Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Studi Keberhasilan Reklamasi Tahap Operasi Produksi Tambang Batubara Pada Outpit Dump 1 Tiwa Abadi, Bayan Group Tabang Project, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur Prayoga, Yogi Bayu; Respati, Lucia Litha; Magdalena, Henny; Devy, Shalaho Dina; Nugroho, Windhu
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19459

Abstract

Studi Keberhasilan Reklamasi merupakan kegiatan yang penting untuk mengukur perubahan lingkungan yang terjadi pada wilayah bekas tambang. Perubahan lingkungan yang dimaksud salah satunya adalah perubahan kimiawi yang berdampak pada air tanah dan air permukaan. Lebih jauh lagi adalah perubahan iklim disebabkan perubahan kecepatan angin, gangguan flora dan fauna, serta tanah menjadi tandus dan gundul. Menurut Kepmen 1827 K/30/MEM/2018, reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan Usaha Pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya. Kegiatan pengamatan di lapangan dan hasil analisa seluruh tahapan kegiatan reklamasi, dapat dilakukan penilaian keberhasilan reklamasi PT. Tiwa Abadi. Penilaian tabel keberhasilan reklamasi ada 17 kategori dalam setiap penilaian tersebut menggunakan parameter poin yaitu 1,2, dan 3. Hasil poin penilaian mendapatkan rata rata yaitu 3 poin. Menentukan nilai akhir perhitungan yaitu Total Skor Evaluasi untuk masing-masing kriteria dibagi dengan Jumlah Kriteria dikali dengan Nilai Maksimal Tiap Kriteria kemudian dikali 100%. Nilai Pencapaian persentase keberhasilan reklamasi PT. Tiwa Abadi pada tahun 2023 yaitu 78,43%. Kegiatan reklamasi juga melakukan pengelolaan pH Asam Tanah pada PT. Tiwa Abadi dengan pH Tanah (5-6). Dari faktor penghambat keberhasilan reklamasi yaitu tidak tercapai luas area revegetasi, tidak melakukan penanaman (cover crop), pertumbuhan tanaman cepat tumbuh 50%, belum melakukan penanaman tanaman lokal, belum terlihat penutup tajuk, dan belum dilakukannya penyulaman pada area revegetasi.
Evaluasi Trigger Action Response Plan (TARP) Pergerakan Lereng Disposal Menggunakan Alat Slope Stability Radar (SSR) Pada Disposal PT. Bara Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Sembiring, Irianta Ibo; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Pontus, Albertus Juvensius
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19258

Abstract

PT Bara Tabang merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan alat Slope stability radar (SSR) sebagai alat monitoring lereng. SSR merupakan salah satu alat pemantauan lereng yang memiliki kelebihan dalam memantau keadaan lereng secara real time. SSR dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam pengembangan dan penerapan Trigger Action Response Plan (TARP) untuk manajemen risiko. TARP merupakan sistem respon terstruktur yang mengatur langkah-langkah yang perlu diambil berdasarkan pemicu tertentu (trigger) yang terdeteksi di lapangan, guna mencegah kecelakaan dan kerugian. Penerapan SSR dalam menentukan TARP fokus pada identifikasi pemicu yang terkait dengan pergerakan lereng yang berbahaya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ambang batas pada alarm dengan menggunakan metode Upper Control Limit (UCL) dan merekomendasikan nilai Trigger Action Response Plan (TARP). Hasil penelitian didapatkan nilai ambang batas pada VCP 1440, nilai rekomendasi alarm ialah 5.71 mm/jam dengan critical value sebesar 15.871 mm/jam dan berdasarkan nilai VCP 1440, tindakan yang diperlukan dapat disesuaikan terhadap status kestabilan lereng Disposal Pit Bara Tabang yang dikategorikan menjadi empat yaitu kondisi hijau – aman (< -1.48 mm/jam), kondisi kuning – awas (-1.48 – 4.28 mm/jam), kondisi oranye – kritis (4.28 -5.71) mm/jam, dan kondisi merah – longsor (>15.871 mm/jam).`
EVALUASI GEOMETRI JALAN ANGKUT BATUBARA PADA PT. TRUBAINDO COAL MINING, KAMPUNG BUNYUT, KECAMATAN MELAK, KABUPATEN KUTAI BARAT, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Yeriko, Kamril; Nugroho, Windhu; Magdalena, Henny; Jovensius Pontus, Albertus; Trides, Tommy
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil penelitian yang dilakukan terdapat beberapa titik yang memiliki masalah atau masih belum ideal dan memenuhi standar yaitu pada lebar jalan lurus km 10+000 dari segmen C-D sampai segmen U-V masih belum ideal dan pada km 44+000 jalan lurus semua segmen masih belum ideal. Untuk cross slope sendiri pada km 10+000 hanya beberapa segmen yang masih belum memenuhi standar yaitu pada segmen G-H, K-L, L-M, T-U dan U-V. Dan untuk cross slope km 44+000 semua segmen masih belum ideal. Pada lebar jalan berbelok dan superelevasi tikungan 1 km 23+000 dan tikungan 2 km 42+000 semuanya masih belum ideal. Jari-jari tikungan pada tikungan 1 km 23+000 dan tikungan 2 km 42+000 semunya sudah memenuhi standar. Grade jalan pada km 42+000 masih belum memenuhi standar dari PT. Trubaindo Coal Mining. Setelah dilakukan perhitungan berdasarkan standar AASHTO dan mempertimbangkan alat terbesar yaitu Volvo FMX 480 maka didapat nilai lebar jalan ideal untuk jalan lurus adalah 18 m, untuk jalan berelok adalah 25 m, untuk jari ‒ jari tikungan adalah 135 m, untuk cross slope adalah 0,36 m, untuk superelevasi adalah 1,5 m dan untuk grade jalan berdasarkan standar dari PT. Trubaindo Coal Mining adalah 6 %.
Efektivitas Adsorpsi Karbon Aktif Tempurung Kelapa Terhadap Kandungan Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Serta Ph Pada Pengelolaan Air Asam Tambang Batubara Miranda, Virgita; Nugroho, Windhu; Magdalena, Henny; Dina Devy, Shalaho; Hasan, Harjuni
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i2.55

