Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

VARIASI KOMPOSISI NANO HIDROKSIAPATIT PADA POLY(1,8-OCTANEDIOL-COCITRATE) (POC) SEBAGAI BIODEGRADABLE BONE SCREW Fitriyatul Qulub; Prihartini Widiyanti; Jan Ady
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 4: JULI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.915 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.4.4223

Abstract

VARIASI KOMPOSISI NANO HIDROKSIAPATIT PADA POLY(1,8-OCTANEDIOL-COCITRATE) (POC) SEBAGAI BIODEGRADABLE BONE SCREW . Tingginya kasus fraktur tulang sekitar 300-400 ditangani dengan metode fiksasi interna menggunakan bone screw. Diperlukan inovasi biomaterial yang memiliki sifat utama biodegradabel agar tidak memerlukan reoperation dan biokompatibel terhadap jaringan tubuh. Telah dilakukan penelitian mengenai variasi komposisi nano hidroksiapatit (HA) berasal dari ekstrak sisik ikan kakap pada Poly (1,8-octanediol-Co-Citrate) (POC) sebagai Biodegradable Bone Screw. Penelitian ini bertujuan mensintesis POC dan mengkarakterisasi pengaruh komposisi HA terhadap sifat mekanik dan biokompatibilitas komposit POC-HA. Sintesis POC dilakukan dengan metode polimerisasi kondensasi, terbentuk ikatan ester gugus C=O stretch pada 1731 cm-1 melalui uji gugus fungsi dari POC pra polimer. Pra polimer POC dikompositkan dengan nano-HA pada variasi komposisi 62%,65%,68%dan 71%, dilanjutkan perlakuan postpolymerization. Komposit POC-HA dilakukan karakterisasi uji kekerasan dan uji degradasi. Hasil pengujian menunjukkan komposisi nanopartikel HA memberikan pengaruh sifat mekanik dan biokompatibilitas. Seluruh sampel memiliki kuat tekan berkisar 3,64-9,56 MPa sesuai dengan kuat tekan tulang cancellous manusia (2-12 MPa). Melalui analisis Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDX), uji degradasi sampel terbukti kebioaktifitasan mineral apatit sebesar 7,5% (At%) dan terputusnya rantai C-X dari polimer POC sebesar 5,95% (At%) selama 4 minggu inkubasi dalam Simulated Body Fluid (SBF). Berdasarkan hasil karakteristik penelitian ini, komposit POC-HAberpotensi sebagai kandidat biodegradable bone screw.
STUDI KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN LOGAM BAJA P.25 dan S.25 DENGAN METODE NEWTON Jan Ady
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 11 Nomor 2, Oktober 2011
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.11.2.2011.193

Abstract

STUDI KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN LOGAM BAJAP.25 dan S.25 DENGAN METODE NEWTON Jan Ady1) 1) Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Surabaya Jan_ady@yahoo.com ABSTRAK Telah dilakukan studi tentang sifat mekanik logam baja jenis polos P.25 dan ulir S.25  dengan metode Newton. Uji kekuatan tarik dilakukan dengan mengukur tegangan-regangan menggunakan Autograph sedangkan uji kekerasan dilakukan dengan pengukuran Hardness Vickers Tester. Nilai modulus elastisitas baja S. 25 adalah 54,80 Kg/mm2 dan 31,78 Kg/mm2 untuk baja P.25. Rata-rata nilai kekerasan adalah 227,2 kgf/mm2 untuk baja S.25 dan 195,6 kgf/mm2 untuk baja P.25.  Hasil ini menunjukkan bahwa logam baja S.25 memiliki kekuatan tarik dan kekerasan yang relatif lebih baik dari pada logam baja P.25, sesuai demgan pengukuran dan perhitungan menggunakan metode Newton. Kata Kunci: Baja P.25 and S.25,  kekerasan, kuat tarik,  metode Newton   STUDY ON THE TENSILE STRENGTH AND HARDNESS OF STEEL TYPE P.25 AND S.25 USING NEWTONIAN METHOD ABSTRACT The mechanical properties of steel P.25 (smooth type) and S.25 (screwed type) was studied using Newtonian method.  The tensile strength was evaluated by measuring the stress-strain using autograph, whereas the hardness was measured by Hardness Vickers Tester.  The modulus elasticity was 54,80 Kg/mm2 for steel S.25 and 31,78 Kg/mm2 for steel P.25.  The average hardness was 227,2 kgf/mm2 for steel S.25 and 195,6 kgf/mm2 for steelP.25.  These results indicated that the tensile strength and hardness of steel S.25 were relatively better than steel P.25, based on the measurement and calculation using Newtonian method. Keywords :  Steel P.25 and S.25, Newtonian, Hardness, Tensile strength, Newtonian method
KARAKTERISTIK MIKROSKOPIK KERAMIK BATAKO TERHADAP VARIASI PENAMBAHAN SEKAM TEBU Jan Ady; Aziza Anggi Maiyanti
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 14 Nomor 1, April 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.408 KB) | DOI: 10.35799/jis.14.1.2014.4948

