Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KOMPARASI METODE SES DAN WMA PADA PREDIKSI BAHAN BAKU TOP FRESH CHICKEN Ramadhan, Raihan; Fauziah, Rizky; Yuma, Febby Madonna
J-Com (Journal of Computer) Vol. 3 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/j-com.v3i3.2886

Abstract

Abstract: Top Fresh Chicken is one of the UKM that produces food made from chicken. The problem faced by Top Fresh Chicken is the excess supply of raw materials which results in high inventory holding costs and hampered capital allocation. In this study, historical data on stock of chicken raw materials will be used to test forecasting using the SES and WMA methods. The SES method is a simple forecasting method and relies on exponential smoothing to forecast the value of raw material inventories in the future. Meanwhile, the WMA method uses certain weights to calculate moving averages from historical data, where the highest weight is given to the most recent data. In the method comparison process, several evaluation factors will be used, including the level of accuracy, level of stability, and ease of implementation. By comparing the performance of the two methods, this study aims to determine the most accurate and appropriate method for forecasting chicken raw material stocks. The results of this study are expected to provide clear recommendations regarding the most suitable forecasting method used by Top Fresh Chicken. By using accurate and effective forecasting methods, companies can optimize the use of resources, reduce inventory costs, increase production efficiency, and avoid excess or shortage of raw material inventories. Keywords: comparison of methods; single exponential smoothing; weighted moving average; raw materials; top fresh chicken.Abstrak: Top Fresh Chicken merupakan salah satu UKM yang memproduksi makanan yang berbahan baku ayam. Permasalahan yang dihadapi oleh Top Fresh Chicken adalah kelebihan persediaan bahan baku yang mengakibatkan biaya simpan persediaan yang tinggi dan alokasi modal yang terhambat.Dalam penelitian ini, data historis persediaan bahan baku ayam akan digunakan untuk menguji peramalan menggunakan metode SES dan WMA. Metode SES merupakan metode peramalan yang sederhana dan mengandalkan eksponensial smoothing untuk meramalkan nilai persediaan bahan baku di masa depan. Sedangkan metode WMA menggunakan bobot tertentu untuk menghitung rata-rata bergerak dari data historis, di mana bobot tertinggi diberikan pada data terbaru.Dalam proses komparasi metode, beberapa faktor evaluasi akan digunakan, termasuk tingkat akurasi, tingkat kestabilan, dan kemudahan implementasi. Dengan membandingkan kinerja kedua metode, penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode yang paling akurat dan tepat untuk meramalkan persediaan bahan baku ayam.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang jelas tentang metode peramalan yang paling cocok digunakan oleh Top Fresh Chicken. Dengan menggunakan metode peramalan yang akurat dan efektif, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya persediaan, meningkatkan efisiensi produksi, dan menghindari terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan bahan baku.Kata kunci : komparasi metode; single exponential smoothing; weighted moving average; bahan baku; top fresh chicken.
META-ANALISIS: AUGMENTED REALITY SEBAGAI CARA BARU YANG TERBUKTI EFEKTIF MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN Ramadhan, Raihan; Zaki, Khilda Rahmi; Ambiyar, Ambiyar; Usmeldi, Usmeldi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.6209

Abstract

The development of Augmented Reality (AR) technology offers great potential to revolutionize the world of education by creating a more immersive learning experience. The background of this study is the challenge of maintaining student attention in conventional learning methods. The main focus of this study is to analyze and empirically prove the effectiveness of using AR in improving student attention. To achieve this goal, this study uses a comprehensive meta-analysis method. The important stages include systematic identification and selection of 20 relevant quantitative studies that directly compare AR-based learning with conventional learning. Data from these studies were then integrated and statistically analyzed to measure the magnitude of the combined effect. The main findings of the study indicate that learning using AR is significantly superior in improving student attention, with a large effect size (d = 1.06, 95% CI: 0.41-1.70, p < 0.01). It is concluded that AR is a very effective tool to make learning more interesting and interactive. However, further research is needed to explore in depth the cognitive mechanisms underlying the effectiveness of this technology in the educational context. ABSTRAKPerkembangan teknologi Augmented Reality (AR) menawarkan potensi besar untuk merevolusi dunia pendidikan dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif. Latar belakang penelitian ini adalah tantangan untuk mempertahankan perhatian siswa dalam metode pembelajaran konvensional. Fokus utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris efektivitas penggunaan AR dalam meningkatkan perhatian siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode meta-analisis yang komprehensif. Tahapan pentingnya meliputi identifikasi dan seleksi sistematis terhadap 20 studi kuantitatif relevan yang membandingkan secara langsung antara pembelajaran berbasis AR dengan pembelajaran konvensional. Data dari studi-studi tersebut kemudian diintegrasikan dan dianalisis secara statistik untuk mengukur besaran efek gabungan. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan AR secara signifikan lebih unggul dalam meningkatkan perhatian siswa, dengan efek ukuran yang besar (d = 1.06, 95% CI: 0.41-1.70, p < 0.01). Disimpulkan bahwa AR merupakan alat bantu yang sangat efektif untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi secara mendalam mekanisme kognitif yang mendasari efektivitas teknologi ini dalam konteks pendidikan.