Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Menelaah Maskulinitas dalam Kajian Bentuk dan Fungsi Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara Adzan, Nabilla Kurnia; Habsary, Dwiyana; Setiawan, Afrizal Yudha
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam manifestasi maskulinitas yang terdapat dalam Tari Igel di Kabupaten Lampung Utara, khususnya dalam konteks upacara adat Begawi Cakak Pepadun. Fokus kajian diarahkan pada analisis bentuk gerak dan fungsi tarian sebagai representasi nilai-nilai ideal pria Lampung Pepadun. Hasil kajian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam Tari Igel terwujud secara deskriptif melalui bentuk gerak yang ekspresif dan bertenaga. Gerakan didominasi oleh gerakan tangan, putaran, dan sikap tangan yang diangkat tinggi, menyimbolkan keperkasaan, keberanian, dan kesiagaan seorang pemimpin. Secara fungsional, Igel memainkan peran krusial sebagai sarana ritual pengesahan status sosial Suttan atau Penyimbang, sekaligus media edukasi non-verbal yang mewariskan nilai-nilai kepemimpinan, wibawa, dan tanggung jawab adat kepada generasi penerus. Meskipun kini Igel juga berfungsi sebagai hiburan, esensi maskulinitas yang tertanam kuat dalam gerak dan konteks ritualnya tetap menjadikannya simbol utama identitas laki-laki dalam adat Pepadun khususnya di Lampung Utara.
Hubungan Antara Minat Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Tari Pada Tari Klana Raja Muna, Nina Nailatul; Setiawan, Afrizal Yudha; Adzan, Nabilla Kurnia
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 13, No 3 (2025): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara minat dengan hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Tari Universitas Lampung dalam mempelajari Tari Klana Raja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 mahasiswa angkatan 2021- 2022 yang telah menempuh mata kuliah Tari Jawa. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert serta studi dokumen terhadap nilai akademik mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara variabel minat dan hasil belajar. Berdasarkan Hasil perhitungan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara minat mahasiswa terhadap Tari Klana Raja dengan hasil belajar mereka. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh adalah r = -0,110 dengan nilai signifikansi = 0,477, yang lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis nol diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa minat mahasiswa terhadap mata kuliah ini tidak berpengaruh langsung terhadap hasil belajar mereka. Berdasarkan tabel koefisien korelasi, nilai tersebut memiliki hubungan yang berada pada kategori cukup.Kata Kunci: Minat, Hasil Belajar, Tari Klana Raja, Korelasi.
Eksistensi Tari Sigeh Penguten dalam Dunia Pendidikan di Bandar Lampung Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Bulan, Indra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i1.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi tari Sigeh Penguten dalam dunia pendidikan. Sejak tarian ini dibentuk kemudian muncul di tahun 1989 hingga tahun 2023, tari Sigeh Penguten masih dapat ditemui keberadaannya. Berdasarkan fenomena ini menunjukkan, bahwa proses transmisi budaya melalui tari Sigeh Penguten masih terus dilakukan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Landasan konsep yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah konsep eksistensi. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa tari Sigeh Penguten senantiasa menjadi pilihan untuk dijadikan materi dasar dalam proses pembelajaran tari. Ciri khas yang melekat pada tarian ini senantiasa terjaga tanpa disadari oleh masyarkat. Alasan tarian ini dijadikan materi dasar dalam pembelajaran tari karena keragaman gerak dan elemen-elemen didalamnya. Selain itu, nilai yang dilekatkan pada tari Sigeh Penguten hingga saat ini masih terus dipegang dan diakui oleh masyarakat Lampung, nilai tersebut adalah menghargai tamu yang datang. Nilai lainnya adalah memulai suatu pekerjaan atau kegiatan dengan senantiasa mengingat Sang Pencipta.
Analisis Gerak Tari menggunakan Notasi Laban: Metode Pendokumentasian Tari Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Bulan, Indra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 2: Agustus (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i2.541

