Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh indeks pembangunan manusia dan jumlah penduduk terhadap produk regional domestik bruto di Provinsi Riau Tahun 2010-2022 Hidayat, Dina; Ratnawati, Nirdukita; Syafri
Jurnal Ekonomi KIAT Vol. 36 No. 1 (2025): June
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/kiat.2025.23268

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Manusia  (IPM) dan jumlah penduduk terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Riau  selama periode 2010–2022. Studi ini menyajikan bukti empiris mengenai peran human capital dan  faktor demografis dalam membentuk kinerja ekonomi regional.Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder, time-series dari tahun 2010 hingga 2022. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji hubungan antara IPM, jumlah penduduk, dan PDRB.Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pendapatan masyarakat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara itu, jumlah penduduk menunjukkan pengaruh negatif tidak signifikan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan  populasi tidak secara langsung meningkatkan kinerja ekonomi daerah. Keterbatasan dan Implikasi Penelitian: Penelitian ini hanya meneliti dua variabel independen  dan belum memasukkan variabel ekonomi lainnya seperti investasi, infrastruktur, atau  pengeluaran pemerintah. Penelitian lanjutan disarankan untuk menambahkan variabel lain serta  melakukan perbandingan antarwilayah guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Implikasi Praktis: Temuan ini menyarankan agar pengambil kebijakan lebih memfokuskan  perhatian pada pengembangan modal manusia, terutama melalui peningkatan layanan  pendidikan dan kesehatan, guna memperkuat kinerja ekonomi daerah. Upaya peningkatan IPM  terbukti dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meskipun laju pertumbuhan penduduk relatif sedang.Orisinalitas/Kontribusi: Studi ini memberikan kontribusi empiris terkini dari konteks regional Indonesia terkait keterkaitan antara pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi, serta  menguatkan pentingnya pendekatan kapabilitas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Bacterial Stock Culture (Pathogenic and Non-Pathogenic) Isolated from Eucheuma Spinosum in Marine Microbiology Laboratory/ Stok Kultur Bakteri (Patogen dan Non-Patogen) Diisolasi dari Rumput Laut Eucheuma spinosum di Laboratorium Mikrobiologi Laut Huyyirnah; Syafri
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2021.62.04

Abstract

The diversity and unique characteristics of bacteria in marine ecosystems are a fascinating topic to explore and utilize extensively. These bacteria are also often used to test in practicum and research activities in the Marine Microbiology laboratory. This study aims to isolate and identify pathogenic and non-pathogenic bacteria of Eucheuma Spinosum used for bacterial stock culture in the Marine Microbiology Laboratory. The isolation was carried out using the pour-plate technique. Colony morphology of bacteria was observed visually such as their shape, edge, elevation, and color. Identification was verified using VITEK MS tool and then, additional testing was conducted to clarify pathogenicity. This study found eight different bacterial species isolated from E. Spinosum after the pathogenic testing, six pathogenic bacteria were found such as Vibrio alginolyticus, Shewanella algae, Staphylococcus kloosii, Staphylococcus gallinarum, Pseudomonas stutzeri, and Staphylococcus arlettae. While the nonpathogenic bacteria indicating that they do not describe clinical symptoms are Bacillus cereus and Brevibacterium casei. Abstrak Keragaman dan keunikan dari bakteri yang berasal dari ekosistem laut sangat menarik minat peneliti untuk terus dikaji dan dimanfaatkan. Penggunaan bakteri ini juga sering dibutuhkan dalam kegiatan praktikum dan penelitian di laboratorium mikrobiologi laut sebagai bakteri uji. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri patogen dan non-patogen dari rumput laut Eucheuma spinosum (E. spinosum) yang akan dijadikan sebagai stok kultur bakteri di laboratorium mikrobiologi laut. Metode isolasi menggunakan metode agar cawan tuang, pengamatan morfologi koloni dilakukan secara visual bentuk, tepian, elevasi dan warna koloni bakteri. Identifikasi menggunakan alat VITEK MS dan selanjutnya dilakukan pengujian patogenisitas. Penelitian ini menghasilkan delapan spesies bakteri berbeda yang berhasil dipisahkan dari rumput laut E. Spinosum, setelah uji patogenisitas diperoleh enam isolat yang bersifat patogen yaitu bakteri Vibrio alginolyticus, shewanella algae, Staphylococcus kloosii, Staphylococcus gallinarum, Pseudomonas stutzeri dan Staphylococcus arlettae. Sedangkan bakteri yang tidak bersifat patogen dalam yang menunjukkan tidak memberikan gejala klinis pada rumput laut adalah Bacillus cereus dan Brevibacterium casei.