Proses pembelajaran di sekolah memerlukan interaksi dinamis antara guru dan siswa, serta di antara siswa itu sendiri. Oleh karena itu, guru perlu memilih dan mengembangkan model pembelajaran yang secara aktif melibatkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa integrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa; namun, implementasi model simulasi berbasis TIK pada tingkat sekolah dasar masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk menggambarkan implementasi model simulasi berbasis TIK dalam mengoptimalkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah dasar di Kabupaten Natar, Lampung Selatan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, melibatkan 28 siswa kelas IV dengan 12 laki-laki dan 16 perempuan. Data penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi proses kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model simulasi berbasis TIK memiliki dampak positif terhadap keaktifan dan motivasi belajar siswa. Siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan selama proses belajar, sebagaimana terlihat dari partisipasi aktif dalam bertanya, diskusi kelompok, penyelesaian tugas, dan pembelajaran kolaboratif. Indikator-indikator ini mencerminkan peningkatan yang signifikan dalam keaktifan dan motivasi belajar siswa. Temuan studi ini menunjukkan bahwa model simulasi berbasis TIK dapat digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa, serta memungkinkan guru menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan