Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENETAPAN KADAR STEROID PADA EKSTRAK DAUN TITANUS (Leea aequata L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Dian Ika Perbina; Jhan Saberlan Purba
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v4i1.768

Abstract

The titanus plant (Leea aequata L.) is a plant that used as traditional medicine. The stems and roots are used as astringent, anthelmintic, indigestion, jaundice, chronic fever and malaria. The leaves and twigs are used as an antiseptic and to treat wounds. Steroids are secondary metabolites that have a compound structure that quite diverse. Steroids have a pharmacological effect on lowering cholesterol and anticarcinogenic. The objective of the research to determine the steroid levels in titanus leaf extract (Leea aequata L.). The analytical method used is qualitative with reagents Lieberman-Bouchard and quantitative uv-vis spectrophotometry with wavelength of 423 nm. The results of the qualitative analysis of the positive samples contained steroid compounds. The Results quantitative content of ethanol extract of titanus leaf 30.8889 mg/g, and quantitative results ethyl acetate extract content of titanus leaves 72.2649 mg/g. Validity test results obtained linearity test r=0.9994, RSD of ethanol extract 0,2852% and ethyl acetate extract 8,1120%, recovery of 101% ethanol extract and 103.667% ethyl acetate extract, LOD 2.2078 and LOQ 7,3593. SPSS analysis results p=0.000 (p<0.05). Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that uv-vis spectrophotometry can be used to determine total steroid content of titanus leaf extract (Leea aequata L.).
Aktivitas Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzgium polyanthum) Terhadap Bakteri Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus Tahun 2021 Jhan Saberlan Purba; Hengki Frengki Manullang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4259

Abstract

Daun salam (syzgium polyanthum) mengandung flavonoid, saponin dan tanin yang berperan sebagai senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas estrak daun salam terhadap bakteri penyebab jerawat. Metode penelitian yang dilakukan meliputi, penapisan fitokimia, pembuatan estrak daun salam, formulasi sediaan gel, evaluasi sediaan gel, dan pengujian aktivitas bakteri sediaan gel dengan metode cakram difusi. Bakteri yang digunakan adalah propionibacterium acne dan staphylococcus aureus. Sediaan sediaan gel estrak etanol daun salam terdiri dari 0,5%, 1%, dan 1,55. Evaluasi sediaan gel dengan konsentrasi 0,5%, 1%,, 1,5% stabil secara fisik pada uji organoleptik, uji homogenitas, uji ph, uji daya sebar, uji adhesi, dan uji iritan. Berdasarkan hasil pengujian sediaan gel estrak daun salam yang efektif menghambat pertumbuhan bakteri dengan zona hambar menunjukkan bahwa sediaan gel estrak daun salam pada bakteri propionibacterium acne dengan konsentrasi 0,5% memiliki diameter rata-rata hambar. zona 8,22 mm, pada konsentrasi 1% memiliki zona ikatan 13,36 mm, pada konsentrasi 1,5% memiliki zona hambar 16,32 mm, perbandingan aknol 22,23. Dan pada bakteri staphylococcus aureus dengan konsentrasi 0,5% memiliki diameter rata-rata zona hambar 11,30 mm. Pada konsentrasi 1% memiliki zona hambar 13,27 mm, pada konsentrasi 1,5% memiliki zona hambar 15,27 mm, dan sebagai perbandingan aknol memiliki diameter rata-rata zona hambat sebesar 21,27 mm luas zona hambat untuk bakteri staphylococcus aureus
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS KESEHATAN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI INSTALASI RSU SEMBIRING Anggun Syafitri; Bintang Lubis; Jhan Saberlan Purba; Sri Sudewi Pratiwi Sitio; Efrata Sembiring; Yunita Syaputri Damanik
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 5 No 1 (2022): JURNAL PENELITIAN FARMASI & HERBAL
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v5i1.1020

