Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Latihan Ketrampilan Sosial terhadap Kemampuan Sosialisasi pada Lansia dengan Kesepian Di Panti Wredha Semarang Masithoh, Anny Rosiana; Hamid, Achir Yani S.; Sabri, Luknis
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 07 No. 2 (2012)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2012.7.2.359

Abstract

The inability to socialize in an environment that is different from the previous life is a significant stressor for the elderly. The aim of this research was to analyze the correlation between social skill training and socialization ability of eldery with loneliness in nursing home. This research used quasi experimental pre-post test with control group design. The research took place at nursing home”A” for intervention group with 27 subjek and nursing home “B” for control group with 28 subjek. The result showed a significant difference of elderly socialzation ability before and after that there was training with social skill training. It is proved by an increase of social ability of eldery in intervention group. This research recommended that social skill training needs to be given in elderly with loneliness
Efektivitas Pemberian Self-Management Education terhadap Perilaku Perawataran Diri dan Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Tk III dr. Soetarto Yogyakarta Andriyani, A; Masithoh, Anny Rosiana; Karyati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) sebagai penyakit atau gangguan metabolik kronis tetap menjadi isu kesehatan global dan angka kejadiannya terus meningkat di banyak negara termasuk Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes masih tinggi (11,7%) berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah. Tingkat prevalensi diabetes menurut diagnosis dokter serta hasil pemeriksaan gula darah di tahun 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi di tahun 2018. Prevalensi DM menurut provinsi menunjukkan bahwa D.I. Yogyakarta adalah provinsi dengan angka tertinggi di Indonesia pada tahun 2023 yaitu 2,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan self-management terhadap perilaku perawatan diri dan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit KT II Dr. Soetarto Yogyakarta. Tipe penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pretes postest dan kontrol. Jumlah populasi dalam penelitian ini terdiri dari 48 orang pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 16 orang pada kelompok eksperimen dan 16 orang pada kelompok kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES) dan bahan acara penyuluhan (SAP). Analisis data menggunakan metode uji t berpasangan dan uji t independen. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perilaku perawatan diri sebelum penerapan pendidikan self-management berada pada kategori sedang (68,8%) dan setelah edukasi menjadi kategori tinggi (93,8%). Tingkat gula darah sebelum pelaksanaan pendidikan self-management untuk diabetes adalah 93,8%, dan sesudah edukasi, juga dalam kategori diabetes, mencapai 56,3%. Terdapat dampak dari pemberian edukasi manajemen diri terhadap perubahan perilaku perawatan diri sebelum dan setelah edukasi (P=0,000). Terdapat dampak dari pemberian edukasi self-management terhadap perubahan kadar gula darah sebelum dan setelah proses edukasi (P=0,000). Pemberian pendidikan manajemen diri terbukti efektif dalam meningkatkan perilaku perawatan diri (P=0,011) dan juga efektif dalam menurunkan kadar gula darah (P=0,032). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan manajemen diri efektif dalam mengurangi perilaku perawatan diri dan tingkat gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit TK III DR. Soetarto Yogyakarta.
HUBUNGAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI TUNGGAL DAN KOMBINASI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG Lukiyanto, Dadang Vivit; Masithoh, Anny Rosiana
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 9, No 2 (2024): IJF (INDONESIA JURNAL FARMASI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v9i2.2881

Abstract

Hipertensi adalah keadaan saat tekanan darah mengalami peningkatan diatas normal atau mencapai 140/90mmHg. Kota Semarang juga menduduki peringkat pertama untuk kejadian hipertensi sebanyak 510 pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan penggunaan obat antihipertensi tunggal dan kombinasi dalam menurunkan tekanan darah pasien rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif yaitu penelitian dengan mengambil data rekam medis pasien dengan melihat kejadian kejadian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan penggunaan obat antihipertensi tunggal dan kombinasi, ini dibuktikan dengan hasil aplikasi spss dengan metode analisis chi-square dari proses analisa di dapatkan nilai p-value 0,037 0,05 berati keduanya siginifikan yang artinya kedua kelompok terdapat hubungan antara obat hipertensi tunggal dan kombinasi terhadapat penurunan tekanan darah pasien rawat inap Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
Optimasi Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi Berbasis Lean Waste Management untuk Peningkatan Efisiensi dan Keberlanjutan Lingkungan di Kota Kudus Kukuh Mukti Wibowo; intakoris, sam'ani; firmansyah, nunung agus; masithoh, anny rosiana; nadhifah, Tuti
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i1.5834

Abstract

Waste management problems in Kudus City show high complexity, marked by an increase in the volume of daily waste generation that is not balanced by an adequate handling system. This study aims to optimize the waste management system in an integrated manner with an industrial engineering approach, especially through the application of the Lean Waste Management concept, redesigning facilities and logistics, and strengthening community participation based on Human-Centered Design (HCD). A qualitative method with a case study approach was used, with data triangulation techniques in the form of in-depth interviews, direct observation, and document analysis. The results of the study showed that 75% of households did not sort their waste, only 2 out of 6 TPSTs were active, and the TPA capacity had exceeded its limit since 2022. The efficiency of the transportation system is also low due to suboptimal routes and frequencies. This study offers solutions based on technology integration, facility redesign, logistics optimization, and community empowerment. With a systemic approach based on industrial engineering, an efficient and sustainable waste management model can be applied, not only in Kudus, but also in other areas with similar challenges.
Reconstructing justice-based legal protection for mental health patients in Indonesian Clinics Masithoh, Anny Rosiana; Wahyuningsih, Sri Endah; Bawono, Bambang Tri
Journal of Law Science Vol. 7 No. 3 (2025): July: Law Science
Publisher : Institute Of computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jls.v7i3.6296

Abstract

People with mental disorders are often stereotyped as being involved in criminal acts, especially violence and threats to the safety and security of those around them. This perspective causes people with mental disorders to be feared and shunned, even though they need care and protection. Regional governments are responsible for providing mental health services for their communities and playing a strategic role in managing and preventing mental health issues. In Kudus, there are still displaced people with mental disorders who have not received proper care. The local government can progressively address mental health issues through regulatory instruments to ensure that people with mental disorders receive the appropriate treatment and support they need. This study aims to examine the mental health policies of the Kudus local government, emphasizing policies prioritizing human rights. The research uses a normative juridical method involving a thorough analysis of policies concerning people with mental disorders in the Kudus district. The results show that although the Kudus Regional Government has established policies related to mental Disability and mental health, these policies do not sufficiently address the prevention of mental disabilities or fully incorporate human rights considerations.
Faktor yang Mempengaruhi Periode Penyapihan Ventilator Pasien Post OP Laparotomi di Ruang ICU Muttaqim, M; Hartinah, Dewi; Masithoh, Anny Rosiana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus laparotomi di Indonesia merupakan kasus bedah 3 besar. Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 28 Juni 2024 di dapatkan data pasien yang menjalani operasi laparotomi dari bulan Januari 2024 sampai bulan Juni 2024 sebanyak 32 pasien yang menggunakan ventilator. Berdasarkan catatan rekam medis pasien terdapat 3 pasien menggunakan ventilator selama 5-7 hari, 5 pasien menggunakan ventilator selama 3-5 hari dan 17 pasien menggunakan ventilator selama 2 - 3 hari dan 3 pasien mengunakan ventilator selama 3 jam. Tujuan Penelitian adalah menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi periode penyapihan venbtilator pasien pos op laparotomi di ruang ICU. Metode Penelitian : Jenis penelitian menggunakan desain penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien post op laparotomy yang menggunakan ventilator yang telah di rawat di ruang ICU. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 79 responden, sampel di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Uji analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji statistic Chi Square dan Fisher’s Exact test. Hasil penelitian menunjukkan dari 79 responden post op laparotomy di ruang ICU, didapatkan hasil hubungan yang signifikan hanya usia dengan lama penggunaan ventilator sebesar 0,017 (>0.005), sedangkan untuk faktor lainnya tidak ada hubungan yang signifikan terhadap lema penggunaan ventilator pada pasien post op laparotomy di ruang ICU. Kesimpulan, tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, diagnose medis dan penyakit penyerta dengan lama penggunaan ventilator pada psien post op laparotomy di ruang ICU.
Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Pembatasan Cairan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa: Studi Korelatif Wijaya, Lily Tanu; Masithoh, Anny Rosiana; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) termasuk Penyakit Tidak Menular (PTM) yang prevalensinya terus meningkat baik di tingkat global maupun nasional. Pasien CKD perlu memiliki kepatuhan diri yang baik salah satunya pembatasan cairan. Pada kenyataannya, membatasi asupan cairan pasien yang menjalani hemodialisa sangat sulit. Hal ini karena pasien tidak tahu dan tidak memiliki dukungan dari keluarga, yang menyebabkan mereka tidak dapat mengontrol asupan cairan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit "X". Jenis penelitian yaitu penelitian observasional, bersifat analitik korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian yaitu semua pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit "X". Teknik sampling mempergunakan teknik purposive sampling sebanyak 33 orang pasien. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner The Fluid Control in Hemodialysis Patients (FCHPS) dan Family Support Scale (FSS). Analisis data mempergunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diketahui gambaran dukungan keluarga pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa kategori dukungan penuh (84,8%). Kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa kategori patuh (87,9%). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa dengan nilai signifikan sebesar 0,007. Kesimpulan penelitian ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit X.
Dukungan Keluarga terhadap Kesehatan Mental Ibu pasca Persalinan Studi Korelasional Risbiyanti, Ria; Masithoh, Anny Rosiana; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting bagi status kesehatan individu, terutama bagi ibu yang baru melahirkan. Secara fisiologis, ada perubahan dalam peran dan fungsi tubuh sebagai konsekuensi dari transisi kehamilan, persalinan dan masa nifas, serta munculnya peran baru sebagai seorang ibu dengan bertambahnya anggota keluarga. Memberikan dukungan kepada ibu setelah melahirkan sangatlah penting, agar pasien merasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai oleh angoota keluarganya. Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan mental ibu postpartum di Rumah Sakit Tingkat III dr. R. Soetarto. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien postpartum di Rumah Sakit Tingkat III dr. R. Soetarto sebanyak 30 ibu postpartum. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebar kuesioner dukugan keluarga dan pengukuran status kesehatan mental ibu menggunakan Self-Reporting Questionnaire (SRQ) 20. Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat (uji spearman rank) menggunakan program komputer. Dukungan Keluarga Ibu Postpatrum menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang mendukung sebanyak 27 orang (90,0%). Kesehatan Mental Ibu Postpatrum menunjukkan bahwa responden tidak memiliki masalah mental sebanyak 26 orang (86,7%). Ada hubungan dukungan keluarga dengan Kesehatan mental ibu postpartum di Rumah Sakit dr. Soetarto Yogyakarta dengan p value 0,003 (p<0,05).
Analisis Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus terhadap Pemeriksaan Rutin dan Kepatuhan Konsumsi Obat Diabetes Melitus di Klinik Sulistyaningsih, S; Masithoh, Anny Rosiana; Suwandi, Edi Wibowo
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi target prioritas para pemimpin dunia dengan jumlah dan prevalensinya terus meningkat dalam beberapa dekade. Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme dengan peningkatan kadar gula darah akibat kerusakan sekresi insulin, kerja insulin atau kerusakan keduanya. Kepatuhan adalah faktor terpenting dalam keberhasilan pengobatan pasien dengan diabetes melitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan pasien diabetes melitus terhadap pemeriksaan rutin dan kepatuhan dalam konsumsi obat diabetes melitus. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dikumpulkan dengan memberikan kuesioner MMAS 8 untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi obat diabetes melitus. Penelitian ini juga melakukan observasi dan menggunakan data sekunder untuk menentukan kepatuhan pemeriksaan rutin setiap bulannya. Tingkat kepatuhan pemeriksaan rutin dan kepatuhan konsumsi obat di Klinik Rumkitban Purworejo termasuk dalam kategori patuh,hal ini merupakan hasil yang positif mengingat pentingnya melakukan pemeriksaan rutin dan konsumsi obat dalam penanganan Diabetes melitus. Hasil analisis dari segi usia menunjukkan bahwa dari 39 responden tersebut, yang paling banyak berusia ? 50 tahun sebanyak 31 responden (79,49%), menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa dari 39 responden paling banyak jenis kelamin laki-laki sebanyak 20 responden (51,29%), segi pendidikan menunjukkan bahwa dari 39 responden paling banyak pendidikan SMA sebanyak 31 responden (79,49%), dari segi lama menderita diabetes melitus menunjukkan bahwa dari 39 responden paling banyak responden lama menderita diabetes melitus 1-5 tahun sebanyak 35 responden (89,75%). Hasil penelitian ini menunjukan adanya kepatuhan yang tinggi dalam pemeriksaan rutin dan konsumsi obat. Diharapkan dengan penelitian ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dan sebagai tenaga medis dapat melakukan pelayanan dan memberikan dukungan terhadap pasien dengan diabetes melitus.
Pengaruh Fisioterapi Dada Disertai Kompres Hangat pada Pneumonia Anak untuk Mengurangi Sesak Nafas di Ruang Kartika RS Dr. Soetarto Yogyakarta Rochmawati, Lia; Masithoh, Anny Rosiana; Karyati, Sri
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun, dengan sekitar satu juta kematian terjadi di Afrika dan Asia Selatan. Pada tahun 2015–2016, penyakit ini menyumbang 15–16% kematian balita secara global. Di Indonesia, 15% kasus balita pada tahun 2023 disebabkan oleh pneumonia (877.531 kasus), dengan 39,1% terjadi di tingkat provinsi. Data awal di lokasi penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 5 pasien mengalami sesak napas, batuk, dan pilek, sementara 2 lainnya menunjukkan gejala rewel, sulit tidur, dan kurang nafsu makan. Tujuan: Mengetahui pengaruh fisioterapi dada yang disertai kompres hangat dalam mengurangi sesak napas pada anak penderita pneumonia di Ruang Kartika, RS Dr. Soetarto, Yogyakarta. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen ini menggunakan desain pretest-posttest dua kelompok, dengan 36 pasien anak yang dibagi secara merata menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima fisioterapi dada dengan kompres hangat, sedangkan kelompok kontrol hanya menerima fisioterapi dada. Laju pernapasan diamati dan dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil: Pada kelompok intervensi, rata-rata laju pernapasan menurun dari 23,67 menjadi 20,06 kali/menit (p=0,000), sedangkan pada kelompok kontrol menurun dari 24,17 menjadi 21,78 kali/menit (p=0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa fisioterapi dada dengan kompres hangat secara signifikan efektif mengurangi sesak napas (p=0,000). Kesimpulan: Fisioterapi dada yang dikombinasikan dengan kompres hangat efektif dalam mengurangi sesak napas pada anak dengan pneumonia di RS Dr. Soetarto, Yogyakarta.