Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Science Technology and Management Journal (STMJ)

POTENSI ACE (ANGIOTENSIN-I CONVERTING ENZYME) INHIBITOR DARI TEMPE KORO – KOROAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL ANTIHIPERTENSI Windy Rizkaprilisa; Martina Widhi Hapsari
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i1.51

Abstract

Koro-koroan dapat diolah menjadi tempe melalui proses fermentasi dengan Rhizopus sp.. Tempe koro berpotensi sebagai pangan fungsional antihipertensi karena menghasilkan peptide ACE inhibitor. Enzim protease memotong protein koro menjadi peptide yang lebih kecil pada proses fermentasi. Setelah melalui proses pencernaan, tempe koro tetap berpotensi sebagai ACE inhibitor karena terjadi proses hidrolisis oleh enzim pencernaan sehingga terjadi pemotongan peptide menjadi peptide yang lebih sederhana dan asam amino. Peptida dengan berat molekul kecil memiliki aktivitas penghambatan ACE yang lebih besar. Proses fermentasi dan hidrolisis pada sistem pencernaan dapat menghasilkan peptide dengan berat molekul kecil sehingga potensi ACE inhibiornya lebih besar.
PERMEN JELLY DENGAN PENAMBAHAN IKAN CAKALANG GUNA MENGATASI STUNTING: Sebuah Tinjauan Pustaka Paulus Damar Bayu Murti; Angela Putri Hartono; Divina Elaine Purwanto; Anggara Mahardika; Martina Widhi Hapsari; Novia Anggraeni; Windy Rizkaprilisa
Science Technology and Management Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v2i2.96

Abstract

Permen jelly mempunyai ciri dengan rasa yang manis dan juga tekstur yang kenyal yang kebanyakan disukai oleh anak-anak bahkan hingga orang dewasa. Tekstur kenyal dari pemen jelly ini disebabkan oleh penambahan bahan pembentuk gel seperti karagenan, agar-agar, gum arab dan gelatin. Adapun terdapat efek samping jika terlalu banyak mengkonsumsi permen adalah terjadinya malnutrisi yang dapat menyebabkan seseorang tidak mendapatkan cukup nutrisi pada tubuhnya. Asupan gula yang terlalu tinggi juga dapat merampas nutrisi lain seperti kalsium karena tubuh harus menggunakannya untuk mereduksi kadar gula tersebut. Ini lah yang dapat menyebabkan seseorang dapat mengalami gejala stunting pada anak-anak. Penderita anak stunting sangat memerlukan protein dalam jumlah seimbang guna mendukung daya tahan tubuh dalam menjaga kesehatan. Review ini membahas tentang pangan fungsional yang merupakan perpaduan dari pemen jelly dengan penambahan ikan cakalang yang mengandung komponen bioaktif seperti asam lemak omega-3 dan karbohidrat yang tinggi. Permen jelly ikan cakalang dapat dikonsumsi sebagai cemilan makanan sehari-hari yang sehat dalam upaya mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.
POTENSI PANGAN LOKAL SEBAGAI SNACK BAR MPASI BALITA: SYSTEMATIC REVIEW: INDONESIA Windy Rizkaprilisa; Rhema Alicia; Martina Widhi Hapsari; Novia Anggraeni; Paulus Damar Bayu Murti; Anggara Mahardika
Science Technology and Management Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v3i1.119

