Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA PANTI ASUHAN THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF EFFICACY AND SELF ADJUSTMENT IN ADOLESCENTS IN ORPHANAGES Sembiring, Yemima Claudya br; Sarajar, Dewita Karema
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.43530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan penyesuaian diri pada remaja panti asuhan, menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian terdiri dari remaja Panti Asuhan Woro Wiloso Salatiga berusia 13-18 tahun, dengan sampel sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa angket menggunakan skala Likert, terdiri dari skala self-efficacy dan skala penyesuaian diri. Uji daya diskriminasi menunjukkan 21 item valid untuk self-efficacy dan 23 item valid untuk penyesuaian diri, dengan kriteria korelasi item-total ≥ 0,30. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha menghasilkan nilai 0,783 untuk self-efficacy dan 0,786 untuk penyesuaian diri, yang menunjukkan instrumen self-efficacy reliabel, sementara penyesuaian diri memerlukan penyempurnaan lebih lanjut. Hasil analisis data menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat self-efficacy dan penyesuaian diri yang cukup baik dengan variasi dalam batas wajar.
Harmoni budaya: dukungan keluarga dalam membangun prestasi mahasiswa melalui tradisi rambu Solo Palungan, Glori Debora; Sarajar, Dewita Karema
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202423860

Abstract

Masyarakat Toraja, dengan warisan budaya yang mendalam, dengan teguh menjaga tradisi mereka, termasuk upacara Rambu Solo', sebagai gaya hidup yang turun-temurun. Rambu Solo', juga dikenal sebagai ritual kematian suku Toraja, didasarkan pada keyakinan leluhur mereka, yang diperintah oleh filsafat "Aluk Todolo". Upacara sakral ini, yang integral dalam budaya Toraja, menuntut sumber daya dan partisipasi yang signifikan dari keluarga, sering kali mengakibatkan prioritas lebih tinggi dibandingkan pendidikan dan masa depan anak-anak mereka. Di tengah Rambu Solo', beberapa keluarga tertentu, terutama yang berjuang mempertahankan status sosial mereka, berhadapan dengan dilema mendukung pendidikan anak-anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial orang tua yang melakukan pesta adat Rambu Solo’ dengan motivasi berprestasi mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan yang normal antara dukungan sosial orang tua yang melakukan pesta adat Rambu Solo’ dengan motivasi berprestasi mahasiswa. Berdasarkan hasil uji perhitungan korelasi dimana nilai r sebesar 0,441 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Dengan demikian, motivasi berprestasi mahasiswa akan meningkat apabila dengan banyaknya dukungan sosial orang tua yang di rasakan
Hubungan Pola Asuh Otoriter Dengan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Di Kabupaten Fakfak Karams, Chantika Adventzia Theresia; Sarajar, Dewita Karema
YUME : Journal of Management Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v8i2.8971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dan perilaku seksual pranikah pada remaja di Kabupaten Fakfak. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 137 remaja berusia 15–21 tahun melalui kuesioner daring. Instrumen yang digunakan adalah skala pola asuh otoriter dan skala perilaku seksual pranikah. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pola asuh otoriter dan perilaku seksual pranikah (r = 0,515; p < 0,05). Semakin tinggi tingkat pola asuh otoriter, semakin besar kecenderungan remaja terlibat dalam perilaku seksual pranikah. Penelitian ini menekankan pentingnya pola asuh yang komunikatif dan edukatif dalam mendampingi remaja.Kata kunci: pola asuh otoriter; perilaku seksual pranikah; remaja; Kabupaten Fakfak
A Comparative Study of Off-Task Behavior in the Classroom Among Senior and Vocational High School Students in Salatiga: Analysis of Aspect and Causal Factor Glorya Cipta Husada Nusantara; Sarajar, Dewita Karema
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.7733

