Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Kadek Era Kariadnyani; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7467

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V di SD gugus II Kecamatan Seririt yang dibuktikan oleh nilai rata-rata kelas dibawah KKM dan guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia, (2) mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SD Gugus Genap Dharma Tula Kecamatan Seririt. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan post test only control group design. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 127 siswa dan jumlah sampel sebanyak 72 orang siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen sebesar 23,325 berada pada kategori sangat tinggi, (2) rata-rata hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol sebesar 16,379 berada pada kategori sedang, (3) terdapat perbedaan yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay berbantuan multimedia terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016 di SD Gugus II Kecamatan Seririt (thitung = 7,002 > ttabel = 1,994). Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, multimedia, hasil belajar. The main problem of this research was student?s low result in science learning based on the class?s average value that under the KKM and teachers still used conventional learning model. Based on that explanation, this research was aimed to: (1) find out the description of student?s result in science learning who taught with cooperative learning model type course review horay using multimedia, (2) find out the description of student?s result in science learning who taught with conventional learning model, (3) find out the significant difference between the students who taught with cooperative learning model type course review horay using multimedia and who taught with conventional learning model at fifth grade of 2nd semester in academic year 2015/2016 in Gugus Dharma Tula of seririt district. This research was a quasi experiment research with post-test only control group design. The population of this research was 127 students and the samples were 72 students. The result of student?s learning in science was collected by using test method, and it was analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The results of this research indicate: (1) the average of student?s result in science learning at experiment group is 23,325 which is in the very high category, (2) the average of student?s result in science learning at control group is 16,379 which is in the medium category, and (3) there is a significant difference of cooperative learning type Course Review Horay using multimedia on student?s result in science learning at fifth grade of 2nd semester in academic year 2015/2016 in Gugus Dharma Tula of Seririt district (thitung = 7,002 > ttabel = 1,994).keyword : cooperative learning model type Corse Review Horay, multimedia, learning result.
Penerapan Model Pembelajaran STAD untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Kelas V ., I Kadek Yudiasa; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan (1) motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan Tahun Pelajaran 2015/2016, (2) hasil belajar IPA dalam menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan berbantuan Media Grafis pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Sekaan tahun pelajaran 2015/2016, yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase motivasi dan hasil belajar pada siswa kelas V SD Negeri Sekaan. Berdasarkan observasi motivasi, persentase rata-rata motivasi siswa pada siklus I sebesar 75,75% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata motivasi siswa pada siklus II sebesar 84,00% dengan kategori tinggi. Berdasarkan tes hasil belajar IPA, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 78,00% dengan kategori sedang, dan persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus II sebesar 86,00% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media grafis dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Negeri Sekaan tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Hasil Belajar, Media, Motivasi, STAD. This study aims to determine improvement (1) motivation to learn science students who take cooperative learning model type STAD with Graphics Media aided in class V students of SD Negeri swabs in the school year 2015/2016, (2) results in applying the science of learning Cooperative learning model type STAD with Graphics Media aided in elementary School fifth grade students in the academic year 2015/2016 swabs. This research is a PTK is conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and evaluation, and reflection. Implementation of the action of each cycle is three meetings. The subjects were fifth grade students of SD Negeri swabs in the academic year 2015/2016, which numbered 20 people. The object of this study is to increase motivation and learning outcomes IPA. Collecting data in this study was conducted using the method of observation and tests. Data were analyzed with descriptive statistical analysis of quantitative methods. The results showed that an increase in the percentage of motivation and learning outcomes in the fifth grade students of SD Negeri swabs. Based on observations of motivation, the average percentage of student motivation in the first cycle of 75.75% in the medium category, and the average percentage of student motivation on the second cycle of 84.00% with a high category. Based on the test results to learn science, the average percentage of students' learning outcomes IPA in the first cycle of 78.00% in the medium category, and the average percentage of student learning outcomes IPA on the second cycle of 86.00% with a high category. Based on these results we can conclude that the application of cooperative learning model STAD-aided graphic media can increase motivation and learning outcomes fifth grade science students at SDN swabs of the school year 2015/2016.keyword : Learning Outcomes, Media, Motivation, STAD.
PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BANYUNING KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Made Vidha Ratnami; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7497

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan desain pengembangan Asesmen Kinerja pada pembelajaran IPA, 2) mendekripsikan kualitas hasil pengembangan Asesmen Kinerja pada pembelajaran IPA, dan 3) mendeskripsikan efektifitas penggunaan penggunaan Asesmen Kinerja terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba terdiri atas uji ahli isi, ahli desain, ahli Asesmen dan uji lapangan diperoleh dengan menggunakan angket/kuesioner. Data yang diperoleh tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah 1) Deskripsi desain pengembangan Asesmen Kinerja, mulai dari tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi; 2) Kualitas kualitas hasil pengembangan Asesmen Kinerja menurut riview ahli yaitu uji ahli isi mata pelajaran IPA berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,00%; uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 92,00%; uji ahli Asesmen pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik yaitu 90,00% dan uji coba lapangan berada pada kualifikasi sangat baik 90,76%; 3) Efektivitas hasil pengembangan Asesmen Kinerja menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 4,612 > ttabel = 2,000. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan Asesmen Kinerja pada pembelajaran IPA.Kata Kunci : Kata kunci: pengembangan, assmen kinerja, pembelajaran IPA. The purpose of this study is 1) to describe the design of the development of the Performance Assessment of learning science, 2) decrypt the quality of the development of Performance Assessment in learning science, and 3) describe the use of the effective use of the performance assessment of student learning outcomes in learning science. This type of research is the development of research, using ADDIE development model. Subject test consists of test content expert, expert design, expert assessment and field tests obtained using a questionnaire / questionnaire. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative, quantitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of this study were 1) Description of Performance Assessment of design development, starting from the analysis, design, development, implementation, and evaluation; 2) The quality of the quality of the development of performance assessments by experts Riview is test content expert science subjects that are in excellent qualifications ie 90.00%; test instructional design experts are in excellent qualifications ie 92.00%; Assessment expert test of learning that are in excellent qualifications, namely 90.00%, and field trials are in excellent qualifications 90.76%; 3) The effectiveness of the development of performance assessments indicate significance obtained is t = 4.612> table = 2.000. This means that there are significant differences in student learning outcomes before and after using the Performance Assessment in science teaching.keyword : Keywords: development, assment performance, learning science.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPS SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., Ni Kadek Aryani; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Kaliasem. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V di desa Kaliasem kecamatan Banjar yang berjumlah 119 orang, dengan sampel penelitian 66 orang siswa kelas V di desa Kaliasem yang terdiri dari 35 orang siswa kelas V di SD N 2 Kaliasem sebagai kelas eksperimen dan 31 orang siswa kelas V di SD N 4 Kaliasem sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian pada tes keterampilan berpikir kritis IPS siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TAI sebesar 29,77. Sedangkan rata-rata skor keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 21,24. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 8,53 dan nilai ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran TAI dengan keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional.Kata Kunci : team assisted individualization (TAI), keterampilan berpikir kritis IPS This study aimed to describe the difference between the critical thinking skills of the students that learned using cooperative learning model TAI and students that learned using the conventional teaching fifth grade elementary school students in the village of Kaliasem . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fifth grade students in the village of Banjar Kaliasem districts totaling 119 people , with a sample of 66 students of class V in Kaliasem village consisting of 35 fifth grade students in elementary N 2 Kaliasem as an experimental class and 31 students of class V The SD N 4 Kaliasem as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and inferential statistical analysis ( t-test ) . The results of research on social studies tests critical thinking skills of students showed that the average score of critical thinking skills of students who take social studies learning by using learning models TAI at 29.77 . While the average score of critical thinking skills IPS students who take learning with conventional learning of 21.24 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with a value of t at 8.53 and 2.00 ttable value . Based on these results we can conclude that there are significant differences between IPS critical thinking skills of students who take lessons with TAI learning model with the critical thinking skills of students who take social studies learning with conventional learning methods.keyword : Team Assisted Individualization (TAI), critical thinking skills IPS
