Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Dan Skrining Kesehatan Dalam Upaya Deteksi Awal Hipretensi, Kolesterol Dan Diabetes Melitus Di Masyarakat Faris Alfizar; Desilia Sidong Liwu; Misbah Nurjannah; Musdalifah Rara Sanritama; Luthfiana Sukma Rantikasari; Salsa Nabila Putri Ramadini; Muhammad Izra Nurfadilla; Herniati Herniati; Sara Indrawati; Rozesky Ronald Octavian Sitorus
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i2.464

Abstract

Community service activities through free health checks (CKG) in RT 08 Lok Bahu by Nursing Profession students of Muhammadiyah University of East Kalimantan were carried out as an effort to increase public awareness of the prevention of non-communicable diseases, especially hypertension and high cholesterol. The activity method consists of three stages, namely: the preparation stage, including initial health screening and data collection; the implementation stage in the form of health counseling, vital sign checks, as well as blood sugar, cholesterol, and uric acid checks; and the evaluation stage through feedback and assessment of the effectiveness of the activity. Of the 29 residents who participated, it was found that 14 people had hypertension and 10 people had high cholesterol levels, which indicates a high risk of cardiovascular disease in the area. The education provided was able to increase residents' understanding of the importance of a healthy lifestyle and early detection. Overall, this program was effective in increasing public health awareness and providing a preventive contribution to controlling hypertension and cholesterol.
Implementasi Bridging Exercise Terhadap Keseimbangan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Amalia Rahmawati; Misbah Nurjannah; Siti Khoiroh M.
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.546

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami penyumbatan atau pecah. Salah satu gangguan pada pasien stroke adalah hemiparesis atau kelemahan salah satu sisi tubuh sehingga menyebabkan pasien stroke mengalami gangguan mobilitas fisik. Hal ini mengakibatkan pasien stroke sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti duduk, berdiri dan berjalan. Bridging Exercise merupakan salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Bridging Exercise adalah latihan untuk penguatan otot terutama pada otot gluteus, hip dan punggung bawah. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan intervensi keperawatan Bridging Exercise untuk meningkatkan keseimbangan tubuh. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah 1 orang pasien dan proses asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari. Hasil: Implementasi yang diberikan selama tiga hari didapatkan evaluasi terjadi peningkatan keseimbangan tubuh setelah dilakukan intervensi keperawatan Bridging Exercise yang diukur dengan Berg Balance Scale. Kesimpulan: Bridging Exercise dapat dilakukan sebagai salah satu pilihan intervensi keperawatan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS FOOT MASSAGE DENGAN MINYAK BAWANG DAYAK DAN MINYAK ZAITUN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI URGENSI: CASE REPORT Dwi Astri Andriani; Misbah Nurjannah; Maridi M Dirdjo; Andri Praja Satria; Eko Deddy Novianto; Fenny Tianda
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 14 No 1 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v14i1.10372

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disebut sebagai silent killer karena sering tidak menimbulkan gejala namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Pada kondisi hipertensi urgensi, diperlukan penanganan yang cepat dan efektif. Terapi nonfarmakologis seperti foot massage dengan penggunaan minyak alami dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas foot massage menggunakan minyak bawang Dayak dan minyak zaitun terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada empat pasien hipertensi urgensi di instalasi gawat darurat. Dua pasien diberikan intervensi foot massage menggunakan minyak bawang Dayak (kelompok intervensi) dan dua pasien menggunakan minyak zaitun (kelompok kontrol). Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi selama 15 menit menggunakan tensimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan intervensi. Penurunan tekanan darah lebih signifikan terjadi pada kelompok yang menggunakan minyak bawang Dayak dibandingkan dengan minyak zaitun. Foot massage efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi urgensi. Penggunaan minyak bawang Dayak lebih efektif dibandingkan minyak zaitun, sehingga berpotensi menjadi terapi komplementer dalam penatalaksanaan hipertensi.
Penerapan Familiar Auditory Sensory Training pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Penurunan Kesadaran Niswatun Rahmadhani; Siti Khoiroh Muflihatin; Nunung Herlina; Misbah Nurjannah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.424