Abstract

KARAKTERISTIK MIKROSKOPIK KERAMIK BATAKO TERHADAP VARIASI PENAMBAHAN SEKAM TEBU ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan sekam tebu pada sifat mikroskopis batako sehingga dapat diketahui komposisi sekam tebu paling baik untuk bahan pengikat dari batako tersebut. Sampel yang digunakan batako dengan penambahan sekam tebu diayak dan tanpa diayak dengan persentase masing – masing 0wt%, 3wt%, 6wt%,  9wt%, 12wt% ,15wt%. Variasi optimum terlihat pada variasi 12wt% untuk penambahan sekam tebu tanpa diayak dan 15wt% untuk penambahan sekam tebu diayak. Nilai porositas batako rata-rata normal yaitu sebesar (8,119 ± 3,866)% dan nilai densitas rata-rata (2,343 ± 0,211) gr/cm3, setelah penambahan sekam tebu maka terjadi perbaikan sifat porositas dan densitas yaitu (7,692 ± 2,492)% dan (2,387 ± 0,087) gr/cm3 untuk variasi penambahan sekam tebu tanpa pengayakan, sedangkan nilai porositas dan densitas untuk penambahan variasi sekam tebu dengan pengayakan adalah (3,846 ± 0,427)% dan (2,674 ± 0,125) gr/cm3. Setelah melalui uji XRD terlihat pembentukan fasa baru yaitu Al0,03Fe0,15Mg1,82O6Si1,97 (Enstatite) yang diidentifikasikan memiliki pengaruh perbaikan sifat densitas batako.  Berdasarkan nilai porositas  dan nilai densitas diatas maka batako dengan variasi penambahan sekam tebu telah berhasil memperbaiki sifat mikroskopis batako meskipun pada penambahan sekam tebu tanpa pengayakan memiliki nilai porositas dan densitas tidak stabil. Kata Kunci : Keramik Batako, Sekam Tebu, Porositas, Densitas, XRD
STUDI MIKROSKOPIK MEMBRAN BERPORI TIO2 BERBASIS POLYMETHYL METHACRYLATE SEBAGAI TEMPLATE Jan Ady; Eka Viandari
JURNAL ILMIAH SAINS Volume 16 Nomor 1, April 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.603 KB) | DOI: 10.35799/jis.16.1.2016.12250

Abstract

STUDI MIKROSKOPIK MEMBRAN BERPORI TIO2 BERBASIS POLYMETHYL METHACRYLATE  SEBAGAI TEMPLATEABSTRAK Salah satu sumber pencemaran air adalah limbah industri karena limbah industri menghasilkan polutan yang megandung zat-zat berbahaya bagi tubuh manusia seperti mikroba patogen. Selama ini, proses pengolahan air cenderung memanfaatkan senyawa-senyawa kimia yang mengakibatkan terbentuknya limbah baru yang lebih berbahaya. Teknik yang lebih aman untuk menanggulangi tersebut adalah menggunakan membran. Penelitian ini fokus pada pembuatan membran yang lebih tahan terhadap kerusakan melalui pengaturan pori-porinya. Metode yang digunakan untuk membuat membran adalah metode template leaching dengan PMMA sebagai template. Metode template leaching diawali dengan melapisi substrat menggunakan PMMA yang telah dilarutkan ke dalam aseton, setelah mengering, substrat tersebut dicelupkan ke dalam sol TiO2 yang telah disintesis. Substrat didiamkan selama 17 jam agar partikel sol TiO2 dapat menginterstisi ke dalam celah-celah PMMA dengan sempurna untuk kemudian dikalsinasi pada suhu 5500C selama 4 jam. Kemudian sampel dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX dan XRD. Berdasarkan hasil uji SEM didapatkan ukuran pori terhadap konsentrasi PMMA 0, 2%, 3%, 4% berturut-turut adalah 1900 – 2000 nm, 860,5 – 1669 nm, 312,8 – 382,5 nm, dan 136,1 – 269,7 nm sedangkan dari hasil EDX menunjukkan adanya unsur-unsur Ti dan O presentase atom masing-masing 3,03 % dan 66,81%. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa TiO2 yang terbentuk selama proses sol gel adalah 100% dengan fase anatase pada sudut difraksi 25,4060. Kata kunci: Membran, TiO2, PMMA, template leaching MICROSCOPIC STUDY TIO2 POROUS MEMBRANE BASED POLYMETHYL METHACRYLATE AS TEMPLATE ABSTRACT One source of water pollution is industrial waste as industrial waste produces pollutants that lack the substances harmful to the human body such as microbial pathogens. During this time, water treatment processes tend to use chemical compounds that cause the formation of a new, more dangerous waste. This study focused on the manufacture of membranes that are more resistant to damage by setting the pores. The method used to make the membrane is a template leaching method with PMMA as a template. This study focused on the manufacture of membranes that are more resistant to damage by setting the pores. The method used to make the membrane is a template leaching method with PMMA as a template. Template leaching method begins by coating a substrate using a PMMA which has been dissolved in acetone, after dries, the substrate is dipped into the TiO2 sol was synthesized. Substrate allowed by stand for 17 hours in order to be able interstitials TiO2 sol particles into crevices PMMA perfectly calcination for temperature of 5500C for 4 hours. The samples were cooled at room temperature in the furnace. Finally, characterized the samples with SEM-EDX and XRD. Based on SEM Characterized Obtained porous size was about PMMA concentration of 0%, 2%, 3%, 4% respectively from 1900 to 2000 nm, 860.5 to 1669 nm, 312.8 to 382.5 nm, and 136.1 to 269 , 7 nm and the EDX Indicated that the element of Ti and O with the percentage of 3.03% and 66.81%. Output has been show of XRD that during sol-gel TiO2 forming process was 100% within diffraction angle 25.4060 in anatase forming. Keywords: Membrane, TiO2, PMMA, template leaching
Belajar Fisika Menyenangkan Melalui Diseminasi Material Medis Pada Guru Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Trenggalek - Siswanto; Djony Izak Rudyardjo; Jan Ady; - Aminatun; Dyah Hikmawati; Adri Supardi; Prihartini Widiyanti
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fisika merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian besar siswa SMA. Ilmutersebut dianggap abstrak dan hanya dipenuhi rumus matematika yang kurang jelas kontribusinyadalam kehidupan sehari-hari. Selain itu fisika kurang memberikan prospek pekerjaan yangmenjanjikan sehingga ketertarikan siswa menekuni sains tersebut lebih rendah dibandingkan ilmuyang lainnya. Salah satu penyebab mindset ini adalah faktor guru yang belum mengetahui kontribusifisika dalam segala aspek kehidupan  termasuk dalam bidang medis. Oleh sebab itu kegiatan penmasditujukan bagi guru fisika SMA di kecamatan Kampak Trenggalek dengan tujuan diseminasi hasilpenelitian material medis untuk peningkatan pengetahuannya agar dapat diterapkan ke prosesbelajar mengajar yang menyenangkan. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini adalah ceramahdan demo pembuatan material medis dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal. Hasil kegiatanmenunjukkan bahwa seluruh peserta belum mengetahui pentingnya fisika dalam mendesainmaterial medis baik untuk jaringan lunak maupun jaringan keras. Perlu dilakukan kegiatan penmasini secara rutin di kabupaten Trenggalek agar guru dapat menghayati secara baik untuk pengajaranfisika yang menyenangkan.Kata Kunci : fisika, guru SMA, diseminasi, material medis , menyenangkan  
Workshop 3D Printing Bagi Siswa SMK Di Kabupaten Trenggalek Sebagai Modalitas Menyongsong Era Industri 4.0 - Siswanto; Dyah Hikmawati; - Aminatun; Djony Izak Rudyardjo; Heri Trilaksana; Nuril Ukhrowiyah; Jan Ady; - Winarno; Denny Afianto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi yang termasuk era industri 4.0 adalah 3D printing. Teknologi 3D Printing memberikanwarna baru pada dunia perindustrian, dunia medis, fashion, dan otomotif. Teknologi ini akan mewarnaisemua bidang kehidupan. Diperlukan kesiapan ilmu bagi siswa khususnya siswa SMK untuk memasuki era4.0 tersebut, karena lulusan SMK harus memilki skill untuk bisa bersaing dalam era 4.0. Trenggalekmerupakan kota kecil di Jawa Timur yang harus mendapatkan perhatian dalam pelatihan teknologi agardiperoleh SDM unggul yang dapat bersaing dengan kota lainya. Salah satunya adalah pelatihan 3D printing.Telah dilakukan workshop 3D printing bagi siswa SMKN 2 Trenggalek yang berjumlah 39 siswa. Kegiatanini meliputi pengenalan dasar 3D printing yaitu software yang dapat digunakan untuk menggambar suatuobyek, prospek aplikasi di industri dan medis, serta demo pencetakan bagi peserta kegiatan.Kata Kunci : 3D printing, workshop, siswa SMK, modalstas, era industry 4.0.
Pengembangan Desa Mandiri Pupuk di Desa Bulus Bandung Tulungagung Melalui Pengolahan Sampah Organik menggunakan Metode Takakura - Siswanto; Djony Izak Rudyardjo; Dyah Hikmawati; Jan Ady; - Aminatun; Nuril Ukhrowiyah; Deny Arifianto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh petani desa Bulus dan masyarakat desa umumnya, terutama diKabupaten Tulungagung adalah kelangkaan pupuk. Pupuk bersubsidi sangat terbatas, sedangkan pupuk nonsubsidi berharga relatif tinggi, sehingga perlu alternatif pengganti pupuk kimia untuk memenuhi kebutuhanpetani, sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia. Penggunaan pupukkimia dalam jangka waktu lama dan berlebihan akan merusak struktur tanah. Takakura adalah salah satucara pengomposan yang bisa dilaksanakan oleh masyarakat umum karena metodenya yang sederhana danmudah untuk diaplikasikan. Sasaran pengabdian kepada masyarakat bina desa ini adalah kelompok tanisebagai penggerak pertanian masyarakat desa. Metode yang dipakai adalah penyuluhan interaktif,workshop, dan demostrasi pengenalan pembuatan kompos Takakura. Antusiasme masyarakat petani dalammengikuti kegiatan merupakan indikator keberhasilan kegiatan program pengabdian masyarakat skemaProgram Pengembangan Desa Binaan (PPDB) ini. Keberhasilan kegiatan ini juga dapat dilihat dari produksipupuk organic oleh para peserta kegiatan. Selain itu kehadiran wakil bupati, kepala desa, dan perangkatdesa merupakan bentuk keseriusan dukungan pemerintah untuk mencari alternatif atas keterbatasan pupukbersubsidi.   Hambatan kegiatan yang muncul adalah penyesuaian waktu yang tepat karena sebagian besarpetani menggunakan waktu siang hari untuk pergi ke sawah. Kata Kunci : mandiri pupuk, desa Bulus, sampah organic, Takakura  
PENGUATAN KARAKTER KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK MELALUI PELATIHAN GREEN SINTESIS NANOPARTIKEL DARI EKSTRAK TUMBUHAN UNTUK TABIR SURYA Siswanto, Siswanto; Ady, Jan; Rudyardjo, Djony Izak; Hikmawati, Dyah; Aminatun, Aminatun; Zaidan, Andi Hamim; Samian, Samian; Supadi, Supadi; Firdaus, Indri K; Junico, Vallery Ofelia
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat di SMK ini bertujuan untuk memperkuat karakter kewirausahaan siswa melaluipelatihan berbasis inovasi teknologi, yakni green sintesis nanopartikel dari ekstrak tumbuhan untuk tabirsurya. Pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan siswa teknik sintesis nanopartikel ramah lingkungan yangmemiliki aplikasi praktis dalam pembuatan produk kosmetik, khususnya tabir surya. Dalam kegiatan ini,peserta tidak hanya belajar tentang aspek teknis, tetapi juga tentang kewirausahaan dan potensi pasarproduk yang mereka buat. Evaluasi tingkat kepuasan peserta menggunakan Customer Satisfaction Index(CSI) menunjukkan nilai rerata sebesar 83,77%, mencerminkan kepuasan tinggi terhadap pelatihan yangdiberikan. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman materi yang diukur melalui tespre-test dan post-test. Nilai pre-test peserta yang berada dalam rentang 20-60 meningkat menjadi 75-95pada post-test, menandakan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilansiswa. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan siswa tentang teknologi nano dan keberlanjutan,tetapi juga memotivasi mereka untuk mengeksplorasi peluang kewirausahaan dalam bidang industrikosmetik. Dengan hasil ini, diharapkan siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan industri serta memilikisikap kewirausahaan yang kuat Kata Kunci: SMK, Kewirausahaan, Nanopartikel, Green Sintesis, Tabir Surya
Pembuatan Pupuk Organik dengan Memperkecil Ukuran Bahan Baku Sebagai Upaya Mandiri Pupuk Di Desa Bulus, Bandung Tulungagung Siswanto, Siswanto; Hikmawati, Dyah; Aminatun, Aminatun; Djony Izak, Djony Izak; Ady, Jan; Ukhrowiyah, Nuril; Sapuan, Imam; Arifianto, Deny; Supardi, Adri; Rochman, Mochammad Nurur
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17061

Abstract

Kelangkaan pupuk bersubsidi telah menjadi permasalahan bagi petani di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Bulus, Bandung, Tulungagung. Terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan, yang berdampak pada produktivitas pertanian. Penggunaan pupuk urea yang berlebihan dapat merusak kesuburan tanah dan berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Pupuk organik menjadi solusi alternatif bagi lingkungan dan kesehatan tanah jangka panjang. Selain itu dapat meningkatkan retensi air, dan keberagaman mikroba, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Salah satu metode yang menjanjikan untuk produksi pupuk organik adalah komposting, khususnya metode Takakura, yang menggunakan fermentasi terkontrol dari bahan organik. Selain itu, pengurangan ukuran sampah organik melalui perajangan dapat mempercepat proses dekomposisi, meningkatkan efisiensi dan kualitas kompos. Program pengabdian masyarakat di Desa Bulus ini bertujuan untuk mengedukasi petani tentang produksi pupuk organik yang efisien, menggunakan metode Takakura, tong komposter, dan pupuk cair organik. Pelatihan ini melibatkan 30 petani dan berfokus pada peningkatan efisiensi produksi pupuk melalui perajangan sampah organik. Evaluasi pasca-pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata nilai meningkat sebesar 25-30 poin. Penggunaan bahan organik yang dipotong kecil-kecil mengurangi waktu pengomposan dan meningkatkan kualitas pupuk. Evaluasi program menunjukkan kepuasan yang tinggi di kalangan peserta, terutama terkait relevansi dan penerapan praktis materi yang disampaikan. Hasil ini menunjukkan bahwa produksi pupuk organik, bersama dengan teknik pengolahan sampah yang efisien, dapat mendukung pertanian yang berkelanjutan di komunitas pedesaan yang menghadapi kelangkaan pupuk.
PENGUATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK DI PAMEKASAN MELALUI PELATIHAN GREEN SINTESIS NANOPARTIKEL SENG OKSIDA UNTUK APLIKASI TABIR SURYA: Strengthening the Entrepreneurial Spirit of Vocational High School Students in Pamekasan Through Training on Green Synthesis of Zinc Oxide Nanoparticles for Sunscreen Applications Jan Ady; Rudyardjo, Djony Izak; Ukhrowiyah, Nuril; Siswanto, Siswanto; Aminatun, Aminatun; Hikmawati, Dyah; Nabila, Desvika Yumna; Ferdy , Ferdy
Vivabio: Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 7 No. 2 (2025): VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/vivabio.v7i2.64555

Abstract

Strengthening the entrepreneurial spirit of vocational high school (SMK) students is a strategic step in addressing the challenges of the job market and creating opportunities for independent business ventures. This study aims to enhance the entrepreneurial mindset of SMK students in Pamekasan through training on the green synthesis of zinc oxide (ZnO) nanoparticles, applied as an eco-friendly sunscreen base. The training methods included lectures, demonstrations, laboratory practices, and interactive discussions. Plant extracts from local resources were used as natural reducing agents in the synthesis process. The results showed an increase in students’ knowledge of nanotechnology, environmental awareness, and entrepreneurial skills, as evidenced by their ability to produce prototypes of ZnO-based sunscreen. In conclusion, this training not only introduced environmentally. ABSTRAK Penguatan jiwa kewirausahaan siswa SMK menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan menciptakan peluang usaha mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan semangat kewirausahaan siswa SMK di Pamekasan melalui pelatihan green sintesis nanopartikel seng oksida (ZnO) yang diaplikasikan sebagai bahan dasar tabir surya ramah lingkungan. Metode pelatihan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik laboratorium, dan diskusi interaktif. Bahan yang digunakan dalam sintesis adalah ekstrak tanaman lokal sebagai agen reduktor alami. Hasil pelatihan telah menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang nanoteknologi, kesadaran lingkungan, serta keterampilan kewirausahaan, yang terlihat dari kemampuan mereka menghasilkan prototipe tabir surya berbasis ZnO. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan jiwa wirausaha siswa melalui pemanfaatan potensi lokal berbasis inovasi ilmiah.