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 4 KALIUNTU ., Kadek Dewi Suryantari; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu dan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 ditinjau dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Penelitían ini termasuk penelitían evaluatif model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Data perencanaan pembelajaran dikumpulkan dengan metode studi dokumentasi, sedangkan data pelaksanaan pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi. Subjek penelitian berjumlah 6 orang guru di SD Negeri 4 Kaliuntu. Data berupa skor semua objek penelitian dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 ditinjau dari perencanaan pembelajaran adalah sebesar 12,17%. Kesenjangan tersebut terletak pada indikator kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, media dan sumber belajar. Ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran, kesenjangan terjadi sebesar 19,17%. Kesenjangan tersebut terdapat pada indikator pemberian apersepsi, penyampaian teknik penilaian yang akan digunakan guru, peserta didik diarahkan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan, dan pemberian tindak lanjut dalam bentuk remidi, pengayaan, dan atau pemberian tugas. Kata Kunci : kesenjangan, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 This research aimed to determine how large the discrepancy between the ideal condition and the implementation of 2013 curriculum in teaching and learning process at SD Negeri 4 Kaliuntu reviewed from the lesson plan and teaching learning process. This research was evaluative research which apply discrepancy model. Measurement of the program effectiveness was done by comparing the ideal conditions, based on Permendikbud No. 103 of 2014, with the real conditions on the implementation of 2013 Curriculum at SD Negeri 4 Kaliuntu. Lesson plan data, was measured by the study documentation methode. Meanwhile, the teaching and learning process data was measured by observation methode. Subject of this research consisted of 6 teachers of SD Negeri 4 Kaliuntu. The data scores was form for all variables were analyzed by using the Wilcoxon’s signed rank test. The sign difference and score difference were calculated with a predetermined standard. The result of the analysis indicate that the large of discrepancy between ideal conditions (based on Permendikbud No. 103 of 2014) and the implementation of 2013 Curriculum at SD Negeri 4 Kaliuntu in terms of lesson plan is 12,17%. The discrepancy lies on indicators of learning activities, assessment of learning result, media and learning resources. Reviewed from the teaching learning process, the discrepancy occurs at 19.17%. The discrepancy occurs in the indicator of giving apperception, convey of evaluation techniques that will be used by teachers, students are directed reflection of the activities that have been implemented, and the provision of follow-up by giving remedial, enrichment, or giving assignments.keyword : discrepancy, lesson plan , teaching and learning process , Permendikbud No. 103 of 2014
PENERAPAN MODEL POLYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MEMECAHKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Sari Kusuma Dewi; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2057

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas V SDN No. 2 Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 setelah diterapkan model pembelajaran Polya. Subjek penelitian ini sebanyak 28 orang siswa kelas V. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Tiap siklus melalui empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan metode tes. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis kemudian dikonversikan pada PAP skala lima. Hasil analisis menunjukan bahwa hasil belajar Matematika sebesar 71,07% (kategori sedang) pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 90,35% pada siklus II (kategori sangat tinggi). Ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 19,28% dari siklus I ke siklus IIKata Kunci : pembelajaran Polya, hasil belajar The study aims to determine the improvement of student learning outcomes Math class No. SDN. 2 Sepang, District Busungbiu, Buleleng Academic Year 2012/2013 after Polya applied learning models. The subjects were 28 students of class V. This research is a class action consisting of 2 cycles. Each cycle through the four stages, namely planning, implementation, observation/evaluation, and reflection. Data collected by the test method. The data collected was analyzed by quantitative descriptive analysis. The result of the analysis is then converted to a scale of five PAP. The results of the analysis showed that the learning outcomes of Mathematics at 71.07% (medium category) in the first cycle, then increased to 90.35% in the second cycle (high category). This shows that an increase of 19.28% learning outcomes from the first cycle to the second cycle.keyword : polya learning, learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN I2M3 TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL SD DI GUGUS I BANYUNING ., Komang Aprilliani Maha Supardhi; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan pendekatan I2M3 dan kelompok siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan Post test-Only Control Group Design dan sampel sebanyak 184 orang yang diambil secara random. Data tentang perbedaan hasil belajar siswa dikumpulkan melalui instrument tes hasil belajar dengan bentuk tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) prestasi belajar siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan I2M3 dengan X Ì… = 19,52 berada pada kategori tinggi, (2) prestasi belajar siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional dengan X Ì… = 14,5 berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan I2M3 dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Banyuning. Hal ini dilihat dari rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata kelompok kontrol (X Ì…_E=19,52> X Ì…_K=14,5). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan I2M3 lebih berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan pendekatan konvensional.Kata Kunci : pendekatan I2m3, pendekatan konvensional, hasil belajar This study aims to determine : the difference between the learning outcomes of students who learn to approach I2M3 and groups of students who studied with conventional approaches to teaching science . Is classified as a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with Post - test Only Control Group Design and sample of 184 people taken at random . Data on differences in student learning outcomes were collected through achievement test instrument to form an objective test . The data obtained were analyzed by using descriptive and inferential statistical analysis ( t-test ) . Results showed that : ( 1 ) student achievement follows the experimental group learning approach I2M3 with X Ì… = 19.52 at the high category , ( 2 ) student achievement of learning control group that followed the conventional approach with X Ì… = 14.5 are in the medium category , and ( 3 ) there is a significant difference in learning outcomes between students who take science learning with I2M3 approach with students who take lessons with conventional approaches to the fourth grade students in Cluster I Banyuning . It is seen from the average of the experimental group is greater than the average of the control group ( X _E = 19.52 > X Ì…_K = 14.5 ) . Significant difference indicates that the application of the approach I2M3 more positive effect on students' science learning outcomes compared with conventional approaches.keyword : I2m3 approach, the conventional approaches, learning outcomes.
Pengaruh Model Pembelajaran Word Square Berbantuan Cerita Rakyat Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dewi Susanti, Fransiska Ristiana; Sumantri, Made; Sudana, Dewa Nyoman
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 6, No 3 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v6i3.21094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester II di Gugus II Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2017/2018. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik group random sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif, uji prasyarat analisis data, dan uji hipotesis melalui uji-t. Hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung  =  3,185 dan ttabel  = 1,999 (thitung >ttabel). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Word Square berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Adanya perbedaan terhadap hasil belajar siswa, menandakan bahwa model pembelajaran Word Square berbantuan cerita rakyat berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa.  Kata kunci: Word Square, Cerita Rakyat, hasil belajar Bahasa Indonesia
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD NO. 7 KAMPUNG BARU KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Kadek Sweca Adnyana; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3000

