Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

Karakteristik Aliran Melintasi Silinder Tunggal Berpenampang Ellips Untuk Rasio Diametris 0,333 Dengan Penambahan Kekasaran Pada Leading Edge Priyo Heru Adiwibowo,
Teknika Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik aliran melalui silinder berpenampang ellips selalu menarik untuk dikaji. Penambahan kekasaran permukaan pada leading egde sebuah silinder berpenampang ellips diduga mampu menunda titik separasi aliran yang melintasi silinder ellips tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental di subsonic wind tunnel dengan model uji silinder tunggal berpenampang ellips. Model uji dialiri udara  pada dua bilangan Reynolds 3,8.104 dan 6,8.104 dengan angle of attack 0¢X. Bentuk model uji silinder berpenampang ellips dengan rasio diametris (t/c) =: 0,333 serta penambahan kekasaran(e/c)= 4,94 x 10-4 pada leading edge. Pada model uji dipasang pressure tap setiap 50 di sepanjang kontur silinder ellips untuk mengukur distribusi tekanan yang terjadi.Dari hasil pengujian dapat diperoleh kesimpulan bahwa kenaikan bilangan Reynolds akibat kenaikan kecepatan aliran untuk model uji tanpa kekasaran menyebabkan letak titik separasi mundur ke belakang sehingga luasan wake menyempit. Untuk Re=3,8.104, penambahan kekasaran  pada model uji akan menyebabkan titik separasi tertunda ke belakang dibanding bila model uji tanpa kekasaran. Untuk Re=6,8.104, penambahan kekasaran  pada leading edge model uji akan menyebabkan titik separasi lebih tertunda ke belakang dibanding bila tanpa kekasaran.  The flow characteristic across elliptical cylinder is still interest to be studied. This research  were conducted experimentally using subsonic wind tunnel with a single elliptical cylinder experiment model. The experiment model was streamed by air at two Reynolds number 3,8.104 and 6,8.104  with angle  of attack 0¢X. The ellipse model have a chord length (c) and the ratio of thickness 0.333. At the leading edge of ellipse was installed a perturbation by addition of surface roughness having relative (e/c) of about 4,94.10-4. Pressure taps were installed at the experiment model each 50  alongside contour of elliptical cylinder to measure pressure distribution that happened.The result of experiment showed that increasing of Reynolds number, due to increasing of velocity flow on smooth surface experiment model, will cause a delay of separation point, so the area wake decreased. At Reynolds number 3,8.104  addition of surface roughness at ellipse will cause the separation point delay than the smooth surface ellipse. For Reynolds number 6,8.104, the addition of surface roughness can more delay the separation point compared to the  smooth surface ellipse.
Simulasi Numerik Karakteristik Aliran Melintasi Ellips Tunggal Dengan Variasi Rasio Diametris Dan Sudut Serang Priyo Heru Adiwibowo,
