Claim Missing Document
Check
Articles

Found 61 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

STUDI PERANCANGAN KAPAL PENGANGKUT LUMPUR UNTUK KELANCARAN ALUR PELAYARAN DI SUNGAI KAPUAS Sigit Edhi Kurniawan; Berlian Arswendo Adietya; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.181 KB)

Abstract

Sungai Kapuas merupakan sungai yang terletak di Kalimantan Barat antara garis 2o08 LU serta 3005 LS serta di antara 108o0 BT dan 114o10 BT pada peta bumi. Sejak tahun 1999-an kondisi Sungai Kapuas dengan kedalaman sekitar 20 meter, lebar 250 meter akan tetapi dalam 10 tahun terakhir, selain pendangkalan, di tepi kiri dan kanan pun mengering, dan pada beberapa tempat tertentu dijadikan arena permainan layang-layang dan lapangan sepak bola. dengan kedalaman minimal 4 meter pada keadan air sungai surut. Untuk menyelesaikan Berapa ukuran utama kapal pengangkut lumpur yang maksimal, Bagaimana menentukan design kontruksi dan kriteria performa kapal  pengangkut lumpur di Sungai Kapuas.Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan kapal pengangkut lumpur yaitu menggunakan komputer yang didukung dengan menggunakan software Maxsurf dan Delfship, untuk mendapatkan ukuran utama kapal lumpur yang sesuai dengan daerah pelayaran di sungai Kapuas, menentukan design konstruksi dan kriteria performa meliputi perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal pengangkut lumpur. Dan peralatan kapal excavator 1 unit, kapal tugboat tarik berdasarkan hasil perhitungan daya tugboat sesuai dengan hambatan yang dialami kapal.Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 39.951 m, Lwl: 39,6 m, B: 7 m, T: 2,5 m, H: 3,2 m. Dari hasil hidrostatik, kapal Pengangkut lumpur ini mempunyai displacement 440,6 Ton, Cb 0,7, LCB 19,514 m. Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan kapal stabil, karena titik M diatas titik G. Pada tinjauan olah gerak kapal ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Pada tinjauan gambar rencana umum, kapal memiliki space yang cukup untuk kapal monohull dan untuk mempermudah proses bongkar muat. Kapal pengangkut lumpur ini menggunakan satu buah tenaga penggerak berupa tugboat dengan daya yang dihasilkan sebesar 78.86 HP. 
Perancangan Kapal Selam Tipe Tumblehome Hull Dan Karakteristik Meri Nugraha; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.193 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Pulau natuna adalah salah satu kepulauan yang memiliki sumber daya alam gas bumi. Namun natuna akhir-akhir ini sedang ada permasalahan konflik dengan negara cina tentang perebutan sengketa hak milik pulau natuna  yang sebabkan oleh sumber kekayaan yang banyak di pulau natuna. Dengan ini dari sektor kebutuhan suatu Negara untuk mempertahankan negaranya berupaya mengembangkan teknologi terbaru khususnya di bidang maritime untuk kapal selam tersendiri banyak bervariasi dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih. Terlebih kompleksitas kapal selam modern tipe tumblehome hull. perancangan dengan metode trend curve approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. perhitungan hambatan dengan menggunakan software TYDN CFD, perhitungan stabilitas dihitung pada sudut 0 -900 dengan kriteria IMO, hidrostatik dan equilibirum dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan. Ukuran utama yang didapat adalah LOA = 79,5 m,  H=9,72 m, T=7,92 m, B=9,6 m CB = 0,543. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan manual dan di validasikan dengan software maxsuft dan TYDN CFD untuk kapal menyelam 348,099 KN untuk kecepatan 20 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 3212 m3 dan volume submerged 5491,481 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Skenario ballast kapal daat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibirum. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 3,565 m pada 900 dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN MATERIAL ISOTROPI DAN ORTHOTROPI PADA METODE ELEMEN HINGGA UNTUK ANALISA KEKUATAN KAPAL FIBERGLASS Daniel Sahala Putra Panggabean; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.039 KB)

Abstract

Material komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentuknya berbeda. Dewasa ini banyak FEM software yang membantu dalam menganalisa kekuatan struktur suatu bahan,termasuk penggunaan materialnya, menggunakan isotropi atau orthotropi. Dengan menggunakan program bantu FEM software untuk analisa nantinya kita dapat mengetahui kekuatan struktur dari komposit dengan menggunakan material isotropi atau orthotropi, dengan demikuan diharapkan dari analisa tersebut dapat diketahui detail dari material isotropi dan orthotropi.           Pada tugas akhir ini dilakukan analisa local stress yang terjadi pada struktur kedua metode penelitian tersebut dengan bantuan FEM software. Analisa yang digunakan adalah linier static analisys yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan kapal setelah mengalami kondisi pembebanan, karakteristik dan letak tegangan terbesar yang terjadi pada model analisa.           Hasil perhitungan dengan bantuan program komputasi FEM software didapat data untuk beam stresses Maximum Combined, Isotropi didapatkan hasil max. 5,43 x 106  N/m2 , min. 1,95 x 103  N/m2 , Orthotropi didapatkan hasil max. 6,45 x 106 N/m2  , min. 2,35x 103N/m2,dengan nilai deformasi Isotropi 1,04 x 10-2 m atau 6,86 mm, orthotropi 1,36 x 12-2 m atau 13,6 mm.
ANALISA KEKUATANLENTUR BAHAN FERROCEMENT BERPENGUAT KAWAT ANYAM SEBAGAI BAHAN DASAR MODULAR FLOATING PONTOON Rismawan Rismawan; Berlian Arswendo Adietya; sarjito jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.006 KB)

Abstract

Teknologi ferrocement telah diaplikasikan dalam pembangunan produk Modular Floating Pontoon.Pada produk ponton ini pengujian yang dilakukan hanya sebatas pengujian apung dan prediksi kemampuan muatan maksimal.Struktur dinding ponton ferrocement tersebut belum dilakukan pengujian sehingga belum diketahui nilai kekuatannya.Maka  dilakukan pengujian kuat lentur untuk lebih mengetahui kekuatan dari bahan ferrocement yang digunakan Modular Floating Pontoon tersebut, sehingga dapat diketahui nilai – nilai pengujian laboratoriumnya. Sebagai variabel perbandingan dilakukan variasi salah satu bahan pembangun utama ponton tersebut yaitu wire mesh/kawat anyam. Pemilihan variabel tersebut juga untuk mengetahui peranan kawat anyam dalam struktur ferrocement. Hasil dari pengujian kuat lentur spesimen menunjukan bahwa, spesimen dengan kawat anyam bukaan ¼” memiliki rata – rata nilai P dan σp yang lebih besar (P = 4.860 N dan σp = 52,884 MPa) dari spesimen yang menggunakan kawat anyam ½” (P = 2.052 N dan σp = 21,294 MPa). Pada struktur ferrocement, kawat anyam memiliki peranan tidak hanya mempermudah pengerjaan plester saja.Namun juga memberi pengaruh terhadap kekuatan yaitu spesimen dengan 1 lapis kawat anyam bukaan ¼” memiliki nilai σp> 207,299 % dari spesimen tanpa kawat anyam.Penggunaan kawat anyam juga dapat meminimalisir titik keruntuhan dimensi struktur ferrocement tersebut.
Implementasi ISM Code pada Kapal-kapal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan Metode Deskriptif Kuantitatif Mayank Faunni Naily; Untung Budiarto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.363 KB)

Abstract

Data kecelakaan transportasi laut yang disebabkan oleh human error sebesar 75% sedangkan kerusakan sistem di kapal 25%. Untuk itu, harus dibuat suatu sistem manajemen yang mampu bekerja sama dengan baik dan erat antara manajemen di kapal dan manajemen di darat, yaitu International Safety Management Code (ISM Code). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi ISM Code pada kapal penumpang yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Data dalam penelitian berupa kuisioner yang digunakan untuk mengukur tingkat pemahaman officer dan crew tentang ISM Code dan pengimplementasian ISM Code di kapal. Berdasarkan hasil analisis korespondensi dengan analisis Importance-Performance diperoleh hasil berupa diagram dengan hasil penelitian Implementasi ISM Code pada kapal penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menunjukkan bahwa terdapat faktor yang perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan, yaitu prosedur untuk persiapan menghadapi dan menanggulangi keadaan darurat, sistem pemeliharaan berencana yang dilakukan kapal berupa prosedur pemeliharaan pada semua bagian sistem, serta tata lokasi pedoman manajemen keselamatan kapal. Implementasi ISM Code yang diamati dari pemahaman Officer menunjukkan bahwa secara umum termasuk dalam kategori baik, dimana sebanyak 88,40% responden memberikan jawaban dengan benar. Serta tingkat pemahaman dan pengetahuan Crew tentang ISM Code termasuk dalam kategori baik dimana terdapat 83,76% responden dapat memberikan jawaban dengan sesuai.
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Foil NACA Terhadap Seakeeping pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal TIpe Kragan) Muhammad Fadel Alfaressy Samosir; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.25 KB)

Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis kapal, baik dibuat secara modern atau pun secara tradisional. Kapal ikan di daerah Kragan Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu kapal ikan tradisional dengan ciri khas memiliki lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung. Warga sekitar percaya bahwa lunas bilga tersebut memiliki stabilitas yang baik. Maka dari itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menentukan nilai seakeeping dengan memberikan variasi geometri lunas bilga berbentuk foil NACA. Langkah awal penelitian adalah pembuatan model dengan software Rhinoceros  berdasarkan pada rencana garis yang sudah ada. Lalu model tersebut dapat dilakukan analisa seakeeping dengan software Maxsurf Motions. Hasil penelitian seakeeping menunjukan bahawa nilai heaving pada variasi model lunas bilga tidak terjadi perubahan dari model tanpa lunas bilga pada setiap Fn, sedangkan untuk nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model bilga NACA 9105 yang mengalami penurunan nilai rolling untuk Fn = 0,19; 3,59 deg, Fn = 0,28; 3.58 deg, Fn = 0,36; 3.58 deg, dan  Fn = 0,41; 3.59 deg secara berturut-turut mengurangi 12,44 %; 12,68 %; 12,68 %; 12,44 % dari model kapal tanpa bilga. Untuk nilai pitching wave heading 180° terdapat pada model bilga NACA 63112 yang mengalami penurunan sebesar 23,68% pada setiap Fn dari model kapal tanpa bilga. Semua hasil analisa seakeeping pada penelitian ini untuk berbagai model variasi masih memenuhi kriteria Tello.
Analisa Teknis Dan Ekonomis Penggunaan Wind Turbine Untuk Konversi Daya Listrik Peralatan Kesehatan Pada Kapal Rumah Sakit Muchammad Rif’an Fahmi; Berlian Arswendo Adietya; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.442 KB)

Abstract

Dengan adanya perancangan kapal rumah sakit tipe katamaran untuk pelayaran Papua, disini saya akan mencoba membahas tentang analisa teknis dan ekonomis penggunaan wind turbinesebagai konversi daya listrik kapal, sehubungan dengan semakin naiknya harga bahan bakar minyak.Tujuan tugas akhir ini adalah untuk mendapatkan tipe dan ukuran wind turbine yang optimum serta memiliki biaya investasi yang rendah dan mendapatkan keuntungan ekonomis. Analisis wind turbine yang dilakukan adalah pada kecepatan kapal 15 knot, kecepatan angin 10,16 knot sehingga didapat kecepatan angin yang bekerja pada wind turbine sebesar 18,95 knot dengan sudut serang angin terhadap wind turbineadalah 180 derajat (arah angin berlawanan dengan arah kapal). Dari hasil analisa didapatkan wind turbine yang optimum untuk dipasang di kapal adalah tipe sumbu horisontal dengan diameter rotor 6,4 m dengan jumlah yang terpasang sebanyak 1 unit. Dengan menggunakan rumus teoritis didapatkan hambatan yang ditimbulkan wind turbine sebesar 4kN sehingga mengakibatkan pengurangan kecepatan sebesar 0.62 knot. Dengan total biaya investasi dan operasional awal sebesar Rp 162.562.943, pemasangan wind turbine dapat menghemat biaya sebesar Rp 48.091.476 per tahun.
Analisa Kekuatan Struktur Helideck Pada Kapal Landing Ship Tank (Lst) KRI.Teluk Bintuni 7000 DWT Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Alief Hidayatulloh; Imam Pujo Mulyatno; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.856 KB)

