S.Pd. I Putu Ngurah Wage M .
Unknown Affiliation

Published : 88 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

DEVELOPING FLASHCARDS AND THE MANUAL BOOK FOR TEACHING ENGLISH VOCABULARY FOR YOUNG LEARNERS IN SINGARAJA ., Gusti Ayu Putu Taharyanti; ., Drs.Gede Batan,MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8555

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi tentang penelitian dan pengembangan, dimana bertujuan untuk mengembangkan flashcards dan buku manual sebagai media pengajaran kosakata Bahasa Inggirs untuk anak usia dini di Singaraja. Subjek dari penelitian ini adalah 5 guru Bahasa Inggris, terutamanya dari Sekolah Dasar Negeri. Sekolah - sekolah itu ialah SDN 1 Baktiseraga, SDN 1 Banjar Bali, SDN 2 Banyuasri, SDN 2 Pemaron, and SDN 3 Kampung Baru. Penelitian ini menggunakan desain model yang diajukan oleh Hannafin dan Peck. Instrument yang digunakan ialah panduan interview, kuesioner untuk guru dan siswa, dan lembar penilaian. Data dalam studi ini dianalisis secara qualitatif dan quantitatif. Hasil menunjukkan bahwa ternyata guru tidak memiliki flashcards yang mempuni. Flashcards yang dikembangkan memiliki 11 kategori dari kata benda dan dilengkapi deng buku manual. kualitas flashcards dan buku manual mendapatkan skor hampir 5 (skor tertinggi) dari ahli, dimana hal itu berarti sangat baik. Berdasarkan apa yang telah disebutkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya guru disekolah tidak memiliki flashcards yang mempuni, sehingga flashcards yang mengandung 11 kategori kosakata benda ini dikembangka, dimana flashcards ini dilengkapi dengan buku manual dengan penilaian keduanya yang sangat baik.Kata Kunci : Pengembangan flashcards, flashcards untuk anak usia dini The present study was a Research and Development study which intended to develop flashcards and the manual book as teaching media for teaching English vocabulary for young learner in Singaraja. The subject of this study was five English teachers in Singaraja, especially the state Elementary school. They were SDN 1 Baktiseraga, SDN 1 Banjar Bali, SDN 2 Banyuasri, SDN 2 Pemaron, and SDN 3 Kampung Baru. This study used design model proposed by Hannafin and Peck. The instruments used in this study were interview guide, questionnaires for teachers and students, and the evaluation sheet. The data was analyzed qualitatively and quantitatively. The result shows that teachers actually did not have any representative flashcards. The flashcards developed in this study covered 11 categories of noun and they were provided by manual book to support the implementation of the develop flashcards. The quality of the flashcards and the manual book got score almost 5 (highest score) from experts, which belonged to the excellent category. From the aforementioned result, it can be concluded that the teachers did not have any representative flashcards, therefore the development of flashcards which contained 11 categories of noun was conducted, and was supported by manual book in which their qualities were excellent. keyword : The development of flashcards, flashcards for young learner
AN ANALYSIS OF GRAMMATICAL ERRORS COMMITTED BY THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMA NEGERI 2 BANJAR IN WRITING RECOUNT TEXTS, IN ACADEMIC YEAR 2015/2016 ., Ni Nengah Nitiadhi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.8670

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan jenis-jenis dan penyebab dari kesalahan-kesalahan tata bahasa yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar dalam menulis recount teks, tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah 31 siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar. Objek dari penelitian ini adalah kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh siswa kelas X di SMA Negeri 2 Banjar serta penyebab dari kesalahan-kesalahan tersebut. Berdasarkan temuan, terdapat 327 kesalahan yang ditemukan pada recount teks siswa. Dari 327 kesalahan yang dibuat oleh siswa, terdapat 129 or 39.45% kesalahan dalam bentuk omission, 32 atau 9.78% dalam bentuk addition, 147 atau 44.96% dalam bentuk misformation, dan 19 atau 5.81% dalam bentuk misordering. Disamping itu, kesalahan-kesalahan siswa tersebut disebabkan oleh carelessness, first language