Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAMA (OKRA BANYAK MANFAAT) MENJADI INKUBATI BISNIS DI SMPN 20 SURABAYA Muhammad Hasan Abdullah; Ampar Jaya Suwondo; Dyah Puspita IBSW3
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.142 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1268

Abstract

Mitra pada program Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ini adalah “Tunas Hijau”, sebuah Ekskul (ekstra kulikuler) di SMPN 20 Surabaya. Tunas Hijau mempunyai misi untuk mengembangkan kompetensi siswa di bidang Ecopreneurship. Salah satu obyek yang menjadi produk dalam pengembangan Ecopreneur adalah budidaya dan pengolahan tanaman Okra. Namun untuk mewujudkan misi tersebut Mitra menghadapi beberapa kendala. Mitra belum mempunyai perencanaan inkubator bisnis serta evaluasi untuk mengetahui efektivitas model inkubator bisnis dalam meningkatkan kompetensi ecopreneur pada siswa sekolah. Mitra juga belum mempunyai konsep bagaimana membudiyakan tanaman Okra dan mengolah menjadi produk yang menarik bagi konsumen. Tujuan dari program pengabdian ini adalah: 1) untuk mengembangkan model inkubator bisnis Tunas Hijau sebagai model pembelajaran dan pelatihan kompetensi kewirausahaan pada siswa, 2) meningkatkan kemampuan Mitra bagaimana membudidayakan dan mengolah tanaman Okra menjadi produk yang sukses menarik konsumen. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan pada Mitra terkait hal, 1) bagaimana merancang inkubator bisnis serta evaluasi untuk mengetahui efektivitas model inkubator bisnis di ekskul Tunas Hijau, 2) bagaimana membudidayakan dan mengolah tanaman Okra menjadi produk bernilai jual. Hasil dari kegiatan ini mitra mempunyai kompetensi merancang model incubator bisnis serta keterampilan membudidayakan dan menghasilkan produk yang bersaing berbasis Okra.
PENERAPAN BIODIESEL (B100) DARI LIMBAH MINYAK GORENG UNTUK PETANI GARAM DI KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA M. Hasan Abdullah; Ong Andre Wahyu Riyanto; Siswadi Siswadi; Yogi Tri Agustiyan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1693

Abstract

Mitra pada program pengabdian masyarakat ini adalah kelompok petani garam yang ada di wilayah kecamatan Pakal Kota Surabaya. Di wilayah ini terdapat 40 petani garam dengan luas lahan sekitar 250 Ha. Masa produksi garam biasanya pada musim kemarau antara bulan Juli-Oktober. Untuk memproduksi garam, dibutuhkan pompa diesel bertenaga 16 PK sampai dengan 32 PK untuk mengalirkan air laut dari sungai ke tambak penampungan air laut. Saat ini petani garam mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan bakar solar untuk mesin diesel. Hal ini disebabkan karena adanya kebijakan tentang larangan pembelian solar dalam bentuk eceran. Dengan demikian produksi garam menjadi terganggu. Program pengabdian ini sebagai salah satu upaya untuk menyuplai bahan bakar bagi petani garam. Pertama, mengimplementasikan hasil penelitian terdahulu terkait pembuatan Biodiesel dan perancangan reaktor. Kedua, membantu petani garam dalam memperoleh bahan bakar solar dengan menggunakan Biodiesel yang dapat dihasilkan dari bahan limbah minyak goreng. Ketiga, mendukung circular economy dengan mengoleksi dan mengolah limbah minyak goreng menjadi sumber energi terbarukan. Program pengabdian didahului dengan adanya FGD (Forum Group Duscussion) bersama FORKOPIMCAM (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) dengan Universitas Wijaya Putra. Salah satu permasalahan dalam diskusi tersebut adalah ketersediaan solar untuk petani garam. Selanjutnya Tim dari Fakultas Teknik melakukan peninjauan lokasi dan diskusi dengan kelompok petani garam di wilayah kecamatan Pakal. Luaran dari program pengabdian ini yaitu: 1) adanya rantai pasok yang berkesinambungan untuk memproduksi bahan bakar Biodiesel B100, 2) mitra petani dapat menggunakan Biodiesel B100 produksi Universitas Wijaya Putra dengan baik dan aman, 3) program pengabdian ini juga mempunyai luaran berupa laporan dan video kegiatan yang dipublikasikan melalui media sosial dan media massa online.
Pengembangan Produk Kawat Baja Lunak Menggunakan Pendekatan Green Design for Six Sigma M. Hasan Abdullah; Onny Purnamayudhia; Nanang Ma'ruf; M. Bayu Setiawan
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 8 No. 2 (2024): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/tecnoscienza.v8i2.1168

