Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Jhan Saberlan Purba Purba, Jhan Saberlan
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v7i1.2000

Abstract

Rhodamin B merupakan pewarna sintetik yang digunakan sebagai zat warna tekstil, rhodamin B tidak diperbolehkan digunakan pada produk makanan karena sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Rhodamin B mempunyai sifat kimia dan kandungan logam berat seperti senyawa alkilasi (CH3-CH3) dan juga mengandung senyawa (Cl) yang bersifat radikal yang dapat berikatan dengan DNA, protein dan lemak dalam tubuh, sehingga senyawa yang terikat tidak ada. lagi berfungsi dengan baik dan kinerja tubuh tidak lagi optimal, apabila rhodamin B terakumulasi dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit liver. Menurut Direktur Jenderal Badan POM No.00366/C/II/1990 menyatakan bahwa pewarna rhodamin B termasuk dalam 30 bahan pewarna yang tidak boleh ditambahkan pada makanan. Namun nyatanya rhodamin B masih terdapat pada berbagai produk pangan untuk memberikan warna yang lebih kuat, salah satunya pada saus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar rhodamin B yang terdapat pada kuah bakso bakar yang beredar di Deli Tua. Metode : menggunakan metode uji warna kualitatif dan spektrofotometri tampak secara kuantitatif. Hasil: hasil analisis kualitatif dengan metode uji warna 3 dari 9 sampel yang digunakan teridentifikasi positif mengandung rhodamin B dengan kode sampel A, sampel B, dan sampel H ditandai dengan terbentuknya warna merah jambu. Analisis kuantitatif spektrofotometri tampak diperoleh panjang gelombang maksimum 545 nm dengan kadar rhodamin B pada sampel saus kode A 13,79744215 (± 2,76035 µg/mL), sampel saus B sebesar 11,31734153 (± 2,2615 µg/mL) , dan sampel saus H sebesar 12,12968009 (± 2,4214 µg/mL), konsentrasi tertinggi terdapat pada sampel saus A. Kesimpulan: dari penelitian ini terdapat beberapa saus bakso bakar yang digunakan oleh pedagang bakso panggang di Deli Tua masih mengandung pewarna rhodamin B
PEMANFAATAN BAHAN ALAM LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI KESEHATAN LAMBUNG DAN PERAWATAN RAMBUT DI SMA NEGERI 17 MEDAN Br Bangun, Sofia Eliasari; Harnis, Zola Efa; Purba, Jhan Saberlan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i1.2138

Abstract

Indonesia terkenal dengan banyaknya tanaman obat. Salah satunya adalah lidah buaya. Dari hasil reset sebelumnya menunjukkan bahwa lidah buaya dapat bermanfaat dalam menjaga kesehatan lambung dan perawatan rambut. Oleh karena itu, kami ingin memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 17 Medan tentang pentingnya menjaga kesehatan lambung dan rambut, serta mengenalkan potensi lidah buaya sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut serta cara pengolahannya. Metode yang dipakai yaitu penyuluhan. Penulis menyampaikan materi dalam bentuk presentasi power point, kemudian mengeval_uasi pemahaman audiens terhadap materi yang telah disampaikan dieval_uasi melalui sesi tanya jawab dan kuis dalam bentuk kuis puzzle huruf. Hasil yang diperoleh adalah mereka menjadi lebih mengenal jenis-jenisnya. pemanfaatan tanaman lidah buaya untuk obat dan cara mengolahnya untuk dimanfaatkan sendiri, kedepannya disarankan agar dilakukan edukasi yang lebih mendalam mengenai lidah buaya dan manfaatnya, serta cara pengolahan yang sederhana sebagai upaya pencegahan penyakit.
EDUKASI PEMANFAATAN SARI BUAH TOMAT SEBAGAI SEDIAAN MASKER DI SMA SWASTA HARAPAN 1 KOTA MEDAN Marbun, Nova rianti; Sari, Sofia Elia; purba, jhan saberlan; Sembiring, Tio Ranti Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i3.2469

Abstract

Community Service aims to increase public knowledge and understanding regarding the use of tomato juice as a basic ingredient for natural cosmetic preparations. Tomatoes (Solanum lycopersicum) are known to contain various active substances such as lycopene, vitamin C, and antioxidants that are beneficial for skin health, including brightening, moisturizing, and protecting against free radicals. Educational activities are carried out through counseling, forcing the preparation to be made, and distributing leaflets to the target community. The results of the activities showed a significant increase in participants' knowledge regarding the benefits and how to make cosmetic preparations based on tomato juice. This program is expected to encourage the community to make more use of natural ingredients in skin care and reduce dependence on chemical products.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA DAGING BUAH CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.) YANG BEREDAR DI PASAR BUAH BERASTAGI KABUPATEN KARO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS purba, jhan saberlan; elia, Sofia; Barus, Lidia Klorida
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v7i2.2356

Abstract

Background: Vitamins are complex compounds that are needed by the body that function to help regulate or regulate the body's metabolic processes. One of the vitamins needed by the body is vitamin C. Vitamin C is a nutrient that acts as an antioxidant and is effective in overcoming free radicals that can damage cells or tissues, including protecting the lens from oxidative damage caused by radiation. Vitamin C or ascorbic acid is one of the vitamins that is soluble in water, easily oxidized, and sensitive to light stimulation. One of the plants that contain vitamin C is curly red chili. Red chilies have different levels of spiciness. Determination of vitamin C levels in red chili was carried out by UV-Vis spectrophotometry. This study aims: to determine the levels of vitamin C contained in the flesh of curly red chili (Capsicum annum L.) circulating in the Berastagi fruit market, Karo Regency. Methods: The sample used was curly red chili meat obtained from Berastagi fruit market, Karo Regency. The test was carried out by UV-Vis spectrophotometry with a wavelength of 296 nm. Results: The results of research conducted by UV-Vis spectrophotometry obtained an average level of vitamin C in the flesh of red curly chilies of 5.4689 mg/g. Conclusion: The results of the study showed that the flesh of curly red chilies had vitamin C.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU DINGIN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH PIR (Pyrus communis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Br Bangun, Sofia Eliasari; Purba, Jhan Saberlan; Sulasmi, Sulasmi; Dhini, Fitri Wahyu; Ronaldy, Henri
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Farmasi dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v8i1.2731

