Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Kemandirian Keluarga Merawat Penderita Tuberculosis Paru Program DOTS di Wilayah Kerja Puskesmas Hamadi Kota Jayapura : The Influence of Health Counseling on the Independence of Families in Care of Pulmonary Tuberculosis Patients DOTS Program in the Working Area of Hamadi Health Center, Jayapura City Adi Hermawan; Irwan Amar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3329

Abstract

Latar belakang: Di Papua, kasus Tuberculosis selama beberapa tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 terdapat sebanyak 2301 orang yang sembuh sebanyak 2085 orang atau 90,6 %. Tahun 2018 jumlah penderita Tuberculosis BTA (+) yang mendapat pengobatan sebanyak 3187 orang dan yang sembuh sebanyak 2764 orang atau 86,7 % sedangkan pada tahun 2019 jumlah penderita TBC BTA (+) yang mendapat pengobatan sebanyak 1620 orang atau 72,6 % (Dinkes Prov. Papua, 2019). Tujuan : Diketahuinya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS) di wilayah kerja Puskesmas Hamadi Kota Jayapura. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan metode one group pretest-postest design yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum dan setelah pemberian perlakuan pada subyek. Perbedaan kedua hasil pengukuran dianggap sebagai efek perlakuan. Hasil: Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuissioner, observasi dan wawancara. Lembar kuissioner dianalisa berdasarkan jawaban yang benar disusun atas skala Guttman, untuk nilai kuissioner : Ya = 1, Tidak = 0, kemudian skor dijumlahkan dan hasilnya menunjukkan tingkat kemandirian keluarga. Kesimpulan: 1. Tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS) sebelum pemberian penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru termasuk dalam tingkat kemandirian 2 (dua). 2. Tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS) setelah pemberian penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru termasuk dalam tingkat kemandirian 4 (empat). 3. Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru terhadap peningkatan kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS)
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Ibu yang Memiliki Anak Balita ke Posyandu di Kelurahan Panambungan Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan : Factors Relating to Mother's Visits of Toddler Children to Posyandu in Panambungan District Working Area of Panambungan Health Center Adi Hermawan; Muh. Rusdi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4190

Abstract

Latar belakang: Membawa balita ke Posyandu akan mendapatkan manfaat yaitu anak mendapatkan kesehatan ke arah yang lebih baik, mendapatkan kemudahan pelayanan disatu kesempatan dalam satu tempat sekaligus. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai target yang diharapkan dan cakupan pelayanan dapat diperluas sehingga dapat mempercepat terwujudnya peningkatan derajat kesehatan balita. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki anak balita ke posyandu di Kelurahan Panambungan wilayah kerja Puskesmas Panambungan Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian observasional Analitik, Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional, Populasi penelitian ini yaitu seluruh masyarakat yang terkena diare di Desa Paisubatu pada tahun 2017 yang berjumlah 57 KK. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan peran petugas kesehatan secara signifikan berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Kelurahan Panambungan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibu dan peran petugas kesehatan secara signifikan berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Kelurahan Panambungan.
Analisis Implementasi K3 pada Proyek Konstruksi PT R Zalika Syahriani Mahyudin; adi hermawan
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i1.342

Abstract

Latar Belakang: Industri konstruksi memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, mencapai 31,9% dari total kecelakaan yang terjadi di sektor ini (BPJS Ketenagakerjaan, 2023). Faktor utama penyebab kecelakaan meliputi jatuh dari ketinggian (26%), terbentur benda keras (12%), dan tertimpa alat berat atau material konstruksi (9%). Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai proyek konstruksi, yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan dan menurunnya produktivitas tenaga kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program K3 pada proyek konstruksi di PT R. Motode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 pekerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengawasan dan pembinaan K3 (X2 = 5,534, P = 0,01), penggunaan peralatan yang memenuhi syarat (X2 = 7,159, P = 0,007), prosedur kerja (X2 = 4,226, P = 0,04), serta penggunaan alat pelindung diri (APD) (X2 = 14,17, P = 0,001) terhadap implementasi program K3.3 Kesimpulan: Program K3 pada proyek konstruksi PT R memiliki hubungan erat dengan pengawasan, peralatan kerja, prosedur kerja, dan penggunaan APD. Implementasi K3 yang lebih ketat serta peningkatan kesadaran pekerja diperlukan untuk mengurangi kecelakaan kerja.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Organisasi Melalui Penerapan MRM (Mineral Resource Management) Studi Kasus Pada Department Of Mines Dan Exploration PT. Vale Indonesia.Tbk Suleman Palayu; Adi Hermawan; Ririn Sabriadi
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Juny - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i2.353

Abstract

Pendahuluan: Dalam era globalisasi dan perkembangan industri pertambangan yang pesat, perusahaan-perusahaan di sektor ini dituntut untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan sistem manajemen yang dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, khususnya mineral, melalui pendekatan Mineral Resource Management (MRM). MRM mengintegrasikan berbagai faktor teknis, ekonomi, dan lingkungan dalam pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan. Penerapan MRM yang efektif dapat membantu perusahaan meningkatkan kapabilitas organisasi dalam menghadapi tantangan terkait pengelolaan cadangan mineral, pengoptimalan produksi, serta pemenuhan regulasi lingkungan. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan MRM dan dampaknya terhadap kapabilitas organisasi PT Vale Indonesia Tbk. Metode: Dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan karyawan dari departemen Mines and Exploration dengan pengalaman lebih dari lima tahun. Hasil: berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial, praktik manajemen strategis, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi MRM. Selain itu, kinerja MRM yang baik juga berkontribusi positif terhadap peningkatan kapabilitas organisasi. Kesimpulan: praktik manajemen strategis, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan MRM. Saran: yang diberikan untuk meningkatkan penerapan MRM adalah peningkatan kepemimpinan manajerial, penguatan praktik manajemen strategis, serta peningkatan kapasitas untuk perubahan