Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Uji Aktivitas Antikanker Secara In Vitro dengan Sel Murine P-388 Senyawa Flavonoid dari Fraksi Etilasetat Akar Tumbuhan Tunjuk Langit (Helmynthostachis Zeylanica (Linn) Hook) Fitrya Fitrya; Lenny Anwar
Jurnal Penelitian Sains Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.981 KB) | DOI: 10.56064/jps.v12i1.187

Abstract

Telah dilakukan isolasi dan uji aktivitas anti kanker secara invitro dengan sel murine P-388 senyawa flavonoid dari fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit (Helmynthostachis zeylanica (Linn) Hook). Isolasi senyawa flavonoid dilakukan dengan metoda ekstraksi dan fraksinasi. Uji kemurnian dilakukan dengan teknik KLT dan penentuan titik leleh. Uji aktivitas antikanker dilakukan dengan metode bioassay menggunakan sel murine P-388. Dari penelitian ini diperoleh Kristal FM dengan Rf= 0, 425, titik leleh 241-242_C dan menunjukkan warna kuning dengan pereaksi serium sulfat. Spektrum UV dalam pelarut metanol menunjukkan serapan maksimum pita I pada 347 nm dan serapan maksimum pita II pada 275 nm. Pergeseran pada pelarut MeOH+NaOH dan MeOH+AlCl3/HCl mengindikasikan adanya subtituen 40-OH dan 5-OH. Pergeseran hipsokromik dalam pelarut MeOH+AlCl3/HCl dan adanya puncak kedua dalam pita II pada 215 nm menunjukkan bahwa sistem orto-OH pada cincin B berada pada posisi 30, 40.
Isolasi Alkaloida dari Tumbuhan Ophirrhiza Closii Ridl. Fitrya Fitrya
Jurnal Penelitian Sains No 11 (2002)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2691.229 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i11.313

Abstract

Telah diisolasi satu alkaloida utama dari herba tumbuhan Ophirrhiza closii Ridl. yang berbentuk padatan amorf dan berwarna kekuningan. Spektrum ultraviolet dalam metanol menunjukkan serapan maksimum pada panjang gelombang 227 nm dan 281 nm. Spektrum inframerah menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 3506 cm-1, 2582-2923 cm-1, 1735 cm-1, 1373-1415 cm-1, 1234 cm-1 dan 1028 cm-1. Dari data spektrum ini dan dari hasil reaksi dengan pereaksi seri (IV) ammonium sulfat disimpulkan bahwa alkaloida tersebut termasuk alkaloida indol.
Aktivitas Campuran Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpina sappan L.) terhadap Bacillus cereus Miksusanti Miksusanti; Fitrya Fitrya; Nike Marfinda
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.314 KB) | DOI: 10.56064/jps.v14i3.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aktivitas antibakteri kombinasi dari ekstrak air kayu secang dan kulit manggis terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Ekstrak dimaserasi menggunakan pelarut aquademineral dan di- freezdrying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumur. Parameter yang digunakan ialah diameter zona hambat. Hasil penelitian pada perbandingan kombinasi manggis dan secang 2 : 8, 4 : 6, 5 : 5, 6 : 4, 8 : 2 dengan zona hambat terhadap B. cereus yaitu 18,4, 16,8, 17,3, 13,5, 14,6 mm. Pada penentuan KHM terlihat bahwa campuran ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. cereus dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) adalah 0,075% (750 ppm). Total fenol pada manggis yaitu 94,047 mg/g. Total fenol pada secang yaitu 590,428 mg/g.
Isolasi Senyawa Fenolat dari Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Tumbuhan Gandaria Fitrya Fitrya; Lenny Anwar; Era Novitasari
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.007 KB) | DOI: 10.56064/jps.v13i1.156

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa fenolat dari fraksi etil asetat kulit batang tumbuhan Gandaria (Bouea macrophylla Griff). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan pemisahan senyawa hasil isolasi dilakukan dengan teknik kromatografi. Hasil isolasi berupa kristal berwarna putih dengan titik leleh 185-187_C. Spektrum UV dalam pelarut etil asetat menunjukkan serapan maksimum pada 289 nm, mengindikasikan adanya ikatan rangkap terkonjugasi yang lazimnya merupakan cincin aromatis. Analisa spektrum IR menunjukkan adanya gugus −OH, C−H alifatik, C=O, C=C, C−H, C−O, C=C−H. Berdasarkan data-data spektrum UV, IR, serta berdasarkan uji fitokimia diduga senyawa hasil isolasi ini merupakan senyawa golongan fenolat yang tersubtitusi gugus alifatik dan gugus karbonil.
Penapisan dan Spesifikasi Alginat dari Alga Coklat Padina Australis Hauck untuk Bahan Baku Industri Obat dan Kosmetika Fitrya Fitrya; Ferlinahayati Ferlinahayati
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.074 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i15.281

Abstract

Telah diisolasi serbuk natrium alginat dari alga coklat Padina australis Hauck dengan metode ekstraksi cair-cair. Natrium alginat yang dihasilkan dikarakterisasi dengan Spektroaskopi Infra Merah dan Resonansi Magnet Inti. Hasil penentuan spesifikasi natrium alginat menunjukkan bahwa senyawa yang diisolasi menunjukkan reaksi positif dengan Molisch, viskositas 25 cps, kadar abu 24,1%, susut pengeringan 15,2%, bebas E. Coli dan bebas dari logam berat. Kadar Natrium alginat hasil isolasi mencapai 42%.
Pemeriksaan Karakteristik Simplisia Alga Padina australis Hauck (Dictyotaceae) Fitrya Fitrya
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.201 KB) | DOI: 10.56064/jps.v13i3.138

Abstract

Telah dilakukan pemeriksaan karakteristik terhadap serbuk talus Padina australis Hauck. Hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan talus Padina tersusun dari epidermis dan sel parenkim. Pemeriksaan karakteristik simplisia menunjukkan bahwa kadar abu total sebuk talus Padina adalah 26,5%; kadar abu larut dalam air 10,5%, kadar abu tidak larut dalam asam 3,6%, kadar sari larut dalam air 12,4%, kadar sari larut dalam etanol 8,2%, kadar air 6,4% dan susut pengeringan 8,1%. Pemeriksaan logam menunjukkan bahwa talus Padina mengandung logam kalsium, kalium, natrium, magnesium dan besi dan kadar logam paling tinggi adalah kalsium yaitu 6,15%.
Senyawa Fenolat dari Fraksi Etil Asetat Buah Tumbuhan Mempelas (Tetracera indica Merr.) Fitrya Fitrya; Muharni Muharni; Maretha Kobaywan
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.743 KB) | DOI: 10.56064/jps.v15i3.106

Abstract

Telah dilakukan isolasi senyawa fenolat dari fraksi etil asetat buah tumbuhan mempelas (Tetracera indica Merr.). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan pemisahan senyawa menggunakan teknik kromatografi. Hasil isolasi diperoleh kristal berbentuk jarum berwarna kuning seberat 4,01 mg dengan titik leleh 297-298_C. Munculnya puncak serapan spektrum UV pada 277 nm mengindikasikan bahwa pada senyawa hasil isolasi memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang lazimnya merupakan cincin aromatis. Spektrum IR memberikan puncak absorbsi pada bilangan gelombang 3424, 3103-3010, 2947, 1715, 1438 -1608, 1386-1354, 1182 cm−1 yang masing-masing menunjukkan adanya gugus O-H bebas, C-H aromatik, regang C-H alifatik, C=O keton, C=C aromatik, lentur C-H alifatik, C-O-C. Berdasarkan spektrum LC-MS menunjukkan berat molekul senyawa isolasi adalah 300. 
Identidikasi Flavonoid dari Buah Tumbuhan Mempelas Fitrya Fitrya; Lenny Anwar; Fitria Sari
Jurnal Penelitian Sains Vol 12, No 3 (2009)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.907 KB) | DOI: 10.56064/jps.v12i3.167