Abstract

Asupan gizi yang tidak terpenuhi akan menyebabkan stunting pada anak. Selain Air susu ibu (ASI) dan makanan utama, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menambah asupan pada balita adalah memberikan makanan tambahan berupa snack. Kebutuhan balita yang tercukupi dapat mencegah terjadinya stunting. Salah satu makanan tambahan yang dapat diberikan pada balita yaitu snack bar. Jurnal ini akan menjelaskan produk – produk makanan tambahan MPASI dalam bentuk snack bar untuk mengatasi stunting pada balita. Snack bar dapat dibuat dari berbagai macam bahan pangan lokal antara lain kacang kedelai, pisang raja nangka, tepung beras, kacang merah, ubi jalar, biji nangka, kacang tunggak, tepung ikan patin, tepung ikan teri, tepung jagung, ubi kuning dan lain sebagainya. Kandungan gizi dari snack bar tersebut memiliki kandungan energi (126,935 g), karbohidrat (71,75 g) dan protein (19,928 g) yang tinggi. Kandungan gizi inovasi snack bar dari pangan lokal tersebut berpotensi memenuhi kebutuhan gizi hariannya balita sebagai makanan selingan balita.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL: SYSTEMATIC REVIEW: INDONESIA Windy Rizkaprilisa
Science Technology and Management Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v3i2.153

Abstract

Potensi laut Indonesia dapat menjadi solusi dari krisis pangan. Hal ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat panjang dan menyimpan berbagai sumberdaya alam yang memiliki nilai komersial tinggi diantaranya rumput laut. Dalam jurnal ini menjelaskan potensi pangan fungsional yang memanfaatkan pangan lokal rumput laut. Hal ini diharapkan dapat menginformasikan potensi rumput laut sehingga meningkatkan penggunaan rumput laut dan memberikan nilai tambah pada rumput laut. Rumput laut memiliki kandungan nutrisi yang tinggi yaitu berupa karbohidrat (20-51%) dan serat pangan (36-60%), serta komponen bioaktif (senyawa fenolik, pigmen alami, polisakarida sulfat, dan senyawa halogen). Inovasi pengolahan rumput laut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya daya saing komoditas rumput laut. Inovasi pangan dari pemanfaatan rumput laut antara lain yaitu bakso urat rumput laut, mie rumput laut, nugget ayam rumput laut, dodol rumput laut, biskuit rumput laut, roti tawar rumput laut, permen jelly rumput laut, kerupuk rumput laut, dan es krim rumput laut.
PANGAN FUNGSIONAL DARI TEMPE NON-KEDELAI: INDONESIA Jayanti, Jienny; Rizkaprilisa, Windy
Science Technology and Management Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v4i2.242

Abstract

Tempeh is a functional food product which is generally made from soybeans. Until now, the need for soybeans is still largely met by imports. Therefore, it is necessary to study the potential of raw materials from non-soybeans from domestic production to replace soybeans. The aim of this review is to determine the potential of non-soybeans in processing tempeh as a functional food. Various non-soybean varieties such as jack beans, green beans, pigeon peas, lamtoro beans, red beans, peanuts, black soybeans, and saga beans, can be used as an alternative to soybeans as a raw material for making tempeh. The process for making tempeh from non-soybeans is in principle the same as the process for making tempeh from soybeans, the differences are in the length of soaking, boiling/steaming and fermentation. The potential protein content in non-soy tempeh has many benefits due to the presence of bioactive compounds. This non-soybean raw material has the potential to be developed as an alternative raw material to substitute soybeans in making tempeh..
DIFFERENCE IN POST-HARVEST PROCESSING ON COFFEE FLAVOR PREFERENCE: English Bumi, Salsabila; Kurniaditya, Viki; Rizkaprilisa, Windy; Luwidharto, Joshua
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i1.332

Abstract

Coffee is one of the most popular products among consumers, mainly due to its unique flavor profile. Several factors, including plant variety, environmental conditions, and postharvest processing methods, determine this uniqueness. Post-harvest processing, which involves the transformation of coffee beans from cherries to roasted beans, significantly affects the taste, aroma, and body of the coffee. Processing methods such as the wet (full washed) and dry (natural) processes produce distinct flavor characteristics. The wet process tends to yield a clean taste with a bright acidity, while the dry process emphasizes sweetness and fruit complexity. Understanding the impact of these processing methods is essential for coffee producers and the industry to create high-quality products that align with consumer preferences.
Pengembangan Sistem HACCP untuk Meningkatkan Standar Keamanan Pangan di UMKM PS MAS: Studi pada Produk Abon Sapi: INDONESIA Kurniaditya, Viki; Rizkaprilisa, Windy; Luwidharto, Joshua; Bumi, Salsabila; Aristawati, Talitha
Science Technology and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v5i2.406

Abstract

Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam industri pangan, khususnya pada produk berbasis daging seperti abon sapi yang rentan terhadap kontaminasi biologis, kimia, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) pada proses produksi abon sapi di UMKM PS MAS, Surakarta, guna memastikan keamanan pangan dan meningkatkan kualitas produk. Metode penelitian mencakup wawancara, observasi langsung, studi pustaka, dan dokumentasi untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menentukan titik kendali kritis (Critical Control Points/CCPs). Potensi bahaya terjadi pada tahap perebusan, penggilingan, pengeringan, dan pengemasan. Perebusan menjadi CCP untuk eliminasi mikroorganisme patogen Salmonella dan E. coli, sedangkan penggilingan dan pengeringan mengurangi kadar air produk selama penyimpanan. Implementasi HACCP dapat mengurangi kontaminasi, memperpanjang masa simpan, dan menjaga kualitas organoleptik produk. Penelitian ini memberikan panduan bagi UMKM untuk menerapkan HACCP secara sistematis, mendukung peningkatan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun internasional, serta memenuhi standar keamanan pangan sesuai regulasi.
POTENTIAL OF DIETARY FIBER AND ANTIOXIDANTS FROM COFFEE SKIN AS A FOOD PRODUCT IN PREVENTING OBESITY: SYSTEMATIC REVIEW Eleora Setiawan, Sia, Clarissa; Yuliantara, Arri; Rizkaprilisa, Windy; Paramastuti, Ratih; Hapsari, Martina Widhi
Science Technology and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v4i1.224

Abstract

Obesity is a global health problem that continues to increase and is a major concern in efforts to maintain public health. In this context, the role of food in preventing obesity becomes very important. Food components that have an impact on preventing obesity, namely dietary fiber and antioxidants. Coffee skins are often not utilized, even though they contain high amounts of dietary fiber and antioxidants which can help prevent obesity. The purpose of this article is to explain the potential of dietary fiber and coffee skin antioxidants to prevent obesity. The method used to complete this article is by using the literature study method. Coffee skin consists of several parts, namely pulp, parchment, and silverskin. The coffee skin is obtained from processing coffee berries or coffee cherries which go through wet, dry and semi-wet processing stages. Food products made with coffee skins contain high levels of dietary fiber and antioxidants so they can prevent obesity. Food products made using coffee husks include tea, biscuits, granola, syrup, chocolate and kombucha. Utilizing coffee skins as a food ingredient created food product that are not only delicious but also healthy because they can help individuals maintain a balanced body weight. The dietary fiber and antioxidants contained in coffee skin have the potential to prevent obesity so they can be used as food products.
INNOVATION OF ALTERNATIVE YOGURT PRODUCTS FROM NUTS : SYSTEMATIC REVIEW Hartono, Angela Puteri; Purwanto, Divina Elaine; Zulaikha, Siti; Rizkaprilisa, Windy; Paramastuti, Ratih; Hapsari, Martina Widhi
Science Technology and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nasional Karangturi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53416/stmj.v4i1.225

Abstract

One result of probiotic fermentation is yogurt, usually made from cow's milk. The latest innovation makes it possible to make yogurt from plant ingredients. Vegan yogurt has development potential due to its functional content and high nutritional value. This yogurt is made from nuts, rich in fiber, lactose-free, and casein-free. Soybeans, green beans, kidney beans, almonds, peanuts, and Arbilan nuts as plant protein sources can be used as an alternative to making plant-based yogurt. The results show the potential of nut yogurt as a functional food product that can support health, emphasizing its benefits in reducing the risk of hypertension. This article provides an in-depth overview of the development and opportunities for developing nut-based yogurt products as a healthy alternative.