Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Buku Cerita Bergambar terhadap Bahasa Indonesia Anak Usia Dini dalam Pembelajaran PAUD Jannatul Ikhwan; Dara Gebrina Rezieka; Rahmat Saputra; Arizul Suwar
Educalia: Journal of Educational Research Vol 5 No 1 (2026): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v5i1.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran buku cerita bergambar terhadap perkembangan kemampuan bahasa Indonesia anak usia dini dalam konteks pembelajaran PAUD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang dilaksanakan di TK Negeri 2 Panton Reu Aceh Barat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia anak usia 5–6 tahun, khususnya dalam aspek kosakata, keberanian berbicara, pemahaman kalimat, kemampuan menceritakan kembali, serta keterampilan komunikasi verbal. Buku cerita bergambar juga berfungsi sebagai media stimulatif yang mendukung perkembangan bahasa ekspresif dan interaksi sosial anak. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi buku cerita bergambar dalam pembelajaran PAUD tidak hanya berkontribusi terhadap perkembangan bahasa anak, tetapi juga memperkuat proses pembelajaran yang komunikatif, partisipatif, dan bermakna. Dengan demikian, buku cerita bergambar dapat diposisikan sebagai media pedagogik strategis dalam pengembangan bahasa Indonesia anak usia dini.
Transformasi Pendidikan Islam Pesantren Berbasis Moderasi di Era Disrupsi Arizul Suwar; Wahyu Khairul Ichsan
Educalia: Journal of Educational Research Vol 3 No 2 (2024): Educalia: Journal of Educational Research
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/educalia.v3i2.334

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi pendidikan Islam pesantren berbasis moderasi beragama dalam menghadapi dinamika era disrupsi yang ditandai oleh percepatan perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan pergeseran nilai budaya. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tradisional dihadapkan pada tantangan adaptasi struktural, kultural, dan pedagogis agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi literatur dan analisis tematik terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan Islam pesantren berlangsung melalui tiga dimensi utama, yaitu penguatan nilai moderasi beragama, integrasi kurikulum keislaman dengan kompetensi abad ke-21, serta inovasi tata kelola kelembagaan yang adaptif terhadap perubahan sosial. Moderasi beragama berfungsi sebagai landasan etis dan epistemologis dalam membangun keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara identitas keislaman dan keterbukaan global. Transformasi ini tidak hanya memperkuat daya tahan pesantren dalam menghadapi disrupsi, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pusat pembentukan karakter, integrasi sosial, dan rekonstruksi peradaban Islam yang inklusif dan berkelanjutan.
Optimalisasi Pembelajaran Sains Berbasis Eksplorasi dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini di Lembaga PAUD Berbasis Islam Arizul Suwar; Said Nazaruddin; Rahmat Saputra; Karuni Humairah Arta; Fariyoni Fariyoni
Arini: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru Vol. 3 No. 1 (2026): ARINI: Jurnal Ilmiah dan Karya Inovasi Guru
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/arini.v3i1.572

Abstract

Pembelajaran sains di lembaga PAUD berbasis Islam memiliki potensi besar dalam membentuk kreativitas anak sejak dini, namun potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana guru di lembaga PAUD berbasis Islam mengoptimalkan pembelajaran sains berbasis eksplorasi sebagai media pengembangan kreativitas anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap dua orang guru PAUD dari KB Al-Bunayya yang berlokasi di Desa Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dan dari TK Bungong Barona yang berlokasi di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Cermen, Kabupaten Aceh Barat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru telah menjalankan tiga peran utama secara konsisten, yakni sebagai fasilitator, motivator, dan mediator. Sebagai fasilitator, guru menyediakan bahan-bahan sederhana yang aman dan mudah dijangkau dari lingkungan sekitar. Sebagai motivator, guru mendorong keberanian eksplorasi anak melalui pujian, pendampingan bertahap, dan pemberian kebebasan berkreasi. Sebagai mediator, guru menghubungkan konsep sains dengan pengalaman keseharian anak serta mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Islam seperti tafakkur, itqan, dan rasa syukur. Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, minimnya pengetahuan sains guru, serta kurangnya sarana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran sains eksploratif dapat menjadi wahana pembentukan karakter Islami sekaligus pengembangan kreativitas anak usia dini apabila guru memiliki komitmen, kreativitas, dan dukungan kelembagaan yang memadai
Kepemimpinan Kepala Madrasah Berbasis Transformasi Digital: Tinjauan Sistematis Literatur Habibatul Islamiyah, Ummi; Suwar, Arizul
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 8 No 1 (2026): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v8i1.378

Abstract

This study aims to map and synthesize the scholarly literature on madrasah principal leadership in the context of digital transformation. Using a systematic literature review of 22 journal articles indexed in Scopus and Sinta, this study identifies dominant themes, research methods, and gaps in the existing body of knowledge. The findings show that transformational and adaptive leadership styles dominate the discourse, with principals positioned as change agents who articulate digital vision, strengthen teacher competence, and build collaborative, technology-adaptive cultures rooted in Islamic values. Most studies employ qualitative approaches, particularly case studies and library research, while quantitative and mixed-method studies remain limited. The review further reveals that existing research is fragmented across single-site case studies, with insufficient attention to data-driven planning, digital archiving governance, and comparative analysis across madrasah types. These gaps suggest the need for empirical validation through quantitative or mixed-method designs across diverse madrasah contexts. This study contributes a systematic synthesis that can serve as a foundation for future theoretical development and policy formulation regarding digital leadership in Islamic educational institutions. Abstrak Penelitian ini bertujuan memetakan dan mensintesis literatur mengenai kepemimpinan kepala madrasah dalam konteks transformasi digital. Melalui pendekatan tinjauan sistematis (systematic literature review) terhadap 22 artikel jurnal terindeks Scopus dan Sinta, penelitian ini mengidentifikasi tema dominan, metode penelitian, serta celah pengetahuan yang masih terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan adaptif mendominasi wacana, dengan kepala madrasah diposisikan sebagai agen perubahan yang merumuskan visi digital, menguatkan kompetensi guru, serta membangun budaya kolaboratif dan adaptif teknologi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus dan studi pustaka, sementara penelitian kuantitatif dan mixed-method masih terbatas. Tinjauan ini juga mengungkap bahwa penelitian yang ada masih terfragmentasi pada studi kasus tunggal, dengan perhatian yang minim terhadap perencanaan berbasis data, tata kelola kearsipan digital, dan analisis komparatif lintas tipe madrasah. Celah-celah tersebut menunjukkan perlunya validasi empiris melalui desain kuantitatif atau mixed-method pada konteks madrasah yang lebih beragam. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis sistematis yang dapat menjadi landasan pengembangan teori dan perumusan kebijakan mengenai kepemimpinan digital di lembaga pendidikan Islam.
DEDIKASI GURU HONORER TK DAN DUKUNGAN MASYARAKAT DI ACEH BARAT: MENGATASI RENDAHNYA GAJI DEMI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Karuni Humairah Arta; Arfriani Maifizar; Said Nazaruddin; Arizul Suwar
Jurnal Genta Mulia Vol. 17 No. 2 (2026): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Honorary Kindergarten teachers in remote areas of West Aceh face the challenge of low salaries ranging from IDR 50,000–250,000 per month, which depend on tuition fees of IDR 10,000–20,000 collected from 18–25 students per kindergarten, as well as limited opportunities to become civil servants (PNS) or government employees under work agreements (PPPK). This study aims to identify the motivations of honorary teachers, the role of community support, and its impact on the learning of Islamic values, as well as to provide policy recommendations based on Islamic values. Using a qualitative approach with a mini-ethnographic design, data were collected through interviews with 6 honorary teachers and 4 parents from four kindergartens in Arongan Lambalek and Woyla Barat Districts, observations in two kindergartens, and documentation. The results show that honorary teachers are dedicated to early childhood education during the golden age period, reflecting the value of sincerity (ikhlas) (Qur'an, Al-Bayyinah: 5), despite being constrained by low salaries and having side jobs such as selling fried snacks, farming, or sewing. Farming and fishing communities provide assistance in the form of food, agricultural products, or fish, reflecting ta’awun (mutual assistance) (Qur'an, Al-Maidah: 2), but this does not address the systemic problems. Low welfare conditions contradict the principle of justice (Qur'an, An-Nisa: 58). Recommendations include increasing regional budget (APBD) allocations for salaries, expanding PPPK quotas, providing entrepreneurship training, strengthening ta’awun, and improving PIAUD facilities. This study emphasizes the importance of teacher welfare for the quality of Islamic early childhood education in remote areas.