Teknika Vol 9, No 1 (2008)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik aliran melalui silinder berpenampang ellips selalu menarik untuk dikaji. Perubahan rasio diametris pada sebuah silinder berpenampang ellips diduga mampu menunda titik separasi aliran yang melintasi silinder ellips tersebut. Pemodelan dilakukan pada silinder tunggal untuk rasio diametris (t/c) = 0,667; 0,75 dan 0,9, serta sudut serang (ã) =0°, 10°, 20°, dan 30°.Pemodelan numerik dengan FLUENT yang digunakan untuk menganalisa karakteristik aliran tersebut adalah 2-D steady flow dengan viscous turbulent K-Epsilon. Adapun bentuk grid dari pemodelan numerik di atas adalah quadrilateral-map. dan permukaan silinder diasumsikan halus (smooth surface).Dari hasil simulasi diperoleh kesimpulan bahwa t/c semakin rendah atau ketebalan ellips semakin tipis dengan panjang chord konstan menyebabkan adverse pressure gradient  yang terjadi semakin rendah sehingga aliran lebih mampu melewati kontur akibatnya separasi mundur  ke belakang. Dengan peningkatan  sudut serang terlihat letak titik stagnasi bergeser semakin ke bawah, sedangkan titik permulaan terjadinya massive separation semakin ke depan untuk bagian upper dan semakin ke belakang untuk daerah lower. Hal ini terjadi karena fluida yang mengalir di sepanjang permukaan bawah(lower) ellips lebih mudah mengikuti kontur sehingga separasi dapat tertunda lebih ke belakang. The flow characteristic across elliptical cylinder is still interest to be studied. A change of ratio diametric at elliptical cylinder is predicted to delay the separation point at elliptical cylinder.The ratio diametric (t/c) = 0,667;0,75;0,9 and angle  of attack (ã) =0°, 10°, 20°, and 30°.Numerical modeling study with software FLUENT is applied to obtain flow characteristics showing visualization. Numerical modeling was set-up with 2D-steady flow and viscous turbulent K-epsilon for Reynolds number 3.8 x 104 based on the  elliptical cylinder diameter.The result show that decreasing  ratio diametric will cause a delay of separation point, so the area wake decreased. The increasing angle  of attack can delay the separation point at lower ellipse.
Co-Authors -, Masykur A. Grummy Wailanduw Ahmad Saepuddin Aisyah Endah Palupi Akhmad Hafizh Ainur Rasyid Alfatih, Muhammad Danang Ilham Anggraini, Widiya Anshori, Latif ARI PRADANA, RIZKI Arianto, Christoper Jou Farrel ARIPRASETYA, SENA Aris Ansori Aris Setiawan Aristandi, Anang Budihardjo Achmadi Hasyim Ciptafarizi, Muhammad Zardana Dany Iman Santoso Dyoritu, Vico Jose Fani, Rayhan Aulia Iman FARID RAHMAN HAKIM, MUHAMMAD Fathana, Adhistya Ahnaf Fadhil Fernanda, Andi Dwi FITRIANA, MAHMUDA Fitriani, Indah Martha Gimnastyar, Andrias HAPSARI WIBAWANTO, HERNING Hariyanto, Farhan Eka Terang Hidayat, Bagus Mukti Hidayatullah, Rachmad Syarifudin I Made Arsana Ika Nurjannah, Ika ILHAM PRABOWO, BOY Ilriansyah, Muhammad Ryo INDAH WAHYU NINGTYAS, NUR Indra Herlamba Siregar Irfa’i, Mochamad Arif Iskandar Iskandar Jatmiko, Danang Tri Junaidi, Mario Verinanda Khafid KHAIRUL ANAM, DIMAS KHOLBIKA FITROH, HANNAS Krisdianto, Odik Dwi Luchyto Chandra Permadi Luqmanul Hakim Mario Verinanda Junaidi MAULANA, TUTUR Muhaji Muhaji Muhammad Farhanuddin Wijaya Muhammad, Anovan Fadhil NASHRULLAH, ALFIAN Novi Sukma Drastiawati Pambudi, Dimas Ridho PANJI NUGROHO, PEGGY Permadi, Luchyto Chandra PRADANA ASPRILIANSYAH, IQSWANDA Pramudito, Estu Arya Pratama, Eksa Fernando Purnomo, Seno Aji Putra, Alrivan Prananda Rasyid, Akhmad Hafizh Ainur RYAN PRIAMBODHO, GIGGA Saifuddin Z, Mohammad Santoso, Budi Saptono, Renaldi Prima Saputra, Rico Arya Sari, Handini Novita Siswoyo, Dirgha Andi SUTRIMO, DIAN Vablo Gloria, Siagian, Jevandra Valentino, Alvaro WAHDANI INSANTO, MUHAMMAD Wahyu Dwi Kurniawan Walianduw, Grummy Yasin, Yusuf Febryan Yudi Sukmono, Yudi Yunitasari, Bellina Zaki, Fatih Zakiyya, Hanna