Abstract

AAT (air asam tambang) merupakan salah satu permasalahan dalam aktivitas penambangan batubara, Air tersebut terbentuk sebagai hasil oksidasi dari mineral sulfida yang bereaksi dengan oksigen di udara pada lingkungan berair. Pengambilan sampel AAT dilakukan di PT. Internasional Prima Coal dengan kondisi awal nilai pH 3,52, kadar logam besi (Fe) 23,18 mg/L dan kadar logam mangan 8,60 mg/L. berdasarkan kondisi awal sampel menunjukkan bahwa sampel tidak layak dikarenakan tidak memenuhi standar baku mutu air limbah pertambangan menurut PerMen LHK No.05 Tahun 2022. Karbon aktif tempurung kelapa merupakan salah satu media adsorpsi yang dapat digunakan dalam pengolahan air asam. Pada penelitian ini menggunakan karbon aktif tempurung kelapa dengan variasi dosis/ massa adsorben 2 gram, 4 gram, 6 gram dan 8 gram serta variasi waktu kontak selama 30 menit, 60 menit 90 menit dan 120 menit. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan karbon aktif tempurung kelapa sebagai media adsorpsi sangat efektif. Pada saat penggunaan dosis adsorbat sebanyak 8 gram dan waktu kontak 120 menit menghasilkan peningkatan pH menjadi 9,70 dan penurunan kadar Fe menjadi 0,21 mg/L serta kadar Mn menjadi 0,26 mg/L.
Studi Tingkat Slaking Index pada Batulempung Formasi Balikpapan Daerah Samarinda dan Kutai Kartanegara Budi Utama, Yogi; Oktaviani, Revia; Nugroho, Windhu; D. Devy, Shalaho; Trides, Tommy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i9.575

Abstract

Batulempung merupakan batuan dialam yang dalam rekayasa geoteknik seringkali membuat permasalahan. Hal ini berkaitan dengan karakteristik batulempung yang mudah hancur dalam waktu singkat ketika tersingkap ke permukaan dan atau saat berinteraksi dengan air. Karena permasalahan tersebut, batulempung selalu mengalami penurunan durabilitas dari waktu ke waktu. Durabilitas batulempung dapat dihitung dengan menggunakan nilai indeks slaking. Indeks slaking merupakan persentase nilai tingkat daya tahan batuan yang dihitung berdasarkan berat material batuan yang terdegradasi. Slaking sendiri merupakan perilaku batuan yang apabila kontak langsung dengan air dan temperatur sering menyebabkan hancurnya partikel, retakan-retakan serta mengelupasnya lapisan permukaan batuan dalam waktu tertentu. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengamati reaksi pelapukan dan kehancurkan sampel batulempung yang direndam kedalam air. Sampel batulempung akan digolongkan pada masing-masing tingkat kehancuran sesuai dengan tingkatannya yang terbagi kedalam 6 kelas yaitu 0-5% very low, 5-10% low, 10-25% medium, 25-50% high, 50-75% very high, dan 75-100% extremely high. Dari hasil pengujian 12 sampel batulempung, diperoleh nilai indeks slaking dengan rentang nilai paling rendah sebesar 84,77% pada sampel JW CS2 dan paling tinggi sebesar 100% untuk sampel LD CS1 – LD CS3 dan BK CS1 – BK CS3. Dengan rentang nilai persentase indeks slaking seperti itu, sampel pengujian termasuk kedalam kelas 6 dengan klasifikasi indeks slaking extremely high yang berarti sampel batuan yang diuji mengalami tingkat disintegrasi atau kehancuran yang tinggi akibat proses perendaman air dan pengeringan.
Perilaku Slaking Statik dan Plastisitas pada Batulempung Formasi Pulaubalang (Slaking and Plasticity Behavior In Claystone In Pulaubalang Formation) W. S. Gumilang, W. S. Gumilang; Oktaviani, Revia; Nugroho, Windhu; D. Devy, Shalaho; Trides, Tommy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i9.702