interference, dan translation. Dari 327 kesalahan tersebut, 171 atau 52.29%kesalahan disebabkan oleh carelessness, 62 atau 18.96% kesalahan disebabkan oleh first language interference, dan 94 atau 28.75% kesalahan disebabkan oleh translation.Kata Kunci : kesalahan, penyebab-penyebab kesalahan, tulisan, recount teks The purpose of this research was to analyze and describe the types and causes of the grammatical errors committed by the tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar in writing recount texts, in academic year 2015/2016. This research was a qualitative study. The subjects of this research were 31 tenth grade students of SMA Negeri 2 Banjar, in academic year 2015/2016. The objects of this research were the errors and causes of the errors made by the students. Based on the findings, there were 327 errors found in the students? recount texts. Out of 327 errors committed by the students, there were 129 or 39.45% errors in the form of omission, 32 or 9.78% errors in the form of addition, 147 or 44.96% in the form of misformation, and 19 or 5.81% errors in the form of misordering. Besides, it was also found that the errors committed by the students were caused by carelessness, first language interference, and translation. Out of 327 errors committed by the students, there were 171 or 52.29% errors caused by carelessness, 62 or 18.96% errors caused by first language interference, and 94 or 28.75% errors caused by translation.keyword : error, causes of error, writing, recount text
AN ANALYSIS OF EFL TEACHERS AND STUDENTS BELIEFS ABOUT WRITTEN CORRECTIVE FEEDBACK IN WRITING INSTRUCTION ., Andre Dwi Saka; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.; ., Ni Komang Arie Suwastini, S.Pd,M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.11255

Abstract

Umpan balik koreksi tertulis merupakan salah satu strategi yang paling umum digunakan oleh guru EFL dalam merespon masalah siswa dalam menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap keyakinan guru dan siswa terkait umpan balik koreksi tertulis dalam pelajaran menulis EFL. Untuk mengumpulkan data penelitian, dua orang guru dan dua puluh orang siswa dari sebuah sekolah menengah atas di Denpasar, Indonesia, diwawancara. Respon mereka lalu ditranskripsi dan dianalisis secara kualitatif. Hasil dari wawancara menunjukkan bahwa guru memandang umpan balik koreksi tertulis penting dalam meningkatkan akurasi menulis siswa. Namun, mereka juga menyatakan bahwa pemberian umpan balik koreksi tertulis memiliki tantangan tersendiri. Kedua guru memiliki pandangan berbeda terkait umpan balik koreksi tertulis yang efektif untuk diberikan kepada siswa. Salah satu guru lebih memilih menggunakan koreksi langsung, namun di sisi lain, guru yang lain percaya bahwa koreksi tidak langsung adalah yang terbaik. Temuan selanjutnya mengungkapkan bahwa siswa berpendapat umpan balik koreksi tertulis membantu mereka dalam menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam tulisan mereka. Namun, terindikasi juga bahwa siswa mengalami beberapa kesulitan dalam memahami umpan balik dari guru mereka. Oleh karena itu, guru perlu menanggulangi masalah adanya koreksi yang belum dipahami oleh siswa, seperti dengan memberikan koreksi yang lebih jelas atau mengadakan diskusi dengan para siswa setelah pemberian koreksi.Kata Kunci : Umpan balik koreksi tertulis, kesalahan, keyakinan guru dan siswa Written corrective feedback is one of the most common strategies used by EFL teachers in responding to students’ problems in writing. The present study aimed to disclose the beliefs of teachers and students regarding written corrective feedback in EFL writing instruction. Two teachers and twenty students from a senior high school in Denpasar, Indonesia were interviewed to gather the data of this study. The response of the participants were transcribed and analyzed qualitatively. The results of the interviews showed that the teachers viewed written corrective feedback as important in improving students’ writing accuracy. However, they also mentioned that providing written corrective feedback had its own challenges. The teachers had contrasting ideas regarding the type of written corrective feedback that is the most effective to be provided. One teacher held a strong preference for direct written corrective feedback, but on the other hand, the other teacher believed indirect written corrective feedback was the best. Further result reveals that the students found written corrective feedback helpful in locating and revising the errors in their writing. However, the result also indicates that the students experienced some difficulties in understanding their teachers’ feedbacks. Because of that, teachers need to tackle the problems on written corrective feedback that is confusing for students, for instance by giving more clear correction or holding a discussion with the students after the provision of the correction.keyword : Written corrective feedback, error, teachers and students' beliefs
THE AFFIXATION OF BALINESE BATURINGGIT DIALECT ., I Gede Bages Rare Prabadesa; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol 4, No 2 (2016): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v4i2.9499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jumlah awalan dan akhiran, jenis item derivasi dan infleksi, dan morfologi menyerupai awalan dan akhiran di Bali Baturinggit Dialek. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Tiga informan sampel dari Dialek Bahasa Bali Baturinggit dipilih berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman, dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat awalan dan lima akhiran yang ada di Dialek Bahasa Bali Baturinggit. Awalan {ma-}, {n}, {pa-}, dan {ka-}. Akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, {-an}. Awalan dan akhiran bersifat infleksi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {-pa} dan akhiran {-ang} dan {-in}. Awalan dan akhiran bersifat derivasi adalah: awalan {ma-}, {n}, dan {ka-} dan akhiran {-ang}, {-in}, {ne}, {-e}, dan {-an}. Item morfologi menyerupai awalan dan akhiran adalah: proklitika (Ja-) dan (kelo-), dan enklitika (-nane).Kata Kunci : Kata kunci: Dialect Bahasa Bali Baturinggit, awalan dan akhiran derivatif, awalan dan akhiran inflektif, proklitika, dan enklitika. This study aimed to describe the number of prefixes and suffixes, the types of prefixes and suffixes, and the affixes-like morpheme found in Balinese Baturinggit Dialect. This research is a descriptive qualitative study. Three informants’ sample of Balinese Baturinggit Dialect were chosen based on a set criteria. The data were collected based on three technique, namely: observation, recording technique, and interview (listening and noting) technique. The results of the study show that there are four prefixes and five suffixes existing in Balinese Baturinggit Dialect. The prefixes are {ma-}, {n-}, {pa-}, and {ka-} and the suffixes are {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, {-an}. The prefixes and suffixes that belong to derivation are: prefix {ma-}, {n-}, and {pa-} and suffix {-ang} and {-in}. The prefixes and suffixes that belong to inflection are: prefix {ma-}, {n-}, and {ka-} and suffix {-ang}, {-in}, {-ne}, {-e}, and {-an}. The morphological items resemble prefixes and suffixes are: proclitic (ja-) and (kelo-), an enclitic (-nane).keyword : Key Words: Balinese Baturinggit Dialect, derivational prefixes and suffixes, inflectional prefixes and suffixes, proclitic, and enclitic.
THE EFFECT OF PLAN TECHNIQUE TOWARD THE STUDENTS’ READING COMPETENCY FOR THE EIGHTH GRADE OF SMP NEGERI 6 SINGARAJA IN THE ACADEMIC YEAR 2013/2014 ., Ratih Utari Purnama Dewi; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.2591

Abstract

This study aimed at knowing the effect of using PLAN technique toward the students’ reading competency for the eighth grade of SMP Negeri 6 Singaraja. For that reason, this study used the experimental approach involving 70 students as the result samples. The instruments used in this study were teaching scenario and reading competency test, and then the data were analyzed descriptively as well as inferentially. The result of the descriptive statistical data analysis showed that the mean score of the experimental group was 81.79, while the mean score of the control group was 73.00. The data showed that the mean score of the experimental group was higher than the mean score of the control group. Besides, the result of the inferential statistics showed that there was a significant difference in reading competency between the experimental group taught through PLAN technique and the control group taught through Conventional Reading technique (t observed 5.428 which was significant at 0.000 (p
Improving Students' Competency of Writing Narrative Paragraph Through Process-Oriented Scaffolding Technique at SMAN 2 Singaraja in the Academic Year 2013/2014 ., Made Dewi Suparwati; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3298

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf narasi siswa yang ditemukan pada kategori rendah dengan menggunakan teknik process-oriented scaffolding di SMAN 2 Singaraja pada tahun ajaran 2013/2014. Subjek penelitan ini adalah kelas XI IPA3 di SMAN 2 Singaraja Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas dua sesi. Setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dn refleksi berdasarkan Hopkins (2002). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata siswa dalam menulis paragraf narasi mengalami peningkatan. Terlihat dari siklus pertama diperoleh nilai 72.60 yang masih berada pada kategori di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan berhasil mencapai KKM di siklus kedua dengan rerata 84. Persentase siswa yang mampu mencapai KKM pun mengalami peningkatan dari 60% di siklus pertama menjadi 90% di siklus kedua yang berarti bahwa ketuntasan klasikal yaitu 75% telah tercapai. Pencapaian tersebutdiasumsikan terjadi karena kombinasi process approach based writing oleh Harmer (2004) dengan berbagai jenis scaffolding yang dimasukkan ke tiap tahapan menulis. Kombinasi teknik ini meliputi kegiatan drafting (teknik berkelopmpok dan pemberian feedback), revising (konsultasi individu) dan final version (penggunaan scaffolded-instrument dan penggunaan teacher’s corrective feedback). Berdasarkan peneuan pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik scaffolding mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf narasi. Kata Kunci : menulis, paragraf narasi, teknik process-oriented scaffolding This study was a classroom-based action research which aimed at improving the students’ competency of writing narrative paragraph which was found low by using process-oriented scaffolding technique at SMAN 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The subjects of this study were XI IPA3 students of SMAN 2 Singaraja. The study was carried out in two cycles; each cycle consisted of two sessions. Each cycle involved four steps: planning, action, observation and reflection following Hopkins (2002). The data gained were analyzed descriptively. The results showed that the students’ competency of writing narrative paragraph successfully improved from 72.60 in Cycle I which was still below the success indicator to 84 in Cycle II. The percentage of the students who passed the success indicator of 75% also increased from 60% in Cycle I to 90% in Cycle II which meant the classical success indicator was successfully achieved. The achievement was assumed occurred due to the combination of Harmer’s process approach based writing and the scaffolding embedded to each stage of writing. It involved the activities of drafting (grouping technique and providing feedback), revising (individual consultation) and final version (distribution of scaffolded-instruments and the teacher’s corrective feedback). The findings of this study led to a conclusion that the students’ competency of writing narrative paragraph could be improved by using process-oriented scaffolding technique.keyword : writing, narrative paragraph, process-orientred scaffolding technique
AN ANALYSIS OF DERIVATIONAL AND INFLECTIONAL MORPHEMES OF TENGANAN PEGRINGSINGAN DIALECT ., Ni Nyoman Trisna Utami; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses derivasi dan infleksi di Dialek Tenganan Pegringsingan (DTP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dua informan dari Tenganan Pegringsingan telah dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Data dikumpulkan berdasarkan tiga teknik, yaitu: observasi, teknik perekaman dan teknik wawancara (mendengarkan dan mencatat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 awalan di DTP; awalan {ma-}, {N-}, dan {a-}. Ada tiga jenis akhiran di DTP; akhiran {-e}, {-ang}, dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Tenganan Pegringsingan yang termasuk derivasi adalah awalan {ma-}, {N-}, and and suffix {-ang}, dan {-in}. Awalan dan akhiran di Dialek Tenganan Pegringsingan yang temasuk infleksi adalah awalan {N-}, and {a-} and suffix {-ǝ}, {-ang}, and {-in}.Kata Kunci : derivasi, morfem infleksi, dialek Tenganan Pegringsingan The study aimed at describing derivational and inflectional processes in Tenganan Pegringsingan Dialect (TPD). This research is a kind of linguistics research which is design in descriptive qualitative research. Two informants sample of TPD were chosen based on a set of criteria. The data were collected based on three techniques, namely observation, recording technique and interview (listening and noting) technique. The result of the study showed that there were three kinds of prefixes in Tenganan Pegringsingan Dialect; prefix {ma-}, {N-}, and {a-}. There were three kinds of suffixes in Tenganan Pegringsingan Dialect; suffix {-e}, {-ang}, and {-in}. Prefixes and suffixes in TPD having derivational process were: prefix {ma-}, {n-}, and suffix {-ang}, and {-in}. Prefixes and suffixes in TPD having inflectional process were: prefix {N-}, and {a-} and suffix {-ǝ}, {-ang}, and {-in}.keyword : Derivational, Inflectional, Morpheme and Tenganan Pegringsingan Dialect (TPD)
THE QUALITATIVE EVIDENCES THAT UNITE TAMBAKAN AND PELAGA DIALECTS: A COMPARATIVE STUDY ., Ni Wayan Desi Ariani; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan fonologis dan leksikal antara dialek Tambakan (DT) dengan dialek Pelaga (DP). Objek dari penenlitian ini adalah dialek Tambakan dan Pelaga. Tiga orang penutur dari masing-maasing dialek dipilih sebagai informan dalam penelitian ini. Penelitian ini membandingkan dua dialek, yaitu dialek Tambakan dan dIalek Pelaga. Data yang didapatkan dalam bentuk leksikon yang diidentifikasi menggunakan Daftar Kata Swadesh, Daftar Kata Budasi, dan Daftar Kata Holle yang dikumpulkan menggunakan teknik merekam, mendengarkan, dan mencatat. Dalam penelitian ini, sistem fonologi dari kedua dialek dideskripsikan terlebih dahulu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa DT dan DP memiliki persamaan fonologis dan leksikon yang relatif banyak. Terdapat 38 fonem yang sama di posisi awal, tengah, dan akhir pada leksikon kedua dialek tersebut. Fonem yang sama tersebut meliputi: a) enam vokal yang sama: //, /i/, /u/, /e/, // dan /o/; b) lima diftong yang sama: /i/, /u/, //, //, dan /u/; c) dua vokal rangkap yang sama: // and //; d) sembilan belas konsonan yang sama: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, dan /ñ/; e) enam konsonan kluster yang sama: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, dan /kr/. Dari tiga Daftar Kata yang terdiri dari 1.716 leksikon, ditemukan bahwa terdapat 946 leksikon yang sama dan 495 leksikon yang serupa sebagai bukti-bukti kualitatif yang menyatukan kedua dialek tersebut.Kata Kunci : metode perbandingan, aspek fonologis, leksikon, dialek Tambakan, dialek Pelaga This study aimed at describing the phonological and lexical similarities between Tambakan dialect (TD) and Pelaga dialect (PD). The objects of this study were Tambakan and Pelaga dialects. Three speakers from each dialect were chosen as the informants in this study. This study compared two dialects: Tambakan dialect and Pelaga dialect. The obtained data in the form of lexicons identified using Swadesh Wordlists, Budasi Wordlists, and Holle Wordlists were collected through recording, listening, and noting techniques. In this study, the phonological systems of both dialects were firstly described. The results of the study show that TD and PD actually have relatively many phonological and lexical similarities. The study has found that there are 38 same phonemes in the initial, middle and final positions of the words. Those phonemes were: a) six the same vowels phonemes: //, /i/, /u/, /e/, // and /o/; b) five the same diphthongs: /i/, /u/, //, //, and /u/; c) two the same geminate vowels: // and //; d) nineteen the same consonants: /b/, /t/, /d/, /g/, /ʔ/, /h/, //, /k/, /l/, /m/, /n/, /p/, /r/, /s/, /t/, /w/, /y, /ŋ/, and /ñ/; and e) six same consonant clusters: /kl/, /bl/, /pl/, /tl/, /ml/, and /kr/. From the three wordlists containing 1,716 lexicons, it has been found that there are 760 exactly the same lexicons and 546 similar lexicons as the qualitative evidences that unite those two dialects.keyword : comparative method, phonological aspect, lexicon, Tambakan dialect, Pelaga dialect
AN ANALYSIS OF METAPHOR USED IN THE NEWS ITEMS OF JAKARTA POST NEWSPAPER ., Ni Made Lia Kesumayanti; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, MA; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis metafora yang digunakan pada teks berita di koran Jakarta Post, (2) mengidentifikasi jenis metafora yang paling banyak digunakan, dan (3) mendeskripsikan bagaimana metafora digunakan di setiap segmen berita di koran Jakarta Post. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah metafora. Subjek penelitian ini adalah empat koran Jakarta Post yang dipilih secara purposive dengan menggunakan teknik snowball. Dalam mengidentifikasi metafora, metode yang digunakan adalah MIP (Metaphor Identification Procedure). Peneliti, catatan, dan checklist digunakan sebagai instrumen dalam proses pengumpulan data. Data-data tersebut dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam jenis metafora yang digunakan pada teks berita di koran Jakarta Post yang meliputi (1) structural, (2) orientational, (3) ontological, (4) anthropomorphic, (5) animal, dan (6) synaesthesia mentaphor. Structural metaphor adalah jenis metafora yang paling banyak digunakan. Structural metaphor juga mendominasi di tiap segmen berita yaitu Headlines, Business Headlines, National, Archipelago, City, World, Business, World Business, Sports, Life Lines, People, dan Bali Daily.Kata Kunci : metafora, teks berita, koran Jakarta Post This study aimed to (1) identify the kinds of metaphor used in the news items of the Jakarta Post newspapers, (2) identify which kind of metaphor that is mostly used, and (3) describe how the metaphors are used among the news segments in the Jakarta Post newspapers. This research was a qualitative study. The object of this study was metaphor. The subjects of the study were four Jakarta Post newspapers selected purposively by using snowball technique. In identifying the metaphor, the method used was MIP (Metaphor Identification Procedure). The researcher, notes, and checklists were used as the instruments in the data collection process. The data were analysed descriptively by using Miles and Huberman model. The results of this study showed that there were six kinds of metaphor used in the newspapers studied. They were (1) structural, (2) orientational, (3) ontological, (4) anthropomorphic, (5) animal, and (6) synaesthesia metaphor. Among those metaphors, structural metaphor was mostly used in the news items of the Jakarta Post newspapers. It was also dominantly used in each of the twelve news segments of the newspapers which included Headlines, Business Headlines, National, Archipelago, City, World, Business, World Business, Sports, Life Lines, People, and Bali Daily.keyword : metaphor, news items, Jakarta Post newspaper
The Analysis of Terms of Address Used in the Debate Situations in the Indonesia Lawyers Club TV Program (A Sociolinguistics Study) ., Putu Indah Partami Putri; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.; ., I Putu Ngurah Wage M, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 1 No. 1 (2013): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v1i1.3411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi debat dalam program TV Indonesia Lawyers Club, (2) menggambarkan representasi dari kata sapaan yang digunakan oleh peserta dalam situasi perdebatan di program TV Indonesia Lawyers Club. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Obyek penelitian ini adalah kata sapaan. Subjek penelitian ini adalah 62 peserta program TV Indonesia Lawyers Club yang mengucapkan kata sapaan. Data dikumpulkan dengan menggunakan laptop, pemutar video, notebook, dan checklist. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh adalah metode kualitatif dan desain yang digunakan adalah desain kualitatif. Implikasi dari penelitian ini yang mengungkapkan jenis kata sapaan yang digunakan seperti: Nama seperti I Wayan Koster; Istilah kekerabatan seperti Ibu Theresia, dan Saudara AW; Istilah yang samar seperti Pemirsa dan Hadirin; Gelar seperti Mayor Jendral; Istilah kata benda yang abstrak seperti Johan Budi Yang saya hormati; Istilah pekerjaan seperti Penjaga Keamanan; Istilah panggilan sayang seperti Aunty; Selain itu, istilah Teknonyms seperti Anak saya. Dari delapan tipe, sapaan kekerabatan yang paling sering digunakan oleh peserta sebesar 38,19% dari total presentase. Representasi sapaan berdasarkan strategi kesantunan yang digunakan oleh peserta dalam program TV ILC seperti untuk bersikap sopan, pujian, mengekspresikan kealamian, menunjukkan rasa hormat, dan membuat malu seseorang.Kata Kunci : Kata Sapaan, Situasi Debat, Indonesia Lawyers Club This study aimed at: (1) describing types of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program, (2) describing the representation of terms of address used by the participants in the debate situations in the Indonesia Lawyers Club TV program. The study was a descriptive study. The objects of this study were terms of address. The subjects of this study were 62 participants of Indonesia Lawyers Club TV program who produced terms of address. The data were collected by using laptop, video player, notebook, and checklist. The method applied for analyzing the data obtained was qualitative method and the design used was qualitative design. The findings of this study that revealed the types of terms of address used were: name terms such as I Wayan Koster; kinship terms such as Ibu Theresia, and Saudara AW; vague terms such as Pemirsa and Hadirin; title terms such as Major Jendral; abstract noun terms such as; Johan Budi yang saya hormati; occupational terms such as Penjaga Keamanan; endearment terms such as Aunty; and teknonyms terms such as Anak saya. Kinship terms of address type from eight types were most widely used by the participants in ILC TV program amounting to 38,19% of the total percentage. There are several reasons used by the participants in order to represent terms of address such as being-polite, complimenting, expressing naturalness, losing-other’s-face context and expressing-neutralness context.keyword : Terms of Address, Debate Situations, Indonesia Lawyers Club
Co-Authors ., Anak Agung Raka Candra Dewi ., Anak Agung Raka Candra Dewi ., Andre Dwi Saka ., Gusti Ayu Putu Taharyanti ., I Gde Panji Naraswara ., I Gde Panji Naraswara ., I Gede Bages Rare Prabadesa ., I Kadek Wardita Eka Putra ., I Kadek Wardita Eka Putra ., I Made Partha Sarathi ., I Made Partha Sarathi ., Kadek Puji Wedayani ., Kadek Puji Wedayani ., Komang Sri Wahyuni ., Luh Gede Hesti Parwati ., Luh Gede Hesti Parwati ., Luh Putu Relita Wijayanti ., Luh Putu Relita Wijayanti ., Made Sarika Rosiki Haera ., Made Sarika Rosiki Haera ., Ni Luh Devi Wimayanti ., Ni Luh Devi Wimayanti ., Ni Nengah Nitiadhi ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha Adex Palos Agustin Dwicahya . Anis Azizah Hidayati . Dewa Putu Agus Baruna Widnyana ., Dewa Putu Agus Baruna Widnyana Drs.Gede Batan,MA . Gede Anna Putra ., Gede Anna Putra I Gede Budasi I Gusti Ayu Diah Pusparini ., I Gusti Ayu Diah Pusparini I Komang Alit Putra ., I Komang Alit Putra I Komang Sesara Rakayana . I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Anjas Widya k ., I Putu Anjas Widya k I Putu Sidiasa . I Wayan Suarnajaya Ida Bagus Putu Kusuma Adi . Kadek Agus Juniarta ., Kadek Agus Juniarta Luh Ade Budanadi ., Luh Ade Budanadi Luh Putu Artini Luh Putu Ayu Surya Pratiwi ., Luh Putu Ayu Surya Pratiwi Luh Suryani ., Luh Suryani M.L.S ., Dr.Sudirman, M.L.S M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. M.Pd. S.Pd. Luh Indrayani . Made Dewi Suparwati . Made Seni Ryana . Ngurah Agung Riski Restuaji ., Ngurah Agung Riski Restuaji Ni Kadek Ary Nova Wardani . Ni Km Ari Widyasih . Ni Komang Arie Suwastini Ni Komang Sri Wahyuni ., Ni Komang Sri Wahyuni Ni Luh Ika Ayu Pertiwi ., Ni Luh Ika Ayu Pertiwi Ni Made Dwi Jayanti ., Ni Made Dwi Jayanti Ni Made Lia Kesumayanti . Ni Made Ratminingsih Ni Made Wulan Sintiyari ., Ni Made Wulan Sintiyari Ni Nyoman Trisna Utami . Ni Wayan Cintya Prayogi ., Ni Wayan Cintya Prayogi Ni Wayan Desi Ariani . Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati ., Ni Wayan Sri Ayu Rusiniawati Nyoman Karina Wedhanti Putu Indah Partami Putri . Putu Kerti Nitiasih Ratih Utari Purnama Dewi . S.Pd. Putu Eka Dambayana S. .