Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Callus: Journal of Agrotechnology Science

Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorgum Bicolor L) Terhadap Dosis Pupuk Kompos Azolla Dan Pemangkasan Daun Bagian Bawah Roynaldy, Roynaldy; Hazmi, Muhammad; Hasbi, Hudaini
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i2.1944

Abstract

Sorgum merupakan salah satu jenis bahan pangan pokok yang memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan padi sehingga tanaman sorgum memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan secara komersil karena memiliki daya adaptasi yang luas. Dalam upaya peningkatan produksi sorgum, pemakaian pupukorganik sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan pertanian. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupukorganik adalah Azolla Azolla mampu menambat N2 dari udara karena berasosiasi dengan sianobakteri (Anabaena azollae) yang hidup di dalam rongga daun Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos azolla, pemangkaan daun bagian bawah dan Interaksi antara dosis pupuk kompos azolla dan pemangkasan daun bagian bawah tehadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum (Sorgum bicolor L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulanganr. Dua faktor tersebut yaitu beda umur pemangkasan (P) dalam 2 taraf, yaitu : P0 = tanpa pemankasan, P1 = pangkas umur 60 hst dan dosis pupuk kompos azolla (N) dalam 4 taraf, yaitu : N0 = tanpa kompos, N1 = 150 g/plot, N2 = 300 g/plot, N3 = 450 g/plot. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan beda umur pemangkasan dan dosis kompos azolla berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum terbukti pada variabel pengamatan tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat 1000 biji, dan berat biji basah basah.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Gamal (Gliricidia Sepium L) Dan Pupuk Npk Putri, Stevani Eka Putri; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i1.2078

Abstract

Upaya peningkatan produksi tanaman sawi pakcoy produk vegetatif, sehingga untuk mendukung upaya tersebut dilakukan pemberian pupuk yang berimbang antara pupuk organik dan pupuk kimia sesuai kebutuhannya. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pupuk organik cair yang dapat memicu pertumbuhan tanaman adalah daun gamal. Tujuan dari penelitian yang dituliskan untuk mengukur pengaruh kosentrasi pupuk organik cair daun gamal dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy. Method ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) terdapat 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali yakni pengaplikasian POC daun gamal terdiri dari kosentrasi 0ml/L, 20ml/L dan 40ml/L serta pengaplikasian pupuk NPK dosis 0gr, 3gr dan 6gr dengan total 216 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kosentrasi POC daun gamal dan dosis pupuk NPK pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan bobot basah tanaman berpengaruh nyata dan sangat nyata. Dan interaksi pemberian kosentrasi POC daun gamal dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan panjang daun sedangkan untuk parameter lainnya tidak berpengaruh nyata.
respon pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (brassica narinosa l.) terhadap pemberian poc azolla pinnata dan pupuk kotoran kambing Aisyah, Siti Aisyah; Hasbi, Hudaini; Suroso , Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i1.2082

Abstract

Pada saat ini produksi sawi pagoda masih rendah, sedangkan kebutuhan pasar semakin meningkat. Salah satu upaya peningkatan produksi tanaman sawi pagoda yaitu pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah sehingga pertumbuhan tanaman lebih produktif. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan produksi tanaman sawi pagoda menggunakan POC Azolla Pinnata dan Pupuk kotoran kambing. Penelitian yang dituliskan memakai dua faktor dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) lengkap dengan tiga ulangan yakni: faktor yang pertama Konsentrasi POC Azolla pinnata D0 (0 ml), D1 (120 ml) dan D2 (180 ml) dan faktor yang ke dua Pupuk kandang kambing P0 (0 gr), P1 (20 gr) dan P2 (40 gr) dengan total tanaman 216. Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi POC Azolla pinnata dengan pupuk kandang kambing pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, Panjang daun, dan bobot basah tanaman berpengaruh nyata dan sangat nyata dan interaksi pemberian konsentrasi POC Azolla pinnata dan pupuk kandang kambing berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap parameter jumlah daun dan lebar daun sedangkan untuk parameter lainnya tidak berpengaruh nyata.
Respon tanaman kacang tanah (arachis hypogaea L) pada sistem pengolahan tanah dan jaram tanam terhadap pertumbuhan dan hasil Rahayu, Riska; Hasbi, Hudaini; Umarie , Iskandar
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i2.2253

