MS Prof. Dr. Ketut Suma . Ni Ketut Rapi Ni Luh Mita Antari . Ni Luh Putu Rusmana Dewi . Ni Made Dwita Pradnya Suantari . Ni Made Dwita Pradnya Suantari ., Ni Made Dwita Pradnya Suantari Ni Putu Nadia Nikki Utami Ni Wayan Tiwik . Nurfa Risha Pande Made Selamet Riyadi . Pande Made Selamet Riyadi ., Pande Made Selamet Riyadi Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Prof. Dr. Ketut Suma, MS. . Pusparini, Kadek Dwi Cita Putu Artawan Putu Rika Crisna Dewi . Putu Yasa Rai Sujanem Risha, Nurfa Setiawan, Y. Z. Utami, Ni Putu Nadia Nikki Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Waruwu, Wenimanwati Winiari, Luh Putu Y. Z. Setiawan Yasmini, L. P. Budi