Articles
RANCANG BANGUN APLIKASI MOBILE GERD BUDDY SEBAGAI MEDIA MANDIRI PERBAIKAN POLA HIDUP PENDERITA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DIASE (GERD)
M Wisnu Hidayatulloh;
Irawan Afrianto
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 8 No 1 (2019): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/komputa.v8i1.3572
Gastroesophageal reflux diase atau biasa disingkat dengan nama GERD adalah penyakit kronik pada saluran pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal ini terjadi karena penderita sering lupa untuk makan secara teratur yang mengakibatkan terjadinya GERD. Maka dari itu dibangunlah aplikasi interaktif berbasis android sebagai media untuk membantu memperbaiki pola hidup penderita penyakit GERD.Gastroesophageal reflux diase atau biasa disingkat dengan nama GERD adalah penyakit kronik pada saluran pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Hal ini terjadi karena penderita sering lupa untuk makan secara teratur yang mengakibatkan terjadinya GERD. Maka dari itu dibangunlah aplikasi interaktif berbasis android sebagai media untuk membantu memperbaiki pola hidup penderita penyakit GERD.Aplikasi berbasis android ini didalamnya terdapat banyak sekali fitur yang mengajak dan mengigatkan penggunanya untuk melakukan perubahan pola hidup yang lebih baik. Dengan menerapkan gamifikasi seperti memberikan sebuah reward dalam setiap fiturnya, bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi pengguna dalam melakukan aktivitas yang dapat memperbaiki pola hidup yang lebih baik dan bisa juga mempengaruhi kebiasan pengguna.Berdasarkan hasil implementasi, pengujian alpha dan beta dapat disimpulkan bahwa 70% setuju aplikasi ini dapat mengingatkan pola makan teratur, 73% setuju aplikasi ini dapat mengajak melakukan olahraga, 67% setuju aplikasi dapat memberikan informasi obat tradisional, 70% setuju aplikasi dapat mengingatkan pengguna mendengarkan musik terapi untuk relaksasi.
IMPLEMENTASI QRCODE SEBAGAI TIKET MASUK EVENT DENGAN MEMPERHITUNGKAN TINGKAT KOREKSI KESALAHAN
Edwin Fajar Nurdiansyah;
Irawan Afrianto
Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (897.786 KB)
|
DOI: 10.34010/jati.v7i2.491
Tiket merupakan suatu dokumen yang sangat penting dalam suatu acara (event) karena tiket menentukan apakah seseorang memiliki akses untuk memasuki acara tersebut atau tidak. Untuk melakukan verifikasi tiket, petugas yang berjaga di pintu masuk harus memastikan bahwa setiap orang yang masuk dapat menunjukan tiket. Kesederhanaan sistem verifikasi tiket ini, banyak disalahgunakan untuk mendapatkan akses masuk ke dalam acara secara cuma-cuma. Tidak adanya proses identifikasi dan validasi tiket dengan data yang dimiliki oleh penyelengara acara membuat kecurangan tetap saja terjadi.Dari permasalahan yang ada, maka dilakukan penelitian untuk memanfaatkan QR code sebagai tiket masuk event dengan memperhitungkan tingkat koreksi kesalahan. Penelitian ini mencoba memperbaharui sistem verifikasi tiket dengan sistem komputerisasi dengan mengganti bentuk fisik tiket menjadi QR code. Telah dilakukan pengujian alpha dan pengujian kemampuan pembacaan QR code untuk mengetahui apakah tingkat koreksi kesalahan mempengaruhi kemampuan pembacaan QR code.Hasil dari pengujian alpha menunjukan bahwa sistem verifikasi tiket yang dibangun bebas dari kesalahan sintaks dan berjalan sesuai dengan fungsinya. Hasil dari pengujian kemampuan pembacaan QR code menyatakan bahwa tingkat koreksi kesalahan mempengaruhi kemampuan pembacaan QR code untuk QR code yang mengalami kerusakan atau bentuknya tidak utuh. Semakin tinggi tingkat koreksi kesalahan, semakin baik kemampuan pembacaan QR code.Kata Kunci : Tiket, e-Ticketing, Sistem Verifikasi Tiket, QR code, QR scanner, Koreksi Kesalahan, Reed-Solomon.
