Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DENGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z Novendra, Ilham; Sarajar, Dewita Karema
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.6110

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear of Missing Out (FoMO) and the intensity of social media use in Generation Z. The method used is a quantitative research method with a correlational design to determine the relationship between FoMO (independent variable) and the Intensity of Social Media Use in Generation Z (dependent variable). The sampling technique applied is nonprobability sampling with the sampling technique method used is purposive sampling. The subjects in this study were Generation Z individuals aged 18–27 years who actively use social media for at least more than three hours per day, with a total of 104 respondents. The data collection method used a questionnaire with a Likert scale with four answer options. Data analysis was carried out using the Spearman's rho correlation method via SPSS version 21.0. The results of the correlation test showed a coefficient value of 0.796 with a significance of 0.000, indicating a very strong and positive relationship between FoMO and the intensity of social media use. This finding indicates that the higher the level of FoMO, the higher the intensity of social media use. ABSTRAK     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan intensitas penggunaan media sosial pada Generasi Z. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional guna mengetahui hubungan antara FoMO (variabel independent) dengan Intensitas Penggunaan Media Sosial pada  Generasi Z (variabel dependent). Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah nonprobability sampling dengan metode teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Subjek dalam penelitian ini adalah individu Generasi Z berusia 18–27 tahun yang aktif menggunakan media sosial minimal lebih dari tiga jam per hari, dengan jumlah responden sebanyak 104 orang. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert dengan empat opsi pilihan jawaban. Analisis data dilakukan menggunakan metode korelasi Spearman’s rho melalui SPSS versi 21.0. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,796 dengan signifikansi 0,000, menandakan adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara FoMO dan intensitas penggunaan media sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi pula intensitas penggunaan media sosial.
Hubungan Antara Keterampilan Sosial Dan Problem Focused Coping Guru Pembimbing Khusus Gumilanggeng, Lima Mash Liberty; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10254

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional, ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan sosial dengan problem focused coping pada Guru Pembimbing Khusus. Jumlah partisipan pada penelitian ini berjumlah 50 orang guru yang berprofesi sebagai guru pembimbing khusus, terdaftar sebagai guru pembimbing khusus di SD atau SMP yang berada di Kota Salatiga dengan pengambilan data menggunakan google form yang diberikan oleh peneliti. Alat ukur yang digunakan adalah skala Social Skill Inventory (SSI) oleh Riggio (1986) untuk mengukur keterampilan sosial dan skala Problem Focused Style of Coping (PF-SOC) oleh Lazarus (1984) untuk mengukur problem focused coping. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara keterampilan sosial dengan problem focused coping GPK, dengan hasil r = 0,561 dengan nilai signifikan = 0,000 (p<0,05) yang artinya semakin baik keterampilan sosial maka semakin baik pula problem focused coping GPK, dan sebaliknya. Kata Kunci: Keterampilan Sosial;Problem Focused Coping;Guru Pembimbing Khusus
Problem Focused Coping dan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Tingkat Akhir UKSW yang Menyusun Tugas Akhir Sulistyorini, Marella Ardelia; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12158

Abstract

Prokrastinasi adalah ketidakmampuan pengaturan diri individu yang mengakibatkan dilakukannya penundaan pekerjaan secara sengaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi adalah problem focused coping. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara problem focused coping dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 130 mahasiswa akhir Universitas Kristen Satya Wacana yang menyusun tugas akhir. Skala yang digunakan yaitu Cope oleh Carver (1989) dan Tuckman Procrastination Scale (TPS) oleh B.W. Tuckman (1991). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif signifikan antara problem focused coping dan prokrastinasi akademik dengan nilai koefisien korelasi -0,490 dan signifikansi 0,000 (p<0,05). Penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan problem focused coping dalam menghadapi tekanan sehingga dapat mengurangi kecenderungan prokrastinasi akademik dalam pengerjaan tugas akhir. Kata Kunci: prokrastinasi akademik; problem focused coping; mahasiswa akhir Procrastination is the self-regulatory failure that results in the intentional delay of work. One of the influencing factors of procrastination is problem-focused coping. This study is a quantitative correlational research aiming to investigate the relationship between problem-focused coping and academic procrastination. The participants in this study were 130 final-year students at Satya Wacana Christian University who were working on their final assignments, selected through purposive sampling. The instruments used were Carver's Cope Inventory (1989) and the Tuckman Procrastination Scale (TPS) by B.W. Tuckman (1991). The findings reveal a significant negative correlation between problem-focused coping and academic procrastination, with a correlation coefficient of -0.490 and a significance level of 0.000 (p < 0.05). This research suggests that enhancing problem-focused coping strategies among students facing academic pressures could reduce tendencies toward academic procrastination in completing final assignments. Keywords: academic procrastination; problem-focused coping; final-year students
Hubungan Motivasi Belajar dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana Tamon, Putri Ivana Kezia; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12160

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan prestasi akademik. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan total partisipan sebanyak 103 mahasiswa Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana. Instrumen penelitian ini menggunakan skala motivasi belajar dan indeks prestasi kumulatif (IPK). Penelitian ini menggunakan metode analisis data uji korelasi pearson atau Correlation Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan korelasi sebesar r = 0,465 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi akademik pada mahasiswa fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan Universitas Kristen Satya Wacana, yang artinya semakin tinggi motivasi maka semakin tinggi prestasi akademik dan sebaliknya jika prestasi akademik rendah maka makin rendah motivasi belajar.
Kesepian dengan Kecenderungan Adiksi Media Sosial Penggemar K-pop di Indonesia Hombokau, Zefanya Mikha; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12691

Abstract

Penggemar K-pop sangat erat dengan kemajuan teknologi, salah satunya dengan perkembangan platform media sosial. Ketika mengakses media sosial secara berlebihan dapat memunculkan kecenderungan adiksi media sosial. Akan tetapi, hal tersebut dilakukan oleh penggemar K-pop untuk menghilangkan rasa kesepian yang dialami. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kesepian dengan kecenderungan adiksi media sosial pada penggemar K-pop di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Terdapat dua skala yang digunakan yaitu skala University of California Los Angeles (UCLA) Loneliness Scale Version 3 yang dikemukakan oleh Russell (1996) dan skala Social Media Addiction Scale - Student Form: The Reliability and Validity Study yang dikembangkan oleh Sahin (2018). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 186 penggemar K-pop menjadi partisipan dalam penelitian ini. Semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan maka semakin tinggi pula tingkat kecenderungan adiksi media sosial yang muncul.
Hubungan Antara Pola Asuh Otoriter Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMK Negeri X Salatiga Vivianti, Debora; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pola asuh otoriter dan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa di SMK Negeri X Salatiga. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam studi ini dengan metode korelasional. Sampel terdiri dari 140 siswa yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Parental Authority Questionnaire (PAQ) untuk mengukur pola asuh otoriter dan Academic Procrastination Scale (APS) untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik. Teknik analisis data menggunakan korelasi Spearman’s Rho. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif signifikan antara pola asuh otoriter dengan prokrastinasi akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas pola asuh otoriter yang diterapkan, maka semakin tinggi pula kecenderungan siswa untuk menunda tugas akademiknya. Kata Kunci : pola asuh otoriter, prokrastinasi akademik, remaja   Abstract This study aims to determine the relationship between authoritarian parenting and academic procrastination among students at SMK Negeri X Salatiga. A quantitative approach with a correlational method was employed. The sample consisted of 140 students selected through accidental sampling. Instruments used include the Parental Authority Questionnaire (PAQ) to assess authoritarian parenting and the Academic Procrastination Scale (APS) to assess academic procrastination. Data analysis was conducted using Spearman's Rho correlation. The results showed a significant positive correlation between authoritarian parenting and academic procrastination. These findings suggest that the higher the intensity of authoritarian parenting, the higher the students' tendency to procrastinate academically. Keywords: authoritarian parenting; academic procrastination; Teenager
Hubungan Antara Phubbing dengan Kualitas Persahabatan Remaja Paulus, Margaritha Serlin; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku phubbing dengan kualitas persahabatan pada remaja berusia 16-19 tahun yanga aktif menggunakan smartphone. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 202 pertisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah adanya Friendship Quality Questionnaire (FQQ) dan skala phubbing (PS). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara phubbing dan kualitas persahabatan dengan koefisien korelasi sebesar 0,696 (p<0,05). Artinya, semakin tinggi perilaku phubbing, semakin tinggi pula kualitas persahabatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan smartphone, jika dikelola dengan bijak, tidak selalu berdampak negatif terhadap hubungan sosial. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai dinamika interaksi remaja di era digital dan pentingnya menyesuaikan penggunaan teknologi dalam konteks sosial Kata Kunci: interaksi sosial, kualitas persahabatan, phubbing, , remaja, smartphone
Hubungan Tipe Kepribadian Agreeableness dengan Self Disclosure di Dalam Media Sosial Pada Dewasa Awal Kamulyan, Alvino Diri; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe kepribadian Agreeableness dengan Self disclosure di media sosial pada dewasa awal. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif korelasional, melibatkan 152 partisipan berusia 18-25 tahun yang merupakan pengguna aktif Instagram dan TikTok. Pengumpulan data menggunakan skala Agreeableness yang mengacu pada dimensi McCrae & Costa dan skala Self disclosure yang mengacu pada dimensi De Vito. Hasil analisis menggunakan korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara Agreeableness dengan Self disclosure (r = 0.630, p < 0.001), dengan kontribusi Agreeableness terhadap Self disclosure sebesar 39.69%. Mayoritas responden memiliki tingkat Agreeableness (38.8%) dan Self disclosure (67.8%) dalam kategori sedang. Temuan ini mengimplikasikan bahwa semakin tinggi tingkat Agreeableness seseorang, semakin tinggi pula kecenderungan mereka untuk melakukan Self disclosure di media sosial, dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara keterbukaan dan privasi dalam berinteraksi
Pengaruh Self-Esteem terhadap Sport Burnout Siswa Atlet Futsal Tingkat SMA/K Kota Salatiga Ardyanta, Daniel Diky; Sarajar, Dewita Karema
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-esteem terhadap sport burnout pada siswa atlet futsal tingkat SMA/K di Kota Salatiga. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tuntutan akademik dan olahraga yang dihadapi siswa atlet, yang berpotensi menyebabkan kelelahan olahraga (sport burnout). Self-esteem sering dikaitkan dengan performa serta kesejahteraan psikologis atlet, tetapi hubungannya dengan sport burnout masih belum jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Sampel terdiri dari 102 siswa atlet futsal yang telah berkompetisi minimal dua tahun. Instrumen yang digunakan adalah The School Short-form Coopersmith Self-esteem Inventory dan Sport Burnout Inventory-Dual Career (SPBI-DC). Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara self-esteem terhadap sport burnout (p > 0,05), dengan kontribusi self-esteem hanya sebesar 0,9%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya manajemen stres dan dukungan sosial bagi siswa atlet untuk meminimalisir risiko burnout.
Hubungan Dukungan Sosial Dengan Self-Efficacy Pada Ibu Menyusui Yang Bekerja Hapsari, Qanaya Ratih; Sarajar, Dewita Karema
JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL SOSIAL EKONOMI DAN HUMANIORA
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jseh.v10i2.502

Abstract

Breastfeeding mothers who work face their own set of challenges during the breastfeeding process. Breastfeeding while working is not to be underestimated, especially in the absence of social support and self-efficacy among mothers. Support from coworkers emerges as one of the factors that can enhance self-efficacy among breastfeeding mothers. Such support can aid mothers in overcoming the challenges they face while breastfeeding. The aim of this research is to ascertain the relationship between social support and self-efficacy among working breastfeeding mothers. The approach employed in this research is a quantitative correlational approach with a sample size of 97 respondents. The sampling technique utilized in this research is non-probability sampling. Data analysis results indicate a correlation coefficient of r = 0.583, suggesting a positive relationship between social support and self-efficacy. This implies that higher levels of social support correspond to higher levels of self-efficacy among working breastfeeding mothers.