Abstract

Quality health services are health services that can satisfy every user of health services in accordance with the level of satisfaction. Satisfaction will occur if the expectations of the patient can be met by the services provided by the hospital so that it needs to be considered continuously the satisfaction and expectations of the patient. The purpose of this study was to determine the level of satisfaction of outpatients of BPJS Kesehatan participants with pharmaceutical services at the outpatient Pharmacy Installation at RSU Sembiring. The design of this study used descriptive survey research. The population in this study was 1400 patients, and the sample was 93 patients using the Slovin formula. Data collected through primary and secondary data and using univariant and bivariant analysis with the help of the SPSS computer program. The results of the chi square test obtained variables related to the satisfaction of outpatients at the general hospital, namely: Physical evidence (p value = 0.002), Reliability (p value = 0.000, Responsiveness (p value = 0.002), Guarantee (p value = 0.004), and Empathy (p value = 0.000). It is recommended to the Outpatient Pharmacy of Sembiring General Hospital to maintain a good quality of service and continue to improve the quality of service to patients.
Jhan Saberlan Purba Purba, Jhan Saberlan
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v7i1.2000

Abstract

Rhodamin B merupakan pewarna sintetik yang digunakan sebagai zat warna tekstil, rhodamin B tidak diperbolehkan digunakan pada produk makanan karena sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Rhodamin B mempunyai sifat kimia dan kandungan logam berat seperti senyawa alkilasi (CH3-CH3) dan juga mengandung senyawa (Cl) yang bersifat radikal yang dapat berikatan dengan DNA, protein dan lemak dalam tubuh, sehingga senyawa yang terikat tidak ada. lagi berfungsi dengan baik dan kinerja tubuh tidak lagi optimal, apabila rhodamin B terakumulasi dalam konsentrasi tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit liver. Menurut Direktur Jenderal Badan POM No.00366/C/II/1990 menyatakan bahwa pewarna rhodamin B termasuk dalam 30 bahan pewarna yang tidak boleh ditambahkan pada makanan. Namun nyatanya rhodamin B masih terdapat pada berbagai produk pangan untuk memberikan warna yang lebih kuat, salah satunya pada saus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar rhodamin B yang terdapat pada kuah bakso bakar yang beredar di Deli Tua. Metode : menggunakan metode uji warna kualitatif dan spektrofotometri tampak secara kuantitatif. Hasil: hasil analisis kualitatif dengan metode uji warna 3 dari 9 sampel yang digunakan teridentifikasi positif mengandung rhodamin B dengan kode sampel A, sampel B, dan sampel H ditandai dengan terbentuknya warna merah jambu. Analisis kuantitatif spektrofotometri tampak diperoleh panjang gelombang maksimum 545 nm dengan kadar rhodamin B pada sampel saus kode A 13,79744215 (± 2,76035 µg/mL), sampel saus B sebesar 11,31734153 (± 2,2615 µg/mL) , dan sampel saus H sebesar 12,12968009 (± 2,4214 µg/mL), konsentrasi tertinggi terdapat pada sampel saus A. Kesimpulan: dari penelitian ini terdapat beberapa saus bakso bakar yang digunakan oleh pedagang bakso panggang di Deli Tua masih mengandung pewarna rhodamin B
PEMANFAATAN BAHAN ALAM LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI KESEHATAN LAMBUNG DAN PERAWATAN RAMBUT DI SMA NEGERI 17 MEDAN Br Bangun, Sofia Eliasari; Harnis, Zola Efa; Purba, Jhan Saberlan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i1.2138