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan masalah yang ditemukan di lapangan terkait rendahnya aktivitas dan hasil belajar siwa, maka solusinya adalah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SD N 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V di SD No. 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 11,20%, dari 64,40% dalam kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 81,18% atau berada pada kategori aktif pada siklus II. Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD No. 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata hasil belajar siswa dari 65,80% atau berada pada kategori cukup dengan ketuntasan belajar sebesar 58,06% pada siklus I menjadi 73,50% atau berada pada kategori baik pada siklus II dengan ketuntasan belajar sebesar 83,87%. Adapun persentase peningkatan rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 8,02%. Kata Kunci : Model Kooperatif, Numbered Heads Together, aktivitas, hasil belajar. This study is a classroom action research that aims to improve the activity and student learning outcomes . Based on the problems found in the related field of low activity and learning outcomes siwa , then the solution is to implement cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) . In this study, the subject of his research is the fifth grade students of SD N 7 Kampung Baru school year 2012/2013 , amounting to 19 students consisting of 10 boys and 9 girls . Based on the results of this study concluded that the implementation of cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) can enhance science learning activities in class V in SD No. . 7 Kampung Baru school year 2012/2013 . It is evident from the increase in the average percentage of students' learning activities by 11.20 % , from 64.40 % in the moderately active category in the first cycle to 81.18 % or are in the active category on the second cycle . The implementation of cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) can improve science learning outcomes in class V in SD No. . 7 Kampung Baru school year 2012/2013 . It is evident from the increase in the average percentage of student learning outcomes or 65.80 % are in the category with enough mastery learning of 58.06 % in the first cycle to be at 73.50 % or better on the second cycle category with mastery learning amounted to 83.87 % . The average percentage improvement of learning outcomes from the first cycle to the second cycle of 8.02 % .keyword : Cooperative models, Numbered Heads Together activities, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN IPS ., I Made Suarthika; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i3.12431

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep IPS siswa diduga karena model pembelajaran yang diterapkan terlalu berpusat kepada guru, sehingga siswa kurang aktif dan kegiatan pembelajaran menjadi pasif. Dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan terhadap pemahaman konsep pada mata pelajaran IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan siswa yang dibelajarkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Tahun Pelajaran 2016/2017 di Gugus IV Kecamatan Selemadeg Timur. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Dalang yang berjumlah 25 siswa dan siswa kelas V SD Negeri 1 Gadungan yang berjumlah 22 siswa. Metode dalam pengumpulan data dilakukan dengan metode tes obyektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) rata-rata skor pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray adalah 20,76, yang berada pada kategori tinggi, (2) rata-rata skor pemahaman konsep siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 16,90 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan ttabel (thitung= 3,60 > ttabel= 2,021). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray berpengaruh terhadap pemahaman konsep pada mata pelajaran IPS.Kata Kunci : model TSTS, pemahaman konsep. The low conceptual understanding of student social are thought to be due to the applied learning model is too centered on the teacher, so the students are less active and the learning activities become passive. From this problem, this study aimed to determine the difference of conceptual understanding on the subjects of social studies between students who were taught by the model of learning Two Stay Two Stray with students who were taught conventional learning model. This type of research is a quasi-experimental study, with a post-test only control group design. The population of this study is fifth grade student academic year 2016/2017 at Elementary School in Gugus IV East Selemadeg. The sample of this research is fifth grade students SD Negeri 1 Dalang consisted of 25 students and fifth grade students SD Negeri 1 Gadungan consisted of 22 students. Methods in data collection were done by objective test method. The data had been obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic. The results of this study indicate that, (1) the average score of students using the Two Stay Two Stray learning model is 20,76 which is in the high category, (2) the average score of students using conventional learning model that is 16,90 which is in the medium category, (3) the result of t-test analysis obtained tobserved greater than tcritical (tobserved = 3,60 > tcritical = 2,021). Based on the results of this study, it can be concluded that learning model of Two Stay Two Stray have an effect on conceptual understanding on social science subject.keyword : TSTS model, conceptual understanding.
