Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dampak Kerja Shift terhadap Kesehatan Reproduksi: Kajian Sistematis pada Tenaga Kesehatan Wanita Hapsari, Restiana Kartika Mantasti; Noor, Ihya Hazairin; Nisa, Mufatihatul Aziza; Fakhriyah, Fakhriyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 12 No 2 (2025): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v12i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kerja shift terhadap kesehatan reproduksi tenaga kesehatan wanita, dengan fokus utama pada prevalensi gangguan siklus menstruasi. Tinjauan sistematis dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA dengan menelusuri artikel dari database PubMed, CINAHL, Embase, dan Scopus untuk periode 2020–2025. Sebanyak 14 studi observasional dan meta- analisis yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi gangguan menstruasi lebih tinggi pada tenaga kesehatan wanita yang bekerja shift dibandingkan dengan non-shift, yaitu berkisar antara 31,5% hingga 60,2%. Gangguan yang paling sering dilaporkan adalah siklus menstruasi tidak teratur, dismenore, dan menopause dini. Peningkatan prevalensi ini berkaitan erat dengan gangguan ritme sirkadian, stres kerja, dan perubahan hormonal akibat pola kerja yang tidak teratur. Temuan ini menunjukkan bahwa kerja shift merupakan faktor risiko signifikan terhadap gangguan siklus menstruasi pada pekerja wanita, sehingga diperlukan kebijakan dan intervensi preventif di lingkungan kerja.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN AGE, GENDER, AND LENGTH OF EMPLOYMENT WITH WORK-RELATED STRESS AMONG NURSES Hapsari, Restiana Kartika Mantasti; Noor, Ihya Hazairin; Nisa, Mufatihatul Aziza
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1780

Abstract

Background: Work-related stress is a common issue among nurses and can affect their performance, quality of care, and psychological well-being. This study aimed to analyze the relationship between age, gender, and length of service with work-related stress levels among nurses at a hospital in Banjarbaru City.Methods: A quantitative approach with a cross-sectional design was used. The sample consisted of 120 nurses at a hospital in Banjarbaru City selected through proportional stratified random sampling. Data were collected using a demographic questionnaire and the Perceived Stress Scale (PSS), which has been validated in previous studies with a Cronbach’s alpha of 0.82. Data were analysed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05.Results: The results showed no significant relationship between age (p=0.298), gender (p=0.397), and length of service (p=0.581) and the level of work-related stress. However, descriptive results indicated a higher proportion of stress among nurses who were female, younger, and had longer work experience.Conclusion: It is recommended that hospital management focus more on workload, work environment, and psychosocial support rather than individual demographic factors in managing work stress.
Muda Hebat, Cegah Pernikahan Dini: Pembentukan Komunitas Remaja Anti Pernikahan Dini di Wilayah Lahan Basah Noor, Meitria Syahadatina; Putri, Andini Octaviana; Hapsari, Restiana Kartika Mantasti; Fitria, Yanti; Fakhriyah, Fakhriyah; Nisa, Mufatihatul Aziza
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/45kd1j63

Abstract

Desa Melayu Ilir terletak di wilayah lahan basah, memiliki angka pernikahan dini yang tinggi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pernikahan dini banyak terjadi di daerah dengan tingkat pendidikan rendah dan kondisi ekonomi yang kurang stabil. Kondisi ini relevan dengan situasi di Desa Melayu Ilir, di mana akses terhadap pendidikan masih terbatas dan banyak keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi. Upaya pencegahan pernikahan dini dilakukan dengan intervensi berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang risiko pernikaan dini melalui edukasi, diskusi kelompok dan kegiatan pemberdayaan remaja melalui pembentukan komunitas anti pernikahan dini. Kegiatan terdiri dari penyuluhan tentang pernikahan dini dan pelatihan pemasaran digital.  Indikator yang digunakan untuk evaluasi sebelum dan setelah penyuluhan adalah pengetahuan dan sikap tentang pernikahan dini.  Rerata skor pengetahuan sebelum edukasi adalah 5.5, dan sikap 16.9.  Sedangkan rerata skor pengetahuan setelah edukasi adalah 7.3 dan sikap 17.2.  Hasil uji beda dengan Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan skor pengetahuan tapi tidak terdapat perbedaan skor sikap sebelum dan setelah edukasi.  Kesimpulannya adalah kegiatan edukasi dan pemberdayaan remaja melalui pembentukan komunitas anti pernikahan dini dapat meningkatkan pengetahuan remaja di desa Melayu Ilir.
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH DI KECAMATAN MARTAPURA TIMUR Noor, Meitria Syahadatina; Putri, Andini Octaviana; Fakhriyah, Fakhriyah; Anhar, Vina Yulia; Nisa, Mufatihatul Aziza; Noor, Ihya Hazairin; Fitria, Yanti; Waluyo, Setyo Teguh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37669

Abstract

Abstrak: Remaja masih menghadapi berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi yang benar dan menyeluruh, termasuk di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan perilaku berisiko apabila tidak diimbangi dengan edukasi yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan reproduksi remaja, pernikahan dini, dan NAPZA. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan kesehatan bekerja sama dengan Madrasah Aliyah di Kecamatan Martapura Timur dengan melibatkan 49 santri. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi tanya jawab, pemanfaatan media video dan leaflet, serta permainan edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 40,8% santri mengalami peningkatan nilai pengetahuan, disertai meningkatnya partisipasi dan keterlibatan santri selama proses edukasi. Peningkatan pemahaman juga terlihat pada seluruh topik materi yang disampaikan, sehingga berkontribusi memperkuat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di sekolah.Abstract: Teenagers still face various reproductive health issues influenced by limited access to accurate and comprehensive information, including in religious-based educational environments. This condition has the potential to increase risky behavior if not balanced with appropriate education. This community service activity aimed to increase students' knowledge about adolescent reproductive health, early marriage, and drugs, alcohol, and tobacco. The activity was carried out in the form of health education in collaboration with Madrasah Aliyah in East Martapura District, involving 49 students. The methods used included lectures, question and answer discussions, the use of videos and leaflets, and educational games. Evaluation was conducted by measuring knowledge before and after the activity using a questionnaire. The results of the activity showed that 40.8% of students experienced an increase in knowledge scores, accompanied by increased participation and involvement of students during the education process. An increase in understanding was also seen in all topics covered, so this activity contributed to strengthening knowledge of adolescent reproductive health in the school environment.