Abstract

Penurunan kesadaran pada pasien stroke menjadi tantangan serius dalam asuhan keperawatan karena dapat memperburuk kondisi klinis, memperpanjang lama rawat, dan meningkatkan risiko komplikasi. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan intervensi yang mendukung pemulihan kesadaran secara efektif dan aman. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan adalah Familiar Auditory Sensory Training (FAST), yang melibatkan pemberian rangsangan suara yang dikenal pasien untuk merangsang aktivitas otak. Penerapan FAST penting dilakukan karena mudah diterapkan, tidak menimbulkan efek samping, dan dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi FAST terhadap peningkatan kesadaran pada pasien stroke dengan penurunan kesadaran. Implementasi yang diberikan dengan inovasi terapi penerapan familiar auditory sensory training, didapatkan peningkatan tingkat kesadaran sebelum dan sesudah pemberian terapi selama 3 hari, terdiri dari 3 sesi dengan durasi masing-masing 1 menit, 4 menit, dan 5 menit. Dari hasil analisis yang dilakukan, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tingkat kesadaran setelah diberikan intervensi terapi familiar auditory sensory training pada pasien stroke non hemoragik dengan penurunan kesadaran.
Efektifitas Kombinasi Kompres Hangat dan Dzikir terhadap Penurunan Nyeri Pasien Gastritis Oktabilla Ade Sandra; Andri Praja Satria; Maridi M. Dirdjo; Misbah Nurjannah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 21 No 1 (2026): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v21i1.3848

Abstract

Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan global yang signifikan dan menempati peringkat keenam penyakit terbanyak di Indonesia. Gejala utamanya berupa nyeri ulu hati memerlukan penanganan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi non-farmakologis holistik seperti kombinasi kompres hangat dan dzikir untuk menurunkan intensitas nyeri secara fisik dan psikospiritual. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan intervensi inovasi kompres hangat dan dzikir terhadap penurunan nyeri pada pasien gastritis di IGD RSUD A. M. Parikesit Tenggarong. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi ekperimental pada tiga pasien dewasa diagnosa gastritis periode 31 Desember 2025 hingga 02 Januari 2026. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan skala penilaian numerik untuk mengukur intensitas nyeri pra dan pascaintervensi. Intervensi berupa kombinasi kompres hangat dan dzikir diberikan selama ±20 menit. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, dua pasien mengalami nyeri skala 4 dan satu pasien skala 3. Setelah diberikan intervensi, seluruh pasien mengalami penurunan menjadi skala 1. Rata-rata skor nyeri menurun dari 3,67 menjadi 1 dengan selisih penurunan sebesar 2,67. Selain itu, pasien tampak lebih rileks dan melaporkan peningkatan kenyamanan setelah intervensi. Kesimpulan: Intervensi kombinasi kompres hangat dan terapi dzikir efektif dalam menurunkan keparahan nyeri pada pasien gastritis dan berpotensi sebagai intervensi non-farmakologis berbasis bio-psiko-spiritual dalam praktik keperawatan.
The Effectiveness of Role-Play Basic Life Support Training in Improving Knowledge and Attitudes Toward Cardiac Arrest Among the Laypersons Misbah Nurjannah; Herdianti Herdianti; Wenty Amelia; Afifah Nur Madaniya; Taharuddin Taharuddin
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v6i1.775

Abstract

Out-of-hospital cardiac arrest (OHCA) remains a leading cause of death worldwide, and early Basic Life Support (BLS) provided by laypeople is critical for improving survival before emergency medical services arrive. However, public knowledge and attitudes toward BLS remain inadequate because many individuals have never received formal training. This study aimed to evaluate the effectiveness of role play-based BLS training in improving laypeople’s knowledge and attitudes toward cardiac arrest first aid. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 68 lay participants recruited through consecutive sampling. Participants received role play-based BLS training, and knowledge and attitudes were assessed using structured questionnaires before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test, with additional analyses examining associations between demographic characteristics and study outcomes. Following the intervention, participants demonstrated significant improvements in both knowledge and attitudes. The proportion with good knowledge increased from predominantly moderate (63.6%) to 97.0%, while positive attitudes increased from 72.7% to 93.9%. Significant differences were observed in knowledge and attitude scores (both p < 0.001), with a large intervention effect (r = 0.62). No significant associations were found between demographic factors and outcomes. Role play-based BLS training effectively improves laypeople’s knowledge and attitudes regardless of demographic characteristics, supporting its implementation as an inclusive, practical strategy to strengthen community preparedness for cardiac arrest emergencies.
The effect of a combined intervention of Qur’an recitation, effleurage massage, and autogenic relaxation on pain reduction in patients with gastritis Choriah Geby Anggraini; Maridi Marsan Dirdjo; Misbah Nurjannah; Andri Praja Satria
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Number 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v9i2.2684