Abstract

Notasi Laban merupakan salah satu notasi tari yang mampu menggambarkan gerak secara proses dalam bentuk simbol-simbol. Simbol-simbol yang terdapat pada notasi laban terbagi menjadi simbol arah dan level. Simbol lainnya adalah merupakan penjelasan detail untuk menunjukkan bagian-bagian tubuh lainnya yang bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam mempelajari notasi Laban. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang dibutuhkan dalam mempelajari notasi Laban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam menuliskan gerak tari dalam bentuk notasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, pertama adalah tidak tersedianya buku teks dalam bahasa Indonesia. Faktor kedua adalah sulitnya menghafalkan simbol-simbol yang terdapat dalam notasi Laban. Faktor ketiga yaitu kurangnya kemampuan analisis siswa dalam menggunakan perspektif Laban.
Dance Learning Model in the Education of the Independent Curriculum Adzan, Nabilla Kurnia; Setiawan, Afrizal Yudha; Anastasya, Putri Novia
Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Until 2024, at least four curricula have been used as a reference for implementing learning in schools. Currently, the curriculum used is the independent curriculum. This curriculum covers learning from early childhood to the tertiary level. All lessons at school are regulated in the independent curriculum, including dance. The word independence in the curriculum invites teachers and students to freely choose materials, learning models, methods, media, and evaluation techniques in implementing learning. It intersects with the educational dance learning model. This research looks at how dance learning in the independent curriculum is implemented with an educational dance perspective containing two main things, namely creative and expressive dance. This research used a qualitative descriptive method using observation, interview, and documentation data collection techniques. This research presents a description of dance learning at the high school level. The research results show that several schools in Lampung have implemented learning as stated in the independent curriculum before this curriculum existed in Indonesia. This research describes how this learning takes place.            
Dokumentasi Tari Sigeh Penguten: Studi Gerak dan Struktur Koreografi Sebagai Upaya Pelestarian Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Bulan, Indra; Putri, Dera Marsanda
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1701

Abstract

Tari Sigeh Penguten merupakan salah satu tari tradisional Lampung yang memiliki nilai budaya tinggi dan kerap ditampilkan dalam acara penyambutan atau diletakkan pada pembuka acara. Sebagai bagian dari warisan budaya takbenda, penting untuk mendokumentasikan tari ini secara sistematis guna menjaga keberlangsungan dan keasliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan struktur koreografi Tari Sigeh Penguten melalui metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap penampilan tari, studi dokumen, serta analisis visual terhadap rekaman pertunjukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Sigeh Penguten terdiri atas beberapa struktur utama, yaitu pembukaan, inti, dan penutup, yang masing-masing memiliki ragam gerak khas dengan makna simbolik tersendiri. Dokumentasi dilakukan melalui pencatatan naratif sebagai Langkah awal sebelum dinotasikan. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelestarian dan pengembangan seni tari tradisional, serta sebagai bahan ajar dalam pendidikan seni.
Transmisi Picak Khakot di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Habsary, Dwiyana; Adzan, Nabilla Kurnia; Kurniawan, Agung; Mustika , I Wayan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1726

Abstract

Picak Khakot merupakan salah satu warisan budaya takbenda masyarakat Lampung di kabupaten Tanggamus. Tarian ini memiliki nilai historis, estetis, dan simbolik yang kuat. Artikel ini membahas proses transmisi Picak Khakot sebagai bentuk pelestarian budaya lokal di tengah dinamika social dan perkembangan zaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data studi Pustaka dan observasi lapangan, serta dianalisis menggunakan teori transmisi budaya. Hasil kajian menunjukkan, bahwa proses pewarisan Picak Khakot dilakukan melalui dua jalur utama, yakni transmisi formal melalui sanggar seni, serta transmisi informal melalui lingkungan keluarga dan komunitas adat. Selain itu, transmisi ini juga dipengaruhi oleh media digital sebagai sarana baru dalam memperluas jangkauan budaya. Namun demikian tantangan tetap muncul seperti menurunnya minat generasi muda, tetapi ada dukungan dukungan kebijakan pemerintah daerah meskipun bukan berupa kebijakan. Oleh karena itu, pelestarian Picak Khakot memerlukan kolaborasi antar masyarakat, pelaku seni, dan Lembaga Pendidikan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN TARI PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN TARI DI TK KESUMA BANDAR LAMPUNG Diva Arum Kinanti; Dwiyana Habsary; Nabilla Kurnia Adzan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43589

Abstract

This study aims to describe the implementation of the educational dance approach in dance learning at Kesuma Kindergarten, Bandar Lampung. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects include educators and students of the Matahari class, while the research object is focused on the dance learning process that applies the educational dance approach. Data collection techniques are carried out through observation, documentation and interviews. Data validity is obtained through triangulation of sources and techniques, while data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and finally the conclusion drawing stage. The results of the study indicate that the implementation of the educational dance approach in dance learning is carried out through two elements of educational dance, namely, creative dance and expressive dance. The creative dance stage is able to provide space for students to explore movements in forming animals freely, while the expressive dance stage is able to provide space for students to express feelings and emotions through question instructions and broad hand movements. The implementation of learning helps foster students' self-confidence in exploring the forms of aquatic animals, creating a pleasant learning atmosphere, and increasing students' learning readiness so that students become more focused. Overall, the implementation of an educational dance approach can create a fun learning environment and encourage students to be more creative and expressive.