Abstract

Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pengaruh sistem pengolahan tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). 2) Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). 3) Interaksi dari perlakuan sistem pengolahan tanah dengan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L). Penelitian ini menggunakan RAK split plot dengan tiga kali ulangan yang terdiri dari dua faktor perlakuan. Faktor pertama sistem olah tanah sebagai petak utama (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa olah tanah (T0), olah tanah minimum (T1), dan olah tanah maksimum (T2). Sedangkan faktor kedua yaitu jarak tanam sebagai anak petak (P) yang terdiri dari tiga taraf yaitu P1 (40 x 30 cm), P2 (40 x 35 cm), dan P3 (40 x 40 cm). Hasil menunjukkan bahwa sistem olah tanah menunjukkan berbeda sangat nyata pada variabel jumlah polong isi pertanaman dan jumlah biji pertanaman. Berbeda nyata terhadap tinggi tanaman 14 hst. Jarak tanam berbeda sangat nyata terhadap variabel jumlah polong isi pertanaman, berat biji pertanaman, dan jumlah biji pertanaman. Berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman ( 14, 28, dan 42 hst), umur berbunga, berat biji perpetak, dan berat 1000 biji. Interaksi sistem pengolahan tanah dan jarak tanam berbeda nyata terhadap variabel jumlah polong isi pertanaman. Perlakuan olah tanah maksimum dengan jarak tanam 40 x 40 cm (T2P3) merupakan perlakuan interaksi terbaik.
Efek Aplikasi Manajemen Hara Terpadu Ber-basis Silikon Terhadap Pertumbuhan Dan Produktifitas Beberapa Varietas Jagung Nugroho, Tito Agung; Hasbi, Hudaini; Murtiyaningsih, Hidayah
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i3.2283

Abstract

Jagung ( Zea mays L.) merupakan tanaman semusim dan salah satu tanaman pangan utama selain padi dan kedelai, jagung termasuk komoditas strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian Indonesia.Tujuan dari penelitian yang dituliskan guna mengetahui apakah pen-gaplikasian MHT berbasis Si mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman jagung.Penelitian yang dituliskan menggunakan rancangan split plot design dengan 2 faktor,yakni faktor pertama varietas tanaman jagung sebagai petak utama dan faktor kedua Teknologi Pemupukan MHT.Faktor pertama varietas tanaman jagung terdiri dari 2 taraf,V1(Hibrida P5027),V2 (Komposit Lamuru) dan faktor kedua Teknologi Pemupukan MHT terdiri dari 4 taraf S0(Kontrol),S1(MHT),S2(Si),S3(MHT+Si).Kombinasi perlakuan terdiri atas 8 kombinasi dengan 4 kali ulangan.Tinggi pada tanaman umur 35, 45 HST dan indeks luas daun 45 HST menunjukkan berbeda nyata.Pada parameter sudut daun 35, 45 HST dan spesifik luas daun 45 HST dipengaruhi secara nyata oleh varietas, pada parameter laju pertumbuhan 45 HST dan produktivitas dipengaruhi secara nyata oleh MHT berbasis Si.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Sorgum (Sorgum bicolor L.) Terhadap Konsentrasi Pupuk Cair Azolla Pinnata Dan Populasi Pada Lubang Tanam Trijulianto, Andi Bagas; Hazmi, Muhammad; Hasbi, Hudaini
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i3.2840

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor) adalah tanaman biji-bijian (serealia) yang banyak dibudi dayakan di daerah beriklim panas dan kering. Sorgum merupakan tanaman yang lebih toleran terhadap kondisi kekeringan dibandingkan dengan tanaman serealia lainnya. Dalam upaya peningkatan produksi sorgum, pemakaian pupuk organik sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan pertanian. Banyak bahan organik yang tersedia dialam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik, setiap sisa-sisa tubuh makhluk hidup dapat dimanfaatkan untuk bahan pembuatan pupuk organik. Bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organic adalah Azolla. Selain pemupukan, peningkatan produktifitas lahan juga ditentukan oleh besarnya populasi tanaman. Dengan populasi optimal, sumber daya tersedia dapat dimanfaatkan sebaik- baiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk cair azolla, perbedaan populasi tanam dan Interaksi antara konsentrasi POC azolla dan perbedaan populasi tanam tehadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum (Sorgum bicolor L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Dua faktor tersebut yaitu Konsentrasi POC azolla (A) dalam 4 taraf, yaitu : A1 = 0ml/L, A2 = 120ml/L, A3 = 240ml/L, A4= 360ml/L dan perbedaan populasi tanam (P) dalam 3 taraf, yaitu : P1 = 1tanaman/lubang, P2 = 2tanaman/lubang, P3= 3tanaman/lubang. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara perlakuan konsentrasi POC azolla dan perbedaan populasi tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum terbukti pada variabel pengamatan, jumlah daun, jumlah biji persampel, berat 1000 biji, berat biji basah dan berat biji kering
Pengaturan Jarak Tanam Jajar Legowo Dan Dosis Pupuk Organikcair Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhandan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays Saccunsur Harata Strut) Jamil, Miftahul; Hasbi, Hudaini; Oktarina , Oktarina
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 1 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v1i1.1858

