Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pembelajaran Make A Match Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS dianayanti, ni luh pebri; Sumantri, Made
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v8i2.24974

Abstract

Rendahnya kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V disebabkan karena kurangnya pembelajaran yang efektif dalam mengoptimalkan pemahaman siswa terhadap materi IPS sehingga siswa mengalami kebosanan dan kurang bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran yang mengakibatkan kompetensi pengetahuan IPS siswa masih cenderung rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non-equivalen post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vyang berjumlah 163 orang siswa. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 43 orang siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode tes dengan instrument tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh thitung 38,21 lebih besar dari ttabel 1,68, dengan demikian disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Make a Match berbantuan media audiovisual terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD gugus I Kecamatan Selat tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini secara keseluruhan memberikan dampak positif terhadap siswa. Siswa menjadi lebih aktif, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan mampu menjalin interaksi yang baik antar sesama siswa sehingga kompetensi pengetahuan IPS siswa dapat ditingkakan.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Berbantuan Media Kartu Gambar Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar IPA Kertiari, Luh Putu; Bayu, Gede Wira; Sumantri, Made
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i3.26982

Abstract

Pembelajaran IPA saat ini dapat dikatakan kurang efektif, Hal tersebut dikarenakan belum maksimalnya penerapan model pembelajaran inovatif yang dapat merangsang siswa aktif dalam proses pembelajaran, sehingga hal tersebut akan berdampak pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan media kartu gambar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 96 siswa. Sampel diambil menggunakan teknik random sampling dengan jumlah sampel 48 siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes yaitu dengan tes pilihan ganda. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif diperoleh rata-rata hasil belajar IPA di kelas eksperimen 21 termasuk kategori sangat tinggi dan di kelas kontrol 12,46 termasuk kategori sedang. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa thitung sebesar 8,53 dan ttabel dengan db = 46 pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,000. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan media kartu gambar memberikan pengaruh terhadap hasil belajar IPA. Dengan adanya model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan media kartu gambar dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan guru dalam merancang proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA.
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 4 KALIUNTU Suryantari, Kadek Dewi; Sumantri, Made
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 49, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.248 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v49i2.9010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu dan Permendikbud Nomor 103  Tahun 2014   ditinjau  dari  perencanaan dan  pelaksanaan pembelajaran. Penelitían ini termasuk penelitían evaluatif model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu  berdasarkan  Permendikbud Nomor  103   Tahun  2014. Data perencanaan pembelajaran dikumpulkan dengan metode studi dokumentasi,  sedangkan data pelaksanaan pembelajaran dikumpulkan   dengan   metode  observasi. Subjek penelitian berjumlah 6 orang guru di SD Negeri 4 Kaliuntu. Data berupa skor semua objek penelitian dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis  menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 ditinjau dari perencanaan pembelajaran adalah sebesar 12,17%. Kesenjangan tersebut terletak pada indikator kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, media dan sumber belajar. Ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran, kesenjangan terjadi sebesar 19,17%. Kesenjangan tersebut terdapat pada indikator pemberian apersepsi, penyampaian teknik penilaian yang akan digunakan guru, peserta didik diarahkan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan, dan pemberian tindak lanjut dalam bentuk remidi, pengayaan, dan atau pemberian tugas. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) BERBASIS KONSEP TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Kadek Somarasih; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN di Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 117 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Lemukih yang berjumlah 36 orang dan siswa kelas V SD Negeri 1 Galungan yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan dengan menggunakan pembelajaran konvensional, dengan perhitungan thitung = 6,21 > ttabel = 1,99 dengan signifikan < 0,05. Rata-rata skor kemampuan hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha adalah 20,42 lebih tinggi dari kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional yaitu 14,89. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle (IOC) berbasis konsep Tri Kaya Parisudha berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN Gugus I Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Inside Outside Crcle (IOC), Tri Kaya Parisudha, hasil belajar IPA The research is to know the significant difference of science learning outcomes between groups of students who are taught by cooperative learning model of Inside Outside Circle (IOC) type based on the concept of Tri Kaya Parisudha and group of students that is taught by conventional learning model in grade V students in SDN Gugus I Kecamatan Sawan lesson 2016/2017. This type of research is quasi-experimental research. The population of this study is all students of class V SDN in Cluster I Sawan District lesson year 2016/2017. Which amounted to 117 people. The sample of research is the students of class V SD Negeri 1 Lemukih which amounted 36 people and students of grade V SD Negeri 1 Galungan which amounted 28 people. Data collection techniques use multiple-choice objective tests. The result show that there is a difference of science learning outcomes between groups of students who were taught by using the Inside Outside Circle (IOC) model based on the concept of Tri Kaya Parisudha and group of students that is taught by conventional learning, with t-hitung= 6,21> t-table=1,99 with significant
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar IPA Kelas V SD N 3 Tukadmungga ., Komang Tri Wijayanti; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7701

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SDN 3 Tukadmungga Kecamatan Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V semester genap SDN 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 19 orang dan objek penelitiannya adalah hasil belajar IPA? Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Data hasil belajar ipa siswa dikumpulkan melalui tes. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini presentase hasil belajar ipa siswa pada siklus I sebesar 61,5 % dengan katagori “cukup tinggi” dan ketrampilan berpikir kritis pada siklus II sebesar 82,63% dengan katagori “Tinggi”. Peningkatan hasil belajar ipa dari siklus I ke Siklus II sebesar 17,14%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STAD meningatkan hasil belajar ipa siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di SD N 3 Tukadmungga kecamatan Buleleng Kata Kunci : IPA, Hasil Belajar, STAD This study aimed (1) to determine the students' learning outcome ipa after applied learning type STAD on science teaching fifth grade students of the second of the 2015/2016 academic year in SDN 3 Tukadmungga District of Buleleng. This research is a classroom action research subjects are students of class V SDN 3 Tukadmungga second semester of academic year 2015/2016 totaling 19 people, and the object of research is the result of learning science? This study was conducted in two cycles and each cycle consisting of 4 meetings. Data collection methods used in this study were (1) Date collected through the students' learning achievement tests. The collected data was analyzed by quantitative descriptive analysis. The results of this study the percentage of student learning outcomes in the first cycle of 61.5% to the category of "high enough" and learning outcomes in the second cycle of 82.63% in the category "High". Improved learning results from the first cycle to the second cycle of 17.14%.keyword : Science, Learning Outcomes , STAD
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STM (SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG ., I Wayan Simpen Kresna; ., Drs. Made Sumantri; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test 0nly control group design. Siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 146 siswa dijadikan populasi dalam penelitian ini. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 68 orang siswa. Teknik pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut statistik inferensial, digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh ( > ) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) yaitu 24,47 berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 19,70 berada pada kategori cukup. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata Kunci : model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat), model pembelajaran konvensional dan hasil belajar IPA. ABSTRACT This study aimed to determine differences in science learning outcomes between group of students who take learning model STM ( Science Technology Society ) and a group of students who take conventional learning model. The study was quasi-experimental study (quasi-experiment) with post-test design 0nly control group design. Fourth grade students in Cluster VIII Buleleng district, Buleleng regency academic year 2012/2013 with a population of 146 students used in this study population. Samples collected by random sampling, amounting to 68 students. Learning outcomes data collection technique is done by using a multiple-choice test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. As a follow-up to inferential statistics, t- test was used to test for differences in student learning outcomes. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who take learning model STM (Science Technology Society) and a group of students who take conventional learning model. This is indicated by ( > ) and is supported by differences in the average score obtained by the students who take learning model STM (Science Technology Society) is 24.47 in the category of good and students learn using conventional learning model that are 19.70 in enough category . Based on these findings, it was concluded that the learning model STM (Science Technology Society) effect on student learning outcomes in teaching science in the fourth grade cluster VIII Buleleng District, Buleleng District Academic Year 2012/2013 . keyword : learning models of STM (Science Technology Society), the conventional model of learning and learning outcomes IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS III KECAMATAN BULELENG ., Ni Made Dwi Kurni Astuti; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scramble berbantuan kartu pertanyaan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas III semester II di Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent posttest-only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Gugus I Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, sehingga didapatkan dua kelas yaitu kelas III SD Negeri 8 Banyuning berjumlah 38 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas III SD Negeri 2 Banyuning berjumlah 36 siswa sebagai kelas kontrol. Instrmen pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes uraian dengan dua tahap analisis yaitu analisis statisik deskriptif dan analisis statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian ini yaitu, diperoleh perhitungan uji-t, thitung = 11,55 > ttabel = 1,671 (dengan db 72 dan taraf signifikansi 5%), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran Scramble berbantuan kartu pertanyaan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas III di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Pembelajaran Scramble, Kartu Pertanyaan, Hasil Belajar This study aims to determine the differences in learning outcomes between Indonesian students groups that learning with learning models Scramble assisted question cards and groups of students who learning with conventional models in third grade students in the second in the first group of Buleleng District, Buleleng regency year 2016/2017. The research design used is non equivalent posttest-only control group design. The population in this research is all students of class III SD I Buleleng District, Buleleng District. Determination of sample is done by random sampling technique, so that got two class that is class III SD Negeri 8 Banyuning amounted to 38 students as experiment class and student of class III SD Negeri 2 Banyuning amounted to 36 student as control class. The data collection instrument in this research is a description test with two stages of analysis that is descriptive static analysis and inferential statistical analysis (t-test). The result of this research is t-test calculation, tct = 11,55> ttable = 1,671 (with db 72 and significance level 5%), so H0 is rejected and H1 accepted. Thus it can be stated that the instructional model of Scramble card-assisted question has a significant effect on the learning outcomes of Indonesian class III students in Buleleng District Buleleng District I Bulletin Lesson Year 2016/2017.keyword : Scramble Learning Model, Question Card, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN ASESMEN PROYEK PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 SANGSIT TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Putu Ayu Pryantini; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7386

Abstract

Tujuan Penelitian Penyanyi Adalah (1) mendeskripsikan desain development Asesmen Proyek hearts Pembelajaran IPA (2) mengetahui KUALITAS hasil temuan development Asesmen Peoyek hearts Pembelajaran IPA, (3) mengetahui efektivitas Asesmen Proyek hearts Pembelajaran IPA. Model development Yang digunakan hearts Penelitian Penyanyi Adalah Model ADDIE. Model ADDIE terdiri Dari lima Tahapan Yaitu analisis, desain, development, Implementasi dan Evaluasi. Kelima model yang Tahapan development Penyanyi, dijadikan Acuan hearts memproduksi, Dan memvalidasi Asesmen Proyek Yang dikembangkan. Validasi Asesmen Proyek dilakukan Oleh Satu Ahli isi mata Pelajaran, Satu Ahli desain Pembelajaran, Satu Ahli Asesmen Pembelajaran Dan 29 Siswa uji coba Lapangan. Efektivitas Asesmen Proyek dilakukan Oleh 29 Siswa using desain Penelitian pre-test Dan post-test. Data dikumpulkan DENGAN Metode kuisioner tes. Mencari Google Artikel instrumen tes hasil temuan belajar Berupa tes Objektif. Analisis Data using analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif Dan statistik inferensial / induktif uji-t. Hasil Penelitian Penyanyi Adalah 1) mendeskripsikan desain development Asesmen Proyek Yaitu Mulai dari Langkah MEMBUAT concept ATAU Rancangan, mendesain Produk, mengumpulkan Produk materi, uji coba Produk dan Evaluasi; 2) kualitas hasil temuan development Asesmen * Menurut ulasan Ahli Dan Siswa Yaitu: a) Ahli Bidang Studi 96%; b) Ahli desain Pembelajaran 92%; c) Ahli Asesmen Pembelajaran 94% Yang Semuanya Tiga Ahli PADA kategori Sangat Baik Serta d) uji coba Lapangan 91,7% Yang berada PADA kategori Sangat Baik; 3) Efektivitas hasil temuan development Asesmen menunjukkan signifikansi Yang TIMAH Adalah thitung = 23.582> ttabel = 2.000. Penyanyi Berarti Terdapat Perbedaan signifikan PADA hasil temuan belajar Siswa SEBELUM Dan Sesudah using Asesmen Proyek. Kata Kunci : development, Asesmen Proyek, IPA Objective singer is (1) to describe the design development Assessment Project Learning science hearts (2) determine QUALITY findings hearts Peoyek development Assessment Learning science, (3) determine the effectiveness of the Project Assessment Learning science hearts. The development model used is a singer Research hearts ADDIE Model. ADDIE Model consists of five stages Namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The fifth model of development Stages singer, made reference hearts produce, and validate Assessment Projects developed. Validation Assessment Project conducted by the content expert eye One Lesson, The Learning Design Expert, The Expert Assessment of Student Learning and 29 field trials. Effectiveness Assessment Project conducted by 29 students study design using pre-test and post-test. Data collected WITH Method test questionnaires. Searching Google Pages instrument test results Form learning objective tests. Data analysis using descriptive and qualitative analysis, quantitative and inferential statistical / inductive t-test. Results Singer is 1) to describe the design development Namely Project Assessment Starting from Step MAKE OR concept design, product design, collect product material, product testing and evaluation; 2) the quality of development assessment findings * According to the expert review and Student Namely: a) Expert Studies 96%; b) Expert Learning design 92%; c) Expert Assessment of Learning 94% Which All Three Expert ON categories Very Good And d) Field trials were 91.7% Which ON categories Very Good; 3) The effectiveness of development assessment findings indicate significance The TIN is t = 23 582> table = 2.000. There are significant differences Means singer ON findings Students learn BEFORE And After using Assessment Project.keyword : development, project assessment, IPA
DISKREPANSI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NO. 4 KAMPUNG BARU ., Metta Anugrah Dewi; ., Drs. Made Sumantri; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5734

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskrepansi pembelajaran kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian hasil dan proses pembelajaran, serta pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluatif dengan model diskrepansi. Populasinya adalah seluruh tenaga pendidik yang telah mengimplementasikan kurikulum 2013 di SD No. 4 Kampung Baru tahun ajaran 2014-2015. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling dan simple random sampling. Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut, diperoleh sampel penelitian adalah guru IA, IIA, IVA dan V. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji jenjang Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan (1) sebesar 13,7% dan tergolong kategori sangat kecil pada perencanaan pembelajaran, (2) sebesar 12,5% dan tergolong kategori sangat kecil pada pelaksanaan pembelajaran, (3) sebesar 10,0% dan tergolong kategori sangat kecil pada penilaian hasil dan proses pembelajaran, (4) sebesar 18,1% dan tergolong kategori sangat kecil pada pengawasan pembelajaran, (5) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 adalah kurangnya pelatihan mengenai kurikulum 2013, adanya perubahan mindset, pengelolaan waktu, guru belum mahir menggunakan TIK.Kata Kunci : Kata kunci: diskrepansi, kurikulum 2013, Permendikbud No. 65 Abstract This research is aimed to determine the discrepancy learning to the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013 in terms of lesson planning, implementation learning, assessment of learning outcomes, and supervision of learning. This research was an evaluative research with the discrepancy model. The population were all of educators who had implemented the curriculum in 2013 at SD No. 4 Kampung Baru in the academic year of 2014/2015. The sampling technique used was purposive sampling and simple random sampling. Based on this sampling technique, obtained samples were teacher IA , IIA , IVA and V. The data were collected using the document study, observation, questionnaire, and interview. The results of this research were analyzed using Wilcoxon's Rank Sign test. The results showed that there was a discrepancy; (1) very low discrepancy with the score of 13,7% in terms of lesson planning, (2) very low discrepancy with the score of 12,5% in implementation, (3) very low discrepancy with the score of 10,0 % in assessment of learning outcomes, (4) very low discrepancy with the score of 18,1% in supervision of learning, (5) obstacles encountered in the implementation of the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 were the lack of training on the curriculum in 2013 , the change in mindset , time management , teachers have not been good at using ICT.keyword : Keyword: discrepancy, curriculum 2013, the regulation Minister of Education and Culture No. 65
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Semester II SD Gugus VI Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015 ., Ni Nengah Arsini; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 153 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Awan yang berjumlah 21 orang dan siswa kelas IV SD Negeri serai yang berjumlah 26 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV di SD Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah 17,62 lebih besar dari rata-rata ( ) hitung kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 8,35. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV semester genap di SD Gugus VI Kecamatan Kintamani. Kata Kunci : model Numbered Head Together (NHT), hasil belajar IPS This research purpose to know difference of result study IPS between students followed study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) and students followed study with conventional model in fourth class semester genap in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015. Kind of this research is appearance experiment. Population this research is students in the fourth class in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015 amount 153 students. The sample of this research is students in fourth class SD Negeri Awan amount 21 students and students in fourth class SD Negeri serai amount 26 students. Accumulation data in this research used multiple choice test. The data in this research analysis by analysis statistic description and statistic inferensial (uji-t). Result of this research showed that significant difference result study IPS between students followed study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) and students followed study with conventional model in fourth class semester genap in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015. The average ( ), that is ( ) group experiment join study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) is 17,62 more bigger than average ( ) control group join conventional model, that is 8, 35. Thai is meaning experiment > control, with the result that application cooperative learning model type Number Head Together (NHT) is influential with the result study IPS students in fourth class semester genap in SD Gugus VI Kecamatan Kintamani. keyword : Numbered Head Together (NHT) Model, result study IPS
Co-Authors ., Dewa Ayu Diah Astri ., Gede Pera Surpadiana ., Gusti Ayu Made Lestari ., Gusti Ayu Made Taria Dewi ., I Gede Fajar Dian Mahendra ., I Gede Putu Suryawan ., I Kadek Dwi Sarjana ., I Kadek Satya Dharma ., I Kadek Yudiasa ., I Made Adhi Budiarta ., I Made Dwi Wiguna ., I Made Suarthika ., I Made Yudha Pranata ., Ida Ayu Pt Ary Puspita Dewi ., Ida Ayu Vera Widayanti ., Indi Syifa Maulidati ., Kadek Ayu Herlin Mudarini ., Kadek Dewi Suryantari ., Kadek Era Kariadnyani ., Kadek Somarasih ., Kadek Sri Windayani ., Komang Novi Artini ., Komang Tri Wijayanti ., Luh Putu Cidrayanti ., Made Vidha Ratnami ., Ni Kadek Antari ., Ni Kadek Aryantini ., Ni Kadek Chandra Pratiwi ., Ni Komang Ari Yudani ., Ni Komang Ayu Lestari ., Ni Kt Prapti Kusuma Wardani ., Ni Luh Wika Sukmawati ., Ni Made Dwi Kurni Astuti ., Ni Made Wahyu Sasmita Ningsih ., Ni Matul Ulfa ., Ni Nyoman Sri Wiratni ., Ni Wayan Yunita Dewi ., Putu Ayu Pryantini A. M. Dwitha Evayanti Aditya, I Kadek Dwi Aditya, I Kadek Dwi Ariani, Komang Rina Desak Putu Parmiti Dewa Nyoman Sudana Dewi Susanti, Fransiska Ristiana dianayanti, ni luh pebri Dina Yuliati . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Ndara Tanggu Renda . Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd. . Dwitha Evayanti, A. M. Evayanti, A.M,Dwitha Evayanti, A.M,Dwitha Gede Metta Adnyana ., Gede Metta Adnyana Gede Wira Bayu Hermayanti, Putu I Dewa Gede Diana Putra . I Gede Astawan I Gede Margunayasa I Gusti Ngurah Japa I Kadek Adi Wiguna . I Kadek Mertayasa . I Kadek Peri Wijaya I Kadek Suartama I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Tegeh I Nyoman Arya Prmana . I Nyoman Laba Jayanta I Wayan Simpen Kresna . I Wayan Widiana I Wayan Yoga Sentana Utama . Ida Ayu Alit Artini H . Ida Ayu Komang Suartini . Ida Bagus Indra Kusuma . Ignatius I Wayan Suwatra Indrayani, I Gusti Ayu Putu Unik Kadek Agus Mahendra ., Kadek Agus Mahendra Kadek Dewi Suryantari Kadek Dewi Suryantari, Kadek Dewi Kadek Diah Lestari Kadek Hery Martin Edy Permana ., Kadek Hery Martin Edy Permana Kadek Mahendra . Kadek Sweca Adnyana . Kasyfia ., Kasyfia Kertiari, Luh Putu Komang Aprilliani Maha Supardhi . Komang Eva Wahyu Diatmika . Komang Rina Ariani Lestari, Kadek Diah Luh Ade Sri Lestari . Luh Putu Kertiari M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd. S.Pd. Putu Nanci Riastini . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Ariwahyuni . Made Dwi Apriyanti Made Novia Hartini ., Made Novia Hartini Mamanda, Slamet Mamanda, Slamet Metta Anugrah Dewi ., Metta Anugrah Dewi Miasari, Ni Putu Nareswari, Ni Luh Putu Sri Radha Ni Kadek Aryani . Ni Kadek Ayu Noverayanti . Ni Kadek Rina Widiasari Ni Ketut Desia Tristiantari Ni Luh Ayu Widiastiti Ni Luh Putu Ema Widari Ni Luh Putu Sri Radha Nareswari Ni Made Eny Rismayanti ., Ni Made Eny Rismayanti Ni Made Erni Sumastini . Ni Nengah Arsini ., Ni Nengah Arsini Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Tri Astrini Ni Putu Mia Ari Yantini Ni Putu Miasari Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Ningrat, Sayu Putri Nopiani, Ririn Peri Wijaya, I Kadek Prabawati, I Gst. Ayu Kiki Indrayani Putri Ningrat, Sayu Putu Hermayanti Sabila, Sakin Sakin Sabila Sanjaya, I Kadek Yoga Sari Kusuma Dewi . Sayu Putri Ningrat Sudiarni, Ni Kadek Sudiarni, Ni Kadek Sugiartha, I Made Sugiartha, I Made Taurina Rizqi, Aprilliarose Taurina Rizqi, Aprilliarose Trisna Dewi, Ayu Ira Trisna Dewi, Ayu Ira Ustari, Komang Sri Ustari, Komang Sri Widari, Ni Luh Putu Ema Widiasari, Ni Kadek Rina Widiastiti, Ni Luh Ayu Wirabayu, I Gede Wiwik Antari, Ni Made Yantini, Ni Putu Mia Ari Yantini, Putu Mia Ari Yoni Adnyana P, I. B. Eka Yoni Adnyana P, I. B. Eka