I Gusti Made Budiarta
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 78 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMBELAJARAN MURAL DI SMP NEGERI 1 ROGOJAMPI ., MONICA AYU RAYINDRA; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.986 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.26323

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk kegiatan belajar mengajar dalam proses mendidik siswa yang menerangkan ilmu-ilmu bermanfaat bagi siswa. Pendidik menerapakan proses pembelajaran mural kepada siswa yang masih duduk di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F, (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkarya. Manfaat penelitian ini dapat memberikan bentuk pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan medorong interaksi siswa ke pendidik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menujukkan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F berdasarkan kurikulum yang ada di SMP Negeri 1 Rogojampi dan sesuai silabus KD yang bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar dengan membuat Rencana Pembelajaran (RPP), Materi Ajar, dan Pelaksanaan Pembelajaran. (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkaraya berdasarkan bentuk atau isi seperti bentuk hasil desain (sebelum), proses mendesain, alat dan bahan dan bentuk hasil mural (sesudah), proses membuat mural di media dinding kemudian isi antara lain dari unsur rupa dan simbol. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan ruang lingkup maupun objek penelitian yang lebih luas lagi dan hasil lebih berkualitas. Penelitian ini penting untuk diteliti sebagai perkembangan proses pembelajaran. Pentingnya penelitian ini dilakukan untuk mengungkap lebih dalam tentang Analisis Pembelajaran Mural di SMP Negeri 1 Rogojampi. Kata Kunci : Pembelajaran Lukisan Mural This research is a form of teaching and learning activities in the process of educating students that explains the science that is beneficial to students. Educators apply the mural learning process for students who are still in junior high school. This study aims to describe (1) the Learning Process of Killer Students in Class IX A to IX F, (2) Learning Outcomes of Class IX A to IX F students before and after they were made. The benefits of this research can provide more effective, creative and forms encourage student interaction with educators.This research is a descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and literature. Data analysis methods used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study show (1) the Learning Process Murals of Class IX A to IX F students based on the existing curriculum at SMP Negeri 1 Rogojampi and in accordance with the KD syllabus that seeks to simplify and facilitate teaching and learning activities by making Learning Plans (RPP), Teaching Materials, and Learning Implementation. (2) Student Learning Outcomes of Class IX A to IX F before and after work based on the form or content such as design results (before), the design process, tools and materials resulting from the mural (after), the process of making murals on the wall media then the contents include from form and symbol. From the results of this study, it is recommended that further research be carried out with a wider scope and object of research and higher quality results. This research is important to be studied as the development of the learning process. The importance of this research was conducted to reveal more deeply about the Analysis of Mural Learning in SMP Negeri 1 Rogojampi.keyword : Learnings of Mural Painting
PROSES PEMBUATAN TENUN FLORES HOME INDUSTRI IBU YUSTINA NONA DI DESA TANJUNG BENOA ., I Komang Trisnayana; ., Dra. Luh Suartini; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.107 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7181

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Tenun Flores, (2) Proses pembuatan Tenun Flores, (3) Transformasi bentuk dan fungsi kain Tenun Flores. Penelitian ini dilakukan di Home Industry Ibu Yustina Nona di Desa Tanjung Benoa. Subjek penelitian ini adalah Ibu Yustina Nona, yang merupakan pengrajin tenun Flores. Objek dalam penelitian ini adalah tenun Flores yang meliputi alat dan bahan, proses pembuatan, serta transformasi bentuk dan fungsi kain tenun Flores. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi, (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik kepustakaan, dan (4) teknik dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini, yaitu (1) Alat yang dipergunakan dalam proses pembuatan tenun Flores di Home Industri Ibu Yustina antara lain: lele, raa, paa pakpanggoro, todowai, tada, luja, ati, hallo, kajuana, pine, kakba pak ku aka, pheko, kugu, nubo, norutama, kaju, panci, pisau, gunting, duri landak; (2) Tahapan proses pembuatan tenun Flores Home Industry Ibu Yustina Nona antara lain: persiapan, pengelosan, pembentangan benang, proses menjadikan tali daun gebang untuk mengikat motif tenunan, membuat motif, mencelup benang, pengeringan benang, melepas ikatan motif, memberi kanji pada benang, menyiapkan benang pakan, dan proses menenun; dan (3) Transformasi yang terjadi antara kerajinan Tenun Flores pada masyarakat Flores dan kerajinan Tenun Flores pada Home Industri Ibu Yustina Nona, yaitu perubahan bentuk dan fungsi. Oleh karena itu, pengerajin di Home Industri Ibu Yustina Nona harus meningkatkan kualitas dan kuantitas kerajinan Tenun Flores yang dihasilkan.Kata Kunci : Tenun Flores, Home Industry Ibu Yustina Nona This study aims to describe (1) the tools and materials used in the manufacturing process of Flores’ woven, (2) the process of making Flores’s woven, (3) transformation of form and function of Flores’s woven fabric. This research was conducted at Mrs. Yustina Nona “Home Industry” in Tanjung Benoa village. The subject was Mrs. Yustina Nona, which is a Flores weaver. The objects of this research were Flores woven includes tools and materials, the manufacturing process, as well as the transformation of the form and function of Flores’s woven fabrics. Methods of data collection in this study include: (1) observation, (2) interview, (3) technical literature, and (4) technical documentation. Data analysis methods used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study, namely (1) the tools used in the process of making Flores’s woven in Mrs. Yustina “Home Industry” include: lele, raa, paa, pakpanggoro, todowai, tada, luja, ati, hallo, kajuana, pine, kakba pakku aka, pheko, kugu, nubo, norutama, kaju, pan, knife, scissors, spikes; (2) the stages of the process of making Flores’s woven Mrs. Yustina Nona “Home Industry” are: preparation, pengelosan, expansions thread, the process of turning gebang’s leaves into the rope for binding motif woven, making motive, yarn dyeing, drying yarn, untied the motif, giving starch on yarn, preparing the weft and weave process; and (3) the transformation that occurs between Flores’s woven crafts at Flores community and Flores’s woven crafts at Mrs. Yustina Nona “Home Industry”, that are the change of form and function. Therefore, craftsmen at Mrs. Yustina Nona “Home Industry” must improve the quality and quantity of Flores’s woven crafts that they are produced.keyword : Flores’s woven, Mrs. Yustina Nona Home Industry
KOMPONEN PENJOR HIAS DI DESA KAPAL, MENGWI, BADUNG ., I Gede Hendra Putrawan; ., Drs. I Ketut Supir, M.Hum; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2135

Abstract

Keberadaan bisnis penjor yang ada di Desa Kapal sangat menjanjikan untuk mengangkat perekonomian masyarakat di Desa Kapal, Mengwi, Badung, disamping itu, Penjualan komponen penjor memang sangat membantu masyarakat Bali yang ada di sekitar desa Kapal, karena dengan adanya penjualan komponen-komponen penjor hias masyarakat dengan lebih praktis dan cepat untuk mengerjakan penjor. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan alat, bahan yang digunakan, proses pembuatan, dan komponen yang dibuat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain yang bertujuan untuk memproleh pengertian umum, relative dan menyeluruh, analisis taksonomi untuk mengolah data lebih lanjut, lebih rinci dan mendalam. Kata Kunci : Komponen penjor, ragam hias Penjor business presence in the Kapal village was very promising to lift the economy in Kapal Village society, Mengwi, Badung. In addition, the sale of penjor component was very helpful to balinese people that are around the Kapal village, cause with the sale of ornamental components Penjor people becomes more practical and faster to work Penjor. This study aimed to describe the tools, the materials used, the manufacturing process, and the components are made. Data collection techniques used were observation techniques, interviewing techniques, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study were domain analysis that aimed to get common sense and relatively thorough, analytical taxonomy to process the data further, more detailed and in depth. keyword : Component Of Penjor , decorative art
Analisis Gambar Montase Karya Kelas VI MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok ., Indrianti Amilda Pratami; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.732 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) elemen gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (2) proses pembuatan gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok, (3) Mendeskripsikan tema gambar montase kelas VI di MI Pemban Ajie Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus grup diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) elemen gambar montase anak ditunjukkan oleh foto-foto jurnalistik sebagai media karya seni yang telah menunjukkan atau memvisualkan unsur-unsur garis, bidang, warna, bentuk dalam perwujutannya. anak menyertakan goresan-goresan dan warna pada gambar montase; (2) proses gambar montase anak dari menggunting, menempel dan merespon tempelannya. Dengan menambahkan berbagai garis, warna, teks, bentuk alam (tumbuhan), hewan, bentuk-bentuk awan, matahari, jalanan. Teknik penempelan ada yang digunting ditempel secara utuh sesuai dengan foto jurnalistik yang ada, tetapi ada yang obyek manusianya digunting-gunting sehingga bagian tubuh manusia bisa ditukar-tukar antara badan yang satu dengan yang lain; (3) tema gambar montase karya anak-anak menurut kurikulum SD 2013 pada buku siswa dan guru terdapat 9 tema diantaranya selamatkan mahluk hidup, persatuan dalam perbedaan, tokoh dan penemuan, globalisasi, menuju masyarakat sehat, kepemimpinan, bumiku, menjelajah angkasa luar. Kata Kunci : analisis, gambar, montase This study aimed to determine (1) the image element montage class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (2) the process of making a picture montage of class VI in MI Devel Ajie Village Pejanggik District of Praya Central Lombok, (3) describing the theme of the picture montage class VI in MI Ajie Rural Devel Pejanggik Praya District of Central Lombok. This study useed (1) Observation, (2) interviews, (3) documentation, (4) focus group discussion (FGD), and (5) literature. This type of study used descriptive qualitative method. The results of this study were; (1) the child element montage images shown by the photographs of journalism as a media artwork that has been demonstrated or visualize the elements of line, shape, color, embodiment form, children include scratches and color in the picture montage; (2) the children's picture montage of cutting, sticking and its respond by adding a variety of lines, colors, textures, shapes of nature (plants), animals, shapes of clouds, the sun, the streets. Mechanical attachment was cutting out taped in full accordance with existing photojournalism, but there is a human object-scissors cut also. So that the human body can be exchanged between the agencies with each other; (3) theme image montage works of the children of the elementary school curriculum in 2013 in a book of students and teachers, there were 9 themes including the save sentient beings, unity in diversity, character and discovery, globalization towards a healthy society, leadership, my earth, exploring outer space.keyword : analysis, picture, montage
Hiasan Perahu Nelayan Di Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana ., Ida Bagus Made Pandit Parastu; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.19 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1). Bentuk dan struktur perahu nelayan di desa Perancak, (2). Jenis hiasan, ornamen dan gambar yang ada pada perahu nelayan di desa Perancak, (3). Nilai estetis dan makna simbolis dari hiasan, ornamen dan gambar pada perahu nelayan di desa Perancak. Objek penelitian ini adalah perahu nelayan di desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, dan teknik kajian pustaka. Instrumen penelitian yang digunakan adalah buku catatan, pedoman observasi, pedoman wawancara dan kamera. Analisis data terdiri dari analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian utama perahu nelayan di Perancak adalah badan, tiang-tiang, landangan serta panggungan. Hiasan pada perahu meliputi : (1). Ornamen, gambar, tulisan dan plangkiran pada badan, (2). Tabing, jambulan serta kubah masjid pada tiang, (3). Pola gambar dan hiasan pada landangan, (4). Bentuk dan gambar pada panggungan, serta (5). Hiasan pada tali perambat. Setiap jenis hiasan dan aspek di dalamnya memiliki nilai estetis dan makna simbolis di balik tampilan visualnya. Kata Kunci : hiasan, perahu nelayan, bentuk, gambar This study aimed to describe : (1). The shape and structure of the fishing boats in Perancak village, (2). Types of decoration, ornaments and pictures that were on fishing boats at Perancak village, (3). Aesthetic value and symbolic meaning of the decorations, ornaments and pictures on fishing boats at Perancak village. The object of this study was the fishing boat at Perancak village, Jembrana sub district, Jembrana Regency. The data collection techniques used were observation technique, interviewing technique, documentation technique and review of the literature technique. The research instruments used were note book, observation guide, interviewing guide and camera. The data analysis consisted of domain analysis and taxonomic analysis. The results of the study shown that a major part of fishing boats at Perancak were body, poles, landangan and panggungan. The decorations on boat covered : (1). Ornaments, pictures, written languange and plangkiran on the body, (2). Tabing, jambulan and the vault of mosque in the pole, (3). Image patterns and decorations on landangan, (4). Shapes and images on panggungan, and (5). Ornaments on propagation rope. Every kind of decorations and aspect in it has an aesthetic value and symbolic meaning behind its visual appearance. keyword : decorations, fishing boat, shape, picture
METODE PEMBELAJARAN DEKORASI KERAMIK TEKNIK MARBLE DI SMK NEGERI 1 SUKASADA ., Gde Deny Gita Pramana; ., Dra. Luh Suartini, M.Pd.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.254 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.14977

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi metode pembelajaran guru DPK Keramik menempatkan peranan guru lebih dominan dibandingkan siswa. Dekorasi keramik yang dibuat, mengolah keramik sebagai fungsi pakai. Bentuk penelitian adalah deskriptif yang bersifat kualitatif. Bertujuan untuk mendeskripsikan tujuan penelitian pertama sampai dengan ketiga, yaitu (1) menerapkan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble di SMK Negeri 1 Sukasada, (2) mendeskripsikan keunggulan dan kelemahan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble di SMK Negeri 1 Sukasada, (3) mendeskripsikan hasil penerapan dekorasi keramik teknik marble di SMK Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan objek penelitian adalah guru dan siswa di jurusan DPK Keramik kelas XI. Hasil penelitian ini adalah (1) data berupa dokumentasi dan deskripsi proses guru dalam menerapkan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble, yaitu dengan metode yang berpusat pada guru (ceramah dan demonstrasi) yang selanjutnya metode yang dipusatkan kepada siswa (eksperimen, mengajar sesama teman, metode drill dan elaborasi). (2) dari proses guru menerapkan metode maka didapat keunggulan dan kelemahan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble, metode dengan keunggulan paling banyak adalah eksperimen yaitu 8 keunggulan dan metode dengan kelemahan terbanyak adalah metode ceramah dengan 6 kelemahan. (3) hasil penerapan metode pembelajaran dekorasi keramik teknik marble berupa benda keramik yang sudah diberikan dekorasi marble, karya siswa dengan metode drill dan eksperimen yang diberikan guru, sudah menunjukkan keberhasilan penerapan dekorasi teknik marble. Kata Kunci : Kata- kata kunci: metode pembelajaran, dekorasi keramik, teknik marble This research is based on learning method of teacher of DPK Ceramic put role of teacher more dominant than student. Ceramic decorations are made, ceramic processing as a function of wear. The form of research is descriptive that is qualitative. Aiming to describe the purpose of the first study to the third, namely (1) applying the marble ceramic decoration learning method in SMK Negeri 1 Sukasada, (2) describing the advantages and disadvantages of marble ceramic decoration learning method at SMK Negeri 1 Sukasada, (3 ) describes the result of application of ceramic decoration of marble technique at SMK Negeri 1 Sukasada. This study uses observation data collection techniques, interviews, and documentation with the object of research are teachers and students in the department of Class XI Ceramics. The results of this research are (1) data in the form of documentation and description of teacher process in applying marble ceramic decoration teaching method, that is with teacher-centered method (lecture and demonstration), then the method which is centered to the students (experiment, drill and elaboration). (2) from the process of applying the method teacher then obtained the advantages and disadvantages of marble ceramic decoration learning method, the method with the most advantage is the experiment that is 8 advantages and the method with the most weakness is the lecture method with 6 weaknesses. (3) result of application of marble decoration technique method of marble ceramic that have been given marble decoration, student work with drill method and experiment given by teacher, has shown success of marble technique application implementation. keyword : Keywords: learning method, ceramic decoration, marble technique
Bermain Menggunakan Media Clay Tepung Di Paud Pradnya Werdhi Jembrana ., Cadex Agus Arya Gunawan; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.068 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.11376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui kegiatan bermain menggunakan media clay tepung di Paud Pradnya Wherdhi Jembrana dan (2) Mendeskripsikan hasil karya anak-anak dalam kegiatan bermain menggunakan media clay tepung di Paud Pradnya Wherdhi Jembrana. Penelitian ini menggunakan metode: (1) observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. kegiatan pembelajaran dilakukan dengan cara mengajak anak untuk bermain membentuk bebas secara individu sesuai kelasnya masing-masing. Sementara itu hasil karya siswa akan dipilih dan dianalisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada penelitian ini proses pembelajaran dilakukan menggunakan media yang mudah untuk dibuat dengan mempertimbangakan keamanan dan keevektifan pengunanan media tersebut, melalui kegiatan bermain sehingga meningkatkan motivasi anak dalam mengikuti proses pembelajaran serta merangsang daya cipta anak; (2) teknik yang digunakan pada hasil karya anak yaitu, teknik pilin, pijit dan pencampuran warna. Diaman teknik ini sebelumnya diajarkan oleh guru untuk mempermudah anak dalam proses membentuk; (3) objek yang paling banyak dibuat adalah objek yang terdapat disekitar lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga mempermudah anak untuk mewujudkan bentuk yang ingin dibuat; (4) pada analisis karya, penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan kreativitas dan merangsang syaraf serta motorik anak, dimana melalui kegiatan bermain anak mampu mengembangakan kemampuannya berdasarkan imajinasi dalam mengekspresikan diri. Melalui karya yang dibuat dapat dilihat bahwa anak sudah mampu mebuat bentuk mewakili bentuk yang terdapat di alam, walaupun warna yang di gunakan tidak sepenuhnya persis pada objek aslinya, dikarenakan anak masih berfokus pada bentuk yang ingin di buat. Kata Kunci : clay tepung, media pembelajaran, metode pembelajaran. Thi study aims to (1) describe the process of learning through playing activities by using clay flour media at Ecd Pradnya Wherdhi Jembrana and (2) describe the work of children in playing activity by using the clay flour media in Ecd Pradnya Wherdhi Jembrana. This study uses methods : (1) observation (2) interview and (3) documentation. The data has been analyzed by using qualitative descriptive method. The learning activity has been done by encouraging children to play free form individually according to each class. Meanwhile the student's work will be selected and analyzed for more information. The result of the study shows that (1) in this research the learning process is done by using a media which is easy to be made by considering the security and efectiveness of the use of the media, through playing activity that increases children's motivation to participate in the learning process and stimulates children's creation; (2) the techniques used on the work of children namely, helical, massage technique and mixing color. This technique previously has been taught by the teacher to make it easier for children in the process of forming; (3) the object made is mostly object which is located around the environment where they live,in order to make it easier for the children to realize the form that they want to make; (4) In the analysis of the work, the use of appropriate learning media can enhance the creativity and stimulate the child's nerves and motor, which through children's play activities able to develop their ability based on the imagination in expressing themselves. Through the work made can be seen that the child is able to create a form that representing the form contained in nature, although the color in use is not entirely exactly with the original object, because the child is still focused on the shape that want to be made. keyword : clay flour, learning media, learning methods.
Omprok Gandrung Banyuwangi ., Mirza Prastyo; ., Dr. Drs. I Ketut Supir, M.Hum.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.119 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v7i1.13630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Alat dan bahan dalam pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi (2) Proses pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi (3) Ornamen Omprok Gandrung Banyuwangi (4) Makna Ornamen Omprok Gandrung Banyuwangi. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran adalah Omprok (Mahkota) Penari Gandrung dengan memilih Sutrisno, Suwari, Eko Susanto dan Sayun Sisiyanto sebagai narasumbernya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) Observasi, (2) wawancara, (3) Dokumentasi, dan (4)Triangulasi, serta menggunakan Analisis Taksonomi Domain. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) alat dalam pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu alat pokok berupa pahat, kuas, jarum, pisau, tindhih dan alat bantu pensil, batu asahan, penggaris. Bahan utama yang digunakan kulit sapi, spon matras. (2) Tahapan proses pembuatan Omprok Gandrung Banyuwangi, yaitu proses pemahatan, proses pewarnaan, proses pembuatan Kuluk, dan proses pembuatan hiasan yang terdiri dari Kembang Goyang, hiasan Gombyok, hiasan Pilis Stenlis, dan hiasan kaca. (3) Ornamen yang ada pada Omprok Gandrung Banyuwangi, yaitu Ornamen pilisan yang terdiri dari bidang pola pilis depan, pilis tengah dan pilis atas, Ornamen wayang Gatutkaca, Ornamen Gajah Uling, Ornamen Tebokan yang terdiri dari pola gunungan dan sabuk gombyok. (4) Makna dari Hiasan dan Ornamen Omprok Gandrung Banyuwangi yaitu bahwa pemimpin dan masyarakat yang mempunyai norma-norma sosial untuk bekerjasama mengatur wilayah Banyuwangi sebagai bentuk puji syukur kepada mahabesar akan anugrah yang diberikan.Kata Kunci : Kata kunci: Omprok, Gandrung, Banyuwangi. The research aimed to describe about, (1) the tools and materials in making Omprok Gandrung Banyuwangi, (2) the process of making Omprok Gandrung Banyuwangi, (3) ornament of Omprok Gandrung Banyuwangi, and (4) the meaning of Omprok Ornament Gandrung Banyuwangi. This study used a qualitative descriptive research. The subject of this study was Suwari, Eko Susanto, and Sayun Sisiyanto as the resource person to know making Omprok (crown) of Gandrung dancer. The collection of data in this study was performed with the techniques of: (1) observation, (2) interview, (3) documentation of (4) triangulation, and use the analysis domain taxonomi. The results of this study were (1) the tool of making Omprok Gandrung Banyuwangi divided into two groups a staple tool in the from of the chisel, brushes, needles, knives, tindhih and pencil tools, grindtones, stones, of a ruler. the main ingredient use cow leather, sponge mattresses. (2) The stages of making Omprok Gandrung Banyuwangi process which were the process of carving, coloring process, Kuluk making process, and decoration process consisting of Kembang Goyang, Gombyok ornament, Pilis Stenlis ornament, and glass decoration. (3) Ornaments in exist of Omprok Gandrung Banyuwangi were the pilisan ornament that was consisting of the pattern of front pilis, middle pilis and upper pilis, Gatut kaca ornaments, Ornament Gajah Uling, Ornament Tebokan consisting of gunungan and belt gombyok. (4) The meaning of embellishment and Omprok Gandrung Banyuwangi ornaments, namely the leaders and communities who had social norms to cooperate regulating the Banyuwangi region as a form of praise to the enormous as the grace given to us.keyword : Omprok, Gandrung, Banyuwangi.
Analisis Komik Web Karya Wildan Ridho Sajali ., Fitri Yanti; ., Drs. Hardiman, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.799 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i1.18947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1)sejarah keberadaan Wildan Ridho Sajali; (2) Elemen-elemen yang terdapat pada komik Wildan Ridho Sajali; dan (3) Tema apa saja yang terdapat pada komik Wildan Ridho Sajali. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi dan (2) wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara (1) data reduksi (2) data display. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan Wildan Ridho Sajali berawal dari riwayat berkeseniaannya hingga sampai saat ini; (2) Dalam komik Wildan Ridho Sajali terdiri dari elemen-elemen komik yaitu: panel, sudut pandang, parit, balon kata, bunyi huruf, ilustrasi, cerita, splash, syimbolia dan kop komik; (3) tema yang terdapat pada komik Wildan Ridho Sajali adalah tema yang menyangkut kesehariaanya seperti tema jesmaniah yaitu tentang persoalan perasaan , tema sosial yaitu tentang hubungan dengan masyarakat, tema ketuhanan yaitu tentang kekuasaan tuhan, tema organik yaitu tentang moral atau nasehat dan tema egoik yaitu tentang ego serta harga diri. Kata Kunci : Komik Web Wildan Ridho Sajali, Elemen dan Tema This research aims to describe (1) The history of Wildan Ridho Sajali existence; (2) elements contained in the comics Wildan Ridho Sajali; and (3) What themes are found on the comics Wildan Ridho Sajali. This research is a qualitative descriptive study. The collection of data in this study was conducted with the technique of (1) Observation and (2) interviews. The collected data is then analyzed by (1) data reduction (2) data display. The results of the study show that (1) The history of Wildan Ridho Sajali originated from his history to date; (2) in the comics of Wildan Ridho Sajali consist of comic elements: panels, viewpoints, trenches, word balloons, letter sounds, illustrations, stories, splash, syimbolia and comic headers; (3) The theme contained in the comics Wildan Ridho Sajali is a theme related to its information such as the Jesmaniah theme of the question of feeling, the social theme is about the relationship with the community, the divine theme of God's power, the theme Organic is about moral or advice and Egoic theme is about the ego as well as self esteem. keyword : Web comics Wildan Ridho Sajali, elements and themes
KERAJINAN AKAR KAYU DI BINTANG TEAK ROOT FURNITURE DESA BATUAN SUKAWATI, GIANYAR ., Ni Luh Ekmi Jayanti; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.28 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6434

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan kerajinan akar kayu, (2) ragam bentuk kerajinan akar kayu di Bintang taeak Root Furniture Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pembuat kerajinan akar kayu yang ada di Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pembuatan kerajinan akar kayu dikerjakan melalui dua tahap; Tahap pertama persiapan bahan utama akar kayu jati, bahan pendukung seperti soda api, H2O, lem kayu, sending seler, melamik glos, tiner dan hardener. Persiapan alat seperti pisau cekrek, pahat, palu, mesin serut kayu, gergaji mesin, amplas, gerinda, waterpass, kuas, sikat kawat, kompresor, steam listrik (mesin tembak angin), kompor perak dan slop tangan slop. Pada tahap kedua yaitu proses pembuatan dimulai dari; pemilihan bahan akar kayu, proses pemotongan secara global, mencekrek untuk membentuk body, penyetelan mengukur kedataran, pengamplasan, pembersihan menggunakan air, dan yang terakhir finishing menggunakan du teknik yaitu finishing melamik glos dan finishing pembakaran. (2) Ragam bentuk kerajinan akar kayu berupa benda fungsional dan benda hias diantaranya; Tempat lilin, sofa, kursi Bar, meja bonsai, meja jamur, meja cofe, meja cofe belah, satu set kursi dan meja