Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN SETTING INQUIRY LABORATORIUM BERMUATAN CONTENT LOCAL GENIUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Wardani, K. S. K.; Sadia, I Wayan; Suastra, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,82, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Kata-kata Kunci: inquiry laboratorium, content local genius, pemahaman konsep, keterampilan proses AbstractThis research aimed to develop valid, practical, and effective science instructional tools based on laboratory inquiry learning model with local genius contents to improve students’ concepts understanding and process skills. The development of the instructional tools followed the 4-D development model which consists of define, design, develop, and disseminate. However, the development steps in the current study were only conducted up to the develop stage. Data were collected by using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The data analysis was carried out by using quantitative descriptive method especially with regard to the validity and practicality of the instructional tools. The effectiveness of the device was investigated by using one group pretest posttest design. The effectiveness of the instructional tools was analyzed by right tail t test. The results show: (1) the instructional tools were categorized “very valid” with an average score of 3.82, (2) the instructional tools were categorized “very practical” with an average score of 3.71, (3) the instructional tools were categorized as “effective” in improving understanding of science concepts, with a tcount of 17.45 (tcount > ttable) and a gain score of 0.61 and was categorized as effective instructional tools in improving science process skills, with a tcount of 16.75 (tcount > ttable) and a gain score of 0.35. Based on the results of this research it is concluded that the instructional tools develop have met the criteria of being valid, practical, and effective in improving the students’ concept understanding and science process skills. Keywords: laboratory inquiry, local genius content, concepts understanding, process skills
Membangun Insan yang Literasi Sains & Teknologi dan Berkarakter Melalui Implementasi Model Pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) Sadia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi dewasa ini, sains dan teknologi telah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan (interrelation and interdependency) antara sains, teknologi dan masyarakat. Hampir semua aspek kehidupan manusia dewasa ini dikelilingi oleh masalah-masalah yang mengandung implikasi-implikasi ilmiah. Oleh karena itu, literasi sains dan teknologi (scientific and technological literacy) bagi semua warga sudah menjadi tuntutan yang tidak dapat ditawar lagi agar kita mampu memanfaatkan sains dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia, mampu mengambil keputusan berdasarkan konsep-konsep dan prinsip­prinsip ilmiah, serta mampu mencari dan menggunakan informasi ilmiah dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh negatif perkembangan IPTEKS dan globalisasi ternyata cukup signifikan di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Telah terjadi degradasi karakter seperti 1) berkurangnya rasa tanggung jawab, 2) berkurangnya rasa hormat, 3) meningkatnya ketidak jujuran, 4) berkurangnya disiplin, 5) merosotnya etos kerja, 6) merosotnya etika, 7) berkurangnya sopan santun, 8) melunturnya rasa kepedulian dan sebagainya. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, perlu dicari model pendidikan sains yang mampu mengantarkan para siswa menjadi warga masyarakat yang literasi sains dan teknologi serta berkarakter. Salah satu model pembelajaran sains yang mampu memberikan kontribusi bagi terbentuknya insan yang literasi sains dan teknologi serta mampu menumbuh kembangkan karakter siswa adalah model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat. Hasil penelitian Sadia, dkk. (2014) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STM efektif dalam menumbuhkembangkan karakter siswa yang meliputi kedisiplinan, kejujuran, kreativitas, kerja keras, rasa ingin tahu, komunikatif, kepedulian, dan tanggung jawab.Kata kunci: literasi sains dan teknologi, karakter, model STMAbstractIn the era of globalization, science and technology was become a closely part of human