S.Pd. I Putu Ngurah Wage M .
Unknown Affiliation

Published : 88 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS MADE BY THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF SMP AYODHYA PURA SELAT IN WRITING DESCRIPTIVE TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Komang Sri Wahyuni; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan secara tata bahasa yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat dalan menulis teks deskriptif (2) menemukan dan mendeskripsikan alas an kenapa siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat membuat kesalahan dalam menulis teks deskrptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk mengumpulkan data adalah tes menulis. Data yang telah didapat kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori error analysis dari Selinker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total kesalahan yang dibuat oleh siswa-siswa kelas 8 SMP Ayodhya Pura Selat adalah 196 kesalahan. Kesalahan yang ditemukan pada penelitian ini adalah misformation dengan 122 kesalahan (62.2%), omission dengan 46 kesalahan (23.4%), addition dengan 16 kesalahan (8.1%) dan misordering dengan 12 kesalahan (6.1%). Misformation adalah jenis kesalahan yang paling banyak ditemukan pada penelitian ini. (2) Sumber kesalahan mereka adalah carelessness, first language interference dan translation.Kata Kunci : kesalahan tata bahasa, teks deskriptif, menulis This research aimed at (1) describing the types of grammatical errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat in writing descriptive texts and (2) finding out and describing the reasons why the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat made errors in writing descriptive texts. This research used descriptive qualitative study. The tool of collecting data was written tasks. The data obtained were analyzed qualitatively by using Selinker’s theory of error analysis. The result of this study showed that: (1) the total of errors made by the eighth grade students of SMP Ayodhya Pura Selat was 196 errors. The errors found in this study were misformation with 122 errors (62.2 %), omission with 46 errors (23.4 %), addition with 16 errors (8.1 %) and misordering with 12 errors (6.1 %). Misformation was the most frequent error in this study. (2) The sources of their errors were carelessness of the students, first language interference and translation.keyword : grammatical errors, descriptive texts, writing
Developing a Textbook for Speaking Skill of English For Food and Beverage Service Subject Used by Tenth Grade Students at SMK Nusa Dua Sawan ., Anak Agung Raka Candra Dewi; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8667

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mendapatkan materi berbicara bahasa Inggris untuk pelajaran layanan makanan dan minuman yang digunakan oleh siswa kelas X di SMK Nusa Dua Sawan dan (2) untuk melengkapi materi berbicara bahasa Inggris untuk pelajaran layanan makanan dan minuman yang digunakan oleh siswa kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang diadaptasi dari Ellis dan Levy (2008). Ada lima langkah yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, mengidentifikasi permasalahan, mendeskripsika tujuan, merancang produk, mengembangkan produk, menguji dan mengevaluasi produk. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah kuesioner siswa, pedoman wawancara, silabus, dan kuesioner penilaian ahli. Hasil dari kuesioner siswa dan wawancara guru menunjukkan bahwa buku ajar yang digunakan pada mata pelajaran layanan makanan dan minuman tidak dilengkapi dengan materi berbicara dalam bahasa Inggris. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, ada lima unit yang dikembangkan. Unit 1 adalah tentang menyambut tamu dan penanganan reservasi. Selanjutnya, materi mengantar dan memersilahkan tamu duduk tamu dibahas di Unit 2. Unit 3 fokus pada materi mengenai cara menjelaskan menu untuk tamu. Unit 4 mencakup cara untuk mengambil pesanan makanan dan minuman. Sementara itu, Unit 5 berisi ekspresi untuk memberikan rekomendasi dan menanggapi pertanyaan para tamu tentang menu. Kata Kunci : Buku pelajaran, Kemampuan berbicara, Layanan makan dan minuman, Pengembangan materi The objectives of the study were: (1) to find out speaking materials for English for food and beverage service used by tenth grade students at SMK Nusa Dua Sawan and (2) to supplement speaking materials for English for food and beverage service used by tenth grade students at SMK Nusa Dua Sawan. The type of this study was research and development which was adapted from Ellis and Levy (2008). There were five steps used in this study including, Identify problems, describe objectives, design artifact, develop artifact, and test and evaluate artifact. The instruments used to collect the data in this study