Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

BISNIS SYARIAH -, Maidawati
Menara Ilmu Vol 12, No 2 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 2
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i2.525

Abstract

Kegiatan Bisnis dilakukan manusia dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai makhluksosial atau muamalah.Agarkegiatan bisnis yang dilaksanakan dapat mendatangkan pahaladan bisa dijadikan pekerjaan yang mulia,karena bisnis dianjurkan dalam Islam dan Rasul kitaMuhammad SAW juga seorang businessman maka dalam menjalankan kegiatan bisnis ummatIslam tidak boleh merugikan Stakeholdersnya dan sebaliknya dia juga tidak boleh dirugikanoleh stakeholders dari bisnis tersebut karena dalam bisnis kita harus adil baik terhadap dirisendiri maupun terhadap orang lain.dan Dalam melaksanakan kegiatan bisnis, dilarangmelanggar rambu-rambu haram dalam bisnis yaitu: dhalim, riba, perjudian, penipuan,risywah, barang-barang haram, dan maksiat. Serta harus memperhatikan tugas dantanggungjawabnya kepada lima jenis pemegang kepentingan utama dalam bisnis yaitu,pemilik kreditor, karyawan, pemasok dan pelanggan. Islam juga mengajarkan bahwa antarapemilik modal dan pelaku bisnis merupakan dua faktor produksi yang tidak dapat dipisahkandengan asumsi setiap kegiatan bisnis yang dilakukan resiko kerugian sama besarnya denganpeluang untuk mendapatkan keuntungan, maka di antara pemilik modal dan pelaku bisnisharus saling berbagi hasil dan berbagi keuntungan, apabila melakukan investasi. Bisnisinvestasi tersebut harus dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatanbisnis yang sesuai ajaran Islam
PERANAN INVESTASI SYARIAH DALAM MENINGKATKAN BUDAYA MENABUNG BAGI NASABAH PADA KJKS BMT ANDURING PADANG Maidawati, Maidawati
Menara Ilmu Vol 13, No 8 (2019): Vol. XIII No. 8 Juli 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v13i8.1477

Abstract

Abstrak: KJKS BMT Anduring Padang, sebagai salah satu lembaga keuangan syariah mikro, telah melaksanakan salah satu kegiatan untuk mengembangkan usaha – usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha kecil bawah dan kecil dan meningkatkan budaya menabung bagi masyarakat melalui investasi syariah.Investasi syariah ini dilaksanakan dengan memakai akad mudharabah dan mudharabah mutlaqah.minimal nominal investasi untuk investasi dengan akad mudharabah sebesar Rp 5.000.000, dengan bagi hasil rata – rata 1 % jangka waktu 6 bulan ,dan Rp 10.000.000,- untuk investasi dengan akad mudharabah mutlaqah dengan lama penyimpanan dana minimal selama 6 bulan,apabila nasabah mengambil sebelum jatuh tempo maka dikenakan pinalti sebesar 1 %. Bagi hasil yang diberikan 50 : 50 ,bagi hasil ini merupakan bagi hasil terbesar yang diberikan oleh KJKS BMT di kota padang,walaupun KJKS BMT memberikan bagi hasil yang menggembirakan bagi investornya, hal ini tidaklah mengakibatkan KJKS BMT Anduring memberikan margin yang tinggi terhadap nasabah pembiayaannya dimana KJKS BMT Anduring memberikan margin pembiayaan 1 – 2 % untuk nasabahnya.Dengan adanya produk investasi syariah pada KJKS BMT Anduring,dapat meningkatkan budaya menabung bagi masyarakat bawah kecil dan kecil karena nominal investasi minimal dapat terjaukau dengan kemampuan mereka dan bagi hasil yang diterima juga lebih besar dari pada mereka menginvestasikan uangnya ke KJKS BMT lainnya,dan mereka juga tidak perlu waktu lama dan biaya untuk mengantar investasinya karena KJKS BMT ini berada dilingkungan tempat tinggal merek,.nasabah yang telah mengambil simpanannya pada watu jatuh tempo uumumnya, menyimpan kembali uangnya di KJKS BMT Anduring disamping bagi hasilnya besar, juga karena mereka tahu uang yang mereka investasikan dipergunakan oleh KJKS untuk membantu karib kerabat mereka,di Anduring,investasi juga dikelola secara syariah dan ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan antara nasabah pembiayaan,investor dan KJKS Kata Kunci : Nasabah, Investasi, KJKS BMT.
BISNIS SYARIAH Maidawati -
Menara Ilmu Vol 12, No 2 (2018): Vol. XII No. 2 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i2.525

