Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Rute Distribusi Air Mineral Al-Ma’soem Menggunakan Metode Clarke Wright dan Nearest Neighbor di PT. Al-Ma’soem Muawanah Pamungkas, Adhie Nurdiansyah; Adianto, Hari; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.842 KB)

Abstract

PT. Al-Ma’soem Muawanah merupakan perusahaan penyedia air minum mineral, produk yang diproduksinya adalah air mineral jenis cup 240 ml. Dalam pendistribusiannya, PT. Al-Ma’soem Muawanah membagi dua jalur pengiriman, Internal dan Eksternal. Pada jalur pengiriman Eksternal jarak depot dan agen saling berjauhan, hal ini yang menyebabkan tingginya biaya distribusi. Untuk meminimasi biaya distribusi adalah dengan mengurangi total jarak pengiriman. Permasalahan ini termasuk ke dalam permasalahan VRP (Vehicle Routing Problem). Terdapat satu depot dan sejumlah 34 tempat untuk dikunjungi dengan demand yang berbeda, dengan kapasitas kendaraaan sebesar 1200 karton yang diharapkan dapat memenuhi seluruh permintaan. Metode heuristik yang didalamnya terdapat metode Clarke & Wright dan Nearest Neighbor merupakan permasalahan optimasi penentuan rute, keduanya memiliki karakteristik pembentukan rute yang berbeda. CWA menggunakan saving dalam pengerjaannya, sedangkan NN menggunakan pendekatan  jarak terdekat. Dari hasil perhitungan menunjukan NN memiliki total jarak paling kecil yaitu 1453.5 Km dengan total rute sebesar 12 rute pengiriman. Kata kunci: clarke-wright, nearest neighbor, vrp, heuristik
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH BANK “X” MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING SERVICE QUALITY DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Prasasta, Manggala Purusotama; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.346 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan hal yang penting bagi Bank “X” untuk dapat membuat nasabah merasa puas. Adanya keluhan dari nasabah membuat perlu dilakukannya pengukuran tingkat pelayanan di Bank “X” dengan menggunakan dimensi Banking Service Quality (BSQ) dengan metode Service Quality (Servqual). Metode Servqual Menganalisis Gap 5, Gap 1, Gap 2, Dan Gap 3 untuk mengetahui penyebab ketidakpuasaan Nasabah Bank “X”. BSQ merupakan metode khusus yang dikembangkan untuk mengukur kualitas pelayanan jasa perbankan yang terdiri dari enam dimensi, yaitu: keterwujudan, keefektifan dan jaminan, akses, harga, portofolio jasa, dan kehandalan. Servqual adalah ukuran tingkat kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan. Perbaikan usulan perbaikan yang digunakan adalah metode TRIZ. Metode TRIZ merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi terbaik bagi nasabah, melalui 4 tahap pemecahan masalah yaitu : menganalisis masalah dan solusi awal, pemodelan sistem dan analisa kontradiksi, penerapan Inventive Principles dengan Matrix Altshuller, Dan Penerapan Inventive Principles. Kata Kunci: Kepuasan , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ ABSTRACT Service quality is the important thing for Bank “X” to make the customers satisfied. To know the commitment of Bank “X” in creating the management system, the quality is focusing on the customers. Complaints from the customers become the reason on doing the service level measurement in Bank “X” which use Banking Service Quality (BSQ) Dimensions by Service Quality (Servqual) Method. Servqual Method analyzes Gap 5, Gap 1, Gap 2, and Gap 3 in knowing the dissatisfaction cause of Bank “X” customers. BSQ is a special method which has been developed to measure the banking service quality. This banking service quality is divided into six dimensions, which are materialization, effectiveness and guarantee, access, price, service portfolio, and reliability. Servqual is a measure of quality service level in which suits the customers’ expectation. The upgrading proposal revision uses the TRIZ method. The TRIZ method is a method that is used to find the finest solution for the customers. This method has four problem solving steps, which are analyzing the problems and the first solution, modeling the system and analyzing the contradiction, implementing the Inventive Principles with Matrix Altshuller, and implementing the Inventive Principles. Keywords: Satisfaction , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ
Peningkatan Daya Tarik Unit Kegiatan Mahasiswa Itenas Berdasarkan Teori Dasar Pembentukan Kelompok KUSUMAH, FAKRY FIRDAUS TEJA; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.989 KB)