Abstract

Indonesia terkenal dengan banyaknya tanaman obat. Salah satunya adalah lidah buaya. Dari hasil reset sebelumnya menunjukkan bahwa lidah buaya dapat bermanfaat dalam menjaga kesehatan lambung dan perawatan rambut. Oleh karena itu, kami ingin memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMA Negeri 17 Medan tentang pentingnya menjaga kesehatan lambung dan rambut, serta mengenalkan potensi lidah buaya sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut serta cara pengolahannya. Metode yang dipakai yaitu penyuluhan. Penulis menyampaikan materi dalam bentuk presentasi power point, kemudian mengeval_uasi pemahaman audiens terhadap materi yang telah disampaikan dieval_uasi melalui sesi tanya jawab dan kuis dalam bentuk kuis puzzle huruf. Hasil yang diperoleh adalah mereka menjadi lebih mengenal jenis-jenisnya. pemanfaatan tanaman lidah buaya untuk obat dan cara mengolahnya untuk dimanfaatkan sendiri, kedepannya disarankan agar dilakukan edukasi yang lebih mendalam mengenai lidah buaya dan manfaatnya, serta cara pengolahan yang sederhana sebagai upaya pencegahan penyakit.
EDUKASI PEMANFAATAN SARI BUAH TOMAT SEBAGAI SEDIAAN MASKER DI SMA SWASTA HARAPAN 1 KOTA MEDAN Marbun, Nova rianti; Sari, Sofia Elia; purba, jhan saberlan; Sembiring, Tio Ranti Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 5 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau (JPMPH)
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpmph.v5i3.2469

Abstract

Community Service aims to increase public knowledge and understanding regarding the use of tomato juice as a basic ingredient for natural cosmetic preparations. Tomatoes (Solanum lycopersicum) are known to contain various active substances such as lycopene, vitamin C, and antioxidants that are beneficial for skin health, including brightening, moisturizing, and protecting against free radicals. Educational activities are carried out through counseling, forcing the preparation to be made, and distributing leaflets to the target community. The results of the activities showed a significant increase in participants' knowledge regarding the benefits and how to make cosmetic preparations based on tomato juice. This program is expected to encourage the community to make more use of natural ingredients in skin care and reduce dependence on chemical products.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA DAGING BUAH CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.) YANG BEREDAR DI PASAR BUAH BERASTAGI KABUPATEN KARO MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS purba, jhan saberlan; elia, Sofia; Barus, Lidia Klorida
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v7i2.2356

Abstract

Background: Vitamins are complex compounds that are needed by the body that function to help regulate or regulate the body's metabolic processes. One of the vitamins needed by the body is vitamin C. Vitamin C is a nutrient that acts as an antioxidant and is effective in overcoming free radicals that can damage cells or tissues, including protecting the lens from oxidative damage caused by radiation. Vitamin C or ascorbic acid is one of the vitamins that is soluble in water, easily oxidized, and sensitive to light stimulation. One of the plants that contain vitamin C is curly red chili. Red chilies have different levels of spiciness. Determination of vitamin C levels in red chili was carried out by UV-Vis spectrophotometry. This study aims: to determine the levels of vitamin C contained in the flesh of curly red chili (Capsicum annum L.) circulating in the Berastagi fruit market, Karo Regency. Methods: The sample used was curly red chili meat obtained from Berastagi fruit market, Karo Regency. The test was carried out by UV-Vis spectrophotometry with a wavelength of 296 nm. Results: The results of research conducted by UV-Vis spectrophotometry obtained an average level of vitamin C in the flesh of red curly chilies of 5.4689 mg/g. Conclusion: The results of the study showed that the flesh of curly red chilies had vitamin C.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU DINGIN TERHADAP KADAR VITAMIN C BUAH PIR (Pyrus communis) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Br Bangun, Sofia Eliasari; Purba, Jhan Saberlan; Sulasmi, Sulasmi; Dhini, Fitri Wahyu; Ronaldy, Henri
Jurnal Penelitian Farmasi Dan Herbal Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Farmasi dan Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v8i1.2731