Abstract

Telah dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dari fraksi diklorometana buah tumbuhan mempelas (Tetracera indica). Ekstraksi tumbuhan dilakukan dengan metode maserasi dan pemisahan senyawa dilakukan menggunakan teknik kromatografi. Hasil pemisahan diperoleh krisatal berbentuk jarum berwarna kuning kehijauan seberat 4,2 mg dengan titik leleh 195 - 197_C. Munculnya puncak serapan pada spektrum UV pada 274 nm mengindikasikan bahwa senyawa hasil isolasi mempunyai ikatan rangkap terkonyugasi yang lazimnya merupakan cincin aromatis. Spektrum IR memberikan puncak absorbsi pada bilangan gelombang 3065 cm−1 (C-H aromatik), 2926 - 2855 cm−1 (C-H alifatik), 1659 – 1580 cm−1 (C=C aromatik), 1738 cm−1 (C=O) dan 1078 cm−1 (C-O-C). Berdasarkan spektrum MS, berat molekul senyawa flavonoid adalah 284 gr/mol. Spektrum 13C-NMR menunjukkan pergeseran kimia yang sangat mirip dengan wogonin (5,7-dihidroksi-8-metoksiflavon). Berdasarkan data-data spektroskopi dan dibandingkan dengan data pada literatur dapat disimpulkan bahwa struktur senyawa flavonoid adalah 5,7-dihidroksi-8-metoksiflavon.
Flavonoid Kuersetin dari Tumbuhan Benalu Teh (Scurulla atropurpureea BL. Dans) Fitrya Fitrya
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 4 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.394 KB) | DOI: 10.56064/jps.v14i4.203

Abstract

Telah diisolasi senyawa avonoid dari tumbuhan benalu teh (Scurulla artropurpurea). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan isolasi senyawa flavonoid dilakukan dengan teknik kromatografi. Falvonoid hasil isolasi berupa serbuk amorf berwarna kuning dengan titik leleh 177-179°C. Analisis spektrum UV menunjukkan λmax pita I (348 nm) dan pita II (255 nm). Pereaksi geser NaOH, NaOAc, NaOAc/asam borat, AlCL3 dan AlCL3/HCl menunjukkan bahwa senyawa flavonoid tersubstitusi pada 3,3', 4', 5,7 pentahidroksi flavon. Analisis spectrum IR menunjukkan adanya regang OH (3369 cm-1), regang C=H alifatik (2956 cm-1), regang C=O (1658 cm-1), regang C=C (1606 cm-1) dan ulur C-O (1271-1143 cm-1). Berdasarkan analisis data spektrum UV dan IR dapat disimpulkan senyawa hasil isolasi adalah flavonoid 3,3,4,5,7-pentahidroksi flavon atau kuersetin.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni Muharni; Fitrya Fitrya; Milanti oktaruliza; Elfita Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8226

Abstract

Exploration of bioactive compound were continuously done as more new diseases appearing, from infection, cancer, and other degenerative diseases. The invention of new antibiotic compound and antioxidant compound is very needed to solve this problem. Endophytic microbes are microbes which lives in plant’s culture and produce the active secondary metabolite. In previous research, 2 compounds from endofitic microbes Penicillium sp in kunyit putih had been successfully isolated and identified as di-(2-ethylhexyl)phthalate   and  pyranon derivated as 5 (4’-ethoxy-2’-hydroxy-5’-methyl-2’,3’-dihydrofuran-3’-il (hydroxy) methyl-4-isopropyl-3-methyl-2-pyran-2-on). The goal of this research is to test antibacterial and antioxidant activitiy from derivate pyranon, which is resulting from endofitic microbes Penicillium sp in kunyit putih (Curcuma zeodaria). The method used to test the antibacterial activity is dic diffusion, using E. Coli, S. Dysenteriae, S. Aureus, and B. Subtilis. with variation of concentrations 250, 500, 1000, dan 2000μg/mL, and to test the antioxidant activity used 1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl ( DPPH)  method with variation of concentrations 1000, 500, 250, 125, 62.5, 31.25, 15.625, and 7.8125 µg/mL. The research         shown that  the antibacterial activity is strongest at S. aureus with 11mm-blocked-zone at 250µg/mL  concentration. Pyranon derivate also has active antioxidant manner with IC5016.05µg/mL.