Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Studi Tingkat Slaking Index pada Batulempung Formasi Balikpapan Daerah Samarinda dan Kutai Kartanegara Budi Utama, Yogi; Oktaviani, Revia; Nugroho, Windhu; D. Devy, Shalaho; Trides, Tommy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i9.575

Abstract

Batulempung merupakan batuan dialam yang dalam rekayasa geoteknik seringkali membuat permasalahan. Hal ini berkaitan dengan karakteristik batulempung yang mudah hancur dalam waktu singkat ketika tersingkap ke permukaan dan atau saat berinteraksi dengan air. Karena permasalahan tersebut, batulempung selalu mengalami penurunan durabilitas dari waktu ke waktu. Durabilitas batulempung dapat dihitung dengan menggunakan nilai indeks slaking. Indeks slaking merupakan persentase nilai tingkat daya tahan batuan yang dihitung berdasarkan berat material batuan yang terdegradasi. Slaking sendiri merupakan perilaku batuan yang apabila kontak langsung dengan air dan temperatur sering menyebabkan hancurnya partikel, retakan-retakan serta mengelupasnya lapisan permukaan batuan dalam waktu tertentu. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengamati reaksi pelapukan dan kehancurkan sampel batulempung yang direndam kedalam air. Sampel batulempung akan digolongkan pada masing-masing tingkat kehancuran sesuai dengan tingkatannya yang terbagi kedalam 6 kelas yaitu 0-5% very low, 5-10% low, 10-25% medium, 25-50% high, 50-75% very high, dan 75-100% extremely high. Dari hasil pengujian 12 sampel batulempung, diperoleh nilai indeks slaking dengan rentang nilai paling rendah sebesar 84,77% pada sampel JW CS2 dan paling tinggi sebesar 100% untuk sampel LD CS1 – LD CS3 dan BK CS1 – BK CS3. Dengan rentang nilai persentase indeks slaking seperti itu, sampel pengujian termasuk kedalam kelas 6 dengan klasifikasi indeks slaking extremely high yang berarti sampel batuan yang diuji mengalami tingkat disintegrasi atau kehancuran yang tinggi akibat proses perendaman air dan pengeringan.
Perilaku Slaking Statik dan Plastisitas pada Batulempung Formasi Pulaubalang (Slaking and Plasticity Behavior In Claystone In Pulaubalang Formation) W. S. Gumilang, W. S. Gumilang; Oktaviani, Revia; Nugroho, Windhu; D. Devy, Shalaho; Trides, Tommy
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i9.702

Abstract

Slaking merupakan interaksi batulempung dengan udara bebas dan cuaca yang dapat menyebabkan batulempung untuk mengalami penurunan durabilitas dan ketahanannya seiring waktu. Batulempung juga memiliki sifat elastis dan plastis, dan hal ini menyebabkan ia memiliki batas-batas pada keadaan elastis maupun plastis sebelum hancur dan menjadi tanah lepas. Untuk itu, perilaku slaking statik dan plastisitas yang dimiliki batulempung dapat berpengaruh terhadap tingkat ketahanan dari batulempung tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku slaking statik dengan indeks plastisitas pada sampel batulempung di Kota Samarinda pada Formasi Pulaubalang. Dari hasil uji Indeks Plastisitas, Tingkat plastisitas pada sampel batulempung berada pada kategori plastisitas rendah dengan nilai Indeks Plastisitas terendah 5,84 sampai dengan kategori plastisitas sedang dengan nilai Indeks Plastisitas tertinggi 14,91. Daya slaking statik yang pada batulempung berada pada kategori tinggi sampai dengan ekstrim tinggi dengan nilai indeks 41,47% sampai dengan 70,22%, dan jumlah siklus berada pada dua sampai empat siklus. Antara indeks plastisitas dan indeks slaking statik menunjukkan tingkat korelasi yang lemah dengan angka koefisien korelasi 0,282 dengan arah positif, namun nilai R Tabel 0,666 lebih tinggidari nilai R Hitung menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel Indeks Plastisitas dengan nilai daya slaking statis pada batulempung. Hasil analisis model regresi linear sederhana yang dilakukan adalah didapatkan nilai Koefisien determinasi sebesar 0,0795, yang artinya 7,95% variasi indeks slaking statik yang dapat dijelaskan oleh faktor plastisitas, dan sisanya ditentukan oleh faktor lainnya.
Evaluasi Kinerja Unit Limestone Crusher VI Untuk Pencapaian Target Produksi Batugamping Pada Tambang Bukit Karang Putih Anggraini, Agnes; Nugroho, Windhu; Sakdillah, Sakdillah; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i12.1007

Abstract

Semen Padang merupakan salah satu perusahan pertambangan batugamping yang terletak di Bukit Karang Putih, sekitaran Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Provinsi Sumatera Barat dan melakukan pengolahan batugamping dengan proses pengecilan ukuran material menggunakan unit peremuk berupa hammer crusher. Dilakukannya pengamatan terhadap unit peremuk batugamping untuk mengetahui hambatan-hambatan apa saja yang terjadi selama proses produksi, sehingga didapatkan upaya untuk meningkatkan produktivitas dari unit peremuk tersebut. Hambatan-hambatan yang terjadi selama proses produksi berlangsung berupa kerusakan pada feeder, wobbler, crusher, dedusting, belt conveyor, dan electric. Oleh sebab itu perlu dilakukan perawatan dan pemantauan secara rutin terhadap alat sehingga kerusakan dapat diminimalisir. Target Produksi pada unit peremuk batugamping sebesar 1800 ton/jam, dan produktivitas unit peremuk pada bulan januari sebesar 1800 ton/jam dan pada bulan februari sebesar 1800 ton/jam. Setelah dilakukan pengamatan diperoleh produktivitas aktual unit peremuk pada bulan januari sebesar 1505,66 ton/jam dan pada bulan februari sebesar 1608,68 ton/jam.
Perancangan Triwulan Sequence Penambangan Batubara Pada PIT 5F PT Wijaya Mandiri Energi Alfiyanda, Ahmad; Nugroho, Windhu; Magdalena, Henny; Hasan, Harjuni; Litha Respati, Lucia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 12 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i12.1019

Abstract

PT Wijaya Mandiri Energi (selanjutnya akan di tulis PT WME) merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang kontraktor penambangan dengan menyediakan jasa pengupasan tanah penutup dan pengangkutan batubara. Salah satu klien PT WME adalah PT Bara Setiu Indonesia (selanjutnya akan di tulis PT BSI) job site Sandeley, Kabupaten Paser. Pada saat ini PT WME akan membuka pit baru yaitu pit 5f dengan total cadangan volume overburden 4.001.491,46 bcm dengan jumlah cadangan batubara 654.777,66 mt. PT WME menggunakan Doosan 530-LCV untuk melakukan overburden removal dengan produktivitas total dari seluruh alat gali muat sebesar 1.032 bcm/jam yang terdiri dari 4 fleet yaitu DS-01 sebesar 268,40 bcm/jam, DS-02 sebesar 271,39 bcm/jam, DS-03 sebesar 254,31 bcm/jam, dan DS-04 sebesar 238.47 bcm/jam. Pada coal getting PT WME menggunakan unit gali muat Doosan 520 LCV-50 dengan produktivitas sebesar 218,72 ton/jam. Dari total perhitungan produktivitas tersebut, maka penambangan pada pit 5f ini akan berlangsung selama 12 bulan
Studi Pengupasan Material Lumpur Pada Pit 40sst Pt Multi Harapan Utama Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Saeppudin, Ahmad; Dina Devy, Shalaho; Magdalena, Henny; Hasan, Harjuni; Nugroho, Windhu
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i9.507

Abstract

Pengupasan material lumpur yang digunakan pada PT Multi Harapan Utama pada pit 40SST mengikuti regulasi yang tercantum pada Keputusan Menteri ESDM nomor 1827/K/30/MEM/2018 tentang pengupasan material lumpur. Sebelum dilakukan pengupasan terdapat beberapa syarat agar kegiatan pengupasan material lumpur ini dapat dilakukan. Metode yang digunakan adalah perhitungan volume dan ketebalan material lumpur dan pengujian sifat fisik material lumpur. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan pengupasan material lumpur pada pit 40SST dengan luas boundary sebesar 28,40 Ha dan didapatkan volume material lumpur sebesar 1.392.237 bcm serta tebal lumpur 10,6 m dapat dilakukan dengan material lumpur yang memiliki kandungan air sebesar 80,7 %. Untuk penirisan material dilakukan dengan membuat paritan agar tidak ada air yang tergenang. Untuk penanganan material lumpur menggunakan alat gali muat PC 1250 dan PC 2000 dengan landasan yang di ambil dari material keras hasil peledakan yang dibawa oleh alat angkut dan nantinya akan di ratakan oleh dozer. Dan terakhir penetapan jarak aman yang ditetapkan adalah 3,5 kali dari tebal material lunak yang di tetapkan oleh Perusahaan. Dengan terpenuhinya syarat tersebut sudah memenuhi keselamatan kerja dan kegiatab penambanagn batubara dapat bekerja secara optimal.
Penentuan Tinggi Stemming Dan Crest Burden Berdasarkan Jarak Flyrock Di Pit Inul Middle Panel 3 Pt Kaltim Prima Coal Kalimantan Timur Nimsi, Yekeskiel; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.526

Abstract

Peledakan merupakan salah satu metode pemberaian lapisan overburden yang digunakan PT Kaltim Prima Coal, proses pengupasan overburden menjadi salah satu hal yang sangat krusial untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Flyrock adalah lemparan batuan ke segala arah secara tidak terduga dari kegiatan peledakan yang berdampak paling berbahaya bagi keselamatan manusia, alat, dan bangunan. PT. Kaltim Prima Coal menetapkan radius aman pada kegiatan peledakan untuk alat 300 m dan 500 m untuk manusia. Namun pada radius ± 400 meter terdapat pemukiman warga dan jalan raya, sehingga perlu dilakukan blokade jalan dan evakuasi warga yang berada didalam radius peledakan. Dalam upaya mengurangi radius aman manusia dan alat di bawah 500 m dapat dilakukan dengan melakukan peledakan terkendali. Dengan menggunakan persamaan Richard dan Moore yang melibatkan burden dan stemming dalam memprediksi lemparan maksimum flyrock dan melakukan pendekatan terhadap nilai konstanta disesuaikan dengan kondisi di Pit Inul Middle. Hasil penelitian menunjukan rata-rata flyrock terlempar sejauh 11.58 m dan paling terjauh 39.74 m. Dengan diketahui prediksi lemparan maksimum flyrock, maka untuk mengurangi radius aman manusia dan alat di bawah 500 m serta mempertimbangkan safety factor, standar nilai variabel tinggi stemming dan face burden yaitu minimal 3.3 m dan jarak crest burden yaitu 1.03 m
Studi Korelasi Kekuatan Batulempung Dengan Uji Kuat Tekan Dan Point Load Index Formasi Pulaubalang Kota Samarinda Ronald Alvin Ifnie, Jones; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus , Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.534

Abstract

Uniaxial Compressive Strength (UCS) adalah kekuatan batuan utuh (intact rock) yang diperoleh dari hasil pengujian di laboratorium, satuan umumnya dinyatakan dalam Mpa. Nilai UCS yang dihasilkan dari pengujian laboratorium merupakan besar tekanan yang diberikan sehingga batuan tersebut pecah. Adapun perbedaan dangan uji point load index (PLI) adalah terletak pada permukaan sampel batuan yang akan diuji, yaitu pada pengujian PLI sampel yang ditekan pada satu titik. Hasil uji PLI merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk mengestimasi nilai kuat tekan suatu batuan (UCS), khususnya dalam pekerjaan perancangan desain lereng tambang. Nilai densitas pada Formasi Pulaubalang sebesar 1,22 gr/cm3-1,36 gr/cm3. nilai kadar air Formasi Pulaubalang sebesar 14,23 % - 13,72%. Nilai porositas pada Formasi Pulaubalang sebesar 59,91%-51,58%. Nilai kuat tekan yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,83MPa-2,43MPa. Nilai point load index yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,0106-0,0222. Nilai korelasi PLI dan UCS pada Formasi Pulaubalang didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,893 dan nilai persamaan regresi Y= 101,864-0,255
Perbandingan Volume Overburden Berdasarkan Data Survey Dan Truck Count Di Pt Alam Karya Gemilang Kecamatan Muara Badak Permadi, Singgih; Magdalena, Henny; Hasan , Harjuni; Winarno, Agus; Nugroho, Windhu
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i1.598

Abstract

Perbandingan volume overburden ini digunakan sebagai acuan dalam evaluasi terhadap kinerja dari berbagai pihak terkait, karena hasil antara volume overburden yang telah dikupas (truck count) dengan volume menggunakan sistem komputerisasi (data progres) selalu berbeda. Oleh karena itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat membantu untuk mengevaluasi pengupasan lapisan penutup. Penelitian ini dilakukan di PT. Alam Karya Gemilang Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartenegara, Propinsi Kalimantan Timur. Pengerjaan perhitungan volume overburden dengan metode Triangulasi yang pengolahannya dibantu dengan program berbasis komputerisasi serta perbandingan dengan data produksi (truck count)Total volume overburden yang telah dikupas pada periode Desember 2022 yaitu berdasarkan data truck count sebesar 485,198.12BCM. Dan berdasarkan data survey progress sebesar 480,099.59 BCM. Selisih dari data truck count dengan data survey progress sebesar -5,098.53 BCM dengan persentase sebesar -1.06% yang artinya nilai volume truck count lebih besar daripada volume survey.
PEMANFAATAN KULIT SINGKONG GUNA MENURUNKAN pH DAN KADAR Fe Mn PADA AIR ASAM TAMBANG PADA PT ANUGERAH KRIDA UTAMA KALIMANTAN TIMUR Mutiara Eli; Magdalena, Henny; Nugroho, Windhu; Devi, Shalaho Dina; Winarno, Agus
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i1.2372

Abstract

Air asam tambang (AAT) adalah air pada kegiatan penambangan atau pengolahan yang bersifat asam atau memiliki keasaman tinggi dan terbentuk sebagai akibat teroksidasinya mineral sulfida disertai keberadaan air. Sumber keasaman adalah mineral sulfida yang dapat teroksidasi. Sumber pengoksidasian yang utama adalah oksigen dalam udara. Air merupakan salah satu reaktan dalam proses pembentukan AAT dan juga sebagai media yang “mencuci” atau melarutkan hasil oksidasi. Sumber air dapat berupa air limpasan hujan atau air tanah atau air proses untuk kasus tailing. Jenis penelitian ini, merupakan jenis penelitian evaluasi dari segi metodenya yang bertujuan untuk mencari, menghitung, menganalisis, dan memberikan solusi berupa evaluasi agar tercapai hal-hal yang semestinya atau sesuai dengan standar yang berlaku. hasil uji menunjukkan bahwa arang aktif tanpa aktivasi kimia lebih memiliki kapasitas adsorpsi yang tinggi dibanding dengan arang aktif aktivasi terhadap konsentrasi logam Fe dimana hasil terbaik yaitu pada menit 30 dengan kapasitas adsorpsi 14,2589 mg/g dan waktu mempengaruhi kapasitas absorbsi pada arang aktif aktivasi kimia dengan lama waktu yang digunakan maka kapasitas adsorpsi semakin meningkat pula. Dan kapasitas absorbsi pada arang aktif tanpa aktivasi kimia memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih baik dibandingkan dengan kapasitas adsorpsi arang aktif aktivasi terhadap konsentrasi logam Mn dimana hasil terbaik yaitu pada menit 90 dengan kapasitas adsorpsi yaitu 5,4714 mg/g. Kata Kunci : Pemanfaatan, pH dan kadar Fe Mn, Asam Tambang.
Pemanfaatan karbon aktif tempurung kelapa untuk pemenuhan baku mutu air tanah untuk pH, Mn dan Fe di Muara Badak, Kutai Kertanegara Kalimantan Timur Dina Devy, Shalaho; Miranda, Virgita; Nugroho, Windhu; Magdalena, Heny; Hasan, Harjuni
ANDIL Mulawarman Journal of Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2024): ANDIL Mulawarman J Comm Engag
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/andil.v1i2.1226

Abstract

Air tanah asam banyak dijumpai di daerah Muara Badak. Air asam ini disebabkan kandungan mineral sulfida yang terkandung dalam akuifer air tanah, khususnya pada litologi batupasir. Berdasarkan Per. Men. Kes. RI No. 2/2023, pH air tanah antara 6,5 dan 8,5, Fe < 0,2 mg/L dan Mn 0,1 mg/L untuk keperluan higiene dan sanitasi. Kondisi awal pH air tanah lokasi penelitian < 4,5, Fe >1,2 mg/L dan Mn 1,1 mg/L. Karbon aktif tempurung kelapa merupakan salah satu media adsorpsi yang dapat digunakan dalam pengolahan air asam. Pada penelitian ini dilakukan pencampuran karbon aktif dari tempurung kelapa. Dosis optimum hasil aktivasi karbon tempurung kelapa sebanyak 4 gr, volume air tanah 500 mL dengan waktu kontak selama 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan karbon aktif tempurung kelapa sebagai media adsorpsi sangat efektif untuk pengolahan air asam. Pada saat penggunaan dosis adsorbat sebanyak 4 gram dan waktu kontak 30 menit menghasilkan peningkatan pH > 65%, penurunan Fe > 90% dan Mn > 91%.