Journal Aggregator System Concept Using User Centered Design (UCD) Approach
Irawan Afrianto;
Sufa Atin
IJNMT (International Journal of New Media Technology) Vol 5 No 2 (2018): IJNMT (International Journal of New Media Technology)
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1335.704 KB)
|
DOI: 10.31937/ijnmt.v5i2.844
Journal as a medium to explain the results of research. It has developed in such a way especially because of the rapid support of information and communication technology today. Various models of online-based journaling management can be easily operated by journals managers as well as writers / researchers who will include research results in the journal. It's just that with the number of journals that exist today, causing difficulties for the manager of journals to be able to promote the journals he managed, in addition to the manager of the journal sometimes difficult to get a researcher who would put his paper into the journal he manages. Meanwhile, with the number of journals that have been online, researchers will find it difficult to get information from the journals. Researchers should open their journal entries, read their profiles and publications, until they are interested to include papers in the journal. This problem is the background of the development of online journals aggregator system, which with this system will facilitate the meeting between journals, journal managers and writers or researchers. In order to develop an online journal aggregator system, a software development method is needed that directly captures the needs of its users. User Centered Design (UCD) is a philosophy in software design that puts users as the center of system development. The UCD approach has been supported by various techniques, methods, tools, procedures, and processes that help design a more user-centered interactive system. With UCD it is expected that the online journals aggregator system can produce a design that will make it easier for its users, both in terms of functionality and from the side of the system interface.
Pengukuran dan Evaluasi Keamanan Informasi Menggunakan Indeks KAMI - SNI ISO/IEC 27001:2009
Irawan Afrianto;
Taryana Suryana;
Sufa’atin Sufa’atin
ULTIMA InfoSys Vol 6 No 1 (2015): UltimaInfoSys :Jurnal Ilmu Sistem Informasi
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (864.055 KB)
|
DOI: 10.31937/si.v6i1.278
Information is a valuable asset for the college. The need for safeguards against information becomes very necessary thing for a college. One standard that can be used to measure the maturity level of information security in an organization is the KAMI index developed by Depkominfo standards refer to ISO standard ISO / IEC 27001: 2009. This assessment is used to see how far the maturity level of information security in the college environment, which results can be used as a medium for evaluation in order to improve the information security of the college in the future. Index Terms - Assessment, Information security, KAMI Index, Maturity Level, College X
Sistem Kriptografi Citra Digital Pada Jaringan Intranet Menggunakan Metode Kombinasi Chaos Map Dan Teknik Selektif
Arinten Dewi Hidayat;
Irawan Afrianto
Ultimatics : Jurnal Teknik Informatika Vol 9 No 1 (2017): Ultimatics: Jurnal Ilmu Teknik Informatika
Publisher : Faculty of Engineering and Informatics, Universitas Multimedia Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1503.067 KB)
|
DOI: 10.31937/ti.v9i1.565
Many organizations use design applications to draw the products they create. The drawings are digital files that have various formats of type and size. The images sometimes have to be protected because they are secret designs, such as the design of military vehicles, weapons and other designs. In order to secure digital data, cryptography is one of the solution, including if the data to be secured in the form of digital images. Algorithms that can be used to perform cryptography in digital image one of them is chaos map using Arnold cat map, logistics map and application of selective technique. Chaos was chosen for three reasons: sensitivity to initial conditions, random behavior, and no repetitive periods. While the application of selective technique means only encrypt some elements in the image but the effect of the whole image is encrypted. Cryptography in the image is also implemented because the organization using an intranet network to deliver its design drawings from one division to another. This allows for data tapping or exploitation of digital images while inside the intranet network. So it is necessary to develop a cryptographic system on the intranet network that has the ability to secure digital images that are in the network. The results obtained from black box testing, white box and network security testing show that the built system has been able to secure digital images when sent over the organization's intranet network. Index Terms—Cryptography, Image, Chaos Map Algorithm, Selective Technique, Intranet.
