Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

DELAMINASI LEMBAR GFRP PADA BALOK BETON BERTULANG -, Hijriah; Parung, Herman; -, Djamaluddin; Irmawaty, Rita
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 18 No. 3 (2018): ECOSYSTEM September - December 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok sebagai salah satu komponen struktur yang sering menggunakan beton bertulang sebagai material penyusunnya, terkadang dalam membuat desainnya masih sering kali terjadi kesalahan, sehingga hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada balok. Kerusakan yang terjadi pada beton bertulang biasanya ditandai dengan munculnya retakan, apabila tidak segera diatasi maka dapat berlanjut pada keruntuhan struktur. Belakangan ini telah ditemukan teknologi Fiber Reinforced Polymer (FRP) yang dapat digunakan sebagai alternatif perbaikan dan perkuatan struktur. Namun demikian salah satu mode kegagalan pada beton bertulang dengan perkuatan FRP yaitu delaminas).Delaminasi pada area lekatan FRP dapat menyebabkan penurunan kapasitas komponen yang signifikan yang menyebabkan kegagalan dini dari balok beton bertulang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kapasitas pada balok yang diperkuat GFRP dan menganalisis perilaku delaminasi pada balok GFRP. Penilitian ini dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Hasanuddin. Benda uji terdiri dari 12 buah balok bertulang dengan dimensi 15 cm x 20 cm x 330 cm yang telah diperkuat dengan GFRP pada daerah lentur. Data yang diamati adalah beban maksimum, lendutan dan mode keruntuhan balok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa balok dengan perkuatan GFRP mampu meningkatkan kapasitas lentur dari balok sebesar 4.14 % terhadap balok normal. Mode keruntuhan yang terjadi pada benda uji disebabkan karena kegagalan lekatan antara beton dengan GFRP (delaminasi). Benda uji menunjukkan perilaku yang sama saat delaminasi mulai terjadi yaitu hubungan beban regangan antara baja dan FRP sudah tidak beriringan dan ditandai dengan terdengarnya bunyi kecil, bunyi sedang, bunyi besar yang menandakan bahwa GFRP mulai terlepas dari permukaan beton.
Analisis Kapasitas Lentur Balok Beton Tulang Berongga Akibat Perbedaan Kuat Tarik Tulangan Sariman, Syahrul; Irmawaty, Rita
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1302

Abstract

Penelitian ini bertujuan menetapkan karakteristik lentur balok beton tulang berongga akibat perbedaan kuat tarik tulangan.  Dalam penelitian ini  digunakan balok beton bertulang dengan mutu beton f’c=27Mpa dan dimensi  150x350mm, Panjang 3300mm dengan tulangan pokok 3D16mm  dengan kuat leleh fy=475 Mpa (type WS) dan fy=324MPa (type RM). Setiap balok dengan type tulangan yang berbeda  terdiri dari   3 balok yang dibedakan menurut panjang rongganya dan diberi notasi  BR3A,  BR3B dan BR3C.  dengan tinggi rongga tetap : 180mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  variasi rongga  tidak mempengaruhi kapasitas setiap balok  dalam memikul momen. Perbedaan kapasitas momen lentur disebabkan oleh perbedaan kuat tarik baja tulangan. This study aims to determine the flexural characteristics of hollow reinforced concrete beams due to differences in the tensile strength of reinforcement. In this study used reinforced concrete beams  f'c=26.85 MPa and dimensions 150x350mm, length 3300mm.  Bar reinforcement of  3D16mm with fy=475Mpa  (WStype) and fy=324MPa (RMtype). Each beam with a different type of reinforcement consists  of  3  beams that are distinguished by the length of the hollow which is  namely BR3A, BR3B and  BR3C.  with a fixed hollow  height (180mm). The results showed that hollows variations did not affect the carrying capacity of the moment. Different of  capacity  bending moment is caused by the difference in the tensile strength of the reinforcement