Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Inovasi Keripik Berbahan Baku Kelapa Sebagai Peluang Usaha di Desa Tebing Gerinting Indralaya Muharni Muharni; Elfita Elfita; Heni Yohandini; Fitrya Fitrya; Maryadi Maryadi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.455 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v4i2.6011

Abstract

Desa Tebing Gerinting merupakan salah satu desa di Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.  Sumber mata pencaharian penduduk sangat beragam mulai dari petani, peternak, berkebun, pedagang dan usaha rumah tangga membuat kemplang, dengan rata-rata tingkat perekonomian yang masih rendah. Usaha pembuatan kemplang juga mempunyai kendala dalam pemasarannya dengan banyaknya masyarakat yang membuka usaha tersebut. Untuk itu perlu diperkenalkan  alternatif lain sebagai peluang usaha pada masyarakat  Desa Tebing Gerinting. Pada kegiatan ini telah  diperkenalkan kepada masyarakat inovasi keripik berbahan baku kelapa aneka rasa yang renyah dan berkualitas  dengan nilai jual tinggi sebagai suatu peluang usaha.  Dari kegiatan yang dilakukan terlihat bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik merupakan suatu pengetahuan baru bagi masyarakat Tebing Gerinting, sehingga terlihat rasa ingin tahu dan antusias peserta dalam kegiatan ini.  Masyarakat mengetahui bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik juga sangat sederhana  dan bahkan memiliki nilai jual yang tinggi. Survei yang dilakukan menunjukkan masyarakat suka akan produk yang dibuat dengan persentase penilaian rasa biasa (15%), suka (65%), dan sangat suka (20%).  Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dan telah menambah pengetahuan masyarakat untuk mencoba alternatif lain peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pembinaan Swamedikasi Yang Baik Dan Benar Pada Masyarakat Melalui Sosialisasi Program “Dagusibu” Di Desa Inderalaya Mulya Kecamatan Inderalaya Utara Fitrya Fitrya; Mokhamad Yusup Nur Khakim; Arya Prasetya Putra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.727 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.597

Abstract

Swamedikasi adalah upaya awal yang dilakukan sendiri dalam mengurangi atau mengobati penyakit-penyakit ringan dengan menggunakan obat-obatan dari golongan obat bebas dan bebas terbatas. Fasilitas kesehatan yang terbatas seperti puskesmas, rumah sakit dan pelayanan kesehatan yang tidak memuaskan, seringkali mendorong masyarakat melakukan swamedikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mendapatkan, menggunakan dan membuang (“DAGUSIBU”) obat dalam praktek swamedikasi agar penggunaan obat tanpa resep dapat berjalan aman dan efektif sehingga masyarakat mampu melaksanakan beberapa fungsi yang biasanya dilakukan secara  profesional oleh tenaga kesehatan saat mengobati pasien dengan obat etikal. Kegiatan dilaksanakan di desa Inderalaya Mulya RT 10/RW 05 Kecamatan Inderalaya Utara diikuti oleh 30 orang ibu–ibu dan remaja putri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selama ini pengetahuan masyarakat tentang golongan dan penggunaan obat masih terbatas. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan karena materi pembinaan yang diberikan memberikan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh masyarakat untuk melaksanakan swamedikasi dengan tepat. Hasil tanya jawab diakhir sesi penyuluhan menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi khususnya cara mendapatkan, menggunakan dan membuang obat semakin meningkat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan menambah wawasan dan pengetahuan masyarakt tentang tata cara  mengobati berbagai penyakit ringan melalui swamedikasi atau pengobatan sendiri secara tepat. Kegiatan ini juga sangat membantu masyarakat mengatasi berbagai penyakit dengan biaya yang terbatas.
Edukasi Faktor Resiko dan Cara Pencegahan Dini Kanker Serviks Sebagai Upaya Menekan Angka Insiden Kanker Serviks Di Desa Tebing Gerinting Kabupaten Ogan Ilir Fitrya Fitrya; Elfita; Muharni; Mokhamad Yusup Nur Khakim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.597 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1090

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan vagina. Kanker serviks merupakan salah satu dari 2 jenis kanker yang banyak membunuh kaum perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara. Di Indonesia diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru, 20-25 orang meninggal dunia karena kanker serviks. Artinya Indonesia akan kehilangan 600-750 orang perempuan yang masih produktif setiap bulannya. Hal ini disebabkan keterlambatan pengobatan dan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker termasuk faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya. Oleh karena itu diperlukan suatu gerakan bersama dan menyeluruh untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kanker serviks. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat mengenai faktor resiko kanker serviks dan upaya pencegahannya sebagai upaya menekan angka insiden kanker serviks. Kegiatan dilaksanakn di desa Tebing Gerinting Kabupaten Ogan Ilir diikuti oleh 45 orang ibu ibu dan remaja putri. Output dari kegiatan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat secara tentang faktor resiko, gejala dan pencegahan kanker serviks sehingga dapat menekan kejadian kanker
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ECOBRICKS DI DESA TANJUNG PERING, OGAN ILIR Mokhamad Yusup Nur Khakim; Ahmad Aminudin Bama; Muharni Muharni; Erni Erni; Fitrya Fitrya; Sarmayanta Sembiring
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3582-3588

Abstract

Permasalahan sampah sudah menjadi isu global dan harus menjadi perhatian khusus demi menjaga lingkungan dan kesehatan. Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang masih berupaya mengatasi permasalahan sampah sampai saat ini. Di Kabupaten Ogan Ilir, Kecamatan Indralaya menempati urutan kedua dengan timbunan sampah terbanyak.  Desa Tanjung Pering adalah bagian wilayah Kecamatan Indralaya Utara. Keberadaan sampah pada suatu tempat membutuhkan penanganan yang segera, sehingga tidak mengakibatkan penumpukan secara terus menerus karena akan menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah adalah dengan cara menerapkan prinsip 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (penggunaan kembali) dan recycle (daur ulang) serta melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan kompos sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi ecobriks. Kegiatan penyuluhan dan percontohan pengolahan sampah menjadi pupuk dan ecobrick telah dilaksanakan ada tanggal 6 September 2022 dan diikuti oleh 30 orang masyarakat desa Tanjung Pering. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan  peragaan. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan minat masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk juga semakin meningkat karena sebagian peserta adalah petani. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelesteraian lingkungan juga semakin meningkat.
EDUKASI PEMBUATAN KOSMETIKA DARI BAHAN HERBAL SEBAGAI SOLUSI MENGHINDARI BAHAN KIMIA BERBAHAYA DALAM KOSMETIKA SINTETIS Fitrya Fitrya; Muharni Maryadi; Mokhamad Yusup Nur Khakim; Akhmad Aminudin Bama; Erni Erni; Muharni Muharni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.857-863

Abstract

Kebutuhan terhadap kecantikan berkembang menjadi prioritas utama masyarakat khususnya perempuan. Keinginan untuk mempercantik diri mendorong mereka untuk menggunakan berbagai jenis produk kosmetik tanpa memahami bahaya yang mengancamnya. Banyak produk kosmetika tersebut mengandung mercury, hidrokuinon dan bahan pewarna merah. Oleh karena itu keamanan kosmetika dari bahan-bahan berbahaya perlu diperhatikan. Disisi lain keanekaragaman hayati yang besar di Indonesia merupakan salah satu faktor pendukung pengembangan produk perawatan kulit dari bahan alam. Mengingat rendahnya pengetahuan masyarakat dan besarnya resiko bahan kimia berbahaya dalam kosmetika, perlu disosialisasikan cara mengolah berbagai jenis herbal sebagai bahan kosmetika alami yang aman serta cara membuatnya. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 6 September 2022 dan diikuti oleh 30 orang ibu-ibu. Kegiatan dilakukan dengan metode edukasi tentang bahaya bahan kimia pada kosmetika modern, cara mendeteksi dan menghindari kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu juga dilakukan penyuluhan dan demonstrasi cara memanfaatkan herbal disekitar sebagai bahan kosmetika alami. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya bahan kimia sintetik dalam kosmetik semakin meningkat.
Antibacterial Activity of Jackfruit Leaf (Artocarpus Heterophyllus LMK.) Ethanol Extract Gel on Propionibacterium acnes Fitrya Fitrya; Elsa Fitria Apriani; Adik Ahmadi; Dina Permata Wijaya; Khazanah Nurain
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v6i1.37608

Abstract

Introduction: Artocarpus heterophyllus LMK. leaves contain flavonoids, tannins, and saponins, which have the potential to be antibacterial. Aims: This study aims to test the antibacterial activity of A. heterophyllus leaves ethanol extract, which is formulated in a gel preparation. Methods: Antibacterial testing was done on the acne-causing bacteria Propionibacterium acnes. The gel formula is designed with an extract concentration of 5, 10, or 15% with Carbopol 940 and HPMC as the bases. The antibacterial activity test was carried out using the well diffusion method. Result: The results of the study showed that the concentration of the extract affected pH, adhesive power, removability, and viscosity. Antibacterial activity tests showed that the gel of A. heterophyllus extract could inhibit Propionibacterium acnes bacteria. The higher the concentration of the extract, the greater the antibacterial activity. Conclusion: It can be concluded that the gel with an extract concentration of 15% gave the strongest antibacterial activity with an inhibition zone of 10.9 ± 1.18 mm.
Formulation and Evaluation of Gambier (Uncaria gambir)-Chitosan Microparticle Intranasal Delivery for Alzheimer’s Diseases Fithri, Najma Annuria; Mardiyanto; Fitrya; Rahmah, Asfaraeni; Annisa, Novilia Megi
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 2 (2024): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.2.284-298

Abstract

Alzheimer’s Disease (AD), the most common form of dementia continues to be the deadliest neuro degenerative disease in recent years. Despite significant efforts to mitigate the progression of the disease, there is no known cure and development towards a more effective treatment is still lacking. AD is marked by exceptionally low amount of acetylcholine in the brain, formation of tau protein, and amyloid beta plaque. Current drugs of choice for treating AD, namely donepezil and memantine, are acetylcholinesterase (AChE) inhibitors which focused on delaying the onset of cognitive decline by maintaining acetylcholine concentration. Gambier water extract (GWE) contains high level of polyphenols which act as an antioxidant, exhibit strong correlation with AChE inhibitor. The aim of this research is to formulate and encapsulate GWE inside a microparticle system composed of chitosan and different crosslinkers, STPP (IMGS) and CaCl2 (IMGC), which were then characterized as AChE inhibitor using Ellman’s method. Variations of the formula were designed following Box-Behnken experimental design with chitosan and crosslinker concentration, crosslinker type, and stirring speed as variables. Initial activity of GWE, IMGS and IMGC as antioxidant were confirmed with DPPH method, obtaining a strong activity of 88.01, 82.11, and 84.99% DPPH inhibition at 100 ppm respectively. Promisingly, at concentration of 100 ppm GWE demonstrated AChE inhibition of 30.36%. However, this activity reduced after encapsulation into IMGS and IMGC, with 14.63% and 18.65% AChE inhibition, which can be linked to the relatively sustained diffusion of GWE from the polymer matrix. IMGS and IMGC diffusion profile showed release of 23.24% and 21.89% after 6 hours, with significant increase in diffusion after 24 hours with 74.92% and 71.19% respectively. Despite showing sustained release behaviour, both IMGS and IMGC ex-vivo diffusion significantly improved when compared to GWE which only diffused 51.84% after 24 hours. This result indicates encapsulation of GWE into a polymeric carrier could increase gambier diffusion through the nasal mucous membrane, significantly improving the potential to penetrate into the brain systemic circulation. Combined with desirable intranasal delivery characteristics, this research was able to demonstrate the promising potential of gambier water extract polymeric system as AChE inhibitors for AD therapy.