Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Among Makarti

DINAMIKA PENGELOLAAN DAN PERTUMBUHAN USAHA KECIL PABRIK KERUPUK TAPIOKA “REJO” BLOTONGAN SALATIGA Samtono, Samtono
AMONG MAKARTI Vol 9, No 1 (2016): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v9i1.125

Abstract

Abstrak           Penelitian tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bertujuan : Untuk mengetahui dan mendeskripsikan sikap dan perilaku usaha industri kecil serta model pengelolaan pengembangan industri kerupuk tapioka “REJO” di Blotongan; dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi atau cara-cara meningkatkan ketrampilan/kompetensi para karyawan yang sesuai dengan bidang tugas masing-masing; serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengapa perusahaan lebih dominan untuk memilih tenaga kerja pada tetangganya/masyarakat sekitar perusahaan.             Pendekatan pada penelitian disini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif jenis penomenologis, dan teknik pengambilan sampel/nara sumber dengan teknik Purposive sampling artinya didalam memilih nara sumber harus memenuhi persyaratan atau kriteria tertentu, adapun yeng terpilih menjadi nara sumber sebanyak 10 orang yang meliputi: Pimpinan perusahaan, Bendahara perusahaan; sekretaris perusahaan, bagian pembuatan desain/bakalan; bagian pengeringan ; bagian penggorengan; bagian pensotiran; bagian pengepakkan; bagian pemasaran; dan bagian terakhir bagian serabutan, masing-masing bagian satu orang.             Hasil penelitian yang didapat adalah sebagai berikut: Pertama Sikap dan perilaku para karyawan yang lebih banyak diberi kepercayaan dari perusahaan dan para karyawannya menyatakan bahwa jenis pekerjaan yang dikerjakan dari awal sampai akhir proses pembuatan kerupuk relatif mudah dikerjakan dantidak memerlukan pemikiran yang sulit, lagi pula bekerjanya relatif penuh rasa kekeluargaan, kebersamaan dan perhatian dari perusahaan, serta relatif sejahtera,  jadi relatif betah dan nyaman diperusahaan, dan model pengelolaannya lebih menekankan pada pendekatan kekeluargaan dan kebersamaan, atau sering disebut sebagai model yang konvensional/tradisional jadi tidak ada pimpinan dan tidak ada bawahan satu sama lain merasa sama dan menjadi satu. Kedua guna meningkatkan ketrampilan/kompetensi para karyawannya dengan teknik tutor sebaya, artinya kayawan yang sudah senior selalu mendampingi sekaligus menjadi pelatih yang yunior. Ketiga Perusahaan lebih dominan mengambil tenaga kerja/karyawannya dilingkungan tetangga dengan pertimbangan lebih hemat , efektif, praktis, efisien, dan memahami lebih dulu latar belakang dan karakter para karyawannya.Kata Kunci : UMKM
GURU SEBAGAI KEY PERSON DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH (Penelitian Pada Guru - Guru SMA Negeri 1 Salatiga) ., Samtono
AMONG MAKARTI Vol 3, No 2 (2010): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v3i2.28

Abstract

Guru merupakan kunci dalam peningkatan mutu pendi¬dikan, dan berada di titik sentral dari setiap usaha-usaha peningkatan mutu pendidikan. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi kemampuan dalam proses pembelajaran guru antara lain; beban mengajar, pengalaman mengajar, pendidikan, sumber belajar, kesejahteraan, etos kerja, status kepegawaian, dan sarana prasarana di sekolah. Bagaimana pun faktor-faktor tersebut mempengaruhi ke¬mampuan dalam proses pembelajaran belum dapat diketahui secara pasti, seperti faktor beban mengajar, pengalaman meng¬ajar, pendidikan, sumber belajar, kesejahteraan, etos kerja, status kepegawaian dan sarana prasarana sekolah. Oleh karena itu penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kemampuan guru dalam proses pembelajaran Masalah kemampuan guru dalam proses pembelajaran di sekolah sangat menentukan kemajuan akademik dan non aka¬demik pada suatu sekolah, dan kemampuan guru dalam proses pembelajaran merupakan salah satu pilar utama peningkatan mutu sekolah, kemampuan menjadi tolok ukur profesionalisme, dan kemampuan guru menjadi key person sangatlah dipenga¬ruhai oleh berbagai macam faktor, antara lain beban mengajar, pengalaman mengajar, kualifikasi pendidikan, status kepega¬waian, dan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal secara pasti faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan guru dalam proses pembelajaran, Diharapkan hasil penelitian ini memberi manfaat bagi pihak-pihak yang terkait.
PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKTOR PENDIDIKAN DENGAN SEGALA PERMASALAHANNYA Samtono, Samtono
AMONG MAKARTI Vol 7, No 1 (2014): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v7i1.156

Abstract

Abstrak            Besaran gaji yang diterima oleh para guru tidak menjamin terjadinya perubahan “mind  set” guru untuk menerima perubahan sebagai proses pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Besarnya gaji guru yang diterima setiap bulannya dinilai belum memenuhi standar kebutuhan hidup dan sebaliknya guru-guru semakin banyak masa kerjanya  semakin tinggi gajinya, namun bukan karena tingkat keprofesionalannya akan tetapi karena faktor masa kerja. Semakin tinggi gajinya cenderung tidak mau menerima perubahan kebijakan-kebijakan baru, kebijakan-kebijakan baru sebagai realisasi pembangunan di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Sikap positif para guru ternyata tidak menjadi guru mau menerima perubahan, namun masih dipengaruhi banyak faktor yang melatar belakangi, semakin tinggi gaji guru semakin bertambah usia guru dan cenderung untuk pasif dan stagnan tidak mau berubah  serta bersikap pasrah untuk menghadapi masa pensiun tiba.  Kata Kunci : Pembangunan, Kebijakan, dan Sumber Daya Manusia.
PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKTOR PENDIDIKAN DENGAN SEGALA PERMASALAHANNYA ., Samtono
AMONG MAKARTI Vol 4, No 1 (2011): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v4i1.36

