Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Formulasi Sabun Mandi Padat Clical Berbahan Aktif Larutan Fermentasi Kombucha Bunga Telang (Clitoria Ternatea L) Akbar, Ersaid; Sari, Diva Novita; Nuraini, Elly Putri; Nurain, Dewanda Agil Perkasa; Nurmaulawati, Rina
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Juni–Juli 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i2.956

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L) adalah jenis tumbuhan obat yang mempunyai senyawa metabolit sekunder seperti, alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, tanin. Tipe-tipe senyawa metabolit sekunder itu berguna untuk antibakteri. Kombucha bunga telang selain telah terbukti sebagai minuman probiotik dalam meningkatkan sistem imun berpotensi pula untuk dikembangkan sebagai bahan aktif kosmetik. Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan bagaimana manfaat penambahan ekstrak kombucha bunga telang sebagai bahan tambahan yang mengandung senyawa antioksidan pada pembuatan sabun mandi padat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur. Penelitian dilakukan di tiga lokasi berbeda di kampus STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun dan dilaksanakan selama Juli-Oktober 2023. Penelitian ini mencakup proses pembuatan esktrak bunga telang, proses pembuatan larutan fermentasi kombucha bunga telang, dan proses pembuatan sabun mandi padat Clical berbahan aktif larutan fermentasi kombucha bunga telang. Parameter uji yang akan dilakukan adalah uji pH, uji tinggi busa, uji stabilitas busa, dan uji organoleptik. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatakan hasil sebagai berikut, beraroma essence lavender, memiliki permukaan halus, tidak terlal keras, berwarna gradasi ungu/biru cerah, nilai pH rata-rata 10,06, rata-rata tinggi busa 11,2 cm, memiliki nilai rata-rata kestabilan busa sebesar 80.62%, kualitas sabun yang cukup baik dibuktikan dengan hasil uji organoleptik menggunakan uji hedonik, dan semua hasil penelitian yang didapat sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KITOLOD (ISOTOMA LONGIFLORA) DAN MINYAK CENGKEH (SYZYGIUM AROMATICUM) MENGGUNAKAN METODE GELIAT Harun, Nurhidayati; Kurniasih, Nia; Nurmaulawati, Rina; Aeni, Hilmi Nurul; Silfia, Risa; Novianty, Elisa
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4, Nomor 2, April 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i2.454

Abstract

Nyeri adalah mekanisme protektif apabila terjadi kerusakan jaringan. Secara empiris di masyarakat Ciamis menggunakan daun kitolod dan minyak cengkeh untuk menghilangkan nyeri, terutama akibat benturan baik pada kulit atau mata. Pada penelitian ini kelompok uji dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok kontrol positif diberikan asam mefenamat, kelompok kitolod dengan dosis 200 mg/KgBB dan minyak cengkeh 200 mg/KgBB diberikan dalam single dan kombinasi. Seluruh kelompok uji sesudah pemberian dosis uji di induksi asam asetat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas analgetik terhadap mencit dengan metode geliat. Hasil uji analgetik menunjukan bahwa seluruh kelompok uji memberikan kemampuan analgetik terhadap hewan uji yang di induksi dan terdapat perbedaan signifikan. Maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak kitolod dan minyak cengkeh memiliki daya aktivitas analgetik, akan tetapi baik secara single dan kombinasi efektivitas kitolod memiliki kemampuan analgetik yang signifikan karena semakin sedikit geliat rata-rata yang dihasilkan, maka aktivitas analgetik semakin baik
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK LOTION EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus) DENGAN VARIASI KONSENTRASI GLISERIL MONOSTEARAT Sari, Putri Rovita; Permatasari, Deliya Indah; Nurmaulawati, Rina
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2025): Volume 4, Nomor 4, Agustus 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i4.474

Abstract

Kulit merupakan pertahanan terluar manusia yang sering terkena paparan sinar matahari. paparan sinar matahari yang berlebihan dan terus menerus membuat kulit menua sebelum waktunya dan meningkatkan risiko beberapa keganasan kulit. Lotion menjadi altenatif utama untuk melindungi kulit dari risiko sinar matahari, namun produk berbahan kimia dalam lotion membuat kulit menjadi kering. Sehingga penelitian ini bertujuan memanfaatkan bahan alam dalam pengembangan sediaan lotion buah mentimun memiliki sifat antioksidan dan flavonoid yang dapat menyegarkan, serta untuk mengetahui konsentrasi gliseril monostearat yang baik pada lotion. Metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental laboratorium meliputi pembuatan ekstrak, uji fitokimia, formulasi sediaan lotion dengan variasi konsentrasi gliseril monostearat 4,5%; 5%; 5,5% kemudian dilakukan uji mutu fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Hasil uji fitokimia ekstrak etanol buah mentimun positif mengandung flavonoid, tanin dan saponin. Hasil uji mutu fisik menghasilkan organoleptik (semua formula memiliki warna puth dan bau buble gum, bentuk F1 dan F2 semi padat sedangkan F3 sedikit cair), nilai pH (F1 5,3; F2 5,2; F3 5,1), nilai daya sebar (F1 5,7; F2 5,2; F3 5,8) dan daya lekat (F1 5,2; F2 5,1; F3 4,8) yang memenuhi standar. Kesimpulan pada penelitian ini adalah konsentrasi gliseril monostearat 5,5% adalah konsentrasi terbaik
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Terpurifikasi Bunga Kenanga (Cananga odorata) Fase Etanol dan Fase N-Heksan terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Nur Afidah, Nafik; Nurmaulawati, Rina; Putra, Premihadi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.630

Abstract

Jerawat merupakan peradangan kulit akibat tersumbatnya kelenjar sebaceous, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, hormon, stres, makanan, serta penggunaan kosmetik yang tidak sesuai. Salah satu penyebab utama peradangan ini adalah aktivitas bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik sintetis memang efektif, namun berisiko menimbulkan resistensi jika digunakan terus-menerus. Oleh karena itu, senyawa antibakteri alami dari tanaman, seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan steroid, dinilai lebih aman untuk penggunaan jangka panjang. Salah satu tanamannya yaitu bunga kenanga (Cananga odorata). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri dari ekstrak terpurifikasi bunga kenanga (Cananga odorata) pada dua fase pelarut, yaitu etanol dan n-heksana. Metode yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%, kemudian dipurifikasi menggunakan n-heksana. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Klindamisin 2 µg/disk digunakan sebagai kontrol positif, dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak fase etanol dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75% menghasilkan zona hambat sebesar 5,43 ± 0,55 mm; 10,35 ± 0,56 mm; dan 13,78 ± 0,28 mm. Sedangkan fase n-heksana menghasilkan zona hambat 2,31 ± 0,40 mm; 4 ± 0,35 mm; dan 5,83 ± 0,43 mm. Uji ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000) pada kedua fase. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar zona hambat yang terbentuk. Ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) fase etanol konsentrasi 75% terbukti paling efektif menghambat Propionibacterium acnes.
UJI EFEKTIVITAS SEDIAAN TRANSDERMAL PATCH EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica L.) TERHADAP LUKA SAYAT PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) Kalsum, Umi; Erikania, Susanti; Nurmaulawati, Rina
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2854

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji keefektifan transdermal patch dari ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) terhadap luka sayat grade 1, transdermal patch dari ekstrak daun beluntas masih tergolong baru dalam pengaplikasiannya pada luka sayat dan masih belum banyak yang menguji seperti ini. Analisis kualitatif deskriptif melalui sumber data primer yang berasal dari hewan uji berupa mencit putih (Mus musculus) serta bahan uji yaitu daun beluntas yang diambil sendiri sampai pengujian bahan yang melalui uji fitokimia serta dilakukan uji sediaan melalui uji organoleptik, keseragaman bobot, uji ketebalan, uji ketahanan lipatan, uji pH, freeze thaw dan dilakukan dengan metode perhitungan statistik dari aplikasi SPSS yaitu One Way Anova dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya keefektifan pada kelompok uji dengan konsentrasi 15% dari 5 kelompok percobaan yaitu kontrol positif (povidone iodine), kontrol negatif (tanpa ekstrak daun beluntas), kelompok konsentrasi ekstrak beluntas 5% dan kelompok konsentrasi ekstrak beluntas 10%. Pada kelompok uji dengan konsentrasi ekstrak beluntas 15% mengalami kesembuhan luka sayat total pada hari ke-6 dari 14 hari, itu lebih cepat dibanding kelompok perlakuan lainnya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi pemangku kebijakan untuk merumuskan strategi pengembangan sediaan transdermal patch ekstrak daun beluntas dengan konsentrasi 15%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis secara in Vitro Khofifah, Kharisma; Nurmaulawati, Rina; Cahyaningrum, Yanuar As`hari
Mantra Bhakti Vol. 1 No. 1: Desember 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v1i1.559

Abstract

Penyebab infeksi saluran kemih diantaranya adalah bakteri gram negatif Klebsiella pneumoniae dan bakteri gram positif bakteri Staphylococcus epidermidis, salah satu pencegahan infeksi saluran kemih yang dapat dilakukan yaitu menggunakan obat antibiotik Ciprofloxacin. Penggunaan Ciprofloxacin mempunyai efek samping yang merugikan sehingga diperlakukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri adalah biji alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji alpukat terhadap pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu maserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil penelitian memiliki diameter hambatan yang sama dengan kontrol positif yaitu dengan kategori zona hambat kuat terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus epidermidis. Hasil penelitian ini adalah ekstrak etanol 96% memilki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Staphylococcus memiliki aktivitas antibakteri dengan 6% sebesar 6,5-7,6 mm, 10% sebesar 7,6-8,5 mm dengan kategori zona hambat sedang, 14% sebesar 11,12-12,06 mm dan kontrol kontrol positif sebesar 12,04-13,05 mm dengan kategori zona hambat kuat. Hal ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% biji alpukat mempunyai daya hambat kuat pada konsentrasi 14%. Berdasarkan uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari masing-masing perlakuan.
Uji Antioksidan Ekstrak Terpurifikasi Daun Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr) dengan Metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-picrylhydrazyl) Wulandari, Ika Ayu; Nurmaulawati, Rina; Susilowati, Susilowati
Mantra Bhakti Vol. 1 No. 1: Desember 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/mb.v1i1.561

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang digunakan untuk menangkap radikal bebas. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr) karena memilki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak terpurifikasi daun trembesi. Purifikasi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh komponen murni dan bebas dari komponen yang tidak dibutuhkan. Pelarut yang digunakan untuk purifikasi yaitu etanol 96% dan n-heksan (1:1). Analisis aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, kemudian diukur menggunakan spektrofotometri UV-VIS untuk menentukan nilai absorbansi pada konsentrasi 25, 50, 75, 100, dan 125 ppm kemudian dihitung nilai IC50 dari sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi daun trembesi memiliki nilai IC50 sebesar 61,208 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak terpurifikasi daun trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr) memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat dengan nilai IC50 sebesar 61,208 ppm.
EDUKASI DAGUSIBU OBAT KEPADA MASYARAKAT DI DESA BANJAREJO, KECAMATAN TAMAN, KOTA MADIUN Saputri, Ika Sutra Perwirahayu Aji; Nurmaulawati, Rina
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2214

Abstract

Topik yang diangkat dalam pengabdian masyarakat ini yakni Edukasi Dagusibu Obat dan Cek Kesehatan Gratis Kepada Masyarakat di Desa Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Topik ini diambil untuk memberikan gambaran kepada masyarakat untuk mengetahui informasi tentang penanganan obat yang benar. Prodi D3 Farmasi Stikes Bhakti Husada Mulia telah melakukan observasi terhadap sosialisasi tentang Edukasi Dagusibu Obat dan Cek Kesehatan Gratis Kepada Masyarakat di Desa Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun dan Informasi dikumpulkan dari berbagai sumber seperti: media massa online, media massa cetak, hingga informasi yang didapat dari hasil pengamatan tersebut. DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang) merupakan salah satu upaya peningkatan kesehatan bagi masyarakat yang diselenggarakan melalui kegiatan pelayanan kesehatan oleh tenaga kefarmasian. Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik termasuk informasi tentang penanganan obat yang benar. Hal tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 yang mana telah ditetapkan upaya kesehatan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat dan salah satu kegiatan upaya kesehatan   adalah pengamanan dan penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan. Dalam upaya menjaga kesehatan dan penyembuhan, penggunaan obat merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan. Obat memiliki peran penting dalam mengobati kondisi kesehatan dan penyakit tertentu dengan penanganan yang benar. Mengenal obat, penggolongan, cara penggunaan dan cara memperoleh penting untuk diketahui agar masyarakat terhindar dari obat yang tidak tepat. Pemberdayaan masyarakat perlu diupayakan agar masyarakat cerdas dan bertanggung jawab dalam memilih obat sehingga peredaran obat yang tidak  aman dapat ditekan. Banyaknya masalah dalam penggunaan obat oleh masyarakat akibat minimnya pengetahuan dan informasi tentang penggunaan obat secara benar, oleh karena itu perlu upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui   kegiatan edukasi untuk mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan   keterampilan masyarakat dengan menggunakan obat secara benar. Sebagai wujud dalam pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian ini, tenaga farmasi dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku untuk dapat melaksanakan interaksi langsung dengan pasien. Bentuk interaksi tersebut antara lain adalah melaksanakan pemberian informasi, monitoring penggunaan obat dan mengetahui tujuan akhirnya sesuai harapan dan terdokumentasi. Pengabdian Masyarakat ini, dilakukan dengan memberikan sosialisasi dengan metode penyuluhan dan pembagian brosur tentang membedakan penggolongan obat dengan benar. Dari hasil kegiatan yang dilakukan  ada   sekitar   50 warga masyarakat   yang   berpartisipasi  pada   kegiatan   ini, diketahui terdapat  perbedaan  tingkat  pengetahuan sebelum   dan sesudah   sosialisasi dilakukan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan ketepatan penggolongan obat oleh masyarakat sebagai salah satu  upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang berada di daerah pedesaan. Kegiatan ini   diharapkan   dapat   meningkat   kemampuan   dan   kemauan masyarakat desa untuk menolong diri sendiri di bidang kesehatan.      
KOLABORASI PEMANFAATAN BAHAN ALAM INDONESIA–MALAYSIA DALAM EDUKASI DAN INOVASI PRODUK FARMASI BERBASIS OBAT TRADISIONAL Nurmaulawati, Rina; Sari, Trisiyana Sholika; Sari, Putri Rovita; Natawaskita, Kuncoro; Harun, Nurhidayati; Hariadha, Enti
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.640

Abstract

Indonesia dan Malaysia memiliki kekayaan bahan alam yang berpotensi besar sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Namun, pemanfaatannya di masyarakat masih didominasi pendekatan empiris tanpa dukungan edukasi kefarmasian terkait mutu, keamanan, dan efektivitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia–Malaysia melalui edukasi dan inovasi produk farmasi berbasis obat tradisional. Metode yang digunakan meliputi edukasi daring melalui Zoom, diskusi interaktif, serta demonstrasi virtual pengolahan bahan alam menjadi sediaan obat tradisional sederhana. Sasaran kegiatan meliputi masyarakat umum, pelaku UMKM herbal, dan mahasiswa farmasi di Indonesia dan Malaysia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai identifikasi bahan alam, proses pengolahan yang benar, serta aspek keamanan dan regulasi obat tradisional. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi lintas negara dan mendukung pemanfaatan bahan alam secara aman, bermutu, berkhasiat, dan berkelanjutan
ANALISIS KADAR RHODAMIN B PADA PERONA PIPI (BLUSH ON) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Sari, Trisiyana Sholika; Nurmaulawati, Rina; Maulidah, Siti
Pengembangan Ilmu dan Praktik Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : STIKES Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/pipk.v4i6.630

Abstract

Perona pipi merupakan produk kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi sehingga wajah tampak lebih segar dan menarik. Salah satu bahan berbahaya yang masih berpotensi disalahgunakan dalam kosmetik adalah Rhodamin B, yaitu zat warna sintetis yang umumnya digunakan pada industri tekstil, kertas, dan cat. Rhodamin B bersifat toksik, dapat menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan, serta bersifat karsinogenik apabila digunakan dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif kandungan Rhodamin B pada sediaan perona pipi yang beredar di pasaran. Metode penelitian yang digunakan meliputi uji pewarnaan dengan pereaksi NaOH, eter, dan HCl untuk identifikasi kualitatif, serta metode spektrofotometri UV-Vis untuk penetapan kadar Rhodamin B. Uji pewarnaan dilakukan berdasarkan prinsip ekstraksi zat warna dalam suasana basa yang selanjutnya dipindahkan ke fase eter dan direaksikan kembali dalam suasana asam untuk menghasilkan perubahan warna khas Rhodamin B. Metode spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk menentukan kadar Rhodamin B secara kuantitatif. Sampel dipilih berdasarkan variasi merek, warna mencolok, tidak memiliki nomor izin edar, harga relatif rendah, serta tidak mencantumkan komposisi pada kemasan. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari tiga sampel yang dianalisis, satu sampel teridentifikasi positif mengandung Rhodamin B yang ditandai dengan perubahan warna merah keunguan. Analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa kadar Rhodamin B pada sampel positif sebesar 168,041 µg/mL ± 1,2629. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa masih ditemukan perona pipi yang mengandung Rhodamin B, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk kosmetik di pasaran