Abstract

Tahun 2010 Itenas mengadakan program baru yaitu Sistem Kredit Kemahasiswaan (SKK) yang bertujua nmembekali kemampuan soft skill. Program SKK dapat ditunjang oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Itenas. Namun minat mahasiswa Itenas (angkatan 2011) yang menjadi anggota UKM hanya 26,27%. Maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat mahasiswa dengan memperhatikan teori dasar pembentukan kelompok. Metode yang digunakan adalah Analisis Faktor. Hasil pengolahan data diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa adalah status dan harga diri, interaksi dan afiliasi, rasa aman secara akademis, dukungan timbale balik yang positif, identitas sosial, dukungan emosional, saling tergantung untuk mencapai suatu tujuan, sosial, dan kebutuhan untuk evaluasi diri terhadap anggota lainnya. Kata kunci: Teori Dasar Pembentukan Kelompok, Analisis Faktor, SPSS   Abstract In 2010, Itenas develops a new program called SKK, which to increase the soft skill’s ability of students. The program can be supported by UKM. They are only 26,27% of Itenas’s student (especially the sophomore) who join UKM.UKM should have to know what factors that could affect the interest of the student with the basic theory of the group’s establishment. The method which is used is factor analysis. The result shows that some factors which is related to the student’s interest are status and self-esteem, interaction and affiliation, academic security, mutual support positive social identity, emotional support, interdependent to achieve a goal, the social, and the need for self-evaluation of the other member. Keywords: Basic Theory of Group Formation, Factor Analysis, SPSS
JADWAL PERAWATAN OVERHEAD CRANE DENGAN MENGGUNAKAN PROPORTIONAL HAZARDS MODEL DAN TOTAL TIME ON TEST PLOTTING DI PT. BUKAKA TEKNIK UTAMA Assarini, Nadia Fatima; Adianto, Hari; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.369 KB)

Abstract

Perawatan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin ketersediaan mesin selama proses produksi dengan meminimalkan jumlah kerusakan. Overhead crane 10 Ton (005/OHC/BRB) merupakan salah satu lifting equipment yang digunakan pada unit bisnis Passenger Boarding Bridge PT. Bukaka dan memiliki frekuensi kerusakan yang cukup tinggi. Kerusakan ini mengakibatkan proses produksi terhambat sehingga penting dilakukan penjadwalan perawatan dengan tepat. Penelitian ini akan melakukan penjadwalan dengan proportional hazards model dan total time on test plotting untuk mendapatkan jadwal perawatan dengan memperhatikan variabel dimonitor. Hasil dari penelitian ini yaitu selang waktu perawatan untuk roll current adalah 39 hari, untuk remote adalah 42 hari, dan perawatan gabungan adalah 42 hari. Kata kunci: perawatan, proportional hazards model, total time on test plotting ABSTRACT Maintenance is an activity to ensure the availability of the machine during the production process with minimizing failure times. Overhead crane 10 Ton (005/OHC/BRB) is one of the lifting equipment that used at Passenger Boarding Bridge business unit of PT. Bukaka and has a fairly high frequency of failure. This failure resulted in the obstruction of production process so it is important to do a maintenance scheduling. This study will perform scheduling with proportional hazards models and the total time on test plotting for getting maintenance schedule with paying attention to the monitored variables. The results of this study is the maintenance interval for roll current which is 39 days, remote which is 42 days, and combined maintenance which is 42 days. Keywords: maintenance, proportional hazards model, total time on test plotting
Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Bengkel dan Cuci Mobil dengan Menggunakan Metode Importance Performance Matrix (Studi Kasus Bengkel Mobil Otto Clean) Hidayat, Deri; Harsono, Ambar; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.418 KB)

Abstract

Tingkat persaingan yang tinggi mengharuskan perusahaan memiliki kelebihan diantara pesaing. Pihak Otto Clean kurang memperhatikan kualitas pelayanan, hal ini bisa berdampak buruk terhadap perusahaan apabila pelanggan merasa tidak terpuaskan. Peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan agar dapat menghadapi persaingan yang semakin tinggi. Keinginan yang spesifik dari segmen yang berbeda harus diketahui, maka perusahaan perlu melakukan segmentasi untuk menentukan pangsa pasar yang akan dituju. Alat pengukuran tingkat kepuasan kualitas pelayanan menggunakan metode Importance Performance Matrix. Penyusunan kuesioner dengan dimensi Parasuraman mencakup bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. Variabel pada kuadran 1 yang harus diprioritaskan untuk diperbaiki yaitu ruang tunggu, toilet, tempat ganti oli, dan kelengkapan jenis jasa. Kata kunci : Kepuasan pelanggan, alat ukur, Importance Performance Matrix, dan peningkatan kualitas pelayanan.
USULAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK STANG ENGKOL DI PRODUSEN SENJATA MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Muharrahmah, Attaya Risqa; Adianto, Hari; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.785 KB)

Abstract

Produsen senjata Divisi Tempa & Cor merupakan divisi yang mendukung memproduksi unit usaha internal, memenuhi  permintaan, dan mendukung pasar dalam bidang jasa pengecoran logam tempa. Salah satu produk yang dihasilkan adalah stang engkol yang memiliki jumlah kegagalan yang lebih banyak dibandingkan dengan produk lain. FMEA merupakan suatu metode analisa dari model kerusakan, penyebab dari potensi cacat yang terjadi, akibat dan pengaruh produk secara sistematik. FTA merupakan metode analisa dari pohon kesalahan untuk mengidentifikasi resiko yang berperan terjadinya kegagalan. Dari akar permasalahan yang terjadi dapat ditentukan usulan perbaikan dan pengendalian yang bisa diterapkan pada produsen untuk meminimasi kegagalan yang terjadi. Kata kunci: FMEA, FTA, Stang Engkol   Abstract Arms manufacturer Division of Forging and Casting support to produce internal business unit, demand and to support market, and forging services. One of products produced by the arms manufacturer Forging & Casting Division is a handlebar crank that has number of failures more than the other products.. FMEA is a method analysis of the model damage, cause of the potential defect occur, effect and influence on the product systematically. FTA is a method of fault tree analysis to identify risk contribute to occurrence of failure. The root problem occurs can be determined propose to repair and control that can be applied to the manufacturer to minimize failures.   Keywords: FMEA, FTA, Stang Engkol
USULAN PRIORITAS DALAM PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN BAKU BAJA DENGAN METODE PROMETHEE DI PT SINAR SAKTI MATRA NUSANTARA Megawati, Melia; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.859 KB)

Abstract

Makalah ini membahas usulan prioritas dalam pemilihan supplier bahan baku baja dengan metode Promethee. Pada penelitian ini, pengurutan supplier dilakukan di PT Matra. Pengurutan prioritas supplier ditentukan berdasarkan kondisi-kondisi seperti kualitas, jangka waktu pengiriman, ketepatan waktu pengiriman, dan kondisi lain yang berpengaruh. Tahap-tahap yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penilaian kriteria, penentuan bobot kriteria menggunakan metode Entropy, dan pengurutan peringkat menggunakan metode Promethee. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah urutan prioritas supplier bahan baku baja yaitu PT Tira, PT Steelindo, PT Rimba Insantex, PT Rupindo, dan peringkat terakhir adalah PT Bhinneka Bajanas. Kata kunci: Pemilihan supplier, Entropy, Promethee   ABSTRACT This paper discusses the priority in the selection of suppliers of raw materials to the steel Promethee method. In this research, determination of the order of the supplier is performed in PT Matra. Order of priority suppliers is determined based on conditions such as quality, delivery period, on time delivery, and other conditions that influence.The stages are carried out in this study is the assessment phases of criteria, weighting criteria using the method of Entropy, and rank sorting using Promethee method. The results obtained from this study is the order of priority supplier of steel raw materials, namely PT Tira, PT Steelindo, PT Rimba Insantex, PT Rupindo, and the final ranking is PT Bhinneka Bajanas. Keywords: Supplier selection, Entropy, Promethee
RUTE PENDISTRIBUSIAN AIR MINERAL DALAM KEMASAN MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN BRANCH AND BOUND DI PT. AGRONESIA BMC Moriza, Dicky; Adianto, Hari; Nurdiansyah, Yodi
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.04 KB)

Abstract

Sistem distribusi barang merupakan salah satu pendukung utama dalam pemasaran produk, tidak adanya kontrol yang baik dalam proses pendistribusian barang dapat berdampak buruk bagi perusahaan. Ketepatan waktu kirim serta penentuan rute distribusi yang baik sangat membantu perusahaan dalam meminimumkan biaya distribusi. Metode yang digunakan adalah metode nearest neighbour sebagai metode awal dalam penentuan rute, selanjutnya digunakan metode tabu search dan metode branch and bound sebagai metode perbaikan dari metode awal. Dengan menggunakan metode awal nearest neighbour diperoleh total jarak tempuh untuk 27 titik pelanggan sebesar 141,49 km dengan total waktu tempuh 18,51 jam. Setelah diperbaiki dengan metode tabu search diperoleh total jarak tempuh sebesar 140,94 km dan total waktu tempuh 18,49 jam dan perbaikan dengan menggunakan metode branch and bound menghasilkan total jarak tempuh sebesar 135,39 km dengan total waktu tempuh sebesar 18,26 jam. Kata Kunci: Vehicle Routing Problem, Traveling Salesman Problem, Nearest Neighbour, Tabu Search, Branch and Bound Abstract Distribution system in production cycle is one of the main element in product marketing. Uncontrolled distribution system brings negative impact to the company. Accuracy in delivery time and good distribution route quotation can help the company to decrease distribution cost. Nearest neighbor method is used as the first method in determining the distribution route. Then, tabu search method and branch & bound method are used as the improvement method. By using nearest neighbor method, the distance for 27 customer points is 141.49 km and total time is 18.51 hours. After improved by tabu search method, total distance turns 140.94 km in 18.49 hours. And by using branch and bound method, total distance is 135.39 km and total time is 18.26 hours.
PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DALAM MENGUKUR KINERJA MESIN PRODUKSI WINDING NT-880N UNTUK MEMINIMASI SIX BIG LOSSES Rizkia, Irma; Adianto, Hari; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.333 KB)

Abstract

Overall Equipment Effectiveness (OEE) merupakan suatu pengukuran efektivitas pemakaian suatu mesin/peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, performansi dan kualitas produk yang dihasilkan. Perhitungan six big losses  dilakukan  untuk mengetahui kerugian yang menyebabkan rendahnya nilai OEE. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu prosedur untuk mengidentifikasi kegagalan produk berdasarkan potential cause. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2014-Juni 2015 diperoleh rata-rata persentase nilai availability ratio sebesar 84,777%, performance efficiency sebesar 49,740%, dan rate of quality product sebesar 78,368% Kata  Kunci: Overall Equipment Effectiveness  (OEE),  Six Big Losses, Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Abstract   Overall Equipment Effectiveness (OEE) is a measurement of the effectiveness of the use of a machine/equipment with counting machine availability, performance and quality of products produced. Calculation six big losses conducted to determine losses caused low OEE value. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is a procedure to identify potential cause product failures based. The study was conducted in July 2014 - June 2015 gained an average percentage score availability ratio of 84,777 %, performance efficiency of 49,740 %, and the rate of quality product at 78,368 % Keywords: Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
USULAN RANCANGAN RUTE DISTRIBUSI GAS LPG 3 KG MENGGUNAKAN METODE HEURISTIK DAN METODE BRANCH AND BOUND DI PT X Triyanto, Febri; Adianto, Hari; Susanty, Susy
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.04 KB)

Abstract

Makalah ini membahas pemecahan permasalah Vehicle Routing Problem dan permasalahan Traveling Salesman Problem yang berkaitan dengan pembentukan rute optimal. Metode yang digunakan dalam memecahkan permasalahan tersebut adalah metode Clarke & Wright dan Nearest Neighbor untuk tahap pencarian solusi awal. Untuk mendapatkan solusi yang optimal dari solusi awal, maka digunakan metode Branch and Bound sebagai metode perbaikan. Perhitungan metode Clarke & Wright dilihat berdasarkan nilai penghematan jarak yang terbesar, sedangkan metode Nearest Neighbor berdasarkan tetangga terdekatnya. Metode Branch & Bound dapat diselesaikan menggunakan software WinQSB.   Kata kunci: Vehicle Routing Problem, Traveling Salesman Problem, Clarke & Wright, Nearest Neighbor, Branch and Bound   ABSTRACT This paper discusses the Vehicle Routing Problem solving problems and problems of the Traveling Salesman Problem related to the formation of the optimal route. The method used in solving these problems is the method of Clarke & Wright and Nearest Neighbor for the early stages of the search for solutions. To obtain the optimal solution of the initial solution, then the Branch and Bound method is used as a method of repair. Calculation method of Clarke & Wright visits based on the value of saving the greatest distance, while the Nearest Neighbor method based on nearest neighbors. Branch & Bound method can be completed using the software WinQSB. Keywords: Vehicle Routing Problem, Traveling Salesman Problem, Clarke & Wright, Nearest Neighbor, Branch and Bound
Co-Authors Adhie Nurdiansyah Pamungkas Adriansyah Wijaya Putra Agung Yudistira Ahmad Fauzi Ramdhani Ali Djamhuri AMALIA NURULLAH Ambar Harsono Annisa Efmi, Annisa Arif Imran Attaya Risqa Muharrahmah, Attaya Risqa Bagus Dwicahyo Dewantoro Bonivasius Wenda Carles Sitompul CHAIRUL ABADI Cici Herawati, Cici Dedy Suryadi DERI HIDAYAT Diana Fitria Mayangsari, Diana Fitria Dicky Moriza, Dicky Dwi Novirani E, Ricky Januar Edi Susanto Emsosfi Zaini Eri Nugraha, Eri FAKRY FIRDAUS TEJA KUSUMAH Febri Triyanto, Febri Fifi Herni Fifi Herni Mustofa Galih Eka Deyola Geri Ginanjar, Geri Ghea Manda Karenza, Ghea Manda GITA PERMATA LIANSARI Givo Vandiko Hamzah Asadullah Alkatiri, Hamzah Asadullah Hamzah, Ghifari Handi Koswara, Handi Hendang Setyo Rukmi Hendro Prassetiyo Heru Chrystianto I.G.A. Happy Trindira Imam Cahyo Priyadi INDRA SIDIK KURNIAWAN IRMA NOVITASARI Irma Rizkia, Irma James Saprian Ladou, James Saprian Kyagus Abdul Wahid LAKSMI AMALIA WULANDIARI Lauditta Irianti Lisye Fitria Luky S Permata, Luky S M Azka Harish M Randi Yunesa, M Randi Manggala Purusotama Prasasta, Manggala Purusotama Martin Martin Melia Megawati, Melia Muhammad Dwi Yanuardi Muhammad Reza Utama Nadia Fatima Assarini NANDA SINIO Nashar, Gifari Bayu Nia Dania Permanasari Nugraha, Andrian Oki Saleh Hafez, Oki Saleh R SASKIA MAYA Rachman, Ayunisa RIKEU RAMADANTI Rispianda Rispianda Rivan Saputra, Rivan Rizal Nugraha Sani Susanto Septia Derry Syaheri Chan Stephanie Purimas Susana Susana Susanto, Rara Massayu Sabila Salma Susy Susanty Syah Tjaja, Arief Irfan Tjaja, Arief Irfan Syah Ulfi Nurfaizah YMK Aritonang Yoanita Yuniati Yodi Nurdiansyah Yuke Agustin