Abstract

Nilai ekonomi jagung manis yang tinggi sehingga peningkatan produksi jagung manis harus terus dilaksanakan agar dapat memenuhi keperluan pasar. Tujuan dari penelitian yang dituliskan guna mengukur pengaruh dosis pupuk organik cair urin pada kelinci serta jarak tanam jajar legowo terhadap perkembangan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccunsur harata Strut). Penelitian yang dituliskan memakai dua komponen dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan yakni: faktor yang pertama jajar legowo J1 (2:1) J2 (3:1) J3 (4:1), sedangkan faktor kedua dosis pupuk organik cair urine kelinci K0 (Tanpa POC) K1 (1500 ml/plot) K2 (2100 ml/plot) K3 (2700 ml/plot). Tinggi pada tanaman umur 28 serta 42 HST, diameter pada batang 42 HST, panjang tongkol, bobot tongkol per tanaman, dan bobot tongkol per m2 berpengaruh secara nyata terhadap Jajar Legowo. Perawatan yang paling efektif diterima di J1 (2:1). Parameter tinggi pada tanaman pada 28 hst, diameter 28 dan 42 hst, jumlah pada daun 28 dan 42 hst, panjang pada tongkol, serta berat tongkol per tanaman sangat dipengaruhi oleh dosis POC. Perlakuan K3 (2700 ml/plot) memberikan hasil terbaik. Metrik tinggi pada tanaman 42 hst, diameter pada batang 38 serta 42 hst, umur berbunga, dan berat tongkol per tanaman dipengaruhi secara nyata oleh interaksi dosis jajar legowo dan POC.
Kajian Modifikasi Tata Letak Tanaman Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Beberapa Varietas Jagung Mahardika Ramadhan, Andito Guruh; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit; Wahyudi, Iwan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 2 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v2i4.2875

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu kelompok tanaman pangan yang banyak dibudidayakan pada urutan kedua setelah padi dimana komoditas jagung ini berperan penting untuk memenuhi kebutuhan pasokan akan makanan dibandingkan dengan komoditas tanaman pangan lainnya Tujuan dari penelitian yang dituliskan guna mengetahui apakah modifikasi tata letak tanaman berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung. Penelitian yang dituliskan menggunakan rancangan split plot design dengan 2 faktor, 1. Faktor pertama yaitu varietas tanaman jagung (V) yang terdiri dari 3 taraf V1 P5027, V2 Varietas H Hibrida, V3 Varietas L Komposit. Faktor kedua yaitu modifikasi tata letak tanaman (T) yang terdiri dari 4 taraf T1 60 x 20 cm, T2 (80 + 40) x 20 cm, T3 (50 x 20) + (50 x 30) cm, T4 (65 x 50) + (62,5 x 50) cm. Perlakuan terdiri atas 12 kombinasi dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak pada umur 45 hst berpengaruh nyata pada varietas ,sudut daun 35 hst menunjukan berpengaruh nyata pada tata letak untuk sudut daun 45 hst berpengaruh nyata pada interaksi varietas dan tata letak, untuk parameter produktivitas berpengaruh nyata di tata letak dan berpengaruh sangat nyata pada interaksi. disimpulkan bahwa penggunaan tata letak tanaman dan pemilihan varietas sangat efektif untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dalam menangkap dan penyerap cahaya matahari yang nantinya akan mempengaruhi produktivitas tanaman jagung.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Konsentrasi POC Azolla Fatahillah, Bayu; Hasbi, Hudaini; Suroso, Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3799

Abstract

Terong merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sangat digemari oleh masyarakat karena selain rasa enak juga biasanya dibuat asinan dan manisan terong serta dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi untuk menunjang kesehatan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, nilai komersil serta konsumsi dari masyarakat mengalami pelonjakan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk organik cair azolla terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Juni hingga bulan September 2024 dengan ketinggian ±89 meter diatas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, faktor pertama adalah pupuk kandang kambing yang terdiri dari 3 taraf: (K0 = Tanpa Pemberian Pupuk Kandang Kambing, K1 = 3 kg/plot, K2 = 6 kg perplot), faktor kedua yaitu pupuk organik cair azolla yang terdiri dari 4 taraf: (A0 = tanpa perlakuan, A1 = 100 ml/l, A2 = 120 ml/l, A3 = 140 ml/l). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pupuk kandang kambing (K2 = 6 kg/plot) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Perlakuan pupuk organik cair (POC) azolla (A2 = 120 ml/l) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Perlakuan kombinasi K2A2 (6 kg/plot : 120 ml/l) merupakan interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman terung.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium fistuloum L.) Berbasis Stek Batang Terhadap Pengaplikasian Mol Kulit Pisang Dan Poc Azolla Akhsanul, Ridho; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3801

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) termasuk salah satu jenis tanaman sayuran genus Allium yang banyak dibudidayakan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MOL kulit pisang dan POC azolla terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah MOL kulit pisang yang terdiri dari 4 taraf : (M0 = 0 ml/L, M1 = 15 ml/L, M2 = 30 ml/L, M3 = 45 ml/L), Faktor kedua yaitu POC azolla yang terdiri dari 4 taraf : (A0 = 0 ml/L, A1 = 10 ml/L, A2 = 15 ml/L, A3 = 20 ml/L). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan MOL kulit pisang (M3 dengan konsentrasi 45 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi tanaman bawang daun. Perlakuan POC azolla (A3 dengan konsentrasi 20 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun. Perlakuan interaksi (M3A3 dengan konsentrasi 45 ml/L + 20 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada produksi tanaman bawang daun