Co-Authors ., Dewa Ayu Diah Astri ., Gede Pera Surpadiana ., Gusti Ayu Made Lestari ., Gusti Ayu Made Taria Dewi ., I Gede Fajar Dian Mahendra ., I Gede Putu Suryawan ., I Kadek Dwi Sarjana ., I Kadek Satya Dharma ., I Kadek Yudiasa ., I Made Adhi Budiarta ., I Made Dwi Wiguna ., I Made Suarthika ., I Made Yudha Pranata ., Ida Ayu Pt Ary Puspita Dewi ., Ida Ayu Vera Widayanti ., Indi Syifa Maulidati ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Dewi Suryantari ., Kadek Era Kariadnyani ., Kadek Somarasih ., Kadek Sri Windayani ., Komang Novi Artini ., Komang Tri Wijayanti ., Luh Putu Cidrayanti ., Made Vidha Ratnami ., Ni Kadek Antari ., Ni Kadek Aryantini ., Ni Kadek Chandra Pratiwi ., Ni Komang Ari Yudani ., Ni Komang Ayu Lestari ., Ni Kt Prapti Kusuma Wardani ., Ni Luh Wika Sukmawati ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Wahyu Sasmita Ningsih ., Ni Matul Ulfa ., Ni Nyoman Sri Wiratni ., Ni Wayan Yunita Dewi ., Putu Ayu Pryantini A. M. Dwitha Evayanti Aditya, I Kadek Dwi Aditya, I Kadek Dwi Ariani, Komang Rina Desak Putu Parmiti Dewa Nyoman Sudana Dewi Susanti, Fransiska Ristiana dianayanti, ni luh pebri Dina Yuliati . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd. . Dwitha Evayanti, A. M. Evayanti, A.M,Dwitha Evayanti, A.M,Dwitha Gede Metta Adnyana ., Gede Metta Adnyana Gede Wira Bayu Hermayanti, Putu I Dewa Gede Diana Putra . I Gede Astawan I Gede Margunayasa I Gusti Ngurah Japa I Kadek Adi Wiguna . I Kadek Mertayasa . I Kadek Peri Wijaya I Kadek Suartama I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Tegeh I Nyoman Arya Prmana . I Nyoman Laba Jayanta I Wayan Simpen Kresna . I Wayan Widiana I Wayan Yoga Sentana Utama . Ida Ayu Alit Artini H . Ida Ayu Komang Suartini . Ida Bagus Indra Kusuma . Ignatius I Wayan Suwatra Indrayani, I Gusti Ayu Putu Unik Kadek Agus Mahendra ., Kadek Agus Mahendra Kadek Dewi Suryantari Kadek Dewi Suryantari, Kadek Dewi Kadek Diah Lestari Kadek Hery Martin Edy Permana ., Kadek Hery Martin Edy Permana Kadek Mahendra . Kadek Sweca Adnyana . Kasyfia ., Kasyfia Kertiari, Luh Putu Komang Aprilliani Maha Supardhi . Komang Eva Wahyu Diatmika . Komang Rina Ariani Lestari, Kadek Diah Luh Ade Sri Lestari . Luh Putu Kertiari M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Ariwahyuni . Made Dwi Apriyanti Made Novia Hartini ., Made Novia Hartini Mamanda, Slamet Mamanda, Slamet Metta Anugrah Dewi ., Metta Anugrah Dewi Miasari, Ni Putu Nareswari, Ni Luh Putu Sri Radha Ni Kadek Aryani . Ni Kadek Ayu Noverayanti . Ni Kadek Rina Widiasari Ni Ketut Desia Tristiantari Ni Luh Ayu Widiastiti Ni Luh Putu Ema Widari Ni Luh Putu Sri Radha Nareswari Ni Made Eny Rismayanti ., Ni Made Eny Rismayanti Ni Made Erni Sumastini . Ni Nengah Arsini ., Ni Nengah Arsini Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Tri Astrini Ni Putu Mia Ari Yantini Ni Putu Miasari Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Ningrat, Sayu Putri Nopiani, Ririn Peri Wijaya, I Kadek Prabawati, I Gst. Ayu Kiki Indrayani Putri Ningrat, Sayu Putu Hermayanti Sabila, Sakin Sakin Sabila Sanjaya, I Kadek Yoga Sari Kusuma Dewi . Sayu Putri Ningrat Sudiarni, Ni Kadek Sudiarni, Ni Kadek Sugiartha, I Made Sugiartha, I Made Taurina Rizqi, Aprilliarose Taurina Rizqi, Aprilliarose Trisna Dewi, Ayu Ira Trisna Dewi, Ayu Ira Ustari, Komang Sri Ustari, Komang Sri Widari, Ni Luh Putu Ema Widiasari, Ni Kadek Rina Widiastiti, Ni Luh Ayu Wirabayu, I Gede Wiwik Antari, Ni Made Yantini, Ni Putu Mia Ari Yantini, Putu Mia Ari Yoni Adnyana P, I. B. Eka Yoni Adnyana P, I. B. Eka