Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Peran Modal Sosial Pondok Pesantren Sidogiri dalam Mengembangkan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Muktirrahman Muktirrahman; Muhtadi Ridwan; Fauzan Zenrif
Islamic Economics Quotient: Journal of Economics & Business Sharia Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana Uin Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.557 KB) | DOI: 10.18860/.v1i1.4691

Abstract

TujuanPenelitian ini bertujuan (1) Untuk memahami, mendeskripsikan, dan menganalisis bagaimana Ponpes Sidogiri mengelola unsur-unsur modal sosial kaitannya dalam mengembangkan KJKS. (2) Untuk memahami, mendeskripsikan dan menganalisis peran modal sosial Ponpes Sidogiri dalam mengembangkan KJKS.Desain/metodologi/pendekatanMetode penelitian atau pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan kualitatif dengan paradigma penelitian dramaturgi,  yakni fokus pada bagaimana peran modal sosial dalam pengembangan kjks bmt Maslahah dan BMT UGT Sidogiri.  Langkah penelitian diawali dengan pengumpulan data dari dokumentasi,  observasi dan wawancara mendalam. Selanjutnya dilakukan reduksi data dan dilanjut dengan pengecekan keabsahan data. Setelah itu dianalisis dengan mengintegrasikan data dengan teori untuk kemudian sampai pada kesimpulan.Hasil temuanHasil penelitian menunjukkan bahwa pertama,  dalam upaya optimalisasi pengelolaan modal sosial yang dimiliki,  Ponpes Sidogiri melalui beberapa cara mengolah unsur-unsur modal sosial.  Kedua,  modal sosial ponpes Sidogiri berperan mengembangkan BMT melalui unsur jaringan,  kepercayaan, nilai dan norma.Keterbatasan penelitianPertama,  pengumpulan data terkait Ponpes Sidogiri belum seluruhnya.  Peneliti belum bisa mengumpulkan data terkait santri putri karena peraturan yang berlaku di Ponpes Sidogiri. Kedua, penelitian ini hanya fokus pada bagaimana peran modal sosial Ponpes Sidogiri dalam mengembangkan Kjks padahal masih banyak hal yang bisa dieksplor. Namun hal ini berkaitan dengan keterbatasan waktu dan metode penelitian.Implikasi praktisMenjadi stimulan bagi pihak pengambil kebijakan pondok pesantren dan pemerintah untuk menunbuhkembangkan ekonomi syariah.  Tidak menutup kemungkinan pula hasil penelitian ini dijadikan blueprint untuk diadopsi oleh semua pondok pesantren berpartisipasi dalam mengembangkan ekonomi syariah.  Selain itu,  implikasi praktisnya dapat memperluas potensi perkembangan ekonomi syariah di Indonesia melalui pesantren.Implikasi sosialDapat dijadikan bahan refenrensi bagi penelitian selanjutnya yang melakukan penelitian serupa.  Menambah khazanah keilmuan bagi pondok pesantren dan kalangan yang pedului akan ekonomi syariah.Orisinalitas/nilaiDari beberapa penelitian terdahulu dan kajian dengan tema yang serupa, belum ditemukan kajian yang sama, jadi penelitian ini dengan judul Peran Modal Sosial Pondok Pesantren Sidogiri dalam Mengembangkan Koperasi Jasa Keuangan Syariahmerupakan penelitian baru.Kata kunci:Peran, Modal Sosial, Pengembangan, BMT.
PENDAMPINGAN PRODUKSI PAVING BLOCK: SOLUSI BERKELANJUTAN UNTUK PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI DESA DABUAN, KECAMATAN TLANAKAN, KABUPATEN PAMEKASAN Khoiri, Moh. Miftahol; Izuddin, Muhammad; Shaleh, Badrus; Muktirrahman, Muktirrahman; Maksum, Maksum
Abdimas IAI Ngawi Vol 3 No 1 (2025): ABDIANDAYA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/abdiandaya.v3i1.2063

Abstract

The plastic waste problem in Dabuan Village is caused by a lack of public awareness and the lack of an effective management system, so an innovative and sustainable solution is needed. This service aims to provide alternative waste management through the production of recycle-based paving blocks with the KUPAR cycle approach (To Know, To Understand, To Plan, To Action, To Reflection). The methods used include observation, interviews, focus group discussion (FGD), technical training, and evaluation and monitoring. The results of the service showed that the community experienced an increase in skills in sorting, chopping, mixing, and molding plastic-based paving blocks, and some groups began to produce paving blocks independently. The implications of this activity not only reduce plastic waste but also open up economic opportunities for the community through the production and marketing of paving blocks. The sustainability of this program requires support from the village government as well as collaboration with various stakeholders so that this recycling innovation can develop into a sustainable environmental and economic solution. Keywords: plastic waste, paving blocks, recycling, community empowerment   Abstrak: Permasalahan sampah plastik di Desa Dabuan disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan minimnya sistem pengelolaan yang efektif, sehingga diperlukan solusi inovatif dan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan alternatif pengelolaan sampah melalui produksi paving block berbasis daur ulang dengan pendekatan siklus KUPAR (To Know, To Understand, To Plan, To Action, To Reflection). Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis, serta evaluasi dan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mengalami peningkatan keterampilan dalam memilah, mencacah, mencampur, dan mencetak paving block berbahan dasar plastik, serta beberapa kelompok mulai memproduksi paving block secara mandiri. Implikasi dari kegiatan ini tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui produksi dan pemasaran paving block. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan dari pemerintah desa serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar inovasi daur ulang ini dapat berkembang menjadi solusi lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan. Kata Kunci: sampah plastik, paving block, daur ulang, pemberdayaan masyarakat
Farmers' Coping Strategy in Maintaining Household Economic Stability in the Dry Season: A Sharia Economic Perspective Zahroh, Fatimatus; Muktirrahman, Muktirrahman; Maksum, Maksum
Danadyaksa: Post Modern Economy Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Post Modern Economy Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69965/danadyaksa.v2i2.142

Abstract

This study analyzes the coping strategies employed by farmers in Rombiya Barat Village, Ganding, to maintain household economic stability during the dry season from an Islamic economic perspective. Employing a qualitative approach, this research utilizes in-depth interviews with selected farmers through purposive sampling. The data were analyzed using a thematic approach to identify key survival strategies. The findings reveal three primary coping strategies: active strategies, passive strategies, and networking strategies. From an Islamic economic perspective, business diversification that adheres to the principles of halal and thayyib plays a crucial role in sustaining farmers’ economic resilience. Furthermore, the study highlights that food security among farmers is significantly influenced by socioeconomic conditions, natural resource management, and the practical implementation of Islamic economic principles. This research contributes to the understanding of Islamic economic-based rural resilience and offers policy insights for enhancing sustainable agricultural development.
Antara Makruh dan Haram: Telaah Komparatif Pemikiran Imam Malik dan Imam Syafi'i tentang Jual Beli Binatang Buas Hikmatul Maulidah, Hikmatul Maulidah; Muktirrahman; Maksum, Maksum
YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Cv. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/yudhistira.v2i2.1660

Abstract

Perdebatan tentang status hukum jual beli binatang buas dalam fikih Islam menggambarkan kompleksitas dan keluwesan metodologi istinbat hukum yang dikembangkan oleh para imam mazhab. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan Imam Malik dan Imam Syafi'i tentang jual beli binatang buas, mengidentifikasi dalil-dalil yang digunakan, mengeksplorasi perbedaan metodologi istinbat, serta mengkaji relevansinya dalam konteks kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tekstual dan komparatif, penelitian ini mengungkapkan bahwa Imam Malik menghukumi makruh jual beli binatang buas berdasarkan prinsip bahwa segala ciptaan Allah memiliki potensi manfaat, dengan pengecualian khusus untuk anjing. Sementara itu, Imam Syafi'i menghukumi haram berdasarkan pertimbangan bahwa binatang buas tidak memiliki manfaat yang diakui syariat dan setara dengan nilai tukar. Perbedaan pandangan ini berakar pada metodologi istinbat yang berbeda: Imam Malik lebih mengedepankan amal penduduk Madinah dan maslahah mursalah, sementara Imam Syafi'i menekankan interpretasi tekstual nash dan implementasi qiyas yang sistematis. Meski berbeda, kedua pendapat memiliki titik temu dalam pengecualian terhadap anjing pemburu, penjaga ternak, dan penjaga tanaman. Kata Kunci: fikih, jual beli binatang buas, mazhab Maliki, mazhab Syafi'i, istinbat hukum
EKONOMI SIRKULAR DI PESANTREN: INOVASI PP. ANNUQAYAH LUBANGSA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH Amin, Moh. Abqoriyin; Maksum, Maksum; Muktirrahman, Muktirrahman; Huda, Nurul
Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 11 No 2 (2025): Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/investama.v11i02.2152

