Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Terhadap Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Konsentrasi POC Azolla Fatahillah, Bayu; Hasbi, Hudaini; Suroso, Bejo
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3799

Abstract

Terong merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sangat digemari oleh masyarakat karena selain rasa enak juga biasanya dibuat asinan dan manisan terong serta dapat dijadikan sebagai sumber nutrisi untuk menunjang kesehatan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, nilai komersil serta konsumsi dari masyarakat mengalami pelonjakan yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk organik cair azolla terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Juni hingga bulan September 2024 dengan ketinggian ±89 meter diatas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, faktor pertama adalah pupuk kandang kambing yang terdiri dari 3 taraf: (K0 = Tanpa Pemberian Pupuk Kandang Kambing, K1 = 3 kg/plot, K2 = 6 kg perplot), faktor kedua yaitu pupuk organik cair azolla yang terdiri dari 4 taraf: (A0 = tanpa perlakuan, A1 = 100 ml/l, A2 = 120 ml/l, A3 = 140 ml/l). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pupuk kandang kambing (K2 = 6 kg/plot) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Perlakuan pupuk organik cair (POC) azolla (A2 = 120 ml/l) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Perlakuan kombinasi K2A2 (6 kg/plot : 120 ml/l) merupakan interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman terung.
Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Daun (Allium fistuloum L.) Berbasis Stek Batang Terhadap Pengaplikasian Mol Kulit Pisang Dan Poc Azolla Akhsanul, Ridho; Hasbi, Hudaini; Widiarti, Wiwit
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3801

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) termasuk salah satu jenis tanaman sayuran genus Allium yang banyak dibudidayakan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MOL kulit pisang dan POC azolla terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah MOL kulit pisang yang terdiri dari 4 taraf : (M0 = 0 ml/L, M1 = 15 ml/L, M2 = 30 ml/L, M3 = 45 ml/L), Faktor kedua yaitu POC azolla yang terdiri dari 4 taraf : (A0 = 0 ml/L, A1 = 10 ml/L, A2 = 15 ml/L, A3 = 20 ml/L). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan MOL kulit pisang (M3 dengan konsentrasi 45 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi tanaman bawang daun. Perlakuan POC azolla (A3 dengan konsentrasi 20 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman bawang daun. Perlakuan interaksi (M3A3 dengan konsentrasi 45 ml/L + 20 ml/L) merupakan konsentrasi terbaik pada produksi tanaman bawang daun
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens) Terhadap Pemberian Jakaba Dengan Media Tanam Pupuk Kandang Dalam Polibag Mutiur Rohman, Muchamad; Hasbi, Hudaini; Wijaya, Insan
Callus: Journal of Agrotechnology Science Vol. 3 No. 3 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/callus.v3i3.3805

Abstract

Sektor pertanian menjadi salah satu andalan utama mata pencaharian penduduk Indonesia, salah satu contoh hasil pertanian Indonesia yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah tanaman cabai. Tanaman cabai merupakan tanaman hortikultura yang biasanya digunakan sebagai bumbu masakan, sambal atau saus, industri bubuk cabai, dan mie instan yang membutuhkan cabai dalam jumlah puluhan bahkan ratusan ton per bulan dapat mengakibatkan harga cabai meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jakaba dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan Jakaba (J4 dengan konsentrasi 80 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan tanaman cabai rawit sedangkan perlakuan jakaba (J3 dengan konsentrasi 60 ml/L) merupakan perlakuan terbaik pada produksi tanaman cabai rawit. Perlakuan pupuk kandang kambing (K1 = pupuk kandang kambing 1 kg : 2 kg tahah) merupakan perlakuan terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Perlakuan kombinasi J3K1 (jakaba 60 ml/L dan pupuk kandang kambing 1 kg : 2 kg tanah) merupakan interaksi terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit.
Pelatihan Microsoft Office Excel Bagi Pengurus Yayasan Al-Muhlisin Pakem Bondowoso Arum, Laras Sekar; Jalil, Abdul; Suroso, Bejo; Ananda, Pio Tifar; Wahyudi, Ferdian Agung; Hasbi, Hudaini; Azzayni, Alvan Maulana
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i1.2080

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini memberikan kontribusi terhadap perkem-bangan seluruh sektor baik organisasi komersial maupun nirlaba. Organisasi perlu be-radaptasi dengan teknologi informasi, Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan berupa pemberian Pelati-han penggunaan Software Aplikasi Microsoft Excel, yang diselenggarakan di ruang kelas Yayasan Al Muhlisin, pada pada tanggal 15 Januari 2023. Peserta pelatihan adalah seluruh pengurus Yayasan Al Muhlisin Kecamatan Pakem, Beberapa topik yang diberikan saat pelatihan yakni tentang rumus rumus dasar excel sebagai berikut Perjumlahan menggnakan rumus SAM untuk menjumlah nilai nilai siswa dalam rentan sel tertentu, Rata-Rata menggunakan AVERAGE untuk menghitung rata-rata dari sejumlah nilai, Maksimun dan Minimum menggunakan rumus MAX dan MIN untuk menentukan nilai maksimum dan minimum dalam rentang sek tertentu, Menggunakan fungsi logika menggunakan rumus IF untuk melakukan pengecekan kondisi dan memberikan hasil berdasarkan kondisi tersebut.
Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Di Smp Muhammadiyah 6 Wuluhan Jember Sebagai Implementasi Program P5 Suroso , Bejo; Jalil, Abdul; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini; M. Hazmi
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i4.3584

Abstract

SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan Merupakan Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan. Dalam Persyarikatan Muhammadiyah sekolah dasar sampai menengah berada dibawah tata kelola Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan juga menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Sampah daun dapat ditemukan di sekitar lingkungan seperti lingkungan SMP Muhammadiyah 6 Wuluhan yang banyak ditumbuhi pepohanan dimana setiap harinya, pepohonan akan mengugurkan daunnya sehinggamenghasilkan sampah daun yang cukup banyak. Tujuan pengabdian ini adalah mengubah sampah organic menjadi pupuk kompos yang dapat di manfaatkan untuk pupuk ramah lingkungan untuk tanaman toga yang ada di greenhose dan tanaman bunga yang ada di sekitar sekolah. Metode dalam pengabdian ini menggunakan ceramah dan praktek dengan alur persiapan sosialisasi dan penyamaan persepsi, Melalui pengabdian masyarakat ini, terlihat adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk kompos serta gotong royong, kreatifitas dan nalar kritis siswa saat bertanya dan menyelesaikan permaslahakan kelompok secara mandiri.
Efek Cekaman Salinitas Tanah Terhadap Kandungan Prolin Dan Klorofil Serta Dampak Pada Morfologis Tanaman Bawang Daun (Allium fustulosum L) Laksono, Muhammad Alief Ramadhan Putra; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.792

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan sayuran daun semusim dari famili Liliaceae yang populer dikonsumsi masyarakat karena aroma khas dan nilai gizinya, namun penyusutan lahan, khususnya di wilayah pesisir, mendorong ekstensifikasi ke lahan marginal seperti pasir pantai yang menghadapi tantangan utama berupa salinitas, yakni tingginya kadar garam yang menyebabkan stres tanaman melalui hambatan penyerapan air, akumulasi ion toksik seperti Na⁺, gangguan keseimbangan nutrisi serta aktivitas enzim vital seperti fotosintesis, yang pada akhirnya menurunkan kualitas daun melalui penurunan klorofil dan memicu produksi senyawa pelindung seperti prolin, sehingga penelitian ini difokuskan pada pengamatan aktivitas kandungan prolin dan klorofil. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Jember menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan lima perlakuan konsentrasi NaCl (S1: kontrol, S2: 100 mM, S3: 150 mM, S4: 200 mM, S5: 250 mM) dengan dosis 20 ml dan empat ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan salinitas dengan berbagai macam konsentrasi menghasilkan pengaruh sangat nyata pada parameter klorofil a dan klorofil b, jumlah total klorofil serta tinggi tanaman dan diameter batang pada 42 HST, hal ini diindikasi oleh penurunan ion osmotic pada tanaman yang menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel pada tanaman. Peningkatan salinitas cenderung menurunkan kandungan klorofil karena gangguan pada proses fotosintesis, sementara kandungan prolin meningkat sebagai respons adaptif tanaman terhadap stres salin.
Evaluasi Tingkat Kesuburan Tanah Pada Dua Sistem Budidaya Di Kawasan Pertanian, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Romadhane , Firdauzy Rizqy; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.804

Abstract

Menurunnya kesuburan tanah dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tanah, sehingga penambahan unsur hara dalam tanah melalui proses pemupukan sangat penting dilakukan agar diperoleh produksi pertanian yang menguntungkan. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sangat penting dilakukan mengingat belum adanya data terbaru status kesuburan tanah di wilayah tersebut. Data yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai data dasar dan sebagai acuan dalam pengelolaan kesuburan tanah untuk budidaya tanaman pertanian agar menguntungkan dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Februari 2025. Pengambilan sampel tanah dengan teknik purpossive sampling di Kawasan Pertanian Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabuten Probolinggo. Jumlah titik pengambilan sampel yakni sebanyak 8 titik. Pada setiap titik pengambilan sampel dilakukan pengambilan sampel pada kedalaman lapisan olah dengan metode grid sampling dan diulang sebanyak tiga kali. Analisis sifat-sifat tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember. Data dari masing-masing parameter sifat tanah pada beberapa sistem budidaya pertanian dianalisis menggunakan Uji-t (Independent) pada taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui signifikansi antar sistem budidaya yang diterapkan. Analisis regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sifat-sifat tanah terhadap tingkat kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Sistem budidaya polikultur memiliki rata-rata kadar air, kadar N, kadar P dan kadar K yang lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya monokultur, kecuali pada kandungan bahan organik. Tidak terdapat perbedaan tingkat kesuburan tanah antara sistem budidaya polikultur dan monokultur.