were students’ questionnaire, interview guidelines, syllabus, and expert judgment questionnaire. The result of students’ questionnaire and interview indicate that the textbook used in food and beverage service subject is not completed with speaking materials in English. Based on the result of the needs analysis, there are five units developed. Unit 1 is about welcoming and handling reservation. Furthermore, escorting and seating guests is discussed in Unit 2. Unit 3 mainly concerns with how to explain the menu to guests. Unit 4 covers the way to take food and beverage orders. Meanwhile, Unit 5 contains the expressions of giving recommendations and respond guests’ questions towards menu.keyword : Food and beverage service, Materials development, Speaking skill, Textbooks
Developing a Textbook of Listening Skill for English for Food and Beverage Service Subject Used for Tenth Grade Student at SMK Nusa Dua Sawan ., Luh Gede Hesti Parwati; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8672

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan buku pelajaran tentang kemampuan listening untuk pelajaran layanan makanan dan minuman, terutama untuk siswa kelas X sekolah menengah kejuruan (SMK). Tujuan penelitian ini adalah untuk melengkapi bahan materi mendengarkan untuk pelajaran layanan makanan dan minuman untuk kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengambangan dari Gall and Borg (2003) dan Masuhara (di Tomlinson 1998) sebagai model. Ada lima prosedur dalam pengembangan produk dari Gall and Borg yaitu: 1) analisa kebutuhan, 2) merancang produk, 3) mengambangkan produk, 4) penilaian produk, 5) memperbaiki dan menulis produk akhir. Kemudian, penelitian ini menggunakan instrument untuk mengumpulkan data dengan wawancara, kuesioner, dan analisa silabus. Hasil dari penelitian menunjukkan buku pelajaran mendengarkan untuk pelajaran pelayanan makanan dan minuman diperlukan dan baik untuk siswa sekolah menengah kejuruan terutama kelas X. Kualitas buku ini dinilai oleh ahli dan buku ini sesuai untuk pelajaran pelayanan makanan dan minuman dan sesuai dengan silabus yang digunakan di sekolah. Kata Kunci : Buku Pelajaran, kemampuan mendengarkan, Layanan Makanan dan Minuman, Pengembangan Materi This research was conducted to develop a textbook of listening skill for food and beverage service subject, especially tenth grade students of vocational high school. The purposes of this research were to compile the items of listening material for the food and beverage service department and to provide a textbook for listening of the food and beverage service department at tenth grade students at SMK Nusa Dua Sawan. The method in this research is Research and Development modified by Gall and Borg (2003) and Masuhara (in Tomlinson, 1998) as model. There are five procedures in developing product by Masuhara, those were: 1) conducting need analysis, 2) designing the product, 3) developing product, 4) evaluating product, 5) revising and writing final product. Then, this research used some instruments to collect the data such as interview, questionnaire and syllabus analysis. The result of this research showed that listening textbook for food and beverage service was needed and good for student in vocational high school, especially tenth grade students. The quality of this textbook was judged by the expert and the textbook were appropriate textbook for food and beverage service students and it was appropriate with the syllabus used in the school. keyword : Textbook, Listening Skill, Tenth Grade, Food and Beverage Service, Material Development
THE EFFECT OF ICT-BASED INTERACTIVE GAME ON STUDENTS’ ENGLISH ACHIEVEMENT OF THE FOURTH GRADE OF PRIMARY SCHOOL CLUSTER 5 IN SUKASADA DISTRICT ., I Gde Panji Naraswara; ., Dra.Ni Made Ratminingsih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan permainan interaktif berbasis ICT terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi-experiment yang mengimplementasikan desain penelitian ¬post-test only control group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas empat sekolah dasar di kluster V kecamatan Sukasada. Penelitian ini menggunakan cluster random sampling untuk menentukan sampel pada penelitian ini. Hasil dari melaksanakan teknik tersebut yakni sample pada penelitian ini adalah 24 siswa kelas empat SD Negeri 2 Panji dan 24 siswa kelas empat SD Negeri 4 Panji. Independent sample t-test dilaksanakan guna memastikan kesetaraan dari dua gup tersebut. Maka dari itu, SD Negeri 2 Panji ditentukan sebagai grup eksperiment dan SD Negeri 4 Panji sebagai grup control. Perlakuan diberikan pada kedua grup yang mana grup eksperimen dibelajarkan menggunakan permainan interaktif berbasis ICT. Sedangkan grup control dibelajarkan dengan menggunakan media conventional. Pada akhir dari perlakuan, post-test dilaksanakan kepada kedua grup. Hasil dari post-test dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan mengaplikasikan independent sample t-test. Sesuai dengan hasil dari statistik deskriptif, hal tersebut membuktikan bahwa siswa yang berada dalam grup eksperimen mampu meraih pencapaian yang lebih baik daripada siswa yang berada dalam grup control. Selain itu, hasil dari statistik inferensial memperlihatkan bahwa berdasarkan hasil dari t-test yang mana tobs lebih besar daripada tcv. Hal ini berarti bahwa penggunaan permainan interaktif berbasis ICT mampu memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas empat sekolah dasar pada kluster 5 di kecamatan Sukasada, kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : prestasi bahasa Inggris, permainan interaktif berbasis ICT, pebelajar anak-anak This research purposed to investigate whether or not there was a significant effect on the use of ICT-based interactive game on students’ English achievement of the fourth grade of primary school. This was quasi-experimental research implemented post-test only control group design. The population of this research was all the fourth grade of primary school in cluster 5 in Sukasada district. This research administered cluster random sampling to determine the sample of this research. As the result of administering cluster random sampling, the sample of this study was 24 students of fourth grade students in SD Negeri 2 Panji and 24 students of fourth grade in SD Negeri 4 Panji. The independent sample t-test as part of the preliminary research administered to examine the equality of both groups. Therefore, SD Negeri 2 Panji became the experimental group and SD Negeri 4 Panji as the control group. The treatment was given to both group in which the experimental group treated by using ICT-based interactive game. Meanwhile, the control group was treated by using conventional teaching media. At the end of the treatment, the post-test was administered to both groups. The result of the post-test was analyzed using descriptive and inferential statistics by applying independent sample t-test. Based on the result of the descriptive analysis, the result revealed that the students in experimental group could gain better achievement than the students in control group. Moreover, the result of inferential analysis shows that the result of the independent sample t-test which tobs was higher than tcv. It means that the use of ICT-based interactive game contributes significant effect to students’ English achievement of fourth grade of primary school cluster 5 in Sukasada district, Buleleng regency in academic year 2016/2017.keyword : English achievement, ICT-based interactive game, young learners
AN EVALUATION STUDY OF THE IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH IN THE ENGLISH INSTRUCTION BASED ON CURRICULUM 2013 IN SMA NEGERI 2 SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Ni Wayan Cintya Prayogi; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.6135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi pengimplementasian pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran bahasa inggris berdasarkan kurrikulum 2013 di SMA Negeri 2 Singaraja, (2) untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh guru selama pengimplementasian pendekatan ilmiah dalam pembelajaran bahasa inggris berdasarkan kurrikulum 2013 di SMA Negeri 2 Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah guru bahasa inggris yang mengajar di kelas X dan XI di SMA N 2 Singaraja. Penelitian ini termasuk penelitian eveluatif dengan menggunakan model diskrepensi (Discrepancy model). Penelitian ini membandingkan antara pengimplementasian pendekatan ilmiah (scientific approach) dengan standar kurikulum 2013. Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dengan menggunakan scoring rubric dan interview. Data berupa skor dari observasi dan dicari persentase dari masing-masing guru dan transkip interview. Hasil analisis menunjukan bahwa pnegimplementasian pendekatan ilmiah (scientific approach) di SMA N 2 Singaraja tidak sesuai dengan standar kurikulum 2013 dan guru-guru mengalami kesulitan pada langkah menanya dan mengkomunikasikan hasil dalam pengimplementasian pendekatan ilmiah.Kata Kunci : Pendekatan Ilmiah, Pembelajaran Bahasa Inggris, deskripensi The study was aimed to (1) evaluate the implementation of scientific approach in the English instruction based on Curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Singaraja, (2) find out the problems encountered during the implementation of scientific approach in the English instruction based on Curriculum 2013 in SMA Negeri 2 Singaraja. The subject of this study was two English teachers of X and XI grade in SMA N 2 Singaraja. This study belongs to evaluative study using discrepancy model. This