Abstract

Vitamin C merxupakan vitamin yang penting xuntxuk txubxuh. Vitamin C mxudah larxut dalam air dan yang paling tidak stabil karena mxudah rxusak oleh panas dan penyimpanan. Vitamin C banyak terkandxung dalam berbagai sayxuran dan bxuah-bxuahan segar. Salah satxu bxuah yang mengandxung vitamin C adalah bxuah pir. Txujxuan dari penelitian ini adalah xuntxuk mengetahxui pengarxuh lama penyimpanan pada sxuhxu dingin terhadap kadar vitamin C bxuah pir. Penelitian ini menggxunakan metode ekperimental yaitxu xuntxuk menentxukan kadar vitamin C dalam sampel. Hasil dari penelitian ini yaitxu didapat kadar awal tertinggi pada pir centxury (1,611 mg/g). Namxun setelah 6 hari terjadi penxurxunan kadar secara signifikan 0,880 mg/g (±45%), pada pir xiangli hari 0 didapat kadarnya 1,362 mg/g, pada hari ke-6 penxurxunan kadar vitamin c menjadi 0,518 mg/g (±62%). Pada pir jambxu kadar vitamin C awal sebesar 0,814 mg/g. Setelah disimpan selama 6 hari menxurxun menjadi 0,330 mg/g (±59%). Berdasarkan hasil penelitian terjadi penxurxunan kadar vitamin C pada ketiga jenis bxuah pir secara signifikan dikarenakan vitamin C mxudah sekali teroksidasi, baik oleh temperatxur, cahaya maxupxun xudara sekitar sehingga kadar vitamin C tetap berkxurang walaxupxun disimpan dalam sxuhxu dingin. Kesimpxulannya, terjadi penxurxunan kadar vitamin C pada ketiga jenis bxuah pir secara signifikan dikarenakan vitamin C mxudah sekali teroksidasi, baik oleh temperatxur, cahaya maxupxun xudara sekitar walaxupxun disimpan pada sxuhxu dingin.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Perancangan Dan Optimasi Formula Obat Untuk Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Sediaan Farmasi Sulasmi, Sulasmi; Purba, Jhan Saberlan; Gurusinga, Mona Fitri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12668

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa dampak signifikan dalam berbagai bidang, termasuk farmasi. Salah satu tantangan utama dalam pengembangan sediaan farmasi adalah proses perancangan dan optimasi formula obat yang membutuhkan waktu lama, biaya tinggi, serta risiko kegagalan yang besar. Pemanfaatan AI memungkinkan proses tersebut dilakukan dengan lebih efisien melalui analisis data yang cepat, prediksi interaksi bahan aktif, serta optimasi parameter formulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran AI dalam mempercepat pengembangan formula obat, meningkatkan akurasi prediksi sifat farmasetik, serta mengurangi biaya penelitian dan pengembangan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur dari jurnal internasional dan nasional yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam perancangan formula obat dapat mempercepat proses screening, meningkatkan efisiensi optimasi, serta memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, pemanfaatan AI berpotensi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengembangan sediaan farmasi di masa depan
Pelatihan Pembuatan Nanoemulsi dari Ekstrak Tanaman Obat Lokal Rosela (Hibiscus sabdariffa) untuk Produk Kosmetik dan Farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang Sembiring, Pintata; Purba, Jhan Saberlan; Gurusinga, Mona Fitri
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12670

Abstract

Pengembangan produk berbasis bahan alam saat ini menjadi tren dalam industri kosmetik dan farmasi, terutama melalui pemanfaatan teknologi nanoemulsi yang mampu meningkatkan stabilitas, bioavailabilitas, dan efektivitas senyawa aktif tanaman obat. Rosela (Hibiscus sabdariffa) merupakan salah satu tanaman lokal dengan potensi tinggi karena kandungan antosianin, flavonoid, dan vitamin C yang bermanfaat sebagai antioksidan dan antiaging. Namun, keterbatasan pengetahuan serta teknologi yang dimiliki pelaku UMKM menyebabkan pemanfaatan rosela masih terbatas pada produk sederhana. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan sediaan nanoemulsi berbasis ekstrak rosela sebagai inovasi produk kosmetik dan farmasi bagi UMKM di Desa Bengkurung, Kabupaten Deli Serdang. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan praktis pembuatan nanoemulsi, serta pendampingan dalam formulasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah tanaman rosela menjadi produk bernilai tambah yang lebih kompetitif. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan