Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Pasien Sensitif Obat (SO) di Puskesmas Pondok Kacang Timur Tahun 2020-2023 Saefina, Isnani Dewi; Adisasmita, Asri C.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i6.60481

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang paling sering menyerang paru-paru. Penularannya terjadi melalui udara ketika penderita TBC batuk, bersin, atau meludah. seperempat dari populasi global diperkirakan telah terinfeksi bakteri TBC. Indonesia menjadi negara urutan kedua dengan beban TBC tertinggi didunia. Provinsi Banten sudah mencapai target penemuan kasus ≥90% dengan menempati urutan ke empat tertinggi cakupan penemuan kasus TBC yaitu 107,4%. Capaian keberhasilan pengobatan kasus TBC di Provinsi Banten masih belum mencapai target ≥90% yaitu 89%. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) adalah kunci dalam pengobatan TBC. Puskesmas Pondok Kacang Timur merupakan salah satu Puskesmas yang telah menerapkan strategi DOTS dalam pengobatan pasien TBC. Dengan penemuan kasus yang cukup tinggi belum pernah dilakukan penelitian keberhasilan pengobatan di Puskesmas Pondok Kacang Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran keberhasilan pengobatan TBC di Puskesmas Pondok Kacang Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif. Capaian keberhasilan pengobatan TBC di Puskesmas Pondok Kacang Timur yaitu 91.7% Pada analisis hubungan menunjukkan terdapat faktor yang berhubungan secara bermakna adalah riwayat pengobatan dan komorbid HIV dengan keberhasilan pengobatan TBC. Faktor usia, jenis kelamin tidak berhubungan bermakna terhadap keberhasilan pengobatan. Pasien yang berusia ≤40 tahun, tidak memiliki riwayat pengobatan dan status HIV Negatif berpeluang lebih tinggi untuk berhasil dalam pengobatan. Capaian keberhasilan pengobatan TBC di Puskesmas Pondok Kacang Timur sudah mencapai target nasional >90% yaitu 91.8%. Pasien TBC yang berhasil dalam pengobatan TBC berhubungan bermakna pasien yang tidak memiliki riwayat pengobatan TBC dan pasien tanpa komorbid HIV.
Analisis Sosiodemografis Pada Kesehatan Mental Ibu Dari Anak yang Belajar di Rumah Selama Pandemi COVID-19 Rachellina, Miranda; Adisasmita, Asri Chasanah
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 71 No 4 (2021): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.71.4-2021-540

Abstract

Introduction: The implementation of distance learning due to the COVID-19 pandemic has impacted not only the students but also parents especially mothers. This study was aimed to provide an overview of mothers’ mental health status (stress and anxiety) in Jabodetabek and its association with mother’s education level and occupation status, number of children, and number of children doing distance learning during the COVID-19 pandemic.Method: This was a cross-sectional study using an online questionnaire targeted to married women who have greater than 1 children in elementary school-high school doing distance learning in Jabodetabek. The data was collected in the period of 2-20 December 2020. Instruments used to measure stress and anxiety levels were PSS-10 and GAD-7.Results: There were 311 respondents aged between 27-61 years old. The average respondents had moderate stress and mild anxiety. The risk of severe stress increased significantly in mothers with elementary-middle education level (crude RR 2,1; 95%CI 1,04-4,4) and increased risk of moderate-severe anxiety in mothers with greater than 3 children (crude RR 1,9; 95%CI 1,1-3,1).Conclusion: More than 50% of mothers with children in elementary school-high school in Jabodetabek had moderate stress and 31% showed signs of mild anxiety. The mother’s sociodemographic factor associated with the risk of severe stress was education level. The factor associated with moderate-severe anxiety risk was the number of children living under one roof.
Pengaruh Jarak Kelahiran terhadap Kematian Bayi di Indonesia, Filipina, dan Kamboja (Analisis Data Survei Demografi Kesehatan) Fitri, Adelina; Adisasmita, Asri; Mahkota, Renti
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 1, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian bayi didefinisikan sebagai kematian yang terjadi pada tahun pertama kehidupan. Angka kematian bayi di Indonesia dan Kamboja sendiri masih berada diatas AKB Asia Tenggara, sedangkan Filipina sudah sama dengan AKB Asia Tenggara. Jarak kelahiran merupakan salah satu faktor yang memegang peran penting pada kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak kelahiran terhadap kematian bayi di Indonesia, Filipina dan Kamboja. Penelitian menggunakan data dari Demographic Health Survey (DHS). Desain penelitian adalah cross sectional dan sampel pada masing-masing negara berjumlah 10.162, 4.741 dan 4.330 bayi. Hasil penelitian memperlihatkan, jarak kelahiran < 18 bulan memiliki risiko paling besar terhadap kematian bayi di Indonesia (OR = 2,43: 95% CI 1,26 - 4,70), Kamboja (OR = 4,39: 95% CI 1,76 - 10,94) dibandingkan jarak kelahiran 18 - 23 bulan, 24 - 35 bulan dan > 36 bulan. Sedangkan di Filipina jarak kelahiran 18 - 23 bulan merupakan risiko paling besar pada kematian bayi dibandingkan jarak kelahiran < 18 bulan dan >2 4 bulan (OR = 2,59: 95% CI 1,13 - 5,95). Jarak kelahiran yang ideal untuk mengurangi risiko kematian bayi adalah > 24 bulan
Association Between Knowledge of Condom Functions and Condom Use among Sexually-Active Unmarried Male Adolescents in Indonesia Rahmartani, Lhuri Dwianti; Adisasmita, Asri
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Premarital sex is culturally unacceptable in Indonesia and education on safe sex practice remains controversial. Meanwhile, Indonesia Demographic and Health Surveys (IDHS) show gradual increase in the prevalence of sexually-active adolescents nationwide, particularly among unmarried males. Unfortunately, condom use is low among this population and it is unclear whether it relates to inadequate knowledge on safe sex practice including condoms. Objective: to see whether there is an association between knowledge on condom functions and condom use among adolescents.Method: cross-sectional study of 913 Indonesian unmarried males aged 15 – 24 who have had sex (IDHS Adolescent Reproductive Health 2012 dataset). The independent variable is knowledge on condom functions while the dependent variable is the use of condoms. Statistical analysis is performed using Chi Square and Cox regression.Result: The prevalence of condom use is about twice higher in respondents with sufficient knowledge on condom functions (31%), than in respondents without (15.1%); adjusted PR 2.38 (95%CI 1.47 3.85). Conclusion: Having knowledge about condoms is positively associated with safer sex practice among sexually active adolescents. Banning information on condoms may place sexually-active adolescents into unprotected sex. Education on safe sex practice is needed but should be cautiously tailored to meet cultural values
Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini terhadap Kematian Neonatal pada Bayi Berat Lahir >2500 Gram dan pada Bayi Berat Lahir Rendah di Indonesia Rezky, Ana Maina; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematian balita banyak terjadi pada masa neonatal. Inisiasi menyusu dini merupakan salah satu bentuk perawatan esensial saat lahir dan sebagai kunci awal dalam meningkatkan kelangsungan hidup bayi neonatal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap kematian neonatal pada bayi berat lahir > 2500 gram dan pada bayi berat lahir rendah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data yang bersumber dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012. Data yang dikumpulkan dalam SDKI diperoleh melalui wawancara responden menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam SDKI yakni pertama melakukan pemilihan sejumlah primary sample unit (PSU) secara probability proportional to size (PPS), kedua memilih satu blok sensus dari setiap PSU terpilih secara PPS, lalu memilih 25 rumah tangga dari setiap blok sensus terpilih. Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif untuk mengetahui risiko kematian neonatal bayi berat lahir >2500 gram dan bayi berat lahir rendah (BBLR) berdasarkan status inisiasi menyusu dini (IMD) di Indonesia. Jumlah sampel penelitian adalah 12.914 bayi. Besar risiko kematian neonatal diestimasi menggunakan cox proportional hazard regression. Hasil penelitian menunjukkan bayi berat lahir >2500 yang tidak diinisiasi menyusu dini berisiko mengalami kematian neonatal (HR adjusted 2.552, 95% CI 1.124 – 5.793, p value=0.025) setelah dikontrol usia ibu saat melahirkan dan jarak kelahiran. Bayi berat lahir rendah yang tidak diinisiasi menyusu dini berisiko mengalami kematian neonatal (HR adjusted 7,640, 95% CI 1,761 – 33,142, P value=0,007) setelah dikontrol variabel riwayat keguguran pada kehamilan sebelumnya dan komplikasi kehamilan. Tenaga kesehatan yang membantu persalinan perlu menggalakkan inisiasi menyusu dini sebagai asuhan bayi saat lahir. Edukasi terhadap calon ibu mengenai inisiasi menyusu dini perlu lebih ditingkatkan.