Abstract

Besaran gaji yang diterima oleh para guru tidak menjamin terjadinya perubahan “mind set” guru untuk menerima perubahan sebagai proses pembangunan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Besarnya gaji guru yang diterima setiap bulannya dinilai belum memenuhi standar kebutuhan hidup dan sebaliknya guru-guru semakin banyak masa kerjanya semakin tinggi gajinya, namun bukan karena tingkat keprofesionalannya akan tetapi karena faktor masa kerja. Semakin tinggi gajinya cenderung tidak mau menerima perubahan kebijakan-kebijakan baru, kebijakan-kebijakan baru sebagai realisasi pembangunan di sektor pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Sikap positif para guru ternyata tidak menjadi guru mau menerima perubahan, namun masih dipengaruhi banyak faktor yang melatar belakangi, semakin tinggi gaji guru semakin bertambah usia guru dan cenderung untuk pasif dan stagnan tidak mau berubah serta bersikap pasrah untuk menghadapi masa pensiun tiba. Kata Kunci : Pembangunan, Kebijakan, dan Sumber Daya Manusia
KAJIAN SEKITAR IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KURIKULUM BARU SMA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI (Penelitian Pada Guru - Guru SMA di Kota Salatiga) ., Samtono
AMONG MAKARTI Vol 3, No 2 (2010): AMONG MAKARTI
Publisher : Jurnal Ilmiah Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v3i2.27

Abstract

Kebijakan pemerintah tentang perubahan kurikulum dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang dinamakan kurikulum 2004 dan sekarang menjadi kurikulum berbasis kompetensi yang disempurnakan bertujuan memandirikan atau memberdayakan sekolah dalam mengembangkan kompetensi yang akan disampaikan kepada peserta didik, sesuai dengan kondisi lingkungan. Kurikulum berbasis kompetensi lahirnya didasarkan pada falsafah konstruktivisme Faktor lain yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan KBK-KTSP adalah kesiapan para pelaksananya. Kesiapan ini sangat ditentukan oleh para pelaku, antara lain ketulusan pemerintah pusat, aparat daerah, masyarakat, dan sekolah itu sendiri. Kesiapan ini juga menyangkut kemampuan dalam mengajukan argumentasi dan rasionalisasi dari berbagai sudut pandang untuk mendukung perlunya diterapkan kurikulum berbasis kompetensi, khususnya pembelajaran berbasis kompetensi. Berdasarkan hal tersebut maka masalah penelitian yang dirumuskan adalah: Bagaimana sikap para guru SMA terhadap pembelajaran berbasis kompetensi dalam proses belajar mengajar di sekolah? Sikap guru terhadap pembelajaran berbasis kompetensi ini diambil dari 80 responden berdasarkan kuesioner, pengamatan, serta wawancara dan FGD. Hasil pengukuran sikap guru terhadap pembelajaran berbasis kompetensi diperoleh skor persentase sebesar 55% atau 44 subyek bersikap positif terhadap pembelajaran berbasis kompetensi, dan diperoleh skor persentase sebesar 45% atau sebanyak 36 subyek bersikap kurang positif.
MEMBANGUN KINERJA PEGAWAI MELALUI BUDAYA ORGANISASI DAN TUNJANGAN TAMBAHAN PENGHASILAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Maryani, Tri; Samtono, Samtono
Among Makarti Vol 16, No 2 (2023): AMONG MAKARTI
Publisher : STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v16i2.546

Abstract

ABSTRACTThis research aims to analyze and explain the influence of organizational culture and additional income allowances on employees' performance in the Education Department in Salatiga, with work motivation as a mediating variable. The research approach uses a quantitative method. The census technique was used to collect data from the respondents. The number of employees appointed as samples is 85 subjects, while the data collection technique used questionnaire techniques with 5 option Likert scale measurements. The data were analyzed using multiple regression and path analysis to determine the independent variable's direct and indirect influence on the dependent variable. The study obtained the following results: there is a positive influence of organizational culture and additional income allowance on employees' performance, and work motivation does not mediate the relationship between organizational culture and additional benefits on employees' performance in the Education Department in Salatiga.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh budaya organisasi dan tunjangan tambahan penghasilan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendidikan Kota Salatiga dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif. Teknik sensus digunakan untuk mengumpulkan data dari responden. Jumlah pegawai yang dijadikan sampel sebanyak 85 subjek, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket dengan 5 pilihan pengukuran skala likert. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dan analisis jalur digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung variabel independen terhadap variabel dependen. Penelitian ini memperoleh hasil sebagai berikut: terdapat pengaruh positif budaya organisasi dan tunjangan tambahan penghasilan terhadap kinerja pegawai, dan motivasi kerja tidak memediasi hubungan budaya organisasi dan tunjangan tambahan penghasilan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan Salatiga.