Abstract

DFSS (Design for Six Sigma) dengan berbagai tools seperti QFD, FMEA, SIPOC dan seterusnya memungkinkan untuk diintegrasikan karena memiliki tujuan yang sama untuk keberlanjutan bisnis. Namun dalam perkembangannya konsep DFSS menghadapi tantangan. Diantaranya adanya perubahan bisnis yang sangat cepat dan fleksibilitas terhadap kebutuhan serta dampak terhadap kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Green DFSS dalam pengembangan produk kawat baja lunak. Dalam pengembangan produk dilakukan identifikasi CTQ (Critical to Quality) yang berasal dari kebutuhan pelanggan serta isu-isu lingkungan yang mempengaruhi proses atau CTE (Critical to Environment). Metode penelitian ini menggunakan konsep Green DFSS yang berbeda, yakni dengan mengadopsi prinsip green design pada setiap tahapan DMAODV (Define, Measure, Analyse, Optimize, Design, Verify). CTQ dan CTE diidentifikasi pada tahap awal melalui alur SIPOC proses produk. QFD digunakan untuk identifikasi dan prioritas fitur produk. PFMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada proses dan desain. Selanjutnya pemilihan konsep produk menggunakan CPI (Composite Performance Index). Hasilnya, diperoleh produk kawat baja lunak dengan bentuk dan kemasan baru yang memenuhi kriteria quality, cost, dan green design.
Optimization of Esterification and Transesterification Processes for Biodiesel Production from Used Cooking Oil M. Hasan Abdullah; Wahyu Riyanto, Ong Andre; IBSW, Dyah Puspita
Journal of Research and Technology Vol. 7 No. 2 (2021): JRT Volume 7 No 2 Des 2021
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v7i2.432

Abstract

Various treatments were carried out to produce biodiesel optimally. This research was conducted to process used cooking oil (UCO) into biodiesel. UCO with high FFA has saponification in the transesterification reaction. Transesterification experiment UCO with % FFA 4.261 and acid number 8.42 mg-KOH/g produced saponification. This experiment was carried out at different temperatures, speeds, and times. It is necessary to carry out initial esterification treatment. Simultaneously the biodiesel synthesis process is carried out by esterification and transesterification processes. The esterification process with 3%wt H2SO4 catalyst, 1:6 molar ratio of oil and alcohol with temperature treatment of 50 °C, speed of 300 rpm for 60 minutes can reduce % FFA in UCO to 2.115 and acid number 4.208 mg-KOH/g. The transesterification process using a NaOH catalyst of 0.5% wt, the molar ratio of oil and alcohol 1:6 with a temperature treatment of 60°C, a speed of 400 rpm for 60 minutes, can produce biodiesel with an acid number of 0.28 mg-KOH/g and 0.141 of % FFA according to SNI 7182-2015 standard. These results after purification on biodiesel.  
PENGOLAHAN SAMPAH PASAR DESA KUNJANG KABUPATEN KEDIRI BERBASIS CIRCULAR ECONOMY SYSTEM DAN TEKNOLOGI ECO FRIENDLY [MARKET WASTE PROCESSING IN KUNJANG VILLAGE, KEDIRI REGENCY BASED ON CIRCULAR ECONOMY SYSTEM AND ECO FRIENDLY TECHNOLOGY] Astria Hindratmo; M Hasan Abdullah; Navik Kholili
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 3 (2021): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i3.4661

