I Gusti Made Budiarta
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 78 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

SENI FIBERGLASS DI BENGKEL "DE NUSA" DENPASAR BARAT I Made Darsuma Jaya .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2149

Abstract

Material fiberglass saat ini dapat memberi solusi untuk menciptakan benda seni yang artistik dan ekonomis. Selain itu, juga merupakan alternatif untuk menggantikan material seperti kayu, logam, dan batu yang ketersediaannya mulai berkurang. “De Nusa” merupakan salah satu bengkel yang memproduksi material fiberglass sebagai benda seni. Artikel ini mengulas tentang produksi mulai dari alat, bahan, proses, bentuk, dan fungsi produk yang ada di bengkel “De Nusa” Denpasar Barat. Dan artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang material fiberglas sampai dengan pengolahannya menjadi benda seni. Artikel ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan kepustakaan. Hasil temuan peneliti meliputi proses produksi dengan menggunakan teknik butsir dan cetak, bahan utama pembuatannya meliputi, resin, mat fiberglass, talk, dan katalis. Alat utama pembuatan meliputi wadah takar, wadah adonan, sendok takar, dan gunting. Hasil produk meliputi benda tiga dimensi seperti patung dan furniture. Fungsi produk sebagai benda hias dan benda fungsional.Kata Kunci : benda seni tiga dimensi, fiberglass, kerajinan At present, Fiberglass material can be a solution to create an artistic art object and economical. Besides, it also can be an alternative way to replace materials such as wood , metal , and stone availability declined . " De Nusa " is one of a painter’s studio produced fiberglass material as art objects . This article discussed the production of fiberglass included : the tools , materials , processes , forms , and functions of the products in the shop " De Nusa " in West of Denpasar . The aims of this article is to inform about fiberglass material processing to become art object . This article is a qualitative descriptive study with observation , interviews , and literature method. The findings of this research included the production process with butsir and printing technique, the main ingredients included : resin , mat fiberglass , talc , and catalysts . The main tools included : containers of peck , container of dough , scoop , and scissors . The Results of products included three-dimensional objects such as sculpture and furniture . Product functions of its process is as ornamental objects and functional objects.keyword : three-dimensional objects, fiberglass, handicraft
KERAJINAN BROS LOGAM DI BANJAR PANDE BANGLI Gusti Made Karismanata .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui tentang keberadaan Kerajinan Bros Logam di Banjar Pande, meliputi aspek sejarah dan keberadaan Kerajinan Bros Logam di Banjar Pande, (2) mengetahui bahan-bahan dan alat-alat dalam pembuatan bros logam di Banjar Pande Bangli, (3) mengetahui proses pembuatan bros logam di Banjar Pande Bangli, (4) mengetahui hasil produk bros di Banjar Pande Bangli. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, (2) instrumen wawancara, (3) instrumen dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik dokumentasi, (4) teknik kepustakaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) analisis domain yang bertujuan untuk memperoleh pengertian umum, (2) analisis taksonomi dengan mengolah data lebih rinci. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tentang keberadaan Kerajinan Bros Logam di Banjar Pande yang dimulai pada tahun 2005 dan berkembang hingga, (2) bahan-bahan dan alat-alat dalam pembuatan bros logam meliputi kawat tembaga, plat kuningan, tembaga, permata dan lainnya (3) proses pembuatan bros yang meliputi tahap mengolah bahan kawat dan plat, mengelas, dan pelapisan logam, (4) hasil produk bros yang meliputi bros untuk wanita dan pria. Kata Kunci : Keberadaan, Kerajian, Bros, Logam This study aims to ( 1 ) know about the existence Bros. Metal Craft in Banjar Pande , covering aspects of the history and existence Bros. Metal Craft in Banjar Pande , ( 2 ) determine the materials and tools in the manufacture of Bros metal in Banjar Pande Bangli , ( 3 ) know the process of making metal Bros in Banjar Pande Bangli , ( 4 ) determine the results in Banjar Pande Bros products Bangli . The instruments used are ( 1 ) observation instrument , ( 2 ) interview instrument , ( 3 ) the instrument documentation . Data collection techniques are: ( 1 ) observation, ( 2 ) interviewing techniques , ( 3 ) technical documentation , ( 4 ) technical literature . The analysis used in this study were ( 1 ) a domain analysis that aims to obtain a general sense , ( 2 ) taxonomic analysis by processing the data in more detail. This research is a descriptive study that used a qualitative approach. The results of this study indicate ( 1 ) on the existence Bros. Metal Craft in Banjar Pande which began in 2005 and evolved until now ( 2 ) the materials and tools in the manufacture of metal bros include wire copper , brass plate , copper , gems , and other ( 3 ) the process of making a bros which includes the step of processing the wire and plate materials , welding , and metal coating,( 4 ) the results of which include brooches brooch products for women and men. keyword : Existence , Handicraft , Bros , Metal
KERAJINAN PERAK DI DESA BAKUNG, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG I Kadek Pawistana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .; Drs.Jajang S,M.Sn .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.4294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) keberadaan kerajinan perak milik Nyoman Widi Kara di Desa Bakung, (2) alat dan bahan untuk membuat kerajinan perak, (3) proses pembuatan kerajinan perak, dan (4) jesis produk serta motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak. Penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif ini dimaksudkan untuk menjelaskan fenomena/karakteristik individual, situasi, atau kelompok tertentu secara akurat. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan pendokumentasian dengan pemberian instrumen. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan keberadaan, alat dan bahan, proses pembuatan, serta produk dan motif kerajinan perak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keberadaan kerajinan perak di Buleleng, khususnya di desa Bakung milik Nyoman Widi Kara sudah ada sejak tahun 2000. (2) Alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan perak ini, yaitu: kompor pompa, batu bata, kowi, palu, pahat, tang, pinset, pulpen dan pengortenan, kikir, paron, mesin poles, dan sikat kawat. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah perak murni/Sterling Silver, batu permata, tinta penghitam, buak klerak, batu ijo/langsol dan getah damar/gala,. (3) Proses pembuatan kerajinan perak dimulai dengan tahap penimbangan bijih perak, peleburan, penempaan, pembentukan sesuai dengan produk yang dibuat, pematrian, pengikiran, pembuatan sket, pembentukan ornamen, pemasangan batu permata, pembersihan, pewarnaan, dan pengilapan. (4) Jenis produk dan motif hias yang diterapkan pada kerajinan perak ini berupa cincin motif Patra Cina, cincin motif kepala Ganesha, cincin motif Ongkara, liontin keroncongan bayi motif Ongkara, liontin bentuk taring motif Patra Cina, dan gelang akar bahar/Uli bentuk naga. Nyoman Widi Kara masih menggunakan cara tradisional dalam pembuatan kerajinan perak, namun beliau mampu menghasilkan karya-karya yang kreatif dan inovatif. Kata Kunci : kerajinan, perak, desa bakung, motif hias This study aimed to determine (1) the presence of silver owned by Nyoman Widi Kara in Bakung village, (2) the tools and materials to make silver, (3) the process of making silver, and (4) Jesis products and also decorative motifs applied on silver. Descriptive study with a qualitative approach is meant to explain the phenomenon / individual characteristics, situation, or particular groups accurately. Data was obtained by using observation technique, interviews, and documentation of the administration of the instrument. Presentation of data is done by describing the presence, tools and materials, the manufacturing process, as well as products and silver motifs. The results showed that (1) the presence of silver in Buleleng, especialy in Bakung Village which have by Nyoman Widi Kara has been around since 2000. (2) The tools used in the manufacturing process of silver, namely; pump stoves, brick, kowi, hammer, chisel, pliers, tweezers, pen and pengortenan, miserly, anvil, polishing machine, and wire brushes. While the needed ingredients are pure silver / Sterling Silver, gemstones, ink blacker, Remove klerak, green stone /langsol and gum rosin / gala. (3) The process begins with the manufacture of silver weighing stage of silver ore, smelting, forging, forming according to the product made, soldering, honing, of making sketches, forming ornaments, gem stone installation, cleaning, staining, and sublimating. (4) The types of products and decorative motifs applied to this form of silver rings Chinese Patra motifs, Ganesha's head motif, ring Ongkara motif, rumbling baby pendant Ongkara motif, Patra pendant canine motif form China, and bahar bracelets root / Uli dragon form. Nyoman Widi Kara still uses the traditional way in the manufacture of silver, but he can to produce many works creatively and innovatively. keyword : handicrafts, silver,bakung village, ornamental motifs
KERAJINAN ALUMINIUM DI ARTSHOP WAHYU ARTHA DESA MENYALI, BULELENG M. Bagus Dharmasasmita .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .; Ketut Nala Hari Wardana, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) keberadaan kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali, (2) Jenis-jenis produk kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali, dan (3) motif- motif hias yang terdapat pada kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penyajian data dilakukan dengan memaparkan keberadaan, jenis produk serta motif kerajinan aluminium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keberadaan kerajinan aluminium Artshop Wahyu Artha di Desa Menyali, Buleleng sudah ada sejak tahun 2006 didirikan oleh I Gede Ardana. (2) Jenis produk yang dihasilkan terdiri dari produk fungsional dan non fungsional. Produk fungsional antara lain : tempat tisu, frame kaca, bingkai foto, tempat lilin, kotak perhiasan, tempat sampah, nampan, file holder, kotak CD (Compact Disk), bokor, tempat alat tulis, tempat buah, sokasi, kotak sepatu, kotak laundry, papan selamat datang, kotak permen, tempat tirta atau sangku. Produk non fungsional antara lain : Accessories, lukisan dan hiasan dinding. (3) motif-motif yang terdapat pada kerajinan aluminium yaitu motif daun paku, motif lamak, motif daun timbul, motif bunga lancip, motif batikan, motif daun kerawang, motif jantung likub, motif lingkaran likub, motif likub lanying, motif likub balik, motif gunung jantung, motif gentol, motif bunga daun, motif sisikan, motif ukiran bali, motif rambut, dan motif bunga. Kata Kunci : kerajinan, aluminium, motif hias This research is purposed to describe about (1) the existence of alluminium craftwork at Wahyu Artha Artshop in Menyali village, (2) genres of product of alluminum craftwork at Wahyu Artha Artshop at Menyali village, and (3) decorational pattern that is carved on the surface of alluminium craftwork at Wahyu Artha Artshop at Menyali village. This research is conducted by qualitative methods that resulted in descriptive data. The data gained by observational, interview, dan documentational technique. The presentation of this research explained the existence, genres, and decorational pattern of the alluminium craftwork. The result clarified that (1) the creative production of alluminium craftwork at Wahyu Artha Artshop at Menyali village, Buleleng regency, has been started since 2006 by I Gede Ardana. (2) The genres of product that is produced consist of both functional and non-functional craftwork. Functional craftwork e.g: tissue-paper box, glass frame, portrait frame, candleholder, treasure box, dustbin, tray, file holder, CD folder, bokor (traditional luggage box), stationery container, fruit bowl, sokasi, shoe box, laundry container, welcome sign, candy box, holy water container or sangku. Non-functional craftwork e.g: accessories, painting or wall adornment. (3) Deacorational pattern that is carved on the alluminium craftwork e.g: fern-leaf pattern, lamak pattern, timbul¬ plant pattern, pointed flower pattern, batik pattern, kerrawang leaf pattern, heart of likub pattern, circle of likub pattern, pointed likub pattern, turned likub pattern, heart mound pattern, gentol pattern, leafy blossom pattern, scaled pattern, Balinese carving pattern, wavy hair pattern, and floral pattern. keyword : craftwork, alluminium, decorational pattern
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR I Made Arya Suwiatmika .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6307

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car’s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car’s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
PROSES PEMBUATAN CUTTING STIKER PADA BODY MOBIL DI PERUSAHAAN BALISTIKER DENPASAR I Made Arya Suwiatmika .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6308

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan cara pembuatan cutting stiker pada body luar mobil di Perusahaan Balistiker, Denpasar, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Proses perancangan (2) Bahan dan alat (3) Jenis desain dan (4) Sistem pewarisan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses perancangan cutting sticker pada body luar mobil ada beberapa tahap antara lain tahap awal desain menggunakan software coreldraw. Dilanjutkan dengan tahap cetak cutting sticker menggunakan mesin dan tahap tempel cutting sticker secara manual. (2) Bahan meliputi oracal. Sedangkan alat meliputi mesin cetak cutting sticker, cutter, gunting, penggaris, rakel, spryer, hair dryer. (3) Jenis desain meliputi anime, racing, elegant dan desain branding dengan teknik digital printing. (4) Sistem pewarisan ketrampilan perusahaan, pemilik mewariskan ilmunya kepada tenaga kerja secara langsung. Kemudian akan dipelajari serta diterapkan langsung secara mandiri atau otodidak. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil penelitian berupa: proses perancangan, bahan dan alat, jenis desain cutting sticker serta sistem pewarisan ketrampilan pembuatan cutting sticker.Kata Kunci : desain, cutting sticker The background of this study was to know the process and the way of making cutting sticker on the exterior of car’s body in Balistiker company at Denpasar. This research aimed at knowing 1) the design process, 2) the tools and equipments, 3) kinds of design, and 4) the inheritance process. This study used descriptive qualitative design. The result of this study showed that 1) the design process of cutting sticker on the exterior of car’s body was done using software coreldraw, and continued by printing the cutting sticker and using manual system in affixed the cutting sticker. 2) the equipments was oracal, and the tools were cutting sticker printing machine, cutter, scissors, rulers, rakel, spryer, and dryer. 3) kinds of design were anime, racing, elegant, and branding design using digital printing technique. 4) the inheritance process was, the owner inherit the skill to the employees directly. Then, it would be learned and practiced by them independently. The conclusion of this research was the result of this study were about the design process, the equipments and tools, kinds of cutting sticker design and the inheritance process of making cutting sticker. keyword : design, cutting sticker
KERAJINAN AKAR KAYU DI BINTANG TEAK ROOT FURNITURE DESA BATUAN SUKAWATI, GIANYAR Ni Luh Ekmi Jayanti .; Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.6434

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan kerajinan akar kayu, (2) ragam bentuk kerajinan akar kayu di Bintang taeak Root Furniture Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah pembuat kerajinan akar kayu yang ada di Desa Batuan Sukawati, Gianyar. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Proses pembuatan kerajinan akar kayu dikerjakan melalui dua tahap; Tahap pertama persiapan bahan utama akar kayu jati, bahan pendukung seperti soda api, H2O, lem kayu, sending seler, melamik glos, tiner dan hardener. Persiapan alat seperti pisau cekrek, pahat, palu, mesin serut kayu, gergaji mesin, amplas, gerinda, waterpass, kuas, sikat kawat, kompresor, steam listrik (mesin tembak angin), kompor perak dan slop tangan slop. Pada tahap kedua yaitu proses pembuatan dimulai dari; pemilihan bahan akar kayu, proses pemotongan secara global, mencekrek untuk membentuk body, penyetelan mengukur kedataran, pengamplasan, pembersihan menggunakan air, dan yang terakhir finishing menggunakan du teknik yaitu finishing melamik glos dan finishing pembakaran. (2) Ragam bentuk kerajinan akar kayu berupa benda fungsional dan benda hias diantaranya; Tempat lilin, sofa, kursi Bar, meja bonsai, meja jamur, meja cofe, meja cofe belah, satu set kursi dan meja makan, satu set kursi dan meja cofe kotak, Lemari rak terbuka, kursi dan meja bola, meja tamu, meja bintang, guci, Fas bunga, tempat buah, dekor tembok, dan stand dekorasi Kata Kunci : Kata-kata kunci : Kerajinan, Kayu, Desain Abstract The objectives of this study are to know: (1) the process of making a wood root , (2) the various forms of wood root craft in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar. The approach of this study is descriptive qualitative. The subjects of this study are the makers of wood root craft in the Batuan Village Sukawati, Gianyar. This research use observation, interview, documentation and literature as the technique of collecting data. The result of this study shows that: (1) the process of making a wood root is done through into two steps; the first step is preparation of teak root as the main material, the supporting materials such as soda ash, H2O, wood glue, sending seler, melamik glossed, tinner, and hardener. The preparation of tools are knives, cekrek knive, chisel, hammer, planer saws machine, grinding, sandpaper, brush, wire brush, steam electric compressor, silver stones and hand slop. The second is manufacture process, start from the selection of wood root, cutting process in generally to get form the wood root’s body, tuning the measure, sanding, cleaning use water and the finishing use two techniques. The finishing of the techniques are melamik glossed’s finishing and burn’s finishing. (2) The various forms of wood root craft are the functional objects and ornamental objects include; candlleiers, sofa, bar stool, bonsai table, mushroom table, coffee table, coffee table sides, a set of chair and boxes of coffee table, shelves cabinets, ball chair and table, star table, jar, place fruit, vase, wall and stand decorations In the process of making a wood root crafts in the Bintang Teak Root Furniture, Batuan Village Sukawati, Gianyar is done through into step by step and the produce of various form wood root have a function each others. keyword : Key terms: wood root craft, Bintang Teak Root Furniture
PROSES PEMBUATAN TENUN FLORES HOME INDUSTRI IBU YUSTINA NONA DI DESA TANJUNG BENOA I Komang Trisnayana .; Dra. Luh Suartini .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7181

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Tenun Flores, (2) Proses pembuatan Tenun Flores, (3) Transformasi bentuk dan fungsi kain Tenun Flores. Penelitian ini dilakukan di Home Industry Ibu Yustina Nona di Desa Tanjung Benoa. Subjek penelitian ini adalah Ibu Yustina Nona, yang merupakan pengrajin tenun Flores. Objek dalam penelitian ini adalah tenun Flores yang meliputi alat dan bahan, proses pembuatan, serta transformasi bentuk dan fungsi kain tenun Flores. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi, (1) teknik observasi, (2) teknik wawancara, (3) teknik kepustakaan, dan (4) teknik dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini, yaitu (1) Alat yang dipergunakan dalam proses pembuatan tenun Flores di Home Industri Ibu Yustina antara lain: lele, raa, paa pakpanggoro, todowai, tada, luja, ati, hallo, kajuana, pine, kakba pak ku aka, pheko, kugu, nubo, norutama, kaju, panci, pisau, gunting, duri landak; (2) Tahapan proses pembuatan tenun Flores Home Industry Ibu Yustina Nona antara lain: persiapan, pengelosan, pembentangan benang, proses menjadikan tali daun gebang untuk mengikat motif tenunan, membuat motif, mencelup benang, pengeringan benang, melepas