study compared between the implementation of scientific approach in SMA N 2 Singaraja with the standard based on Curriculum 2013. The techniques for collecting data were observation using scoring rubric and interview. The result of the analysis of scoring rubric was converted into percentage. In conclusion, the result of evaluation of the implementation of scientific approach in teaching English of SMA Negeri 2 Singaraja was not relevant with the standard of Curriculum 2013. There are some missing points in every step when the teachers teach using this approach such as in the questioning and communicating step and the teachers’ problems in implementing scientific approach were in the questioning and communicating step and also the strategy or the technique that was used by the teachers and the limited of media to deliver the material.keyword : Scientific Approach, English instruction, discrepancy
IMPROVING STUDENTS’ WRITING COMPETENCY IN DESCRIPTIVE TEXT BY USING MAKE A MATCH TECHNIQUE AT EIGHT GRADE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 ATAP PEJUKUTAN IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., I Kadek Wardita Eka Putra; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 1 (2016): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i1.8247

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif dan motivasi siswa dengan menggunakan tehnik Make-a-Match pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Atap Pejukutan. Pada penelitian awal menyatakan bahwa siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Atap Pejukutan memiliki kemampuan menulis yang rendah serta motivasi belajar yang rendah. Subjek pada penelitian ini berjumlah 36 orang siswa. Untuk menemukan hasil dari kemampuan siswa pada kempetensi menulis teks descriptif menggunakan tehnik Make-a-Match, dan penulis menggunakan jenis penelitian penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini menggunakan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat proses, diantaranya: rencana, pelaksanaan, penelitian, dan refleksi. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan informasi yang didapat pada observasi. Dan pencapaian siswa pada penelitian awal digunakan untuk mendukung pengumpulan data. Penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan tehnik Make-a-Match dalam menulis mampu meningkatkan kompetensi dan motivasi siswa dalam menulis. Data telah dikumpulkan berdasarkan evaluasi menulis. Respon siswa menunjukan bahwa mereka bersemanga tuntuk menulis, karena mereka merasa lebih mudah untuk menulis menggunakan tehnik Make-a-Match. Persentase siswa yang mampu mencapai standar nilai pada observasi awal hanya 2 siswa (6%), pada siklus I 14 siswa (39%), sementara itu, pada siklus II meningkat menjadi 31 siswa (86%). Itu bisa disimpulkan bahwa implementasi tehnik Dictogloss dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa. Penulis menyarankan pada guru bahasa inggris untuk menggunakan tehnik Make-a-Match dalam mengajar menulis teks deskriptif.Kata Kunci : Metode Make-a-Match, kompetensi menulis, teks deskriptif This study was conducted to improve students writing competency in descriptive text and motivation using Make-a-Match technique at eighth grades students of SMP Negeri 1 Atap Pejukutan. The Preliminary observation indicated that student class VIII of SMP Negeri 1 Atap Pejukutan had low writing in descriptive text and low motivation in learning. The subjects of this study were consisted of 36 students. To find out the result of students writing competency in descriptive text using Make-a-Match technique, the writer used Classroom Action Research (CAR) as the method of research. This study consisted of two cycles, each cycle consisted of four steps, and they were: planning, action, observation, and reflection. To collect and analyze the data, the writer used the information from observation, and the students’ achievement in preliminary and evaluation to support data collected. This study showed that using Make-a-Match technique in teaching writing descriptive text could improve students’ writing competency in descriptive text and motivation. The students’ responses showed that they were excited in writing because they felt easier to write using Make-a-Match technique. The percentage of students who had passed the passing score of writing in preliminary observation were 2 students (6%), in cycle I were 14 students (39%), meanwhile in cycle II were improved into 31 students (86%). It could be concluded that the implementation of Make-a-Match technique could improve the students’ writing competency in descriptive text. And the writer suggested to the other English teacher to use Make-a-Match Technique in teaching writing descriptive text.keyword : Make-a-Match technique, Writing competency, Descriptive text.
WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACKS USED BY ENGLISH TEACHERS OF THE STATE SENIOR HIGH SCHOOLS IN EFL WRITING CLASSES: A STUDY ON TEACHERS AND STUDENTS’ PERCEPTIONS ON THE MOST EFFECTIVE FEEDBACKS ., I Komang Sesara Rakayana; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis umpan balik korektif tertulis digunakan oleh guru-guru di tiga SMA Negeri di Singaraja di kelas menulis, (2) mencari tahu apa yang guru pikir sebagai umpan balik yang paling efektif di antara jenis umpan balik korektif tertulis, dan (3) mencari tahu apa yang siswa pikir sebagai umpan balik korektif tertulis yang paling menguntungkan untuk peningkatan tulisan mereka. Penelitian ini melibatkan enam guru bahasa Inggris dan tiga belas anak kelas sebelas dari tiga SMA Negeri di Singaraja. Data penelitian ini berupa data pengamatan dan data wawancara. Data pengamatan dikumpulkan melalui pengamatan kelas dan tulisan-tulisan mahasiswa yang telah diperbaiki namun belum dikembalikan oleh guru, sedangkan data wawancara dikumpulkan melalui wawancara guru dan siswa. Semua data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umpan balik terintegrasi tampak mendominasi penggunaan. Para guru dan siswa memiliki persepsi yang beraneka mengenai masukan yang paling efektif dan menguntungkan, yang mencerminkan beberapa korespondensi dan perbedaan. Umpan balik secara lisan yang ditemukan dalam penggunaannya adalah jenis umpan balik formatif. Saran-saran diberikan terutama untuk guru bahasa Inggris dan Lembaga Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Guru.Kata Kunci : Umpan balik korektif, tulisan EFL, umpan balik efektif This study aimed at (1) identifying the types of written corrective feedback employed by the teachers in three state senior high schools in Singaraja in writing classes, (2) finding out what the teachers think as the most effective feedback among the types of written corrective feedback, and (3) finding out what the students think as the most beneficial written corrective feedback for their writing improvement. The study involved six English teachers and thirteen eleven graders from three state senior high schools in Singaraja. The data were in the forms of observation data and interview data. The observation data were collected through classroom observations and student writings which had been corrected but not returned yet by the teachers, while the interview data were collected through teacher and student interviews. The data were all analyzed descriptively. The results indicated that the integrated feedbacks seemed dominated the uses of written corrective feedback. The teachers and the students had varied perceptions on the most effective and beneficial feedbacks, which reflect some correspondences and discrepancies. Oral feedback found in use was the formative feedback. Suggestions were mainly provided for English teachers and the Curriculum of Teacher Training and Education Institution.keyword : Corrective feedback, EFL writing, effective feedback
AN ANALYSIS OF CLASSROOM INTERACTION AT VII. 4 CLASS OF SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA IN ACADEMIC YEAR 2014/2015 ., Kadek Agus Juniarta; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 1, No 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.5375

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori interaksi kelas yang terjadi di kelas VII.4 di SMP Laboratorium Undiksha Singaraja berdasarkan Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). Kategori interaksi yang sering digunakan, bahasa yang dominan di gunakan dan alasan menggunakan bahasa tersebut dalam interaksi kelas. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas VII. 4 sebanyak 36 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) accepts feelings terjadi sebanyak 126 ucapan, praises atau encouragement terjadi sebanyak 177 ucapan, accepts atau uses ideas of students terjadi sebanyak 74 ucapan, asks questions terjadi sebanyak 407 ucapan, lecturing terjadi sebanyak 230 ucapan, giving directions terjadi sebanyak 469 ucapan, criticizing atau justifying authority terjadi sebanyak 80 ucapan, students’ talk response terjadi sebanyak 348 ucapan, students’ talk initiation terjadi sebanyak 79 ucapan, silence atau confusion terjadi sebanyak 226 ucapan. Kategori dari interaksi kelas yang paling sering terjadi yaitu giving direction. Bahasa yang dominan di gunakan adalah Bahasa Indonesia yang terjadi sebanyak 1027 ucapan sementara Bahasa Inggris terjadi sebanyak 963 ucapan, selanjutnya alasan menggunakan Bahasa Indonesia dalam interaksi kelas yaitu: (a) karena Bahasa Indonesia digunakan untuk mengklarifikasi instruksi berbahasa inggris. (b) Bahasa Indonesia digunakan untuk mengklarifikasi kata-kata asing bagi siswa. (c) Bahasa Indonesia digunakan untuk memberikan contoh-contoh. (d) Bahasa Indonesia digunakan untuk mengkritisi tingkah laku negatif siswa. (e) Bahasa Indonesia digunakan untuk memberikan feedback. (f) Bahasa Indonesia digunakan untuk bertanya. Kata Kunci : Interaksi Kelas, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). Abstract This research aimed at analyzing the classroom interaction category occurred at VII. 4 class of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja based on Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC). The category which mostly used, the dominant language used and the reasons to use it. The subjects of the research were a teacher and 36 students of VII.4 class. This research employed qualitative research. The results of this research showed that: (1) accepts feelings occurred 126 utterances, praises or encouragement occurred 177 utterances, accepts or uses ideas of students occurred 74 utterances, asks questions occurred 407 utterances, lecturing occurred 230 utterances, giving directions occurred 469 utterances, criticizing or justifying authority occurred 80 utterances, students’ talk response occurred 348 utterances, students’ talk initiation occurred 79 utterances, silence or confusion occurred 226 utterances. (2) The category that mostly occurred was giving direction. (3) The dominant language used was Bahasa Indonesia which occurred 1027 utterances while English occurred 963 utterances, furthermore the reasons of using Bahasa Indonesia during classroom interaction were: (a) because Bahasa Indonesia was used to clarify English instruction. (b) Bahasa Indonesia was used to clarify unfamiliar words. (c) Bahasa Indonesia was used to give examples. (d) Bahasa Indonesia was used to criticize students’ bad behavior. (e) Bahasa Indonesia was used to give feedback. (f) Bahasa Indonesia was used to ask questions. keyword : Classroom Interaction, Flanders Interaction Analysis Categories (FIAC).
DEVELOPING SUPPLEMENTARY WRITING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Made Sarika Rosiki Haera; ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11565

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi menulis untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi menulis yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi menulis diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi menulis yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata. Penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dimana metode yang digunakan mengadopsi model ADDIE (1975). Terdapat lima tahap yang digunakan pada model ADDIE. Diantaranya adalah tahap analisa, tahan desain, tahap pengembangan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelah mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Kemudian produk yang telah dibuat dievaluasi oleh juri ahli untuk mengetahui kualitas dari buku tersebut. Hasil dari juri ahli adalah “sangat baik”. Ini berarti buku yang dikembangkan sesuai untuk diberikan kepada siswa untuk mempelajari materi berbicara di mata pelajaran “front office” kelas X di SMK Nusa Dua Sawan Kata Kunci : front office, buku, materi berbicara, silabus, kebutuhan siswa This study was done to develop the writing materials for front office subject that was used in Tenth Grade Students at SMK Nusa Dua Sawan. The textbook which was developed had the writing materials that based on the syllabus. Besides that some materials was also taken from the real situation in the hotel, in order to prepare the writing materials that reflect the students into real life. This study was RnD research where the method that was used adapted ADDIE model (1975). According to ADDIE model there are 5 stages in developing the product there are Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Those stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development, and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to make the product. Then the product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. The results of the textbook that was given by the experts were excellent. It means that the textbook had been appropriate to be given for tenth the students in learning the writing materials for front office subject in SMK Nusa Dua Sawan. keyword : front office, textbook, writing materials, syllabus, students’ needs
DEVELOPING SUPPLEMENTARY SPEAKING MATERIALS FOR THE FRONT OFFICE SUBJECT OFFERED TO TENTH GRADE STUDENTS AT THE ODD SEMESTER AT SMK NUSA DUA SAWAN ., Ni Made Dwi Jayanti; ., Dr.Sudirman, M.L.S; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8668

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan materi berbicara untuk mata pelajaran “front office” yang digunakan oleh kelas X di SMK Nusa Dua Sawan. Buku yang telah dikembangkan memiliki materi berbicara yang berdasar pada silabus yang dimiliki oleh SMK Nusa Dua Sawan. Disamping itu beberapa materi berbicara diambil dari situasi nyata di hotel guna menyiapkan materi berbicara yang mencerminkan apa yang siswa hadapi di dunia nyata guna menyiapkan siswa untuk bekerja nantinya. Penelitian ini terfokus pada kemampuan berbicara karena berdasarkan penelitian awal, boku yang dimiliki obeh guru tidak terdiri dari materi berbicara. Penelitian ini mengadopsi model Dick & Carey (2005). Berdasarkan Dick & Carey (2005) ada 10 (sepuluh) tahapan dalam mengembangkan produk, namun penelitian ini hanya menggunakan 7 (tujuh) tahapan tersebut yaitu mengidentifikasi tujuan, melakukan analisis gagasan, menganalisis pelajar dan keadaan, mengembangkan model buku, mengembangkan buku, mengembangkan dan melakukan penilaian formatif, dan merevisi buku. Tahapan – tahapan itu dikelompokkan menjadi 3 prosedur penelitian yaitu analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan penilaian. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan beberapa instrument seperti observasi, angket, analisis silabus, dan catatan. Setelang mengumpulkan data, peneliti mulai membuat produk. Produk yang telah dikembangkan diuji ahli oleh para ahli guna mengetahui kualitas dari produk yang telah dibuat. Menurut ahli, buku yang telah dikembangkan digolongkan sebagai buku yang sangat baik. Kata Kunci : front office, materi berbicara, kebutuhan siswa, silabus, buku This study was conducted to develop the speaking materials for front office subject that was used for the Tenth Grade Students in SMK Nusa Dua Sawan. The textbook consisted of speaking materials developed based on the syllabus that the school had. Besides that, some materials were also taken from authentic materials used by front office department in the hotels. T he speaking materials that was presented reflected the real situation in the hotel thus, the students will be more ready to work in their workplace later on. This study was focused on speaking materials because according to preliminary observation, the textbook that the teachers used in the school was not consisted of speaking materials. This study adapted research and development design proposed by Dick, Carey & Carey model (2005). According to Dick, Carey and Carey (2005) there are 10 stages in developing an educational product, meanwhile this study only used 7 stages, namely: Identify the instructional goal, conduct instruct analysis, analyze learners and contact, develop design of the textbook, develop the textbook, develop and conduct formative evaluation, and revise the textbook. The seventh stages were categorized into 3 procedures namely: need analysis, product development and evaluation. In collecting the data, the researcher used several instruments, such as observation, questionnaire, syllabus analysis, and note. After collecting the need in the need analysis step, the researcher started to develop the product. The product that was made was evaluated by the expert judgments in order to know the quality of the textbook. According to the experts, the textbook that was developed was categorized as an excellent textbook. keyword : front office, textbook, speaking materials, syllabus, students’ need
Co-Authors ., Anak Agung Raka Candra Dewi ., Anak Agung Raka Candra Dewi ., Andre Dwi Saka ., Gusti Ayu Putu Taharyanti ., I Gde Panji Naraswara ., I Gde Panji Naraswara ., I Gede Bages Rare Prabadesa ., I Kadek Wardita Eka Putra ., I Kadek Wardita Eka Putra ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., Kadek Puji Wedayani ., Kadek Puji Wedayani ., Komang Sri Wahyuni ., Luh Gede Hesti Parwati ., Luh Gede Hesti Parwati ., Luh Putu Relita Wijayanti ., Luh Putu Relita Wijayanti ., Made Sarika Rosiki Haera ., Made Sarika Rosiki Haera ., Ni Luh Devi Wimayanti ., Ni Luh Devi Wimayanti ., Ni Nengah Nitiadhi ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha Adex Palos Agustin Dwicahya . Anis Azizah Hidayati . Dewa Putu Agus Baruna Widnyana ., Dewa Putu Agus Baruna Widnyana Drs.Gede Batan,MA . Gede Anna Putra ., Gede Anna Putra I Gede Budasi I Gusti Ayu Diah Pusparini ., I Gusti Ayu Diah Pusparini I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Anjas Widya k ., I Putu Anjas Widya k I Putu Sidiasa . I Wayan Suarnajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Kadek Agus Juniarta ., Kadek Agus Juniarta Luh Ade Budanadi ., Luh Ade Budanadi Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Surya Pratiwi ., Luh Putu Ayu Surya Pratiwi Luh Suryani ., Luh Suryani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . Made Dewi Suparwati . Made Seni Ryana . Ngurah Agung Riski Restuaji ., Ngurah Agung Riski Restuaji Ni Kadek Ary Nova Wardani . Ni Km Ari Widyasih . Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Ika Ayu Pertiwi ., Ni Luh Ika Ayu Pertiwi Ni Made Dwi Jayanti ., Ni Made Dwi Jayanti Ni Made Lia Kesumayanti . Ni Made Ratminingsih Ni Made Wulan Sintiyari ., Ni Made Wulan Sintiyari Ni Nyoman Trisna Utami . Ni Wayan Cintya Prayogi ., Ni Wayan Cintya Prayogi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati ., Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati Nyoman Karina Wedhanti Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. .