Abstract

Kunjang Village Market is located on Jl. Soekarno-Hatta, Kunjang Kidul Hamlet RT.02 RW.02 Kunjang Village, Kunjang District, Kediri Regency. The location of the Kunjang Village Market is about 30 km from the city center. There are 338 traders in Kunjang market tradisional  in total. However, with the large number of traders, it raises several problems, namely the amount of garbage that accumulates causing unpleasant odors and the handling of waste is carried out by burning so that the smoke spreads everywhere which disturbs the surrounding environment, especially residential areas. In addition, there is no garbage truck that transports it to the central waste collection center of Kediri Regency so that the waste is burned in an open place located behind the market. The purpose of this service is to improve waste management that is more environmentally friendly, as well as obtain by-products from waste processing to increase market income. The methods used in this service are training and assistance in processing waste into solid and liquid organic fertilizers, as well as processing inorganic waste (plastic waste) into shredded plastic and liquid fuel or oil processed by means of pyrolysis. The results of this service produce by-products in the form of solid and liquid organic fertilizers, marketable shredded sticks and liquid fuel (oil), as well as reducing environmental impacts due to the smoke from burning waste.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Pasar Desa Kunjang terletak di Jl. Soekarno-Hatta, Dusun Kunjang Kidul RT.02 RW.02 Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Lokasi Pasar Desa Kunjang terletak sekitar 30 km dari pusat kota. Total pedagang di pasar tradisional Kunjang sebanyak 338 pedagang. Namun dengan banyaknya jumlah pedagang, maka menimbulkan beberapa permasalahan yaitu jumlah sampah yang menumpuk sehingga menimbulkan bau tak sedap dan penanganan sampah dilakukan dengan dibakar sehingga asap menyebar ke mana-mana yang mengganggu lingkungan sekitar terutama pemukiman penduduk. Selain itu tidak adanya truk sampah yang mengangkut ke penampungan sampah pusat kabupaten Kediri sehingga sampah di bakar pada tempat terbuka yang terletak belakang pasar. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memperbaiki pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, serta mendapatkan produk sampingan hasil pengolahan sampah untuk menambah pendapatan pasar. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah menjadi pupuk organik padat dan cair, serta pengolahan sampah anorganik (sampah plastik) menjadi plastik cacah dan bahan bakar cair atau minyak hasil proses dengan alat pirolisis. Hasil pengabdian ini menghasilkan produk sampingan berupa pupuk organik padat dan cair, pastik cacah yang layak jual dan bahan bakar cair (minyak), serta mengurangi dampak lingkungan akibat asap pembakaran sampah.
PEMANFAATAN DAN ANALISIS KELAYAKAN ABU HASIL INCENERATOR SAMPAH UNTUK PAVING BATAKO DI TPS MOJOSARIREJO KABUPATEN GRESIK Muhammad Hasan Abdullah; Onny Purnamayudhia; Trisa Indrawati
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 8 No. 1 (2023): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v8i1.7790

Abstract

Kegiatan ini merupkan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan untuk memanfaatkan limbah hasil pembakaran sampah menjadi Paving dan Batako. Mitra pengabdian adalah Tempat Pengolahan Sampah (TPS) desa Mojosarirejo kecamatan Driyorejo kabupatan Gresik. Di TPS ini terdapat pengolahan sampah berupa Incenerator. Proses pembakaran ini menghasilkan sisa pembakaran berupa abu. Abu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dijadikan sebagai bahan urugan di tanah kosong. Hal ini menjadi masalah ketika semakin lama semakin menumpuk karena tidak ada penanganan. Abu tersebut menjadi pencemar pada area sekitar pembuangan, terutama pada musim kemarau. Abu dapat beterbangan karena hempasan angin sehingga mengganggu pernapasan warga sekitar TPS. Belum ada upaya dari perangkat desa setempat untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Petugas TPS dan warga sekitar juga belum menyadari terkait bahaya dari pencemar dari abu dan proses selama pembakaran di TPS. Melalui program ini, tim pengabdian memberikan solusi untuk memanfaatkan abu tersebut menjadi bahan bangunan seperti Paving dan Batako. Sehingga abu sisa pembakaran tersebut dapat menjadi komoditi yang berharga bagi mitra. Mitra mendapatkan pelatihan untuk mengolah abu tersebut. Mitra juga mendapatkan sosialisasi terkait bahaya pencemaran dan tindakan mitigasinya. Sehingga dengan adanya program ini mitra mendapatkan nilai ekonomis dari pemanfaatan abu menjadi bahan bangunan dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.