Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Karakteristik Fisiko-Kimia dan Pengendalian Variabilitas Kualitas Ekoenzim Berbasis Limbah Organik Domestik ., Maidawati; Yetrina, Mutiara; Sepriana, Rina; ., Susriyati; Harma, Beni
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v5i1.2420

Abstract

Waste is one of the problems faced by many countries in the world, including Indonesia. Indonesia is one of the world's largest waste contributor developing countries. Waste can come from restaurants, factories, companies, schools, government agencies, households, etc. Domestic organic waste management is still a serious environmental problem, this is characterized by the high contribution of organic waste to national waste generation and limited capacity of landfills. Ecoenzymes are one of the alternative approaches developed in the use of organic waste. However, the development of ecoenzymes towards a wider production scale still faces the main challenge in the form of product quality variability, especially related to the stability of physico-chemical properties. This study aims to analyze the physico-chemical characteristics and variability of the quality of the eco-economy based on fruit, vegetable, and mixed waste materials as the basis for quality control and process stratification The study method used an experimental design with three treatments of 1:3:10 (sugar:waste:day) for 90 days under anaerobic conditions. The quality parameters analyzed included acidity (pH) and turbidity (NTU), which were measured using a digital pH meter and a calibrated turbidimeter. The data were analyzed statistically descriptively. The results showed that fruit-based ecoenzymes produced a lower and more stable pH (average 3.21 ± 0.15) compared to vegetable waste (average 3.9 ± 0.42). The turbidity level is low (<15 NTU), while vegetable waste produces a higher pH (3.95 ± 0.42) with high turbidity (< 50 NTU). From an industry perspective, vegetable-based ecoenzymes demonstrate the need for stricter process control and standardization to ensure product consistency in mass production.
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Angkatan Kerja, Inflasi dan Suku Bunga terhadap Jumlah UMKM Mutia Alius; Alima Shofia; Hadigufri Triha; Trinda Farhan Satria; Beni Harma; Jefri Rahmad Mulia
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 1 No. 3 (2023): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v1i3.232

Abstract

Peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangatlah penting karena banyaknya tenaga kerja yang terserap pada sektor ini. Pasca Covid-19 hingga saat ini, UMKM semakin berkembang dan berinovasi. Salah satu cara pemerintah untuk menghidupkan kembali laju pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dengan menekan laju inflasi dan menurunkan suku bunga. Jika dilihat dari hasil penelitian yang ada, inflasi dan suku bunga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan UMKM. Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa jumlah angkatan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan jumlah UMKM. Penelitian ini ingin melihat pengaruh dari Pertumbuhan Angkatan Kerja, Inflasi dan Suku Bunga terhadap Jumlah UMKM dengan metode regresi linier berganda dimana analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independent (bebas) terhadap variabel dependen (terikat). Penelitian ini berhasil mendapatkan persamaan regresi liner berganda untuk menentukan Jumlah UMKM (Y) berdasarkan Jumlah Angkatan Kerja (X1), Inflasi (X2) dan Suku Bunga (X3) yaitu Y = 884672 - 1,6X1 - 401729,7X2 - 2239731,6X3. Dari hasil analisis regresi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama, Angkatan Kerja (X1), Inflasi (X2) dan Suku Bunga (X3) berpengaruh signifikan terhadap Jumlah UMKM (Y) dimana nilai R square = 93,84%. Sementara sisanya 6% dipengaruhi oleh variabel diluar dari yang diteliti. Jika dilihat secara terpisah, Angkatan Kerja (X1) dan Suku Bunga (X3) secara signifikan memberikan pengaruh terhadap Jumlah UMKM dimana P-value untuk Angkatan Kerja 0,0029 < 0,05 dan P-value untuk Suku Bungan 0,022 < 0,05. Sedangkan variabel Inflasi (X2) cukup memberikan pengaruh yang signifian terhadap Jumlah UMKM karena nilai dari P-value sedikit diatas 0,05 yaitu 0,06.
Evaluasi Beban Kerja Mental Karyawan Dengan Menggunakan Metode DRAWS dan RSME Muhammad Ilham Adelino; Beni Harma; Best Afrianda
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 2 No. 1 (2024): November - Februari
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijmst.v2i1.275

Abstract

PT. KLG merupakan perusahaan yang bergerak mengolah hasil perkebunan karet yang dipasok dari supplier, dimana hasil produksi berupa karet basah dan karet remah (crumb rumber) akan dipasarkan ke industri internasional. Sistem kerja shift yang panjang menjadi salah satu masalah utama terjadinya beban kerja mental karyawan di PT. KLG . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar beban kerja mental yang dialami karyawan divisi produksi PT. KLG  saat bekerja. Pengambilan data melalui kusioner dilakukan untuk mengetahui seberapa besar beban kerja yang dirasakan oleh karyawan yang kemudian dihitung dengan menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan Rating Scale Mental Efford (RSME). Berdasarkan skor akhir penentuan beban kerja mental dengan metode DRAWS diketahui bahwa pekerja memilki beban kerja mental yang tinggi yaitu dengan skor 77.4% dengan kategori overload. Begitupun dari perhitungan beban kerja mental menggunakan metode RSME diketahui besarnya usaha yang dilakukan oleh pekerja termasuk dalam kategori besar dengan skor 93,08. Penambahan shift kerja menjadi 2 shift perlu dilakukan agar mengurangi beban kerja mental karyawan sehingga berada dalam kategori underload.
Analisis Karakteristik Fisiko-Kimia dan Pengendalian Variabilitas Kualitas Ekoenzim Berbasis Limbah Organik Domestik Maidawati .; Mutiara Yetrina; Rina Sepriana; Susriyati .; Beni Harma
Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE
Publisher : LPPM Universitas Dharma Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jppie.v5i1.2420

Abstract

Implementation Of Hypothesis Testing In Quantitative Research: A Case Study Of The Undergraduate Information Systems Program, Faculty Of Computer Science, Universitas Putra Indonesia Yptk Padang Pinta Medina; Beni Harma; Susriyati; Devi Syukri Azhari
Jurnal Teknik dan Teknologi Tepat Guna Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Teknik dan Teknologi Tepat Guna
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/j-t3g.v4i3.1205

Abstract

Hypothesis testing is a crucial stage in quantitative research to examine the validity of preliminary assumptions based on empirical data. In higher education, particularly in the Undergraduate Information Systems Study Program, Faculty of Computer Science, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, hypothesis testing plays an important role in producing accurate information regarding relationships and influences among variables related to learning processes, information technology utilization, and students’ academic achievement. However, limited student understanding of hypothesis testing often leads to less optimal research outcomes. This study employed a quantitative approach using a case study method. Data were collected through questionnaires distributed to students as respondents and analyzed using inferential statistical techniques, including validity and reliability testing, regression analysis, and hypothesis testing through t-tests and F-tests with the assistance of statistical software. The results revealed that the proposed hypothesis was accepted, with significance values lower than the error level (α = 0.05), leading to the acceptance of H₁ and rejection of H₀. These findings confirm significant relationships and influences among the investigated variables, contributing to improved learning quality and academic performance. In conclusion, proper application of hypothesis testing enhances the validity, reliability, and credibility of student research. Strengthening students’ understanding of hypothesis testing concepts and techniques is essential to support the quality of academic research in the Undergraduate Information Systems Study Program