Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MODELING: Jurnal Program Studi PGMI

Penerapan Model Pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Novaria Lailatul Jannah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 4 No 1 (2017): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dengan menerapkan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan tes, dan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran POE(Predict, Observe, Explain), kemampuan keterampilan pemecahan masalah siswa kelasV pada mata pelajaran IPA mengalami peningkatan setiap siklusnya. Ketuntasan klasikal tes kemampuan keterampilan pemecahan masalah siswa pada Siklus I mencapai 59% dan mengalami peningkatan pada Siklus II menjadi 89% yang telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%. Sedangkan hasil belajar siswa pada Siklus I mencapai 62,1% dan mengalami peningkatan menjadi 86% yang telah mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%. Data hasil observasi aktivitas guru menunjukkan peningkatan pada tiap siklusnya. Pada Siklus I aktivitas guru mencapai 73,7%, pada Siklus II meningkat menjadi 87,5%. Sedangkan aktivitas siswa selama pembelajaran mengalami peningkatan dari Siklus I menunjukan persentase sebesar 59,5% dan pada Siklus II naik menjadi 85%. Aktivitas guru dan siswa telah mampu mencapai indikator keberhasilan sebesar 80%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran POE (Predict, Observe, Explain) dapat meningkatkan keterampilan pemecahan maslah siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SDN Cemengkalang SidoarjoKec.Sidoarjo Kab.Sidoarjo.
Pengaruh Literasi dengan Model Inquiry Terbimbing dalam Melatihkan Keterampilan Proses Sains Siswa di MI Roudlotul Falah Novaria Lailatul Jannah
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 8 No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/modeling.v8i2.953

Abstract

Literacy is the ability to access, understand, and use something intelligently through various activities or activities, including reading, seeing, listening, writing and speaking. Science Process Skills (KPS) is a learning approach oriented to science learning. This study aims to study the Effect of Literacy and inquiry proces on Science Process Skills of Students at MI Roudlotul Falah Kalisat District of Rembang, Pasuruan Regency. This type of research is a quantitative approach. The type of research approach is descriptive quantitative, namely research to give a description of the symptoms, phenomena, or facts examined by describing the value of independent variables, without intending to connect or compare. Data collection methods used in this study were observation, interviews, documentation and questionnaires. From the results of the study, the Influence of Literacy and inquiry proces on the development of Science Process Skill Students have a value of 78.190%, thus the variable shows sufficient category. This means demonstrating that Literacy Against the Development of Science Process Skill is quite influential for Students at MI Roudlotul Falah.
Pengembangan Media Pembelajaran Ludo Berbantuan Model NHT (Numbered Head Together) pada Muatan PKn Materi Hak dan Kewajiban untuk Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar Sholikhah, Nikmatus; Jannah, Novaria Lailatul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 10 No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.2180

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik kelas III Sekolah Dasar dalam memahami materi Hak dan Kewajiban. Peserta didik belum bisa membedakan konsep antara Hak dan Kewajiban. Permasalahan ini ditemukan selama observasi dan wawancara di Sekolah Dasar Ketegan Tanggulangin Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media, kelayakan dan respon peserta didik tentang pengembangan media Ludo berbantuan model Numbered Head Together (NHT) pada muatan PKn materi hak dan kewajiban untuk peserta didik kelas III sekolah dasar. Penggunaan media dalam proses pembelajaran menggunakan metode belajar sambil bermain. Pembuatan media permainan didasarkan anak seusia sekolah dasar kelas III memiliki karakteristik senang bermain, belajar sambil bermain dan senang bergerak dan menyanyi. Jenis penelitian yang dipakai dalam media ini adalah pengembangan atau Research and Development (R&D). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan yaitu pengumpulan data berupa angket dan lembar validasi. Angket akan diberikan kepada peserta didik dan guru kelas untuk memperoleh informasi mengenai media pembelajaran Ludo sedangkan lembar validasi akan diberikan kepada validator ahli materi dan ahli media untuk mendapatkan kevalidan suatu produk yang akan ditujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi mendapat jumlah skor 50 dengan persentase 83,3% yang termasuk kategori “valid”. Sedangkan hasil validasi ahli media mendapat skor 38 dengan persentase 84,4% yang termasuk kategori “valid”. Hasil respon guru dan respon peserta didik mendapat tingkat validitas “sangat baik” dengan persentase respon guru 87,5% dan respon peserta didik 95,3%. Dengan demikian media pembelajaran Ludo dinyatakan layak digunakan delam pembelajaran PKn.
Pengembangan Media Pembelajaran Ludo Berbantuan Model NHT (Numbered Head Together) pada Muatan PKn Materi Hak dan Kewajiban untuk Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar Sholikhah, Nikmatus; Jannah, Novaria Lailatul
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 10 No. 3 (2023): September
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v10i3.2180

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik kelas III Sekolah Dasar dalam memahami materi Hak dan Kewajiban. Peserta didik belum bisa membedakan konsep antara Hak dan Kewajiban. Permasalahan ini ditemukan selama observasi dan wawancara di Sekolah Dasar Ketegan Tanggulangin Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media, kelayakan dan respon peserta didik tentang pengembangan media Ludo berbantuan model Numbered Head Together (NHT) pada muatan PKn materi hak dan kewajiban untuk peserta didik kelas III sekolah dasar. Penggunaan media dalam proses pembelajaran menggunakan metode belajar sambil bermain. Pembuatan media permainan didasarkan anak seusia sekolah dasar kelas III memiliki karakteristik senang bermain, belajar sambil bermain dan senang bergerak dan menyanyi. Jenis penelitian yang dipakai dalam media ini adalah pengembangan atau Research and Development (R&D). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi) dan evaluation (evaluasi). Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan yaitu pengumpulan data berupa angket dan lembar validasi. Angket akan diberikan kepada peserta didik dan guru kelas untuk memperoleh informasi mengenai media pembelajaran Ludo sedangkan lembar validasi akan diberikan kepada validator ahli materi dan ahli media untuk mendapatkan kevalidan suatu produk yang akan ditujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi mendapat jumlah skor 50 dengan persentase 83,3% yang termasuk kategori “valid”. Sedangkan hasil validasi ahli media mendapat skor 38 dengan persentase 84,4% yang termasuk kategori “valid”. Hasil respon guru dan respon peserta didik mendapat tingkat validitas “sangat baik” dengan persentase respon guru 87,5% dan respon peserta didik 95,3%. Dengan demikian media pembelajaran Ludo dinyatakan layak digunakan delam pembelajaran PKn.
Pemanfaatan Media Digital dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa Sekolah Dasar Jannah, Novaria Lailatul; Mufidah, Lailatul; Setyawan, Zelika Jauza Bilqis; Rahayu, Ika Putri
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i4.3098

Abstract

Student engagement is a crucial aspect of elementary school learning, yet in practice, participation levels are often low throughout the learning process. The use of digital media is seen as a potential pedagogical strategy to increase active student engagement. This study aims to examine the effect of digital media use in science learning on elementary school student engagement. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental non-equivalent control group design. The subjects consisted of fifth-grade students divided into an experimental class and a control class. The research instrument was a student engagement questionnaire covering cognitive, affective, and psychomotor dimensions, supported by observation sheets. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics. The results showed that the average student engagement score in the experimental class increased from 55.00 in the pretest to 85.00 in the posttest, while in the control class it increased from 50.00 to 65.00. The increase in student engagement in the experimental class occurred across all dimensions of engagement, with the highest increases in the psychomotor and cognitive dimensions. The prerequisite test results showed normally distributed and homogeneous data, while the mean difference test indicated a significant difference in student engagement between the experimental and control classes (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that the use of digital media in science learning has a positive and significant effect on increasing elementary school student engagement. Therefore, it is recommended that digital media be pedagogically integrated into science learning to create more interactive, meaningful, and student-centered learning in the digital age.