Abstract

Vitamin C merxupakan vitamin yang penting xuntxuk txubxuh. Vitamin C mxudah larxut dalam air dan yang paling tidak stabil karena mxudah rxusak oleh panas dan penyimpanan. Vitamin C banyak terkandxung dalam berbagai sayxuran dan bxuah-bxuahan segar. Salah satxu bxuah yang mengandxung vitamin C adalah bxuah pir. Txujxuan dari penelitian ini adalah xuntxuk mengetahxui pengarxuh lama penyimpanan pada sxuhxu dingin terhadap kadar vitamin C bxuah pir. Penelitian ini menggxunakan metode ekperimental yaitxu xuntxuk menentxukan kadar vitamin C dalam sampel. Hasil dari penelitian ini yaitxu didapat kadar awal tertinggi pada pir centxury (1,611 mg/g). Namxun setelah 6 hari terjadi penxurxunan kadar secara signifikan 0,880 mg/g (±45%), pada pir xiangli hari 0 didapat kadarnya 1,362 mg/g, pada hari ke-6 penxurxunan kadar vitamin c menjadi 0,518 mg/g (±62%). Pada pir jambxu kadar vitamin C awal sebesar 0,814 mg/g. Setelah disimpan selama 6 hari menxurxun menjadi 0,330 mg/g (±59%). Berdasarkan hasil penelitian terjadi penxurxunan kadar vitamin C pada ketiga jenis bxuah pir secara signifikan dikarenakan vitamin C mxudah sekali teroksidasi, baik oleh temperatxur, cahaya maxupxun xudara sekitar sehingga kadar vitamin C tetap berkxurang walaxupxun disimpan dalam sxuhxu dingin. Kesimpxulannya, terjadi penxurxunan kadar vitamin C pada ketiga jenis bxuah pir secara signifikan dikarenakan vitamin C mxudah sekali teroksidasi, baik oleh temperatxur, cahaya maxupxun xudara sekitar walaxupxun disimpan pada sxuhxu dingin.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Perancangan Dan Optimasi Formula Obat Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Sediaan Farmasi Sulasmi, Sulasmi; Purba, Jhan Saberlan; Gurusinga, Mona Fitri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12668

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak signifikan dalam berbagai bidang, termasuk farmasi. Salah satu tantangan utama dalam pengembangan sediaan farmasi adalah proses perancangan dan optimasi formula obat yang membutuhkan waktu lama, biaya tinggi, serta risiko kegagalan yang besar. Pemanfaatan AI memungkinkan proses tersebut dilakukan dengan lebih efisien melalui analisis data yang cepat, prediksi interaksi bahan aktif, serta optimasi parameter formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran AI dalam mempercepat pengembangan formula obat, meningkatkan akurasi prediksi sifat farmasetik, serta mengurangi biaya penelitian dan pengembangan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dari jurnal internasional dan nasional yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam perancangan formula obat dapat mempercepat proses screening, meningkatkan efisiensi optimasi, serta memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, pemanfaatan AI berpotensi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengembangan sediaan farmasi di masa depan
Pelatihan Pembuatan Nanoemulsi dari Ekstrak Tanaman Obat Lokal Rosela (Hibiscus sabdariffa) untuk Produk Kosmetik dan Farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang Sembiring, Pintata; Purba, Jhan Saberlan; Gurusinga, Mona Fitri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12670

Abstract

Pengembangan produk berbasis bahan alam saat ini menjadi tren dalam industri kosmetik dan farmasi, terutama melalui pemanfaatan teknologi nanoemulsi yang mampu meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efektivitas senyawa aktif tanaman obat. Rosela (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu tanaman lokal dengan potensi tinggi karena kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiaging. Namun, keterbatasan pengetahuan serta teknologi yang dimiliki pelaku UMKM menyebabkan pemanfaatan rosela masih terbatas pada produk sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan sediaan nanoemulsi berbasis ekstrak rosela sebagai inovasi produk kosmetik dan farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis pembuatan nanoemulsi, serta pendampingan dalam formulasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah tanaman rosela menjadi produk bernilai tambah yang lebih kompetitif. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan
EDUKASI PEMANFAATAN PROBIOTIK ALAMI DARI KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) BAGI KESEHATAN TUBUH DI SMA NEGERI 10 MEDAN Purba, Jhan Saberlan; Marbun, Novarianti; Br Bangun, Sofia Eliasari; Dhini, Fitri Wahyu; Pertiwi, Diah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v6i1.2744

Abstract

Pineapple peel (Ananas comosus L. Merr) waste is abundant in Indonesia but has not been optimally utilized, despite containing beneficial compounds such as bromelain and flavonoids with potential as health products. The lack of public understanding regarding the processing of this waste forms the basis for this Community Service activity. This activity aims to educate students of SMA Negeri 10 Medan on the benefits of natural probiotics from pineapple peels and the method of converting them into a functional beverage. The method employed is interactive counseling, which includes lectures, question-and-answer sessions, and quizzes to enhance participants' understanding. Through this initiative, it is expected that the students' knowledge and awareness regarding the utilization of local natural resources will increase, fostering an interest in processing pineapple peel waste into a probiotic drink that is beneficial for health and promotes sustainability.