Abstract

Not all students remain focused during classroom learning. Some engage in other activities that divert their attention from the learning process. This behavior is known as off-task behavior. This study examines six aspects of off-task behavior in classrooms: inattention, out of seat, noncompletion of task, talking without permission, unmotivated to learn, and unprepared for class, among high school and vocational school students in Salatiga. This research employs a quantitative comparative method with an Independent Sample t-test for statistical analysis. The participants are 500 students, including 250 high school students and 250 vocational school students, selected through purposive sampling. Results indicate no significant difference in off-task behavior between high school and vocational school students (p = 0.451). Both high school and vocational school students predominantly fall into the moderate category. This study provides insights into differences in behavioral tendencies and aspects of off-task behavior in the classroom. Keywords: off-task behavior, classroom, student, senior high school, vocational high school, secondary education
Pengaruh Father Involvement Pada Self-Esteem Remaja Perempuan Broken Home Sitepu, Putri Lorensia; Sarajar, Dewita Karema
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 11 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i11.2869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh father involvement pada self-esteem remaja perempuan dengan keluarga broken home atau bercerai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis regresi. Partisipan dalam penelitian ini adalah 105 remaja perempuan broken home, yang diambil menggunakan teknik Non Probability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengukuran menggunakan Perceived Father Involvement Questionnaire (PFIQ) (?=0,969) dan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) (?=0,805). Metode yang digunakan dalam analisis data penelitian yaitu menggunakan metode statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa father involvement berpengaruh pada self-esteem (t = 10,739 dan sig. = 0,000). Father involvement dalam pengasuhan terbukti mempengaruhi self-esteem remaja perempuan yaitu sebesar 72,7%. Implikasi dari penelitian ini adalah agar masyarakat lebih sadar tentang pentingnya meningkatkan father involvement agar self-esteem remaja perempuan dapat berkembang dengan baik.
Pengaruh Pelatihan Self-Regulated Learning Terhadap Prokrastinasi Penyelesaian Skripsi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Sarajar, Dewita Karema
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.765 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i2.393

Abstract

Prokrastinasi dapat terjadi pada mahasiswa terutama pada penyelesaian tugas akhir atau skripsi. Prokrastinasi adalah perilaku yang merugikan individu terkait dengan rendahnya kemampuan untuk meregulasi diri sendiri. Kemampuan regulasi diri dikenal dengan self-regulated learning yaitu proses mengaktifkan kemampuan kognisi, afeksi dan perilaku untuk menunjang proses pencapaian tujuan belajar. Penelitian ini menguji pengaruh self-regulated learning, yang diberikan dalam bentuk pelatihan, pada prokrastinasi penyelesaian skripsi mahasiswa. Penelitian ini melibatkan 18 orang mahasiswa yang telah mengerjakan skripsi selama 2 semester lebih. Skala prokrastinasi penyelesaian skripsi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian dengan analisis statistik Uji-t dengan independent sample t-test (α = 5%) menggunakan skor post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menunjukkan nilai tsebesar = 2.189 dengan p = 0.04 (p < 0,05) sehingga dapat dikatakan bahwa ada perbedaan skor post-test antara KE dan KK, dimana skor KE lebih rendah dibandingkan skor KK. Kelompok yang mendapat pelatihan self-regulated learning menunjukkan penurunan prokrastinasi dibandingkan kelompok yang tidak mendapat pelatihan self-regulated learning. 
KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN PERKAWINAN PADA ISTRI YANG MENIKAH DINI DI KABUPATEN GROBOGAN Romadhoni, Nofrida Tiar Ayu; Sarajar, Dewita Karema
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6671

Abstract

This study aims to determine the relationship between emotional maturity and marital adjustment among wives who married at an early age in Grobogan Regency. The data analysis method employed in this research is the Pearson correlation test, as the study involves one independent variable and one dependent variable. The correlation was calculated using SPSS version 25. Early marriage is often accompanied by various challenges, both emotionally and in the dynamics of the marital relationship, which can affect the quality of marital adjustment. This research uses a quantitative approach with a survey method, involving wives who were married under the age of 20 as respondents. The instruments used in the study include an emotional maturity scale and a marital adjustment scale. The results of the data analysis show a significant relationship between emotional maturity and marital adjustment. The higher the level of emotional maturity, the better the adjustment within the household. These findings underscore the importance of emotional readiness in facing marriage, particularly for women who marry at a young age.
Self-Esteem dengan Perilaku Schadenfreude pada Mahasiswa Universitas di Pulau Jawa Marsseda, Salsabila Agustine; Soetjiningsih, Christina Hari; Sarajar, Dewita Karema
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i3.12723

Abstract

Self-esteem is a crucial factor in an individual's life that influences various psychological and social aspects, including schadenfreude, which refers to the pleasure one feels at another person's misfortune. This study aims to examine the relationship between self-esteem and schadenfreude behavior among university students in Java, Indonesia. This research employs a quantitative approach with a correlational design. The study involved 253 students selected using a purposive sampling technique. Self-esteem was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), while schadenfreude behavior was assessed using the Schadenfreude Scale developed by Crysel and Webster (2018). Statistical analysis revealed a significant negative correlation between self-esteem and schadenfreude, with a correlation value of r = -0.699; p < 0.05. The majority of respondents exhibited moderate levels of self-esteem (48.86%) and schadenfreude behavior (51.14%). These findings imply that the higher an individual's self-esteem, the lower their tendency to experience schadenfreude, and vice versa.
KELEKATAN FIGUR AYAH DENGAN GAYA PACARAN PEREMPUAN GENERASI Z Keisya Shaskia Dea Fanda; Dewita Karema Sarajar
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i9.12308

Abstract

This Study aims to examine the relationship between father-figure attachment and dating styles among Generation Z women in Indonesia, who are navigating a transition from collectivistic cultural values to digital modernity. Using a quantitative correlational design, the research involved 218 female respondent aged 17-25 years who completed an online questionnaire. The instruments used were the Adult Scale of Parental Attachment-Short Form (ASPA-SF) and the Love Attitudes Scales (LAS), both demonstrating high reliability (α = 0,977 and α = 0,955). Data analysis using the Spearman Rank correlation test yielded a coefficient value of ρ = 0,679 with p < 0,001, indicating a significant positive relationship between father-figure attachment and dating style. These findings suggest that strong emotional attachment to the father plays a crucial role in shaping healthier, more adaptive, and mutually respectful romantic relationship patterns. Theoretically, this study reinforces Bowlby’s attachment theory within the Indonesian cultural context, while practically, it provides a foundation for developing culturally grounded family counseling programs that emphasize emotional involvement of fathers to support the formation of healthy romantic relationship among young adult women.
Hubungan Antara Keterlibatan Orangtua dan Krisis Identitas Pada Remaja Akhir di Jawa Tengah Narita Kristi Adya Mahanani; Dewita Karema Sarajar
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4520

Abstract

Masa remaja akhir (18–21 tahun) adalah fase penting transisi menuju kedewasaan yang ditandai oleh pembentukan identitas diri. Kegagalan dalam eksplorasi dan komitmen identitas dapat memicu krisis identitas, menghambat kesiapan memasuki peran dewasa. Penelitian ini menguji hubungan antara keterlibatan orang tua dan krisis identitas pada remaja akhir di Jawa Tengah menggunakan metode kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan melalui Skala Keterlibatan Orangtua dan Skala Krisis Identitas, serta dianalisis dengan teknik korelasi Pearson. Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara keterlibatan orang tua dan krisis identitas, di mana keterlibatan yang tinggi mengurangi kecenderungan remaja untuk mengalami krisis identitas. Penelitian ini menekankan pentingnya keterlibatan orang tua yang suportif dalam mendukung eksplorasi identitas remaja.