Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Nursing Intervention For Mother With Postpartum Fatigue : A Literature Review Edita Pusparatri; Sari Sudarmiati; Sri Rejeki
Jurnal Kebidanan Vol 11, No 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.11.1.2022.1-8

Abstract

Postpartum fatigue is a common and natural phenomenon that often affects mothers after giving birth. This phenomenon occurs immediately after delivery and reaches the highest level of fatigue in the first 24 hours, so non-pharmacological nursing interventions are very effective when focused from the beginning of the postpartum period to reduce the level of postpartum fatigue. This literature aims to determine effective nursing interventions used to reduce postpartum maternal fatigue. The method used in this literature review begins with determining the topic, then determining keywords to search for journals. Scopus, ScienceDirect and PubMed are the databases used, searching for journals from 2010 to 2018 consisting of several research articles. The results of the synthesis of articles that have been explored show that nursing interventions with non-pharmacological methods can be applied to reduce fatigue in postpartum mothers, this is because non-pharmacological methods are easier, cheaper, acceptable to patients, non-invasive and without side effects. An effective nursing intervention to reduce postpartum fatigue is to choose one of the methods including slow stroke back massage, meridian acupressure and pilates exercises.
UJI COBA REGULATORY EMOTIONAL SELF-EFFICACY (RESE) UNTUK MENGUKUR EFIKASI DIRI DALAM MANAJEMEN MARAH PASIEN SKIZOFRENIA VERSI BAHASA INDONESIA Ashri Maulida Rahmawati; Muhamad Jauhar; Edita Pusparatri
Indonesia Jurnal Perawat Vol 7, No 1 (2022): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v7i1.1468

Abstract

AbstrakSkizofrenia menjadi masalah kesehatan jiwa tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus skizofrenia meningkat setiap tahun. Klien skizofrenia yang mengalami delusi seringkali marah dan mungkin dapat melakukan tindak kekerasan baik pada diri sendiri maupun orang lain. Efikasi diri yang baik sangat diperlukan oleh klien skizofrenia sehingga mampu mengontrol emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) versih bahasa Indonesia sebagai instrumen penelitian untuk mengukur efikasi diri dalam manajemen marah pada klien skizofrenia. Kuesioner ini terdiri dari dua belas item pertanyaan dan telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Uji keterbacaan telah dilakukan sebelum proses uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner ini telah dilakukan uji coba pada 20 klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Nilai validitas sebesar 0,757-0,935 (nilai r tabel = 0,444) dan nilai reliabilitas sebesar 0,965 (nilai r kritis = 0,600). Analisis data menggunakan korelasi product pearson’s dan tabel kontingensi dengan kebermaknaan pada p < 0,05. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kuesioner ini valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk penelitian. Kuesioner ini dapat digunakan sebagai instrumen penelitian dalam mengkaji keyakinan diri klien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan dalam manajemen marah
HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPOUSE PADA WANITA PREMENOPOUSE DIPOSBINDU DESA KAYEN WILAYAH PUSKESMAS KAYEN PATI Edita Pusparatri; Ali Solikin; Noor Hidayah; Muhammad Purnomo; Kaelah Kaelah
Indonesia Jurnal Perawat Vol 5, No 1 (2020): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v5i1.941

Abstract

Latar Belakang :Premenopause terjadi pada usia dewasa madya, masa dewasa madya dalam terminologi kronologis yaitu tahun-tahun antar usia 45 dan 65 tahun. Pada masa dewasa madya ini seksualitas mengalami penurunan. Masa dewasa madya ditandai dengan adanya perubahan-perubahan jasmani dan mentalPerubahan kejiwaan yang dialami seorang wanita menjelang prmenopause meliputi merasa tua, tidak menarik lagi, tertekan karena takut menjadi tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng, keinginan seksual menurun dan sulit mencapai kepuasaan (orgasme), merasa sudah tidak berguna dan tidak menghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain Tujuan : Mengetahui Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Menopouse Pada Wanita Premenopouse Di Posbindu Desa Kayen Wilayah Puskesmas Kayen Pati tahun 2019 Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini seluruh pasien premenopause diposbindu desa kayen yang berusia 40-45 tahunsebanyak 40 orang sebanyak 36 orang Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil :Ada hubungan ada hubungan penerimaan diridengan kecemasan dalam menghadapi menopause pada wanita premenopausedi posbindu Desa Kayen wilayah Puskesmas Kayen Pati dengan ρ value adalah 0,001 < 0,05
GAMBARAN GEJALA SOMATIK KECEMASAN MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER AWAL SAAT MELAKUKAN OSCA Enita Dewi; Edita Pusparatri
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v7i2.96

Abstract

OSCA dinilai sebagai metode evaluasi yang valid dan reliable, tetapi metode ini juga berdampak pada kecemasan mahasiswa. Kecemasan sebagai respon emosional yang negatif akan mempengaruhi persepsi yang akan mempengaruhi kinerja yang dapat mengakibatkan penurunan performance. Gejala-gejala spesifik kecemasan bisa berpengaruh negative pada fungsi mahasiswa dalam proses pembelajaran maupun h u b u n g a n intrapersonal maupun interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala somatic kecemasan mahasiswa Sarjana Keperawatan saat menghadapi ujian OSCA. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 68 mahasiswa keperawatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa sarjana keperawatan tingkat awal yang sedang menjalani OSCA mereka sering dansangat sering merasa pusing, merasa seperti pingsan, jari-jari terasa kaku/mati/kesemutan, nyeri perut, ingin berkemih berkali-kali, dan wajah terasa panas dan memerah. Gejala-gejala tersebut mencerminkan kecemasan yang seyogyanya bisa dideteksi oleh penguji dan dikendalikan dengan bersikap ramah kepada mahasiswa teruji maupun tindakan lain sehingga performance mahasiswa saat OSCA bisa dipertahankan.
Hubungan Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada Usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo Demak Edita Pusparatri; R Rusnoto; Y Yulisetyaningrum; Ratih Dewi Ratna Sari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.004 KB)

Abstract

Latar Belakang : Usia 3 sampai 5 tahun merupakan tahun-tahun awal untuk perkembangan anak. Pada periode tersebut, memberikan pola asuh dan stimulasi yang tepat bagi anak sangat dibutuhkan sebagai persiapan mereka untuk menghadapi kegiatan formal yang akan dijalaninya. Dengan pola asuh yang baik dan stimulasi yang tepat dan terarah diharapkan anak akan lebih aktif, terampil, meningkatnya IQ dan terhindar dari penyimpangan perilaku sosial maupun motorik yaitu anak akan menjadi malu pada temantemannya (Chamidah, 2009). Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak Metode : Penelitian analitik korelasi dengan metode pendekatan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 77 responden dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling semua subjek yang datang dan memenuhi kriteria dimasukkan menjadi sample dan analisa data dengan Chi-Square. Hasil Penelitian : Terdapat Hubungan yang signifikan antara Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak dengan nilai p sebesar 0.02. Kesimpulan : Ada Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Intervensi Terapi Aktivitas Kelompok Psikodrama di Panti Wredha Ashri Maulida Rahmawati; Edi Wibowo Suwandi; Edita Pusparatri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi tua merupakan proses alami yang diikuti perubahan fisik, kognitif maupun psikososial. Kemunduran yang dialami lansia berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Hal ini perlu diperhatikan agar lansia dapat menjalani hidupnya dengan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK model psikodrama. Rancangan penelitian menggunkan preexperimental one group pre-post test design. Populasi adalah seluruh lansia di Panti Wredha Sultan Fatah. Jumlah sampel 12 orang diambil dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen WHO-QoL BREEF. Data dianalisis menggunakan uji statistic wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Pengukuran kualitas hidup sebelum diberikan TAK psikodrama, sebagian besar lansia berada pada tingkat sedang, dengan hasil domain satu sampai empat sebanyak: 10 orang (83,3%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%) dan 7 orang (58,3%). Sesudah diberikan TAK Psikodrama sebagian besar lansia berada pada tingkat kualitas hidup baik, dengan hasil domain satu, dua, dan empat sebanyak 12 orang (100%), 7 orang (58,3%), 11 orang (91,7%), sedangkan pada domain tiga sebagian besar berada pada tingkat sangat baik yaitu 7 orang (58,3%). Ada perbedaan kualitas hidup lansia sebelum dan sesudah diberikan TAK psikodrama (p value domain satu 0,003, dan domain dua sampai empat 0,002). Terdapat perbedaan dan peningkatan kualitas hidup yang signifikan pada lansia sebelum dan sesudah diberikan intervensi psikodrama. Panti Wredha perlu diberikan TAK model psikodrama rutin untuk meningkatkan kualitas hidup pada lansia.
Father Presence and Adolescent Attitudes toward Sexual Behavior Pusparatri, Edita; Rahmawati, Ashri Maulida; Jauhar, Muhamad; Khoirunnisa, Fania Nurul
Journal of Bionursing Vol 7 No 2 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.2.16358

Abstract

The presence of fathers in children's lives, especially during adolescence, is one of the protective factors that can prevent children from risky behavior, including negative adolescent attitudes towards sexual behavior. This study aims to measure the relationship between father's presence and adolescents' attitudes towards sexual behavior. The research design used descriptive correlation with a cross sectional approach. The study was conducted at a high school in Kudus Regency in 2024. The research sample was 96 students through purposive sampling technique. The research instrument used the Father Presence Questionnaire (FPQ) and the adolescent attitude towards sexual behavior questionnaire which had been valid and reliable. Data analysis using chi square test. The results showed that the majority of adolescents had a positive attitude towards sexual behavior (56.3%). In addition, the majority of adolescents who had high father presence also showed positive attitudes towards sexual behavior (61.1%). However, there was no significant relationship between father's presence and adolescents' attitude towards sexual behavior (p = 0.276). Father's presence in childcare needs to be increased to achieve a good mental health condition in adolescents. Future research is expected to evaluate interventions that can improve the role of fathers in parenting adolescents.
Peningkatan Kesiapan Menghadapi Menopause Melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Media Audio visual pada Kelompok Pra Lansia Kartikasari, Fitriana; Pusparatri, Edita; Risnawati, Indah; Jauhar, Muhamad
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.403

Abstract

Menopause merupakan suatu proses pada masa klimakterik yang ditandai dengan berkurangnya aktivitas ovarium dan penurunan Tingkat kesuburan. Menopause, yang terjadi secara alami pada sebagian besar wanita berusia antara 45 dan 55 tahun, adalah hasil dari penuaan biologis. Banyak wanita tidak siap menghadapi menopause dikarenakan kurangnya pengetahuan dan dukungan keluarga. Oleh karena itu, pada fase menopause diperlukan persiapan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga yang memadai untuk menghadapinya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kesiapan menghadapi menopause melalui edukasi Kesehatan berbasis media audio visual. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi Kesehatan menggunakan video animasi yang dikembangkan oleh pengabdi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September 2024 di PRA Dudakawu. Variabel yang diukur yaitu kesiapan menghadapi menopause pada anggota Aisyiyah melalui kuesioner. Pengabdi memberikan edukasi Kesehatan selama 45 menit menggunakan video. Kesiapan menghadapi menopause diukur sebelum dan sesudah edukasi Kesehatan. Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan menghadapi menopause sebelum dan sesudah edukasi Kesehatan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Edukasi Kesehatan meningkatkan kesiapan anggota Aisyiyah dalam menghadapi menopause. Kegiatan semacam ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan pengajian rutin dikelola oleh majelis Kesehatan cabang Aisyiyah.
The Role of Spiritual Mindfulness Therapy in Increasing Self-Confidence Among Adolescent Rahmawati, Ashri Maulida; Jauhar, Muhamad; Masithoh, Anny Rosiana; Pusparatri, Edita
Indonesian Journal of Health Research and Development Vol. 2 No. 3 (2024): Indonesian Journal of Health Research and Development (November)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijhrd.v2i3.253

Abstract

This study aimed to determine the influence of spiritual Mindfulness on increasing adolescent self-confidence. Evaluating the benefits of spiritual therapies such as mindfulness for the mental health of adolescents is highly needed. Adolescence is difficult to adjust to and is especially susceptible to declining self-confidence. Low self-confidence causes most adolescent crises in the current school system. Spiritual Mindfulness is an easy-to-use strategy that can help adolescents become aware of their problems without passing judgment, which reduces costs and saves time. The study design was a pre-experiment with a pre and post-test with the control group. In purposive sampling, the intervention and control students chose twenty-six respondents from senior high school students in Kudus. The research instrument used in this study was the Student Self-Confidence Questionnaire. The researcher conducted six 30-minute sessions of spiritual mindfulness therapy over two days. Research results showed the difference in self-confidence scores before and after the intervention in the intervention group was found statistically significant with a p-value of 0.013 (p < 0.05) and in the control group with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The effect of spiritual mindfulness therapy on self-confidence was not statistically significant, with a p-value of 0.110 (p> 0.05). So, it can be concluded that Spiritual mindfulness therapy has no significant influence on self-confidence. The way spiritual mindfulness therapy is given to teenagers needs to be altered to see more noticeable improvements in self-confidence.
Hubungan Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada Usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo Demak Pusparatri, Edita; Rusnoto, R; Yulisetyaningrum, Y; Sari, Ratih Dewi Ratna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Usia 3 sampai 5 tahun merupakan tahun-tahun awal untuk perkembangan anak. Pada periode tersebut, memberikan pola asuh dan stimulasi yang tepat bagi anak sangat dibutuhkan sebagai persiapan mereka untuk menghadapi kegiatan formal yang akan dijalaninya. Dengan pola asuh yang baik dan stimulasi yang tepat dan terarah diharapkan anak akan lebih aktif, terampil, meningkatnya IQ dan terhindar dari penyimpangan perilaku sosial maupun motorik yaitu anak akan menjadi malu pada temantemannya (Chamidah, 2009). Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak Metode : Penelitian analitik korelasi dengan metode pendekatan Cross Sectional, sampel yang digunakan sebanyak 77 responden dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling semua subjek yang datang dan memenuhi kriteria dimasukkan menjadi sample dan analisa data dengan Chi-Square. Hasil Penelitian : Terdapat Hubungan yang signifikan antara Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak dengan nilai p sebesar 0.02. Kesimpulan : Ada Pola Asuh dan Stimulasi Orang Tua dengan Perkembangan Anak pada usia 3-5 Tahun di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak.