Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektifitas Pelatihan APD Ramah Anak terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Penggunaan Masker dalam Pencegahan Penularan COVID-19 pada Siswa SD Marjinal di Kota Makassar: The Effectiveness of Child Friendly PPE Training on Increasing Knowledge and Compliance with the Use of Masks in Preventing the Transmission of COVID-19 in Marginal Elementary School Students in Makassar City Sulistyaningtyas, Nunik; Nanang Rahmadani; Adi Hermawan
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2798

Abstract

Latar belakang: Masker dapat berfungsi secara efektif dalam pencegahan penularan COVID-19 jika mengerti cara pemakaian yang benar dan patuh dalam penggunaannya. Tujuan: untuk mengetahui efektifitas pelatihan APD ramah anak terhadap pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker dalam rangka pencegahan COVID-19 pada siswa SD Marjinal di Kota Makassar. Metode: Desain Penelitian ini menggunakan randomized pre test – post test with control group design. Sampel penelitian sebanyak 40 siswa dengan 20 siswa pada kelompok control dan 20 siswa pada kelompok eksperimen. Tehnik pengambilan sampel secara simple random sampling yaitu dengan melakukan pemilihan sekolah secara acak. Hasil: Analisis data menggunakan tehnik analisis Wilcoxon Signed Rank Test menunjukan adanya perbedaan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan masker pada siswa SD Marjinal di Kota Makassar dengan nilai Asymp. sig > α 0.05. Nilai Asymp.sig untuk pengetahuan penggunaan masker pada kelas eksperimen = 0,125, sedangkan pada kelas kontrol nilai Asymp.sig = 0,356. Untuk kepatuhan penggunaan masker nilai Asymp.sig pada kelas eksperimen bernilai 0,186, sedangkan pada kelas control nilai Asymp.sig = 0,406. Maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: bahwa pengetahuan dan kepatuhan siswa dalam penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19 setelah diberikan pelatihan mengalami peningkatan. Pelatihan sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan siswa dalam penggunaan masker untuk mencegah penularan COVID-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-59 Bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Wonomulyo Tahun 2021: Factors Related to Stunting Incidence in Toddlers Aged 25-59 Months at Posyanduworking Area of Wonomulyo Puskesmas in 2021 Adi Hermawan; Fredy Akbar K
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i1.2990

Abstract

Latar belakang: Stunting masih menjadi permasalahan dalam masalah gizi dan tumbuh kembang anak di Indonesia. Stunting di Sulawesi Barat pada tahun 2019 sebesar 11,4%. Prevelensi stunting tertinggi berada di Kabupaten Polewali Mandar yaitu sebanyak 7,7% balita pendek dan 23,3% balita sangat pendek. Penyumbang angka stunting tertinggi adalah Puskesmas Wonomulyo dengan 549 balita. Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Wonomulyo Tahun 2021. Metode : Penelitian ini bersifat observasional dengan desain case control dengan menggunakan data sekunder dari buku KIA ibu dan data primer melalui wawancara. Variabel yang diteliti meliputi tinggi badan ibu, tingkat pendidikan ibu, status ekonomi, pemberian ASI eksklusif, berat lahir, dan jenis kelamin. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel rundom sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 152 sampel yang meliputi 76 kelompok kasus dan 76 kelompok kontrol. Hasil: Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu p- value 0,015 (95% CI 1,495-40,012), pemberian ASI Eksklusif p-value 0,006 (95% CI 1,366 – 6,228), jenis kelamin p-value 0,002 (95% CI 1,590-7,312). Hasil analisis multivariat tinggi badan ibu memiliki besar risiko paling tinggi terhadap dengan kejadian stunting (p=0,015 OR=7,735, 95% CI=1,495-40,012) dan jenis kelamin merupakan faktor yang paling signifikan terhadap kejadian stunting p- value 0,002 (95% CI 1,590-7,312). Tinggi badan ibu merupakan faktor yang paling dominan dalam hubungannya dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Semua variable dalam penelitian ini memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Wonomulyo Tahun 2021.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Kemandirian Keluarga Merawat Penderita Tuberculosis Paru Program DOTS di Wilayah Kerja Puskesmas Hamadi Kota Jayapura : The Influence of Health Counseling on the Independence of Families in Care of Pulmonary Tuberculosis Patients DOTS Program in the Working Area of Hamadi Health Center, Jayapura City Adi Hermawan; Irwan Amar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3329

Abstract

Latar belakang: Di Papua, kasus Tuberculosis selama beberapa tahun terakhir cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 terdapat sebanyak 2301 orang yang sembuh sebanyak 2085 orang atau 90,6 %. Tahun 2018 jumlah penderita Tuberculosis BTA (+) yang mendapat pengobatan sebanyak 3187 orang dan yang sembuh sebanyak 2764 orang atau 86,7 % sedangkan pada tahun 2019 jumlah penderita TBC BTA (+) yang mendapat pengobatan sebanyak 1620 orang atau 72,6 % (Dinkes Prov. Papua, 2019). Tujuan : Diketahuinya pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS) di wilayah kerja Puskesmas Hamadi Kota Jayapura. Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan menggunakan metode one group pretest-postest design yaitu penelitian yang menggunakan satu kelompok subyek, pengukuran dilakukan sebelum dan setelah pemberian perlakuan pada subyek. Perbedaan kedua hasil pengukuran dianggap sebagai efek perlakuan. Hasil: Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuissioner, observasi dan wawancara. Lembar kuissioner dianalisa berdasarkan jawaban yang benar disusun atas skala Guttman, untuk nilai kuissioner : Ya = 1, Tidak = 0, kemudian skor dijumlahkan dan hasilnya menunjukkan tingkat kemandirian keluarga. Kesimpulan: 1. Tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS) sebelum pemberian penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru termasuk dalam tingkat kemandirian 2 (dua). 2. Tingkat kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS) setelah pemberian penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru termasuk dalam tingkat kemandirian 4 (empat). 3. Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan tentang TBC Paru terhadap peningkatan kemandirian keluarga dalam merawat penderita Tuberculosis Paru Program Direct Observed Short Course Treatment (DOTS)
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Ibu yang Memiliki Anak Balita ke Posyandu di Kelurahan Panambungan Wilayah Kerja Puskesmas Panambungan : Factors Relating to Mother's Visits of Toddler Children to Posyandu in Panambungan District Working Area of Panambungan Health Center Adi Hermawan; Muh. Rusdi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.4190

Abstract

Latar belakang: Membawa balita ke Posyandu akan mendapatkan manfaat yaitu anak mendapatkan kesehatan ke arah yang lebih baik, mendapatkan kemudahan pelayanan disatu kesempatan dalam satu tempat sekaligus. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai target yang diharapkan dan cakupan pelayanan dapat diperluas sehingga dapat mempercepat terwujudnya peningkatan derajat kesehatan balita. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki anak balita ke posyandu di Kelurahan Panambungan wilayah kerja Puskesmas Panambungan Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian observasional Analitik, Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional, Populasi penelitian ini yaitu seluruh masyarakat yang terkena diare di Desa Paisubatu pada tahun 2017 yang berjumlah 57 KK. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu dan peran petugas kesehatan secara signifikan berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Kelurahan Panambungan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibu dan peran petugas kesehatan secara signifikan berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Kelurahan Panambungan.
Impact of a caregiver empowerment intervention within an age friendly village model on depression and loneliness in older adults: A Quasi Experimental Study Fredy Akbar K; Syamsidar; Adi Hermawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.236

Abstract

Introduction: Depression and loneliness are major contributors to morbidity and reduced quality of life among older adults, particularly in rural community settings where access to mental health services is limited. Strengthening caregiver capacity may represent a scalable strategy to improve psychological wellbeing. This study aimed to evaluate the effectiveness of a community-based caregiver empowerment program in reducing depressive symptoms and loneliness among older adults living in an age-friendly village in Indonesia. Research Methodology: A quasi-experimental nonequivalent pretest–posttest control group design was employed. Seventy-two community-dwelling older adults (n=36 in the intervention group; n=36 in the control group) were recruited using purposive sampling. The intervention consisted of a 6-week structured caregiver empowerment program including psychoeducation, therapeutic communication training, emotional support strategies, and supervised home visits. Depression was measured using the Geriatric Depression Scale (GDS-15) and loneliness using the UCLA Loneliness Scale. Data were analysed using paired and independent t-tests and multiple linear regression (α = 0.05). Results: The intervention group demonstrated significantly greater reductions in depressive symptoms (β = -2.88; 95% CI: -3.74 to -2.02; p < 0.001) and loneliness (β = -3.97; 95% CI: -4.98 to -2.96; p < 0.001) compared with the control group. Large effect sizes were observed for both outcomes. Conclusion: The caregiver empowerment program was effective in improving psychological outcomes among community-dwelling older adults. Integrating structured caregiver training into age-friendly villages and primary health care services may provide a scalable, evidence-based strategy to strengthen mental health resilience in ageing populations.
Analisis Implementasi K3 pada Proyek Konstruksi PT R Zalika Syahriani Mahyudin; adi hermawan
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i1.342

Abstract

Latar Belakang: Industri konstruksi memiliki tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, mencapai 31,9% dari total kecelakaan yang terjadi di sektor ini (BPJS Ketenagakerjaan, 2023). Faktor utama penyebab kecelakaan meliputi jatuh dari ketinggian (26%), terbentur benda keras (12%), dan tertimpa alat berat atau material konstruksi (9%). Kondisi ini menunjukkan masih lemahnya implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai proyek konstruksi, yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan dan menurunnya produktivitas tenaga kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis program K3 pada proyek konstruksi di PT R. Motode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 63 pekerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengawasan dan pembinaan K3 (X2 = 5,534, P = 0,01), penggunaan peralatan yang memenuhi syarat (X2 = 7,159, P = 0,007), prosedur kerja (X2 = 4,226, P = 0,04), serta penggunaan alat pelindung diri (APD) (X2 = 14,17, P = 0,001) terhadap implementasi program K3.3 Kesimpulan: Program K3 pada proyek konstruksi PT R memiliki hubungan erat dengan pengawasan, peralatan kerja, prosedur kerja, dan penggunaan APD. Implementasi K3 yang lebih ketat serta peningkatan kesadaran pekerja diperlukan untuk mengurangi kecelakaan kerja.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemampuan Organisasi Melalui Penerapan MRM (Mineral Resource Management) Studi Kasus Pada Department Of Mines Dan Exploration PT. Vale Indonesia.Tbk Suleman Palayu; Adi Hermawan; Ririn Sabriadi
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 4 No. 2 (2025): Juny - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63916/jese.v4i2.353

Abstract

Pendahuluan: Dalam era globalisasi dan perkembangan industri pertambangan yang pesat, perusahaan-perusahaan di sektor ini dituntut untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan menerapkan sistem manajemen yang dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, khususnya mineral, melalui pendekatan Mineral Resource Management (MRM). MRM mengintegrasikan berbagai faktor teknis, ekonomi, dan lingkungan dalam pengelolaan sumber daya mineral yang berkelanjutan. Penerapan MRM yang efektif dapat membantu perusahaan meningkatkan kapabilitas organisasi dalam menghadapi tantangan terkait pengelolaan cadangan mineral, pengoptimalan produksi, serta pemenuhan regulasi lingkungan. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan MRM dan dampaknya terhadap kapabilitas organisasi PT Vale Indonesia Tbk. Metode: Dengan menggunakan metode survei dan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan karyawan dari departemen Mines and Exploration dengan pengalaman lebih dari lima tahun. Hasil: berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial, praktik manajemen strategis, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan memiliki pengaruh signifikan terhadap implementasi MRM. Selain itu, kinerja MRM yang baik juga berkontribusi positif terhadap peningkatan kapabilitas organisasi. Kesimpulan: praktik manajemen strategis, dan kapasitas untuk beradaptasi dengan perubahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan MRM. Saran: yang diberikan untuk meningkatkan penerapan MRM adalah peningkatan kepemimpinan manajerial, penguatan praktik manajemen strategis, serta peningkatan kapasitas untuk perubahan