Pengukuran Kelayakan Simulator Forensik Digital Menggunakan Metode Multimedia Mania
Eddy Prasetyo Nugroho;
Irawan Afrianto;
Rini Nuraini Sukmana
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 21 No 2 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (366.217 KB)
|
DOI: 10.30812/matrik.v21i2.1556
Pengujian kelayakan suatu media pembelajaran merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjamin keberlangsungan, keberlanjutan dan keterikatan (engagement) antara aplikasi dengan penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji kelayakan dari aplikasi simulator forensik digital sebagai media ajar untuk menginvestigasi keamanan sistem pada lingkungan jaringan komputer menggunakan metode multimedia mania. Bidang jaringan komputer dan internet merupakan lingkungan yang memiliki kerentanan yang sangat tinggi, dimana berbagai macam jenis eksploitasi terhadap lingkungan ini sering terjadi dan menyebabkan kerugian yang besar, sehingga pembelajaran pada bidang ini menjadi suatu hal yang penting dilingkungan sekolah, khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan bidang teknik dan jaringan komputer serta informatika. Multimedia mania merupakan suatu metode pengukuran kelayakan berupa rubrik yang menilai aspek-aspek teknis pada aplikasi multimedia. Rubrik ini digunakan untuk menggali lebih banyak informasi terkait keselarasan media pembelajaran dengan kebutuhan dan kenyamanan pengguna. Penilaian pada rubrik ini terdiri dari 5 aspek penting, yaitu mekanisme, elemen multimedia, struktur informasi, dokumentasi, dan kualitas konten multimedia. Hasil pengujian kelayakan simulator forensik digital di 4 sekolah menegah kejuruan mendapatkan nilai kelayakan sebesar 89,22% dari ahli media dan 96,55% dari penilaian siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa simulator forensik digital layak untuk dijadikan sebagai media pembelajaran dan bahan ajar multimedia pada bidang investigasi keamanan jaringan komputer.
RANCANG BANGUN APLIKASI CHATBOT MEDIA INFORMASI PARENTING POLA ASUH ANAK MENGGUNAKAN LINE
Ramadhan Wijanarko;
Irawan Afrianto
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 10 No 1 (2020): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.24 KB)
|
DOI: 10.31940/matrix.v10i1.1805
Angka kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Cirebon pada tahun 2017 mencapai jumlah 41 kasus dan meningkat menjadi 58 kasus pada tahun berikutnya. Salah satu faktor penyebab kekerasan pada anak yaitu kesalahan pola asuh dari orang tua. Karena meningkatnya jumlah kekerasan pada anak tersebut, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak membuat suatu program kerja yaitu memberikan pembelajaran parenting kepada setiap orang tua yang berada di Cirebon. Namun terdapat kendala dalam proses pelaksanaan programnya yaitu kurangnya waktu penyuluhan kepada masyarakat sehingga penyampaian informasi menjadi kurang efesien. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah media informasi yang berguna untuk membantu pihak dinas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih responsif. Penelitian ini mengangkat penggunaan ChatBot dengan memanfaatkan media sosial berupa LINE Atau LINE ChatBot melalui metode pendekatan Natural Language Processing (NLP) dan algoritma MMR. Berdasarkan hasil pengujian alpha dengan memasukkan sebanyak 20 pertanyaan pada sistem bot, diperoleh nilai akurasi sebesar 72 persen. Sementara itu, pengujian beta berupa penggunaan kuesioner yang diberikan kepada 19 orang tua di Kelurahan Kecapi menunjukkan hasil yaitu jawaban pada setiap pertanyaan yang diberikan memiliki rata-rata persentase 66,31 persen pada kategori ‘cukup setuju’.
Pembangunan Aplikasi Transaksi Menu Di Kedai XYZ Kopi Menggunakan QR-Code Dan One Time Password Berbasis E-Wallet
Fazri Muhamad Kurnia;
Irawan Afrianto
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 10 No 3 (2020): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31940/matrix.v10i3.1919
The payment process using electronic money is a non-cash payment method based on E-Wallet aimed at facilitating users in transact. The transaction process at the coffee shop XYZ is still done conventionally and takes a long time, causing long queues. The research carried out aims to speed up the transaction process at XYZ coffee shops. The method used in this research is prototype. An alternative solution to the transaction process is to utilize the E-Wallet and QR-Code through the customer's smartphone. This study utilizes Go-Pay E-Wallet access as a means of payment through the Midtrans Payment Gateway and uses the One Time Password code as a login method on the system. Qr-code scanning to place orders can be done quickly which is around 3,551 milliseconds. Quessioner results distributed to 20 customers showed the following data, around 90% agreed on the use of e-wallet as an alternative payment, around 87% agreed on the statement of the use of e-wallet was able to reduce the slow transaction process, about 79% agreed to the statement that this system facilitates the transaction process, as well as 79% level of approval of the use of an authentication code through a mobile number that makes it easy to enter the application. The results showed that the system built can speed up the transaction process.
User Acceptance Test For Digital Signature Application In Academic Domain To Support The Covid-19 Work From Home Program
Irawan Afrianto;
Andri Heryandi;
Alif Finandhita;
Sufa Atin
IJISTECH (International Journal of Information System and Technology) Vol 5, No 3 (2021): October
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Tunas Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (712.593 KB)
|
DOI: 10.30645/ijistech.v5i3.132
The user acceptance test (UAT) is the final stage in the production of the application. This is intended to see the degree to which the system can function and satisfy the needs of its users. The objectives of this research is to test the function and user acceptance of the digital signature application in the academic environment to support the covid-19 work from home program. The approach used in the user acceptance test is to use the black box method and the Likert scale questionnaire to figure out the functional scope of the program, as well as the acceptance of system by users while using the application. The results of the test show that the digital signature application that has been designed, functionally can run well and generates a user acceptance value of 82.07%. It can be concluded that the application that was developed has been accepted by users and fulfills the needs of its users, it is an alternative solution, especially in signing academic documents during the current Covid-19 pandemic.
Audit Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (Studi Kasus Pada RSUD Kota Tasikmalaya)
Nizar Rabbi Radliya;
Ana Hadiana;
Irawan Afrianto
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol 1 No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Komputer Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34010/jtk3ti.v1i2.295
Sejak tahun 2008, RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kota Tasikmalaya sudah menerapkan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). Sistem aplikasi yang sudah digunakan terbatas pada lingkup sistem untuk pelayanan kesehatan terhadap pasien, terutama sistem administrasi pembayaran. Implementasi SIMRS pada RSUD Kota Tasikmalaya masih tedapat masalah-masalah yang dapat menghambat tujuan dari SIMRS yang digunakan saat ini. Selain hal tersebut, pihak RSUD Kota Tasikmalaya juga terkendala dalam pembuatan rekomendasi pengembangan SI (Sistem Informasi) ke depan. Rekomendasi tersebut bersifat penting karena dapat membuat RSUD Kota Tasikmalaya lebih kompetitif dibandingkan dengan institusi kesehatan lainnya. Guna membuat rekomendasi pengembangan SI dibutuhkan pengetahuan mengenai tingkat kematangan (maturity level) SIMRS saat ini di RSUD Kota Tasikmalaya. Pengetahuan mengenai permasalahan serta tingkat kematangan SIMRS dapat diperoleh melalui kegiatan audit terhadap SIMRS saat ini di RSUD Kota Tasikmalaya. Kedepannya dokumentasi penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan audit sistem informasi manajemen rumah sakit di RSUD Kota Tasikmalaya. Pada penelitian ini, terdapat prosedur dan alat bantu yang digunakan sebagai acuan dalam melakukan penelitian. Prosedur yang digunakan dalam pelaksanaan audit sistem informasi pada SIMRS RSUD Kota Tasikmalaya mengacu pada tahapan audit SI secara umum dan framework COBIT 4.1 (Control Objectives for Information and related Technology). Sedangkan untuk alat bantu dalam pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka dan telaah dokumen. Alat bantu lainnya pada penelitan ini adalah model BSC (Balanced Scorecard) yang digunakan dalam penentuan ruang lingkup penelitian. Hasil dari penelitian ini diketahui beberapa proses TI COBIT 4.1 yang menjadi cakupan audit diantaranya: PO8 (mengelola kualitas), AI4 (memungkinkan operasional dan penggunaan), DS1 (mendefinisikan dan mengelola tingkat pelayanan), DS2 (mengelola layanan pihak ketiga), DS4 (memastikan layanan yang berkelanjutan), DS7 (mendidik dan melatih pengguna). Secara umum, implementasi SIMRS saat ini di RSUD Kota Tasikmalaya pada proses TI COBIT 4.1 belum cukup baik dilakukan. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata tingkat kematangan berada pada level 2 (repeatable but intuitive). Tingkat kematangan SIMRS yang ingin dicapai oleh RSUD Kota Tasikmalaya secara umum yaitu berada pada level 4 (managed and measurable). Untuk mencapai pada tingkat kematangan yang diharapkan, maka diperlukan suatu strategi perbaikan pada masing-masing atribut kematangan secara bertahap dimana atribut yang berada pada level paling rendah merupakan prioritas untuk dilakukan peningkatan terlebih dahulu hingga seluruh atribut berada pada level yang diharapkan.Â