Abstract

This research aims to explore the application of circular economy principles in pesantren through a case study of the waste management system of PP. Annuqayah Lubangsa. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through participant observation, semi-structured interviews with 15 key informants, and document analysis. The results showed that PP. Annuqayah Lubangsa has successfully developed a sustainable waste management system through the Jatian Technical Implementation Unit (UPT). The circular economy model implemented includes systematic waste segregation into plastic, paper, organic, and residue categories, followed by value-added processing that generates a monthly income of IDR 3 to 3.5 million. The research identified three key success factors: community-based management involving santri in the entire process, integration of Islamic ecological ethics, and development of innovative products such as plastic paving blocks. This research contributes to the understanding of how religious educational institutions can simultaneously address waste management challenges, create economic value and support environmental sustainability, and offers a replicable model for similar institutions. Research limitations include the focus on a single case study and the use of qualitative metrics for economic impact assessment.
Implementasi Akad Istishna Pengrajin Batik dalam mengoptimalkan Kepuasan Pelanggan Syamsi, Badrus; Maksum, Maksum; Muktirrahman, Muktirrahman
ASNAF : Journal of Economic Welfare, Philantrophy, Zakat and Waqf Vol 4 No 1 (2025): Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/asnaf.v4i1.11045

Abstract

Abstrak Tujuan – Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis tentang mekanisme akad istishna yang diterapkan oleh Batik Safira di Desa Pakandangan Barat, Kec. Bluto, Kab. Sumenep, serta dampaknya terhadap kepuasan pelanggan. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, pekerja, dan pelanggan Batik Safira. Selain itu, observasi langsung terhadap proses produksi dan dokumentasi juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif. Hasil Penelitian – Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad istishna pada Batik Safira melibatkan beberapa tahapan penting, seperti pemesanan dan spesifikasi produk, penetapan harga dan pembayaran, waktu penyelesaian dan penyerahan barang. Implementasi yang baik dari akad ini terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan, karena pelanggan merasa lebih terlibat dalam proses produksi dan dapat memperoleh produk yang sesuai dengan keinginan mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan masukan penting terhadap pengembangan usaha batik di Desa Pakandangan Barat, serta dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha lainnya dalam menerapkan akad istishna untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing produk. Keterbatasan – Penelitian ini hanya dilakukan di Batik Safira, Sumenep, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasi untuk industri batik secara luas. Selain itu, pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, sehingga tidak memberikan pengukuran numerik terhadap kepuasan Pelanggan. Implikasi Praktis – Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengusaha batik dalam menerapkan akad istishna untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Penggunaan akad istishna akan memberikan kejelasan dalam tahap pemesanan, pembayaran, dan waktu produksi dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing usaha batik.
EKONOMI KREATIF DI ANNUQAYAH SEBAGAI TRANSFORMASI EKONOMI PESANTREN MENUJU PEMBERDAYAAN SANTRI BERKELANJUTAN Muktirrahman, Muktirrahman; Maksum, Maksum; Huda, Nurul; Muhaimin, Hasbi Al
SOSEBI: Jurnal Penelitian Mahasiswa Ilmu Sosial Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/sosebi.v5i2.11455

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas transformasi ekonomi pesantren melalui pengembangan ekonomi kreatif di Pondok Pesantren Annuqayah sebagai model pemberdayaan santri berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi model bisnis kreatif, keterlibatan aktif santri dalam usaha, serta penerapan prinsip green entrepreneurship dan ekonomi sirkular mampu meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan kemandirian santri. Dampak sosial ekonomi yang dihasilkan berupa peningkatan kapasitas santri, penyediaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Strategi diversifikasi usaha, inovasi produk, dan edukasi nilai-nilai Islam menjadi kunci keberlanjutan ekonomi kreatif pesantren. Kajian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas di pesantren lain di Indonesia. Kata Kunci: Transformasi Ekonomi; Ekonomi Pesantren; Ekonomi Kreatif; Keberlanjutan; Pemberdayaan Santri Abstract: This article examines the economic transformation of pesantren through the development of creative economy at Pondok Pesantren Annuqayah as a sustainable santri empowerment model. Using a qualitative case study approach, the research incorporates in-depth interviews, participatory observation, and documentation analysis. The findings indicate that innovative creative business models, active involvement of santri, and the application of green entrepreneurship and circular economy principles significantly enhance entrepreneurial skills and independence among santri. The socio-economic impact includes skill improvement, job creation, and strengthening the local community’s economy. Sustainable strategies encompass business diversification, product innovation, and Islamic value education. This study provides essential insights for other pesantren seeking to develop community-based economic empowerment models in Indonesia. Keywords: Economic Transformation; Pesantren Economy; Creative Economy; Sustainability; Santri Empowerment
TRANSFORMATION OF CREATIVE ECONOMY SMEs IN KERIS PRODUCTION IN SUMENEP: PRESERVING CULTURAL HERITAGE WITHIN A SUSTAINABLE ECONOMIC FRAMEWORK Nurdiana, Fitri; Muktirrahman, Muktirrahman; Sholehah, Nadelatus; Ilwatina, Ilwatina; Maksum, Maksum
Ar Rehla: Journal of Islamic Tourism Halal Food Islamic Traveling and Creative Economy Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Islamic Economic and Business - Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/ka8rs384

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the digital transformation process of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the creative economy producing keris in Sumenep, Madura, to preserve cultural heritage while promoting sustainable economic growth within Indonesia’s economic development framework. Keris craftsmen are part of the creative economy’s handicraft sub-sector, which has great potential in increasing economic added value through cultural heritage utilization. This research employs a qualitative-descriptive approach through in-depth interviews with keris craftsmen, observation of digitalization practices, and analysis of digital marketing strategies implementation in three main keris-producing sub-districts: Aeng Tong-Tong, Bluto, and Lenteng. The theoretical framework used includes Technology-Organization-Environment (TOE) for technology adoption analysis and Digital Storytelling Theory for cultural preservation through digital media. Digital transformation significantly expanded market reach by 45% and increased average transaction values from Rp 350,000 to Rp 550,000. Social media utilization achieved 12% engagement rates on TikTok, while e-commerce adoption through Tokopedia and Shopee enhanced product visibility and cultural storytelling capabilities. This study contributes to Indonesian economic development by demonstrating how cultural heritage-based MSMEs can leverage digital transformation to achieve sustainable economic growth, preserve intangible cultural heritage, and enhance Indonesia’s creative economy competitiveness in the global market. Keywords: digital transformation; MSMEs; creative economy; Sumenep keris; cultural heritage; sustainable economy Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ekonomi kreatif penghasil keris di Sumenep, Madura, untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dalam kerangka pembangunan ekonomi Indonesia. Pengrajin keris termasuk dalam sektor ekonomi kreatif subsektor kerajinan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan warisan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui wawancara mendalam dengan pengrajin keris, observasi praktik digitalisasi, dan analisis implementasi strategi pemasaran digital di tiga kecamatan utama penghasil keris: Aeng Tong-Tong, Bluto, dan Lenteng. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Technology-Organization-Environment (TOE) untuk menganalisis adopsi teknologi dan Digital Storytelling Theory untuk pelestarian budaya melalui media digital. Transformasi digital secara signifikan memperluas jangkauan pasar sebesar 45% dan meningkatkan nilai rata-rata transaksi dari Rp 350.000 menjadi Rp 550.000. Pemanfaatan media sosial mencapai tingkat keterlibatan 12% di TikTok, sementara adopsi e-commerce melalui Tokopedia dan Shopee meningkatkan visibilitas produk dan kemampuan bercerita budaya. Penelitian ini berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia dengan menunjukkan bagaimana UMKM berbasis warisan budaya dapat memanfaatkan transformasi digital untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, melestarikan warisan budaya tak benda, dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia di pasar global. Kata Kunci: transformasi digital; UMKM; ekonomi kreatif; keris Sumenep; warisan budaya; ekonomi berkelanjutan
The Influence of product quality on halal cosmetics purchase decisions: Examining the mediating effects of Islamic branding and halal awareness Maksum; Ifunanya Nkechi Ohamobi; Muktirrahman; M. Fayyad Zainal Abidin
Alkasb: Journal of Islamic Economics Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Islamic Economics Study Program, Faculty of Sharia and Islamic Economics, Universitas Annuqayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59005/alkasb.v4i2.1070

Abstract

This study examines how product quality influences halal cosmetics purchase decisions among religiously educated Muslim consumers and investigates the moderating roles of Islamic branding and halal awareness—a theoretical relationship underexplored in faith-based marketing literature. Using PLS-SEM analysis, data from 95 female Islamic boarding school students (santriwati) in East Java, Indonesia were analyzed through structured questionnaires measuring product quality, Islamic branding, halal awareness, and purchase decisions. Product quality significantly influences purchase decisions (β=0.446, p<0.001). Islamic branding functions as a significant mediator (β=0.402, p=0.001), amplifying quality's effect. Unexpectedly, halal awareness shows direct effects (β=0.374, p=0.009) but no mediation, suggesting it operates as an independent driver rather than contextual enhancer. The model explains 66.0% of variance. This study challenges conventional assumptions by demonstrating that halal awareness operates independently rather than mediating quality evaluations, contributing novel insights to Islamic marketing theory and Muslim consumer behavior. Manufacturers should prioritize authentic quality while deploying Islamic branding strategically. Marketing to educated Muslim consumers requires demonstrable integration of functional excellence with sharia compliance.
CEISE Model: Integrating Islamic Values and Community Engagement for Service Excellence in Baitul Mal Wa Tamwil Muktirrahman, Muktirrahman; Maksum, Maksum; Sholehah, Irtifatus; Nurul Huda; Ishfaq Ahmed
IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/iqtishadia.v12i2.22215

Abstract

Baitul Mal wa Tamwil (BMT) as Islamic microfinance institutions face challenges in creating sustainable service differentiation amid increasingly intense financial sector competition. This research develops the Community-Embedded Islamic Service Excellence (CEISE) Model as a theoretical framework to understand how the integration of Islamic values and community engagement creates competitive advantages in BMT operations. Using a qualitative case study approach at BMT NU East Java Pasongsongan Branch, the study involved in-depth interviews with 10 staff members and 15 customers, observation, and document analysis. Data were analyzed using the Miles and Huberman thematic analysis framework. Findings demonstrate that CEISE Model implementation through four main dimensions: Spiritual Service Dimension (SSD), Community Integration Mechanism (CIM), Adaptive Accessibility Framework (AAF), and Sustainable Intimacy Balance (SIB) successfully creates distinctive value propositions. Service innovations such as "door-to-door service" systems (73% utilization), temporal flexibility (67% staff), and Islamic values-based approaches resulted in 89% customer retention, +73 Net Promoter Score, and 56% community participation. Integration of Islamic values (justice, trustworthiness, excellence, public interest) at every service touchpoint creates emotional bonds transcending transactional relationships. This research provides theoretical contribution through CEISE Model development filling literature gaps on service excellence in religious-cultural contexts and practically provides strategic framework for BMT service optimization.