Abstract

Slaking merupakan interaksi batulempung dengan udara bebas dan cuaca yang dapat menyebabkan batulempung untuk mengalami penurunan durabilitas dan ketahanannya seiring waktu. Batulempung juga memiliki sifat elastis dan plastis, dan hal ini menyebabkan ia memiliki batas-batas pada keadaan elastis maupun plastis sebelum hancur dan menjadi tanah lepas. Untuk itu, perilaku slaking statik dan plastisitas yang dimiliki batulempung dapat berpengaruh terhadap tingkat ketahanan dari batulempung tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku slaking statik dengan indeks plastisitas pada sampel batulempung di Kota Samarinda pada Formasi Pulaubalang. Dari hasil uji Indeks Plastisitas, Tingkat plastisitas pada sampel batulempung berada pada kategori plastisitas rendah dengan nilai Indeks Plastisitas terendah 5,84 sampai dengan kategori plastisitas sedang dengan nilai Indeks Plastisitas tertinggi 14,91. Daya slaking statik yang pada batulempung berada pada kategori tinggi sampai dengan ekstrim tinggi dengan nilai indeks 41,47% sampai dengan 70,22%, dan jumlah siklus berada pada dua sampai empat siklus. Antara indeks plastisitas dan indeks slaking statik menunjukkan tingkat korelasi yang lemah dengan angka koefisien korelasi 0,282 dengan arah positif, namun nilai R Tabel 0,666 lebih tinggidari nilai R Hitung menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel Indeks Plastisitas dengan nilai daya slaking statis pada batulempung. Hasil analisis model regresi linear sederhana yang dilakukan adalah didapatkan nilai Koefisien determinasi sebesar 0,0795, yang artinya 7,95% variasi indeks slaking statik yang dapat dijelaskan oleh faktor plastisitas, dan sisanya ditentukan oleh faktor lainnya.
Evaluasi Kinerja Unit Limestone Crusher VI Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Pada Tambang Bukit Karang Putih Anggraini, Agnes; Nugroho, Windhu; Sakdillah, Sakdillah; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i12.1007

Abstract

Semen Padang merupakan salah satu perusahan pertambangan batugamping yang terletak di Bukit Karang Putih, sekitaran Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Provinsi Sumatera Barat dan melakukan pengolahan batugamping dengan proses pengecilan ukuran material menggunakan unit peremuk berupa hammer crusher. Dilakukannya pengamatan terhadap unit peremuk batugamping untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang terjadi selama proses produksi, sehingga didapatkan upaya untuk meningkatkan produktivitas dari unit peremuk tersebut. Hambatan-hambatan yang terjadi selama proses produksi berlangsung berupa kerusakan pada feeder, wobbler, crusher, dedusting, belt conveyor, dan electric. Oleh sebab itu perlu dilakukan perawatan dan pemantauan secara rutin terhadap alat sehingga kerusakan dapat diminimalisir. Target Produksi pada unit peremuk batugamping sebesar 1800 ton/jam, dan produktivitas unit peremuk pada bulan januari sebesar 1800 ton/jam dan pada bulan februari sebesar 1800 ton/jam. Setelah dilakukan pengamatan diperoleh produktivitas aktual unit peremuk pada bulan januari sebesar 1505,66 ton/jam dan pada bulan februari sebesar 1608,68 ton/jam.
Perancangan Triwulan Sequence Penambangan Batubara Pada PIT 5F PT Wijaya Mandiri Energi Alfiyanda, Ahmad; Nugroho, Windhu; Magdalena, Henny; Hasan, Harjuni; Litha Respati, Lucia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i12.1019

Abstract

PT Wijaya Mandiri Energi (selanjutnya akan di tulis PT WME) merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang kontraktor penambangan dengan menyediakan jasa pengupasan tanah penutup dan pengangkutan batubara. Salah satu klien PT WME adalah PT Bara Setiu Indonesia (selanjutnya akan di tulis PT BSI) job site Sandeley, Kabupaten Paser. Pada saat ini PT WME akan membuka pit baru yaitu pit 5f dengan total cadangan volume overburden 4.001.491,46 bcm dengan jumlah cadangan batubara 654.777,66 mt. PT WME menggunakan Doosan 530-LCV untuk melakukan overburden removal dengan produktivitas total dari seluruh alat gali muat sebesar 1.032 bcm/jam yang terdiri dari 4 fleet yaitu DS-01 sebesar 268,40 bcm/jam, DS-02 sebesar 271,39 bcm/jam, DS-03 sebesar 254,31 bcm/jam, dan DS-04 sebesar 238.47 bcm/jam. Pada coal getting PT WME menggunakan unit gali muat Doosan 520 LCV-50 dengan produktivitas sebesar 218,72 ton/jam. Dari total perhitungan produktivitas tersebut, maka penambangan pada pit 5f ini akan berlangsung selama 12 bulan
Studi Pengupasan Material Lumpur Pada Pit 40sst Pt Multi Harapan Utama Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Saeppudin, Ahmad; Dina Devy, Shalaho; Magdalena, Henny; Hasan, Harjuni; Nugroho, Windhu
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i9.507

Abstract

Pengupasan material lumpur yang digunakan pada PT Multi Harapan Utama pada pit 40SST mengikuti regulasi yang tercantum pada Keputusan Menteri ESDM nomor 1827/K/30/MEM/2018 tentang pengupasan material lumpur. Sebelum dilakukan pengupasan terdapat beberapa syarat agar kegiatan pengupasan material lumpur ini dapat dilakukan. Metode yang digunakan adalah perhitungan volume dan ketebalan material lumpur dan pengujian sifat fisik material lumpur. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pengupasan material lumpur pada pit 40SST dengan luas boundary sebesar 28,40 Ha dan didapatkan volume material lumpur sebesar 1.392.237 bcm serta tebal lumpur 10,6 m dapat dilakukan dengan material lumpur yang memiliki kandungan air sebesar 80,7 %. Untuk penirisan material dilakukan dengan membuat paritan agar tidak ada air yang tergenang. Untuk penanganan material lumpur menggunakan alat gali muat PC 1250 dan PC 2000 dengan landasan yang di ambil dari material keras hasil peledakan yang dibawa oleh alat angkut dan nantinya akan di ratakan oleh dozer. Dan terakhir penetapan jarak aman yang ditetapkan adalah 3,5 kali dari tebal material lunak yang di tetapkan oleh Perusahaan. Dengan terpenuhinya syarat tersebut sudah memenuhi keselamatan kerja dan kegiatab penambanagn batubara dapat bekerja secara optimal.
Penentuan Tinggi Stemming Dan Crest Burden Berdasarkan Jarak Flyrock Di Pit Inul Middle Panel 3 Pt Kaltim Prima Coal Kalimantan Timur Nimsi, Yekeskiel; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.526

Abstract

Peledakan merupakan salah satu metode pemberaian lapisan overburden yang digunakan PT Kaltim Prima Coal, proses pengupasan overburden menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Flyrock adalah lemparan batuan ke segala arah secara tidak terduga dari kegiatan peledakan yang berdampak paling berbahaya bagi keselamatan manusia, alat, dan bangunan. PT. Kaltim Prima Coal menetapkan radius aman pada kegiatan peledakan untuk alat 300 m dan 500 m untuk manusia. Namun pada radius ± 400 meter terdapat pemukiman warga dan jalan raya, sehingga perlu dilakukan blokade jalan dan evakuasi warga yang berada didalam radius peledakan. Dalam upaya mengurangi radius aman manusia dan alat di bawah 500 m dapat dilakukan dengan melakukan peledakan terkendali. Dengan menggunakan persamaan Richard dan Moore yang melibatkan burden dan stemming dalam memprediksi lemparan maksimum flyrock dan melakukan pendekatan terhadap nilai konstanta disesuaikan dengan kondisi di Pit Inul Middle. Hasil penelitian menunjukan rata-rata flyrock terlempar sejauh 11.58 m dan paling terjauh 39.74 m. Dengan diketahui prediksi lemparan maksimum flyrock, maka untuk mengurangi radius aman manusia dan alat di bawah 500 m serta mempertimbangkan safety factor, standar nilai variabel tinggi stemming dan face burden yaitu minimal 3.3 m dan jarak crest burden yaitu 1.03 m