makan, satu set kursi dan meja cofe kotak, Lemari rak terbuka, kursi dan meja bola, meja tamu, meja bintang, guci, Fas bunga, tempat buah, dekor tembok, dan stand dekorasi Kata Kunci : Kata-kata kunci : Kerajinan, Kayu, Desain Abstract The objectives of this study are to know: (1) the process of making a wood root , (2) the various forms of wood root craft in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar. The approach of this study is descriptive qualitative. The subjects of this study are the makers of wood root craft in the Batuan Village Sukawati, Gianyar. This research use observation, interview, documentation and literature as the technique of collecting data. The result of this study shows that: (1) the process of making a wood root is done through into two steps; the first step is preparation of teak root as the main material, the supporting materials such as soda ash, H2O, wood glue, sending seler, melamik glossed, tinner, and hardener. The preparation of tools are knives, cekrek knive, chisel, hammer, planer saws machine, grinding, sandpaper, brush, wire brush, steam electric compressor, silver stones and hand slop. The second is manufacture process, start from the selection of wood root, cutting process in generally to get form the wood root’s body, tuning the measure, sanding, cleaning use water and the finishing use two techniques. The finishing of the techniques are melamik glossed’s finishing and burn’s finishing. (2) The various forms of wood root craft are the functional objects and ornamental objects include; candlleiers, sofa, bar stool, bonsai table, mushroom table, coffee table, coffee table sides, a set of chair and boxes of coffee table, shelves cabinets, ball chair and table, star table, jar, place fruit, vase, wall and stand decorations In the process of making a wood root crafts in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar is done through into step by step and the produce of various form wood root have a function each others. keyword : Key terms: wood root craft, Bintang Teak Root Furniture
Co-Authors ., Cadex Agus Arya Gunawan ., Drs. Hardiman, M.Si. ., Fitri Yanti ., Gde Deny Gita Pramana ., I Kadek Budiana ., I Komang Trisnayana ., I Putu Nana Partha Wijaya ., Indah Dwi Martasari ., Indrianti Amilda Pratami ., Kusyoman Widiat Permana ., Made Wijana ., Mirza Prastyo ., MONICA AYU RAYINDRA ., Muhammad Rafiki ., Ni Luh Gede Dewi Suputri ., Nuril Firdausia ., Yayon Praditia Agatha ., Yoga Suta Wirya Made ., Zahrawani Abdullah . Agus Sudarmawan Cadex Agus Arya Gunawan . Dayung Sunggi Drs. Hardiman, M.Si. . Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Hardiman, M.Si. . Drs.Jajang S,M.Sn . Fitri Yanti . Gde Deny Gita Pramana . Gede Eka Harsana Koriawan Gusti Made Karismanata . I Dewa Putu Mahesatya Kencana I Gede Ari Prasta I Gede Hendra Putrawan . I Kadek Budiana . I Kadek Pawistana . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Trisnayana . I Made Arya Suwiatmika . I Made Arya Suwiatmika ., I Made Arya Suwiatmika I Made Darsuma Jaya . I Nyoman Rediasa I Nyoman Sila I Putu Ari Wirawan . I Putu Nana Partha Wijaya . I Putu Yoga Satyadhi Mahardika I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indah Dwi Martasari . Indrianti Amilda Pratami . Kencana, I Dewa Putu Mahesatya Ketut Nala Hari Wardana Kusyoman Widiat Permana . Langen Bronto Sutrisno Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M. Bagus Dharmasasmita . M. Bagus Dharmasasmita ., M. Bagus Dharmasasmita M.Si. ., Drs.Hardiman, M.Si. Made Wijana Mirza Prastyo . MONICA AYU RAYINDRA . Muhammad Rafiki . Ni Luh Ekmi Jayanti . Ni Luh Ekmi Jayanti ., Ni Luh Ekmi Jayanti Ni Luh Gede Dewi Suputri . Ni Nyoman Sri Witari Nuril Firdausia . Putra, I Putu Susila Adnyana Putu Warta Riadi . Rediasa, I Nyoman Reza Septaria Saputra, Apriadi Resky Septaria, Reza Viana, Ariyanti Okta Yayon Praditia Agatha . Yoga Suta Wirya Made . Zahrawani .