Abstract

Background: Gastritis is an inflammation of the gastric mucosa that is generally caused by irregular eating patterns, which can trigger increased gastric acid production. Gastritis remains a global health problem due to the high number of cases, including in Kutai Kartanegara, Indonesia. One of the nursing efforts to help reduce patient complaints is the application of complementary therapy to decrease the degree of pain in patients with gastritis. Purpose: To analyze the intervention of Qur’an recitation therapy combined with effleurage massage and autogenic relaxation in reducing epigastric pain in patients with gastritis. Method: A quasi-experimental study. The data used were primary data obtained through observation and intervention using nursing care instruments for patients with gastritis. The study was conducted in December 2025 at Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Regional General Hospital. The sample consisted of one intervention patient and two control patients. Data were collected through observation, interviews, and case documentation. The results were presented descriptively by comparing the degree of pain reduction between the intervention patient and the control patients. Results: The patient with gastritis who received the combination of Qur’an recitation therapy, effleurage massage, and autogenic relaxation appeared to experience a more marked reduction in epigastric pain than the control patients. The intervention patient showed a decrease in pain scale from moderate to mild, accompanied by improved comfort and relaxation, whereas the control patients showed smaller reductions in pain intensity. Conclusion: The nursing innovation intervention showed potential to support faster and more optimal pain reduction in patients with gastritis.
Penerapan kombinasi relaksasi napas dalam dan posisi high fowler pada pasien asma eksaserbasi akut di IGD: multiple case study Faris Alfizar; Misbah Nurjannah; Fenny Tianda
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.21464

Abstract

Asma eksaserbasi akut dapat menimbulkan sesak napas dan perubahan status respirasi sehingga intervensi keperawatan nonfarmakologis dapat digunakan sebagai pendamping terapi medis. Studi kasus multipel ini bertujuan mendeskripsikan perubahan status respirasi setelah penerapan kombinasi relaksasi napas dalam dan posisi high fowler pada tiga pasien asma eksaserbasi akut di IGD RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Dalam rangkaian perawatan, ketiga pasien menerima oksigen melalui nasal kanul 3 L/menit dan nebulisasi bronkodilator, kemudian kombinasi posisi high fowler dan latihan napas dalam selama 15–20 menit. Evaluasi mencakup frekuensi napas (RR), saturasi oksigen (SpO₂), penggunaan otot bantu napas, dan keluhan sesak. Pada ketiga kasus, RR menurun 4–5 kali/menit dan SpO₂ meningkat 3–5%, disertai berkurangnya penggunaan otot bantu napas dan keluhan sesak. Perubahan tersebut terjadi setelah rangkaian terapi medis dan intervensi keperawatan, sehingga kontribusi spesifik kombinasi relaksasi napas dalam dan posisi high fowler tidak dapat dipisahkan dari terapi yang diberikan bersamaan. Temuan pada tiga kasus ini mendukung kelayakan penerapan kombinasi tersebut sebagai intervensi pendamping dan memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan desain penelitian yang lebih kuat.
EFEKTIFITAS KOMBINASI PARTIAL PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION DAN SLOW DEEP BREATHING TERSTRUKTUR UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI GAWAT DARURAT I.A. MOEIS SAMARINDA Gatra Zakky Sabbily; Andri Praja Satria; Maridi M. Dirdjo; Misbah Nurjannah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44558

Abstract

Hypertension is a health problem frequently encountered in emergency services and requires rapid management in addition to drug therapy. This paper aims to analyze the utilization of an innovative combination of partial progressive muscle relaxation and structured slow deep breathing to help reduce blood pressure in hypertensive patients in the Emergency Department of IA Moeis Regional General Hospital Samarinda. The method used is a descriptive case study on three adult patients with a medical diagnosis of hypertension who were selected purposively. The intervention was carried out in one session for approximately 15 minutes, then blood pressure was measured again after a break of approximately 5 minutes using a standard measuring instrument. The results showed a decrease in blood pressure in the third patient, namely 19/12, 15/10, and 15/9 millimeters of mercury in the measurements after the intervention compared to before the intervention. In conclusion, the combination of partial progressive muscle relaxation and structured slow deep breathing has the potential to be a safe, easy-to-implement, and useful non-pharmacological treatment intervention as a complement to medical therapy to help reduce blood pressure in hypertensive patients in emergency services.