ikatan motif, memberi kanji pada benang, menyiapkan benang pakan, dan proses menenun; dan (3) Transformasi yang terjadi antara kerajinan Tenun Flores pada masyarakat Flores dan kerajinan Tenun Flores pada Home Industri Ibu Yustina Nona, yaitu perubahan bentuk dan fungsi. Oleh karena itu, pengerajin di Home Industri Ibu Yustina Nona harus meningkatkan kualitas dan kuantitas kerajinan Tenun Flores yang dihasilkan.Kata Kunci : Tenun Flores, Home Industry Ibu Yustina Nona This study aims to describe (1) the tools and materials used in the manufacturing process of Flores’ woven, (2) the process of making Flores’s woven, (3) transformation of form and function of Flores’s woven fabric. This research was conducted at Mrs. Yustina Nona “Home Industry” in Tanjung Benoa village. The subject was Mrs. Yustina Nona, which is a Flores weaver. The objects of this research were Flores woven includes tools and materials, the manufacturing process, as well as the transformation of the form and function of Flores’s woven fabrics. Methods of data collection in this study include: (1) observation, (2) interview, (3) technical literature, and (4) technical documentation. Data analysis methods used were domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study, namely (1) the tools used in the process of making Flores’s woven in Mrs. Yustina “Home Industry” include: lele, raa, paa, pakpanggoro, todowai, tada, luja, ati, hallo, kajuana, pine, kakba pakku aka, pheko, kugu, nubo, norutama, kaju, pan, knife, scissors, spikes; (2) the stages of the process of making Flores’s woven Mrs. Yustina Nona “Home Industry” are: preparation, pengelosan, expansions thread, the process of turning gebang’s leaves into the rope for binding motif woven, making motive, yarn dyeing, drying yarn, untied the motif, giving starch on yarn, preparing the weft and weave process; and (3) the transformation that occurs between Flores’s woven crafts at Flores community and Flores’s woven crafts at Mrs. Yustina Nona “Home Industry”, that are the change of form and function. Therefore, craftsmen at Mrs. Yustina Nona “Home Industry” must improve the quality and quantity of Flores’s woven crafts that they are produced.keyword : Flores’s woven, Mrs. Yustina Nona Home Industry
KERAJINAN SENI UKIR KAYU DESA LABUAPI, KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT Yayon Praditia Agatha .; Dra. Luh Suartini .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keberadaan kerajinan seni ukir kayu, (2) Alat dan bahan pembuatan kerajinan seni ukir kayu, (3) Proses pebuatan kerajinan seni ukir kayu, (4) Hasil dan bentuk kerajinan seni ukir kayu Desa Labu api, kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kerajinan seni ukir kayu Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah keberadaan kerajinan seni ukir kayu desa Labuapi diwariskan secara turun-temurun dari generasi kegenerasi berikutnya. (2) Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan seni ukir kayu yaitu (a) alat dan bahan seperti pahat, geregaji kayu, pengikis (pengkerot), pisau (ladik), parang (batek), amplas, palu (pengetok), kuas, kompresor dan spet suntikan. Sedangkan (b) bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan seni ukir kayu terdiri kayu mahoni, cat impra, cat kayu (cat aga) dan thinner. (3) Proses pembuatan kerajinan seni ukir kayu terdiri dari beberapa proses yakni proses penjemuran kayu, proses pembentukan global, proses pembuatan pola, proses pemahatan pola, proses pengamplasan, proses pewarnaan, proses membatik (pengukiran) dan proses pengkilapan (finising). (4) Bentuk kerajinan seni ukir kayu yang dibuat di Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat di bagi dua yakni fungsional dan non funsional. (a) bentuk fungsional terdiri dari asbak, mangkok, tempat perhiasan, kotak tisu, wadah permainan (bangkak), lemari, meja belajar, sendok besar (penyedok), wadah gelas (sapah), rak al-qur’an (rehan) dan oval. Sedangkan (b) bentuk yang non fungsional yaitu patung tokek, topeng, patung orang duduk, patung orang berkelahi, patung nine (patung perempuan), dan patung mame (patungLaki-laki).Kata Kunci : Kerajinan, seni ukir kayu, Labuapi. This study aims to determine (1) The existence of woodcarving craft, (2) The equipments and materials for woodcarving craft, (3) The making process of woodcarving craft, (4) The results and forms of woodcarving craft in Labuapi village , Labuapi sub-district, West Lombok regency, of Nusa Tenggara Barat. The type of study it used is a descriptive qualitative study. The subjects were woodcarving craft in Labuapi Village, Labuapi sub-district of West Lombok regency. The methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation, and literature. The results showed that (1) Historical existence of woodcarving craft in Labuapi village was inherited hereditary to the next generation. (2) The tools used in the process of making the woodcarving craft, namely (a) the equipment and materials such as chisels, saw, wood scraper, knives, cleaver, sandpaper, hammer, paintbrushes, compressors and spit injections. While (b) the materials used in the manufacture of woodcarving craft consists of mahogany, Impra paint, wood paint, and thinner. (3) The process of making woodcarving craft consists of several processes such the wood drying process, the process of global establishing, pattern-making process, the process of carving patterns, the process of sanding, staining process, the process of carving and glazing process (finishing). (4) The form of woodcarving craft which made in the village of Labuapi, Labuapi sub-district, West Lombok regency of West Nusa Tenggara is divide into two forms namely functional and non functional form. (A) The functional form consists of ashtrays, bowls, jewelry, tissue boxes, place for congklak games, cupboard, desks, a large spoon, a place for glassess, rack for qur’an and oval. While (b) non-functional form that gecko sculptures, masks, statues of sitting people, statues of fighting people, statues of nine (sculptures of female), and the statue of mame (sculpture of male).keyword : Crafts, wood carving, Labuapi
METODE PEMBELAJARAN SENI DI SANGGAR BALI TRIMANIK KREATIF DENPASAR Ni Luh Gede Dewi Suputri .; Drs.Hardiman, M.Si. .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7275

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) proses pembelajaran pada sanggar Bali Trimanik Kreatif Denpasar (2) media pembelajaran yang digunakan pada sanggar Bali Trimanik Kreatif Denpasar (3) metode pembelajaran yang digunakan serta (4) keunggulan dan kelemahan dari metode yang digunakan pada sanggar Bali Trimanik Kreatif Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode (1) observasi (2) wawancara (3) dokumentasi (4) fokus Grup Diskusi (FGD) dan (5) kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) sanggar memiliki 4 kategori, yaitu kategori yang disetarakan dengan pendidikan PAUD, TK, SD dan SMP. Bimbingan yang diberikan berdasarkan kategori-kategori tersebut. Kategori PAUD, bimbingan berupa pengenalan warna, pengenalan garis dan penerapan warna. Bimbingan pada kategori TK berupa penerapan warna dengan teknik gradasi dan graffito. Pada kategori SD bimbingan berupa cara membuat bentuk atau objek dengan penerapan warna teknik campuran. Sedangkan pada kategori SMP, anak dibebaskan dalam menggambar atau melukis; (2) sanggar menggunakan dua jenis media, yaitu media cetak dan media elektronik. Pada media cetak dalam satu paket terdapat tiga lembar media, yaitu: media berupa bentuk berpola atau langkah-langkah dalam menggambar satu objek, hasil objek jadi dan hasil objek yang telah diwarnai; (3) metode pembelajaran yang digunakan pada sanggar adalah metode mencontoh dan latihan atau drill. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan individu, walau yang diajarkan pada setiap anak sama; dan (4) keunggulan dari metode mencontoh dan latihan atau drill yang digunakan pada sanggar adalah unggul dalam produkifitas dan kebutuhan jangka pendek terpenuhi. Sementara itu kelemahan yang dimiliki, yaitu: tidak adanya kreatifitas, psikologis anak tertekan, pembelajaran menganut paham “guruisme”, guru jauh lebih sibuk, dan kebutuhan jangka panjang tidak terpenuhi. Kata Kunci : metode pembelajaran seni, perkembangan seni rupa anak. Abstract This research aims to describe about (1) the learning process in Bali Trimanik Kreatif Studio Denpasar, (2) the learning media which is used in Bali Trimanik Kreatif Studio Denpasar, (3) the learning method used, and (4) the strength and weaknesses of the method used in Bali Trimanik Kreatif Studio Denpasar. In this research, the researcher uses some methods such as (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) Focus Group Discussion (FGD), and (5) literature review. The data will be analyzed by qualitative descriptive method. The result of this research are (1) the studio has 4 categorize, that is equivalent with the level of education like PAUD, TK (play group), SD (elementary school level), and SMP (junior high school level). The technique in teaching and learning process is given based on those categorizes. In PAUD categorize, the guidance in learning art covers introducing colors, introducing line and colors application. The guidance in learning art for TK (play group) categorize are colors application with gradation technique and graffito. For SD (elementary school level) categorize, the guidance are forming or object making using colors mixing application. Whereas in SMP (junior high school) categorize, the students are freely in drawing and painting; (2) The studio use two kinds of learning media, such as printing media and electronic media. In printing media, there are three kinds of media sheet in one package like media that has pattern or steps in drawing an object, completing object result and object result that already coloring; (3) The learning method that is used in studio is exampling method and training or drilling. The approach used is individual approach even though the subject material that has been learning by the students is same: and (4) the strength of exampling method and training or drilling which is used by the studio is excellent productivity and the short term of needed is fulfilled. However the weaknesses of this method are there is no creativity at all, child psychological are suppressed, teacher-centered learning process, teachers have more work to do, and the long term of needed is not fulfilled. keyword : learning method of art, the development of child art.
Co-Authors ., Cadex Agus Arya Gunawan ., Drs. Hardiman, M.Si. ., Fitri Yanti ., Gde Deny Gita Pramana ., I Kadek Budiana ., I Komang Trisnayana ., I Putu Nana Partha Wijaya ., Indah Dwi Martasari ., Indrianti Amilda Pratami ., Kusyoman Widiat Permana ., Made Wijana ., Mirza Prastyo ., MONICA AYU RAYINDRA ., Muhammad Rafiki ., Ni Luh Gede Dewi Suputri ., Nuril Firdausia ., Yayon Praditia Agatha ., Yoga Suta Wirya Made ., Zahrawani Abdullah . Agus Sudarmawan Cadex Agus Arya Gunawan . Dayung Sunggi Drs. Hardiman, M.Si. . Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. . Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Hardiman, M.Si. . Drs.Jajang S,M.Sn . Fitri Yanti . Gde Deny Gita Pramana . Gede Eka Harsana Koriawan Gusti Made Karismanata . I Dewa Putu Mahesatya Kencana I Gede Ari Prasta I Gede Hendra Putrawan . I Kadek Budiana . I Kadek Pawistana . I Ketut Sudita I Ketut Supir I Komang Trisnayana . I Made Arya Suwiatmika . I Made Arya Suwiatmika ., I Made Arya Suwiatmika I Made Darsuma Jaya . I Nyoman Rediasa I Nyoman Sila I Putu Ari Wirawan . I Putu Nana Partha Wijaya . I Putu Yoga Satyadhi Mahardika I Wayan Sudiarta I Wayan Sudiarta Ida Bagus Made Pandit Parastu . Indah Dwi Martasari . Indrianti Amilda Pratami . Kencana, I Dewa Putu Mahesatya Ketut Nala Hari Wardana Kusyoman Widiat Permana . Langen Bronto Sutrisno Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M. Bagus Dharmasasmita . M. Bagus Dharmasasmita ., M. Bagus Dharmasasmita M.Si. ., Drs.Hardiman, M.Si. Made Wijana Mirza Prastyo . MONICA AYU RAYINDRA . Muhammad Rafiki . Ni Luh Ekmi Jayanti . Ni Luh Ekmi Jayanti ., Ni Luh Ekmi Jayanti Ni Luh Gede Dewi Suputri . Ni Nyoman Sri Witari Nuril Firdausia . Putra, I Putu Susila Adnyana Putu Warta Riadi . Rediasa, I Nyoman Reza Septaria Saputra, Apriadi Resky Septaria, Reza Viana, Ariyanti Okta Yayon Praditia Agatha . Yoga Suta Wirya Made . Zahrawani .