life. There are interrelation and interdependency of science, technology, and society. Nearly all aspect of human life were closely related with problems wich including with scientific implication. Therefore, all citizen need to become scientific and technological literacy, to be able using science and techlology for human satisfaction, able to make decision based on scientific method and able to find and using scientific information to solve the problems in every day life. There was significant negative impact of technology and globalization in the world, including Indonesia. There was becoming character degradation i.e, (1) responsibility, (2) respect, (3) discipline, (4) honesty., (5) etic, (6) empaty, and so on. To solve that problem, need to find the model of science education wich able to developing students become scientific and technological literacy as human society with good character. One of science teaching model wich have significant contribution on developing and improving scientific and technological literacy and developing good character was science-technolgy-society model (STS). Research finding by Sadia, et.al discipline, honesty, creativity, curiosity, respect, scientific communication, and responsibility. Key words: scientific and technological literacy, character, STS
PENDIDIKAN KARAKER TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SAINS MENUJU BANGSA YANG CERDAS, BERDAYASAING DAN BERBUDAYA Sadia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pendidikan karakter didasarkan atas tiga alasan penting yaitu: 1) Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia. Setiap manusia harus memiliki pikiran yang kuat, hati nurani, dan kemauan untuk berkualitas seperti memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan dan dorongan moral; 2) Sekolah merupakan tempat yang baik dan kondusif untuk melaksanakan proses pembelajaran dan pendidikan nilai-nilai; dan 3) Pendidikan karakter sangat esensial untuk membangun masyarakat bermoral. Penyelengggaraan pendidikan  karakter untuk membangun manusia yang berkarakter, maka perlu pemahaman yang komprehensif tentang hakikat manusia dan dimensi-dimensi hakikat manusia. Sifat hakikat manusia dimaksudkan sebagai cirri-ciri karakteristik yang secara prinsipiil membedakan manusia dengan hewan. Terdapat delapan sifat hakikat manusia yaitu 1) kemamapuan menyadari diri, 2) kemampuan bereksistensi, 3) pemilikan kata hati, 4) moral, 5) kemampuan bertanggung jawab, 6) rasa kebebasan, 7) kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, dan 8) kemampuan menghayati kebahagiaan. Sasaran  pendidikan karakter adalah menumbuhkembangkan kedelapan sifat hakikat manusia yang  merupakan benih-benih kemanusiannya manusia, sehingga terwujud menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan karakter memiliki dua tujuan utama yaitu kebijakan dan kebaikan. Pendidikan tentang kebaikan merupakan dasar demokrasi, karena itu dua nilai moral penting yang harus diajarkan dalam pendidikan karakter adalah rasa hormat dan tanggung jawab (respect and responsibility). Di samping itu ada sejumlah nilai yang perlu diajarkan melalui pendidikan karakter yaitu: 1 ) kejujuran (honesty), 2) keterbukaan (fairness), 3) toleransi (tolerance), 4) kehati-hatian (prudence), 5) disiplin-diri (self-dicipline), 6) membantu dengan tulus (helpfulness), 7) rasa haru (compassion), 8) bekerjasama (cooperation), 9) keteguhan hati (courage), dan 10) nilai-nilai demokrasi (democratic values). Karakter berkaitan dengan pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling) , dan perilaku moral (moral action). Karakter yang baik terdiri atas pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan berbuat kebaikan. Ketiga hal inilah yang menentukan kehidupan bermoral. Pendidikan Sains pada hakekatnya dapat digunakan untuk membekali subyek didik dengan pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga dapat digunakan untuk menanamkan sikap dan nilai. Jadi, pendidikan Sains dapat digunakan sebagai wahana klarifikasi nilai, yang selama ini kurang mendapat perhatian para guru Sains. Sains diyakini berperan penting bagi pengembangan karakter warga masyarakat dan negara, karena kemajuan produk sains yang amat pesat dan keampuhan proses sains yang dapat ditransfer pada berbagai bidang ilmu yang lain serta proses sains yang sarad dengan muatan nilai, sikap, dan moral.
PENDIDIKAN KARAKER TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SAINS MENUJU BANGSA YANG CERDAS, BERDAYASAING DAN BERBUDAYA I Wayan Sadia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pendidikan karakter didasarkan atas tiga alasan penting yaitu: 1) Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia. Setiap manusia harus memiliki pikiran yang kuat, hati nurani, dan kemauan untuk berkualitas seperti memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan dan dorongan moral; 2) Sekolah merupakan tempat yang baik dan kondusif untuk melaksanakan proses pembelajaran dan pendidikan nilai-nilai; dan 3) Pendidikan karakter sangat esensial untuk membangun masyarakat bermoral. Penyelengggaraan pendidikan  karakter untuk membangun manusia yang berkarakter, maka perlu pemahaman yang komprehensif tentang hakikat manusia dan dimensi-dimensi hakikat manusia. Sifat hakikat manusia dimaksudkan sebagai cirri-ciri karakteristik yang secara prinsipiil membedakan manusia dengan hewan. Terdapat delapan sifat hakikat manusia yaitu 1) kemamapuan menyadari diri, 2) kemampuan bereksistensi, 3) pemilikan kata hati, 4) moral, 5) kemampuan bertanggung jawab, 6) rasa kebebasan, 7) kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, dan 8) kemampuan menghayati kebahagiaan. Sasaran  pendidikan karakter adalah menumbuhkembangkan kedelapan sifat hakikat manusia yang  merupakan benih-benih kemanusiannya manusia, sehingga terwujud menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan karakter memiliki dua tujuan utama yaitu kebijakan dan kebaikan. Pendidikan tentang kebaikan merupakan dasar demokrasi, karena itu dua nilai moral penting yang harus diajarkan dalam pendidikan karakter adalah rasa hormat dan tanggung jawab (respect and responsibility). Di samping itu ada sejumlah nilai yang perlu diajarkan melalui pendidikan karakter yaitu: 1 ) kejujuran (honesty), 2) keterbukaan (fairness), 3) toleransi (tolerance), 4) kehati-hatian (prudence), 5) disiplin-diri (self-dicipline), 6) membantu dengan tulus (helpfulness), 7) rasa haru (compassion), 8) bekerjasama (cooperation), 9) keteguhan hati (courage), dan 10) nilai-nilai demokrasi (democratic values). Karakter berkaitan dengan pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling) , dan perilaku moral (moral action). Karakter yang baik terdiri atas pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan berbuat kebaikan. Ketiga hal inilah yang menentukan kehidupan bermoral. Pendidikan Sains pada hakekatnya dapat digunakan untuk membekali subyek didik dengan pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga dapat digunakan untuk menanamkan sikap dan nilai. Jadi, pendidikan Sains dapat digunakan sebagai wahana klarifikasi nilai, yang selama ini kurang mendapat perhatian para guru Sains. Sains diyakini berperan penting bagi pengembangan karakter warga masyarakat dan negara, karena kemajuan produk sains yang amat pesat dan keampuhan proses sains yang dapat ditransfer pada berbagai bidang ilmu yang lain serta proses sains yang sarad dengan muatan nilai, sikap, dan moral.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN SETTING INQUIRY LABORATORIUM BERMUATAN CONTENT LOCAL GENIUS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP K. S. K. Wardani; I Wayan Sadia; I Wayan Suastra
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Tahap pengembangan hanya dilakukan sampai tahap develop. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, angket, dan tes. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif terhadap validitas dan kepraktisan perangkat pembelajaran. Efektivitas perangkat pembelajaran dilakukan dengan one group pretest posttest design. Efektivitas perangkat pembelajaran dianalisis dengan uji t pihak kanan. Hasil penelitian menunjukan (1) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan skor rata-rata 3,82, (2) perangkat pembelajaran dinyatakan sangat praktis dengan skor rata-rata 3,71, (3) perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sains dengan thitung sebesar 17,45 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,61 dan perangkat pembelajaran dinyatakan efektif untuk meningkatkan keterampilan proses sains dengan thitung sebesar 16,75 (thitung > ttabel), dengan gain score sebesar 0,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan setting model pembelajaran inquiry laboratorium bermuatan content local genius telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa. Kata-kata Kunci: inquiry laboratorium, content local genius, pemahaman konsep, keterampilan proses AbstractThis research aimed to develop valid, practical, and effective science instructional tools based on laboratory inquiry learning model with local genius contents to improve students’ concepts understanding and process skills. The development of the instructional tools followed the 4-D development model which consists of define, design, develop, and disseminate. However, the development steps in the current study were only conducted up to the develop stage. Data were collected by using validation sheets, observation sheets, questionnaires, and tests. The data analysis was carried out by using quantitative descriptive method especially with regard to the validity and practicality of the instructional tools. The effectiveness of the device was investigated by using one group pretest posttest design. The effectiveness of the instructional tools was analyzed by right tail t test. The results show: (1) the instructional tools were categorized “very valid” with an average score of 3.82, (2) the instructional tools were categorized “very practical” with an average score of 3.71, (3) the instructional tools were categorized as “effective” in improving understanding of science concepts, with a tcount of 17.45 (tcount > ttable) and a gain score of 0.61 and was categorized as effective instructional tools in improving science process skills, with a tcount of 16.75 (tcount > ttable) and a gain score of 0.35. Based on the results of this research it is concluded that the instructional tools develop have met the criteria of being valid, practical, and effective in improving the students’ concept understanding and science process skills. Keywords: laboratory inquiry, local genius content, concepts understanding, process skills
Membangun Insan yang Literasi Sains & Teknologi dan Berkarakter Melalui Implementasi Model Pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat (STM) I Wayan Sadia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi dewasa ini, sains dan teknologi telah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan (interrelation and interdependency) antara sains, teknologi dan masyarakat. Hampir semua aspek kehidupan manusia dewasa ini dikelilingi oleh masalah-masalah yang mengandung implikasi-implikasi ilmiah. Oleh karena itu, literasi sains dan teknologi (scientific and technological literacy) bagi semua warga sudah menjadi tuntutan yang tidak dapat ditawar lagi agar kita mampu memanfaatkan sains dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia, mampu mengambil keputusan berdasarkan konsep-konsep dan prinsip­prinsip ilmiah, serta mampu mencari dan menggunakan informasi ilmiah dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pengaruh negatif perkembangan IPTEKS dan globalisasi ternyata cukup signifikan di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Telah terjadi degradasi karakter seperti 1) berkurangnya rasa tanggung jawab, 2) berkurangnya rasa hormat, 3) meningkatnya ketidak jujuran, 4) berkurangnya disiplin, 5) merosotnya etos kerja, 6) merosotnya etika, 7) berkurangnya sopan santun, 8) melunturnya rasa kepedulian dan sebagainya. Untuk memecahkan permasalahan tersebut, perlu dicari model pendidikan sains yang mampu mengantarkan para siswa menjadi warga masyarakat yang literasi sains dan teknologi serta berkarakter. Salah satu model pembelajaran sains yang mampu memberikan kontribusi bagi terbentuknya insan yang literasi sains dan teknologi serta mampu menumbuh kembangkan karakter siswa adalah model pembelajaran Sains-Teknologi-Masyarakat. Hasil penelitian Sadia, dkk. (2014) menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STM efektif dalam menumbuhkembangkan karakter siswa yang meliputi kedisiplinan, kejujuran, kreativitas, kerja keras, rasa ingin tahu, komunikatif, kepedulian, dan tanggung jawab.Kata kunci: literasi sains dan teknologi, karakter, model STMAbstractIn the era of globalization, science and technology was become a closely part of human life. There are interrelation and interdependency of science, technology, and society. Nearly all aspect of human life were closely related with problems wich including with scientific implication. Therefore, all citizen need to become scientific and technological literacy, to be able using science and techlology for human satisfaction, able to make decision based on scientific method and able to find and using scientific information to solve the problems in every day life. There was significant negative impact of technology and globalization in the world, including Indonesia. There was becoming character degradation i.e, (1) responsibility, (2) respect, (3) discipline, (4) honesty., (5) etic, (6) empaty, and so on. To solve that problem, need to find the model of science education wich able to developing students become scientific and technological literacy as human society with good character. One of science teaching model wich have significant contribution on developing and improving scientific and technological literacy and developing good character was science-technolgy-society model (STS). Research finding by Sadia, et.al discipline, honesty, creativity, curiosity, respect, scientific communication, and responsibility. Key words: scientific and technological literacy, character, STS
Co-Authors ., AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara ., Drs. Putu Yasa,M.Si ., I MADE SIRING ., Made Meita Puspadewi ., Ni Kade Dwi Suyastrini ., Ni Kadek Egar Widyarani ., Ni Luh Eka Rusmadewi ., Ni Made Suci Bhakti Karya Utami A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara . ABDUL MALIK FAJAR . Adi Prana, I Gusti Lanang Agung ANAK AGUNG GEDE NGURAH SUCIPTA . ANDRI AFRIANI . Ani Dwi Lestari . Ani Dwi Lestari ., Ani Dwi Lestari ANIK ARIANI . Aristawati, Ni Kd. BASUKI RAHMAD COKORDA GEDE ANOM WIRATMAJA . Darma, I Ketut Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Drs. I Made Wirta, M.Pd . Drs. I Nyoman Subratha,M.Pd . Drs. I Wayan Darsana,M.Ed . Drs. Putu Yasa,M.Si . Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo . EKA DORA RIANI . GEDE SUADNYANA . GEDE YOHANES ARYGUNARTHA . Hajrin, M. I Gede Aris Gunadi I GEDE KARIAWAN . I GEDE KARIAWAN ., I GEDE KARIAWAN I GST AGUNG AYU NOVA DWI MARHAENI . I Gusti Agung Nyoman Setiawan I GUSTI LANANG AGUNG ADI PRANA . I Kadek Sukarsa . I KETUT SUASTIKA . I Ketut Supir I Ketut Wiratana I KOMANG AGUS EKA PUTRA . I Made Ari Winangun I Made Candiasa I MADE HARDIYASA . I MADE JAYA . I MADE KEDAP . I MADE WIDYA ASTAWA . I Made Yudana I Nyoman Natajaya I NYOMAN TRY UPAYOGI . I PUTU ASTIKA . I Putu Darma Putra . I PUTU SUDIRTA . I Wayan Antara Yasa . I WAYAN DARMA . I WAYAN EKA PUTRA . I WAYAN IWANTARA . I Wayan Karyasa I Wayan Muderawan I Wayan Suastra I WAYAN WIDIADNYANA . Ida Ayu Kade Sastrika Ida Bagus Jelantik Swasta Ida Bagus Putu Arnyana Ida Bagus Putu Mardana K. S. K. Wardani KADEK DWI HENDRATMA GUNAWAN . Kadek Lina Indriani . Kadek Lina Indriani ., Kadek Lina Indriani Kadek Rihendra Dantes KADEK YULI ARTAMA . KETUT SRI KUSUMA WARDANI . Ketut Suma Komang Gede Yudi Arsana . Koyan I Wayan Laras Oktaviani Luh Putu Budi Yasmini M. Hajrin M.Pd Drs. I Made Wirta . MADE KRISNA WISESA YUDA . Made Meita Puspadewi . MADE SUSI ASTINI . Mahardana Alit Putra Misrun Mauke MS Prof. Dr. Ketut Suma . N. Sundoro Katili Ni Kade Dwi Suyastrini . NI KADEK DWI KARINA . Ni Kadek Egar Widyarani . Ni Kadek Pujiastuti . NI KADEK SRI MAHAYANI . Ni Kd. Aristawati NI KETUT DHARMAWATI GERIA PUTRI . Ni Ketut Rapi NI KOMANG TRISNAYANTI . Ni Luh Eka Rusmadewi . NI LUH MADE DIAH ERNAWATI . Ni Luh Putu Mahaputri NI LUH PUTU WIDYA DHARMAYANTHI . Ni Luh Wiwin Arya Juniari . Ni Luh Wiwin Arya Juniari ., Ni Luh Wiwin Arya Juniari Ni Made Juni Darmayanti . NI MADE SARI SUNIATI . NI MADE SRI NUYAMI . Ni Made Sruti Rahayu Ni Made Suci Bhakti Karya Utami . NI MADE YANI PRASTIWI . NI MADE YULIANI . NI NYOMAN NGERTINI . NI PUTU TITIN PRIYANTINI . NI PUTU TITIN PRIYANTINI ., NI PUTU TITIN PRIYANTINI NI WAYAN ADNYANI . NI WAYAN RINA LESTARI . Ni Wayan Yuniartini Nyoman Dantes Prof. Dr. Gde Anggan Suhandana . PROF. DR. I B. PUTU ARNYANA, M.Si. . PROF. DR. KETUT SUMA, M.S. . Prof. Dr. Ketut Suma, MS . PUTU ARIMBAWA S. . Putu Artawan Putu Ayu Wulandari . Putu Budi Adnyana Putu Eva Yustini PUTU FANNY SASTRADEWI . PUTU FANNY SASTRADEWI ., PUTU FANNY SASTRADEWI Putu Ririn Hitayani . PUTU RUSMILA DEWI KESIMAN . Putu Saswita Utami Dewi . Putu Saswita Utami Dewi ., Putu Saswita Utami Dewi PUTU SRI UTAMI DEWI . Riani, Eka Dora RIKA RAHMAYANI . SAGUNG RATIH SARASWATI ANTARI . Siti Nurhayati . Siti Nurhayati ., Siti Nurhayati SURATNI . SURAYANAH . Wardani, K. S. K. Wayan Suastra