Abstract

Helideck merupakan sebuah fasilitas di atas kapal yang berfungsi sebagai area landasan pendaratan untuk helikopter yang dibuat secara permanen menyatu dengan deck pada kapal. Karena fungsinya tersebut maka ketahanan struktur pendukungnya harus benar-benar kuat dan harus mampu menahan beban yang didapat ketika terjadi beban impact. Pada tugas akhir ini dilakukan analisa yang terjadi pada konstruksi helideck kapal landing ship tank (LST) KRI Teluk Bintuni. Hasil analisa yang didapat yaitu bertujuan untuk mengetahui kekuatan pada konstruksi helideck setelah mengalami beberapa macam kondisi pembebanan. Serta letak tegangan terbesar dari struktur konstruksinya. Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, didapatkan hasil tegangan maksimum untuk helideck nilai tegangan terbesar adalah pada helikopter Airbus H255M dengan landing condition sebesar  130 N/mm2 dan deformasi 8,75 mm pada daerah yang terkena dampak langsung pembebanan helikopter di TLOF. Dari hasil analisa kekuatan dinyatakan bahwa struktur helideck pada kapal LST Teluk Bintuni tersebut masih memenuhi safety factor LR. 
STUDI RESPON FLOATING CAGE NET TERHADAP GAYA ARUS MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Gunawan Gunawan; Ahmad Fauzan Zakki; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 2 (2016): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1151.575 KB)

Abstract

Kebanyakan para petani ikan memiliki kekhawatiran besar tentang daya tahan struktur budidaya laut dalam melawan gelombang badai dan arus. Dengan demikian, dinamika perilaku system jarring floating cage, telah menjadi topik yang sangat penting dalam penelitian dinamika struktur jarring dalam menerima beban terutama arus. Formulasi gaya drag yang disebabkan oleh sifat material, ukuran mata jaring, dan kecepatan. Model elemen hingga (FEM) penelitian jaring perlu dilakukan dalam budidaya perikanan dengan mengembangkan elemen jaring untuk mengatasi komputasi masalah interaksi dan karakteristik analisis dinamik struktur pada model jaring terhadap gaya eksternal seperti arus. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung pembebanan total gaya arus pada jarring terhadap variasi kecepatan. Analisa menggunakan software berbasis elemen hingga MSC. Patran. Analisa yang digunakan dalam penelitian adalah Linier Static Analysis dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan struktur floating cage net setelah mengalami beban arus, karakteristik tegangan dan deformasi, serta letak tegangan terbesar pada floating cage net. Berdasarkan analisis perhitungan dengan program komputasi berbasis elemen hingga MSC. Patran diperoleh nilai tegangan dan deformasi terbesar terjadi pada kondisi pembebanan gaya arus sebesar 0.0030 N dengan angka displasment tegangan 6,66 E-5 Pa pada model floating cage net bentuk kotak, dan displasment tegangan terbesar terletak pada kedalaman 3 meter diukur dari permukaan air, serta tegangan 1,26 E-4 Pa pada model floating cage net bentuk silinder dan tegangan terbesar terletak pada kedalaman 3 meter dari permukaan air. Sedangkan untuk nilai deformasi terbesar yaitu 1,26 E-4 meter pada model floating cage net bentuk silinder dan 6,66 E-5 meter pada pada model floating cage net bentuk kotak.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI JACKET PLATFORM TERHADAP BEBAN GRAVITASI DAN INTERFERENSI LINGKUNGAN DI PERAIRAN MADURA MENGGUNAKAN FEM Veriyanto Veriyanto; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.223 KB)

Abstract

Struktur jacket platform adalah sebuah konstruksi ataupun bangunan lepas pantai terpancang yang di bangun di wilayah territorial offshore untuk mendukung proses eksploitasi ladang minyak dan gas termasuk fasilitas serta keselamatan operasional di atas air selama waktu operasional dalam keadaan kondisi operasi maupun badai. Panjang jacket yang akan dikaji adalah 144 ft dengan kedalaman 131 ft. Pemodelan sttruktur jacket platform, beban lingkungan dan analisa menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Arah datangnya beban lingkungan (angin, gelombang, dan arus) termasuk dalam kategori asimetris yang dibagi menjadi 12 macam yaitu : 0o, 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, 180o, 210o, 250o, 280o, 300o, 330o. Dari hasil analisa software, kita dapat menyimpulkan bahwa nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi operasi adalah 0,78 pada member LG 5. Nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi badai adalah 0,96 pada member LG 5. Dari hasil analisa pada kondisi operasi maupun badai bisa disimpulkan bahwa jacket platform masih dalam keadaan aman serta masih memenuhi dari ketentuan API RP2A WSD dengan nilai UC (Unity Check) ≤ 1.00.
Co-Authors A. Bisri, A. A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Adinata, Wahyu Aditya Yuna Adri Zakky Zain Agil Andrian, Agil Agung, Nadiva Putri Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Fauzan Zakky Akhmad Syarif Zulfikar Alan Tigana Sabaruddin, Alan Tigana Alfi Fairuz Asna Alfonso Nababan Alief Hidayatulloh Alvianto, Jodhy Irsyad Alviskarahma, Keizha Ananda Arifin Zul Zihni Andi Trimulyono Ari Wibawa Budi Santosa Aulia Windyandari Azarine, Dinda Baharuddin Ali, Baharuddin Billy Reynaldo Bintang M.T Sinambela Bunga Profegama Cahyo, Yassin Dwi Dama Nisphal Azis Damayanti, Athalia Dame Kita Ginting Daniel Sahala Putra Panggabean Deddy Chrismianto Dewi, Intan Koamala Dhea Margaretha Didik Haryadi Santoso Dirga Nur Agnesa Eko Sasmito Hadi Elvira Dwi Gustiarini Erwandi Erwandi Erwin Darmawan Evi Handayani Evi Handayani, Evi Fachry Ramadhan Fachry Ramadhan Fahrizal Amir Faik Kurohman Farhana, Annisa Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Ficotara Wimar Firdaus S.P Gagah Prayogo Wibowo Ganang Adi Baskoro Gani, Erzi Agson Good Rindo Gunawan Gunawan Gustiarini, Elvira Dwi Hanifah, Zaqi Afif Hanyfah, Dewinta Roebiyana Hartono Yudo Hatadina, Zidan Alriski Putra Heri Triyanto Hermawati, Dinda Widya Herry Santosa I Made Ariana Iim Tedy Fatwa, Iim Tedy Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra K. Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kurrohman, Faik Kusuma, Cahya Lestari Damanik Lubis, Bobby Parel Antonio Maharani, Afifah Listiyandira Mahendra Guna Satriananta Mayank Faunni Naily Meri Nugraha Mohammad Fiqran Dzikhriansyah Setiawan Muchammad Rif’an Fahmi Mufliha, Azza Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Rayandra Lubis Muhammad Rynaldi Muhammad, Bakhtiar Mulyono, Andi Tri Muryadin, Muryadin Nikken Prima Puspita Noer Abyor Handayani Nugraha, Sandy Nuralesa, Suffi Nurazim, Muhammad Nurfi Afriansyah Nurhasmadiar Nandini Nurul Fadhilah Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Permana, M Saptahadi Praditya Utomo Prasetyo Nugroho Raden Mas Radhityo Naramurti Rahma, Suhaila Faiza Rakha, Andrea Putra Rausyan Fikri Reingga Surya Bentara Rismawan Rismawan Risnawan, Novan Ryan Melpin Silaen S, Sutiyo Safitri, Laela Sahlan Sahlan Samuel Rikardo Nainggolan Samuel Samuel Samuel Samuel Sandjaja, Irfan Eko Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sartika Silalahi, Jennifer Evelyn Setto Pramudyo Kusumo Setyanto, Taufiq Arif Shabah, Shava Shavia Sigit Edhi Kurniawan Silitonga, Beatrik Mayisa Abelia Syafrillia, Dewi Syahab, Husein Syaiful Arifin Tanellia Soraya N Tito Adi Nugroho Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Wahyu Ramadhani, Wahyu Wendi Riyandi Weslee, Chalvin Wibowo H.N, Wibowo Wilma Amiruddin wulandari, amalia ika Yahdun, Finodya Yokhebert Natasya Siahaan Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yusup Sobirin