Dampak Asuhan Berkelanjutan pada Ibu Hamil terhadap Kematian Neonatus di Perkotaan dan Pedesaan: Analisis Demographic and Health Surveys Indonesia 2017 Anjani, Sonia Miyajima; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya menurunkan angka kematian neonatus (AKN) membutuhkan suatu pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, dikenal dengan istilah asuhan berkelanjutan atau Continuum of care. Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil di daerah perkotaan bisa saja berbeda dengan di pedesaan. Penelitian ini ingin mengetahui dampak asuhan berkelanjutan pada ibu hamil terhadap kematian neonatus, serta peran tempat tinggal ibu hamil terhadap hubungan tersebut. Studi ini merupakan studi potong lintang menggunakan set data Demographic and Health Surveys (DHS) Indonesia tahun 2017. Variabel dependen pada studi ini adalah kematian neonatus dari anak terakhir yang dilahirkan responden antara 2012 hingga 2017. Variabel independennya adalah asuhan berkelanjutan pada ibu hamil yang terdiri dari asuhan antenatal, asuhan persalinan, dan asuhan pasca persalinan yang optimal. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Cakupan asuhan antenatal optimal, asuhan persalinan optimal dan asuhan pasca persalinan optimal adalah 25,97%, 72,77%, dan 51,88%. Secara keseluruhan, asuhan berkelanjutan diperoleh 13,87% ibu hamil. Dari 14.862 persalinan, terdapat 153 kematian neonatus (11 kematian neonatus per 1000 kelahiran hidup). Ibu hamil yang tidak menjalani asuhan berkelanjutan memiliki risiko 10,77 kali lebih tinggi mengalami kematian neonatus (POR=10,77; IK95% 2,56-45,37). Tidak ditemukan perbedaan efek tersebut antara kelompok subjek yang tinggal di perkotaan dan pedesaan (nilai p=0,564). Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil menurunkan angka kematian neonatus. Tidak terdapat perbedaan dampak tersebut di perkotaan maupun pedesaan
Trend Epidemiologi Kematian Jemaah Haji Indonesia Tahun 2017-2023 Febriyanti, Nooridha; Adisasmita, Asri C
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibadah haji adalah ibadah wajib bagi umat islam yang mampu secara finansial, mental dan fisik. Dalam pelaksanaan ibadah haji, terjadi kumpulan massa yang sangat masif sehingga berpotensi menimbulkan kematian pada jemaah haji akibat beberapa faktor, diantaranya faktor kesehatan, kepadatan, dan cuaca panas. Angka kematian jemaah haji Indonesia masih dinilai tinggi yaitu mencapai 200 kematian diantara 100.000 jemaah haji yang berangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kematian jemaah haji Indonesia berdasarkan variabel orang, waktu dan tempat. Studi ini dilakukan dengan desain case series yang dianalisis secara deskriptif menggunakan data sekunder pelayanan kesehatan haji melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) pada tahun 2017-2023. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa dalam lima kali pelaksanaan ibadah haji terakhir, angka kematian tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 338 kematian per 100.000 jemaah haji dan terendah pada tahun 2022 sebesar 90 kematian per 100.000 jemaah haji. Kematian jemaah haji lebih banyak terjadi pada jemaah haji berjenis kelamin laki-laki dan kelompok umur e”60 tahun. Mayoritas jemaah haji yang wafat memiliki status kesehatan dalam kategori status risiko tinggi (risti) dan penyebab kematian tertinggi adalah penyakit kardiovaskular. Kematian banyak terjadi saat periode waktu pasca Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sedangkan tempat wafat jemaah haji lebih banyak di Rumah Sakit Arab Saudi. Upaya untuk menurunkan jumlah kematian jemaah haji dapat dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan sejak dini terhadap kelompok berisiko dan terus berusaha memantau kesehatan jemaah agar terkontrol saat pelaksanaan ibadah haji.
Situation Analysis of Health Problems in Depok City in 2021 Putri, Murti Utami; Adisasmita, Asri C; Djajuli, Hidayat Nuh Ghazali
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on 2021 data, from the results of problem identification, 16 health problems in Depok City were assessed. Maternal mortality was selected as a priority problem with 65 cases of maternal death or 155.58 per 100,000 live births. COVID-19 infection is the most common cause of maternal death. This study aims to provide an overview of maternal death circumstances in Depok because of prioritization following situation analysis of health problems. This situation analysis was conducted in Depok with a quantitative and qualitative approach analyzed using the PAHO-adapted Hanlon involving the participation of 17 respondents from the Health Office and the Head of the PHC in Depok. Primary and secondary quantitative data were collected using questionnaires, the Ministry of Health’s Strategic Plan 2020 2024, Regional Medium-Term Development Plan 2016-2021, and Health Profile 2021. Qualitative data was obtained through interviews with respondents. Maternal mortality got a PAHO score of 42.37. This disease is a priority health problem in Depok. Most pregnant women had a high risk due to a lack of knowledge about pregnancy and a lack of participation in attending pregnancy class programs and pregnancy checks. Lack of family support for the health of pregnant women and there are also challenges in recording and reporting which must be based on an identity card so that cases sometimes do not live in the area but are recorded in the area. There are still some challenges in controlling maternal mortality. Promotive, preventive efforts such as conducting refresher training for health workers and volunteers, counseling, and presenting exciting material in pregnant women’s classes to increase pregnant women’s knowledge and family support. Cross-sector coordination and community leaders must be concerned with all parties to support and assist in screening pregnant women.
The Impact of Smoking Degree on One Year Survival of Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) at Persahabatan Hospital Wicaksono, Arief; Adisasmita, Asri C.; Putra, Andika Chandra
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lung cancer is a major global mortality problem with the worst prognosis compared to other types of cancer. Non-small cell lung cancer (NSCLC) is the most common type of lung cancer and smoking is one of the main factors causing lung cancer. This study aims to determine the one-year survival of NSCLC patients with smoking levels and to determine what factors affect survival. This study is an observational study with a retrospective method, looking at medical record data of NSCLC patients both inpatients and outpatients at Persahabatan Hospital between January 2023 and December 2023 and then followed up until September 2024. Survival analysis using the Kaplan Meier method and the Log-Rank test was used to find the differences between variables. Based on 248 NSCLC patients, 105 patients had low-moderate degree of smoking, and 145 patients had severe degree of smoking. The average age are 57 years old. The highest level of education are high school/equivalent (178 patients). Employment status are workers (211 patients). Marital status are married (216 patients). Performance status are ECOG-PS >2 (137 patients). Clinical stage are stage IV (194 patients). The one-year survival probability was 28.13% in the low-moderate degree of smoking group and 39.82% in the severe degree of smoking group with a median 122 days and 234 days respectively. There was a statistically significant difference in survival probability between degree of smoking, employment status, marital status, performance status and clinical stage with p<0.05.
Factors Affecting the Adoption of Malaria Interventions for Pregnant Women in Tanzania: Tanzania Demographic Health Survey 2022 Nyamukondiwa, Melisa; Adisasmita, Asri C.; Mahkota, Renti; Betera, Same
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanzania is endemic to malaria and pregnant women due to their vulnerability are among the high-risk groups. The adoption of malaria interventions targeted to pregnant women is affected by a number of factors. A cross-sectional study using secondary data from Tanzania Demographic Health Survey (TDHS) for 2022 was used. A logistic regression was used for bivariate analysis to identify factors affecting the adoption of malaria interventions during pregnancy in Tanzania. Data from pregnant women between 15 to 49 years (N=1408) were analyzed in this study. Insecticide treated nets (ITNs) and intermittent preventive therapy in pregnancy using sulfadoxine-pyrimethamine (IPTp-SP) were the main malaria prevention methods identified from the TDHS 2022. The results showed that insecticide treated nets ownership (83.0%) and its usage (85.5% of those who had ITN) was relatively high among pregnant women. More than half of the pregnant women (60.6%) received IPTp-SP during pregnancy. Marital status (ORmarried compared to not married=1.60; 95% CI: 1.15-2.24), education (ORsecondary level and higher compared to no education=1.43; 95% CI: 1.04-2.00) and Antenatal Care (ANC) visits (ORat least four ANC visits compared to no ANC=2.60, 95% CI: 1.40-4.82), and higher level wealth status and parity had statistically significant association with higher odds of using ITN. Age (OR≥35 years compared to 15-19 years=0.15, 95% CI: 0.05-0.50), education level (ORsecondary level and higher compared to no school=0.47, 95% CI: 0.27-0.79) and wealth status (at all levels, compared to the poorest) had statistically significant association with lower IPTp-SP uptake. Antenatal care visits should be maximized as an opportunity to distribute insecticide treated nets, give intermittent preventive medicine and education on malaria prevention. Future research should conduct multivariate analysis to determine independent predictors.
Co-Authors Abioso Wicaksono Adelina Fitri Adisasmito, Wiku Bakti Bawono Amelia, Dwirani Ana Maina Rezky Anjani, Sonia Miyajima Arief Wicaksono, Arief Arwinda Nugraheni Ascobat, Purwantyastuti Bambang Dwipoyono, Bambang Betera, Same Bramantyo, Dion Firli Chandrayani Simanjorang Clement Drew DENNI JOKO PURWANTO, DENNI JOKO Desinta Ayu Lestari Detty Siti Nurdiati Djajuli, Hidayat Nuh Ghazali EDI TEHUTERU, EDI Erlina Burhan Evlina Suzanna Febriyanti, Nooridha Fidya Rumiati Gayatri, Maria Grace Shalmont Gunarsih, Arum Hadayna, Saila Harijanto, Eddy Hatma, Ratna Djuwita Heryana, Ade Ihsan, Maulidiah Imam Subekti Indriyati, Titi Irwan, Hermansyah JAUHARI OKA REUWPASSA, JAUHARI OKA Johanes Edy Siswanto, Johanes Edy Kemal N. Siregar Lhuri Dwianti Rahmartani Lila Kesuma Hairani Lubis, Pika Novriani Manggala, Sidharta Kusuma Marthino Robinson MARYANI, DINI Muchtar, Zahra Zetira Muhammad Agus Muljanto Muhammad Hidayat Sahid Mulyadi M Djer, Mulyadi M Murtiani, Farida Nadhila Beladina Nadjib, Mardiati Nasdaldy -, Nasdaldy Nurhakiki, Syifa Nurjannah Nurjannah Nyamukondiwa, Melisa Pradnya Sri Rahayu Prasetyo, Rachma Wenidayanti Putra, Andika Chandra Putri, Murti Utami RA. Koestoer Rachellina, Miranda Rahmah, Herlina Rahmartani, Lhuri Dwianti Ratna Djuwita Renti Mahkota Retno Asti Werdhani Rezky, Ana Maina Rizky Ramadantie Rosdiana, Prita Saefina, Isnani Dewi Safanta, Nurzalia Safitri, Meirica Rosaline Septyana Choirunisa Septyana Choirunisa Shalzaviera Azniatinesa Shela Rachmayanti Siti Sopiatun Sjahrul Sjamsuddin, Sjahrul Soemanadi -, Soemanadi Soewarta Kosen Sofi Mardiah Sudarto Ronoatmodjo Sugiarto, Adhrie Susianti, Yanti Talib, Suprohaita Rusdi Taufiqurahman, Khobir Abdul Karim Telly Purnamasari Tika Dwi Tama Tubagus Ferdi Fadilah, Tubagus Ferdi Virmandiani, Virmandiani Woro Riyadina Yoga Yunadi Zahrina, Fadiah Zhara Juliane