Abstract

Kegiatan Bisnis dilakukan manusia dalam rangka menjalankan tugasnya sebagai makhluksosial atau muamalah.Agarkegiatan bisnis yang dilaksanakan dapat mendatangkan pahaladan bisa dijadikan pekerjaan yang mulia,karena bisnis dianjurkan dalam Islam dan Rasul kitaMuhammad SAW juga seorang businessman maka dalam menjalankan kegiatan bisnis ummatIslam tidak boleh merugikan Stakeholdersnya dan sebaliknya dia juga tidak boleh dirugikanoleh stakeholders dari bisnis tersebut karena dalam bisnis kita harus adil baik terhadap dirisendiri maupun terhadap orang lain.dan Dalam melaksanakan kegiatan bisnis, dilarangmelanggar rambu-rambu haram dalam bisnis yaitu: dhalim, riba, perjudian, penipuan,risywah, barang-barang haram, dan maksiat. Serta harus memperhatikan tugas dantanggungjawabnya kepada lima jenis pemegang kepentingan utama dalam bisnis yaitu,pemilik kreditor, karyawan, pemasok dan pelanggan. Islam juga mengajarkan bahwa antarapemilik modal dan pelaku bisnis merupakan dua faktor produksi yang tidak dapat dipisahkandengan asumsi setiap kegiatan bisnis yang dilakukan resiko kerugian sama besarnya denganpeluang untuk mendapatkan keuntungan, maka di antara pemilik modal dan pelaku bisnisharus saling berbagi hasil dan berbagi keuntungan, apabila melakukan investasi. Bisnisinvestasi tersebut harus dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan kegiatanbisnis yang sesuai ajaran Islam
PEMBIAYAAN BERMASALAH DAN IMPLIKASINYANYA TERHADAP KESEJAHTERAAN ANGGOTA PADA KSPPS BMT JATI BARU PADANG Maidawati Maidawati
Jurnal Menara Ekonomi : Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi Vol 8, No 1 (2022): Volume VIII No. 1 April 2022
Publisher : Jurnal Menara Ekonomi : Pelatihan dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/me.v8i1.3282

Abstract

Pembiayaan bermasalah akan menurunkan penghasilan Lembaga Keuangan Syariah serta menimbulkan problem likuiditas keuangan. Konsekuensinya likuiditas keuangan LKS merosot, sehingga tidak bisa memenuhi kewajiban LKS kepada penyedia dana (deposan, penabung serta kreditur), maka menyebabkan kepercayaan masyarakat juga akan merosot kepada LKS. Tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis penyebab pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Jati Baru, penyelesaian pembiayaan bermasalah dan implikasi dari pembiayaan bermasalah terhadap kesejahteraan anggota KSPPS BMT Jati Baru. Penelitian lapangan ini mempergunakan data yang diperolah melalui wawancara dengan pengelola KSPPS BMT Jati Baru dan nasabah pembiayaan bermasalah melalui observasi serta dokumentasi, artikel, buku, majalah dan referensi lain yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis reduksi, display, verifikasi dan dinarasikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pembiayaan bermasalah pada KSPPS BMT Jati Baru Padang adalah peraturan pemerintah yang membatasi kegiatan masyarakat terutama di tempat-tempat keramaian seperti lingkungan sekolah, pasar dan daerah pariwisata untuk mengurangi penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat tidak bisa melaksanakan kegiatan ekonominya dengan baik, sehingga berdampak pada tidak adanya iktikad baik dari nasabah pembiayaan untuk membayar utangnya. Penyelesaian pembiayaan pada KSPPS BMT Jati Baru dilaksanakan dengan cara restruktisasi melalui rescheduling, restrukturisasi dan reconditioning. Implikasi dari pembiayaan bermasalah pada kesejahteraan anggota adalah berkurangnya balas jasa yang bisa diberikan kepada anggota yang mempercayakan dananya ke KSPPS BMT. Berkurangnya SHU yang diterima anggota, tidak bisanya nasabah menerima pembiayaan sesuai dengan waktu yang diperlukannya dan berkurangnya kesempatan anggota untuk mendapatkan pembiayaan dari KSPPS BMT Jati Baru untuk memenuhi kebutuhannya.
COMMUNITY EMPOWERMENT THROUGH KSPPS BMT ANDURING PADANG Maidawati Maidawati
JEBI (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam) Vol 7, No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jebi.v7i2.385

Abstract

This article aims to analyze the role of KSPPS BMT Anduring Padang in empowering the people's economy through the financing it provides to customers. The data used are primary data obtained through interviews with sharia cooperative managers and customers of KSPPS BMT Anduring, as well as through observation and documentation, while secondary data is obtained from articles, books, magazines and other relevant references. The data analysis technique was carried out using analysis of reduction, display, verification and descriptive narration. The results of the study show: First, increasing the productivity of small entrepreneurs (customers), because, with the additional capital provided by KSPPS BMT, customers can develop their business; Second, increasing people's income, because with the financing provided, customers, can continue and develop their business and ultimately increase people's income; Third, to create jobs, the financing provided by KSPPS BMT Anduring is used by customers to start their business, this will cause a lot of workers to be absorbed in carrying out the business, especially workers from the family environment. This proves that the distribution of funds carried out by KSPPS BMT Anduring has played a significant role in empowering the economy of the community (customers) because the implications of the provision of financing provided have achieved the goal of economic empowerment of the people, namely forming a more independent society. However, KSPPS BMT Anduring should be followed by assistance in business management and giving spiritual showers in the form of religious lectures, the aim is to remind customers about Islamic principles in doing business and their obligations in paying debts so that this business can be used as one of the strategies of KSPPS BMT Anduring to minimize problem financing.
Pembiayaan Qardul Hasan Penyelamat Usaha Masyarakat Kurang Mampu Di Bank Waqaf Mikro PPM Al Kautsar Maidawati Maidawati
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.375 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v3i3.99

Abstract

Bank Waqaf Mikro ppm Al Kautsar, membantu masyarakat kurang mampu melalui pembiayaan Qardul Hasan, yang merupakan pembiayaan yang diberikan kepada nasabahnya yang kurang mampu,tanpa pengenaan biaya apapun kecuali pengembalian modal asalnya, serta pengembaliannya boleh secara sekaligus atau secara angsuran atau dicicil. Bank Waqaf Mikro ppm Al Kautsar bisa memberikan pembiayaan ini kepada nasabah karena adanya bantuan dari Bank Waqaf Mikro yang donatornya terdiri dari Lembaga Amil Zakat Nasional ( LAZNAS) Bank Syariah Mandiri,yang bertujuan untuk meminjamkan modal usaha kepada masyarakat kurang mampu,dalam rangka untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka. Cara mendapatkan dana ini adalah dengan cara Bank Waqaf Mikro (BWM) memberikan dana sebanyak 4 M kepada Bank Waqaf Mikro ppm Al kautsar, dan Bank Waqaf Mikro ppm Al Kautsar hanya boleh mengambil sebanyak 1M
The The Latest Trend in Utilization of Organic Fertilizer for Improving Group Productivity Farming Maidawati; Rina Sepriani; Ihsanul Fuadi
Jurnal Teknologi Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.214 KB) | DOI: 10.35134/jitekin.v12i2.76

Abstract

The Pejuang Muda or Young Fighters Program was a new program initiated by the Ministry of Social Affairs in 2021 in collaboration with the Free Learning Program of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, as well as the Ministry of Religion. This program, involving active students as participants from various universities, aims to help update the Social Welfare Integrated Data (SWID), in addition to mapping and designing social programs based on social empowerment in all provinces in Indonesia. Starting from the eight forms of learning activities accommodated by the Merdeka Campus Program, Pejuang Muda Program took the form of learning activities. The focus of the program was the formation of social and economic growth in various locations in Indonesia through community empowerment. Such program can be used to solve social problems that were often encounter in Nagari Kinari were cow dung not processed or utilized properly by local farmers. Such as finding cow dung scattered on roads, residential areas, which resulted in environmental pollution and improves soil physical, chemical, and biological properties. The purpose of this study was to focus on the use of organic fertilizers with the aim of increasing production of environmentally friendly and cost-effective agricultural products aided by the Pejuang Muda Program. This type of research is qualitative descriptive in nature and the researcher also involves the community in Nagari Kinari to obtain data through observation and interviews. In carrying out this research, farmer groups in Nagari Kinari and the people of Nagari Kinari gain insight into new knowledge and understanding about the processing and benefits of organic fertilizers directly and through the practice carried out during training, the community was able to apply it directly in the field. Hence it aided to solve social and economic problems simultaneously.
KONVERSI KSPPS BMT ANDURING KE KOPERASI SYARIAH Maidawati Maidawati
Ekonomi Islam Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ekonomi Islam Fakultas Agama Islam UHAMKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jei.v14i1.9045

Abstract

Managers of Islamic financial institutions just confuse the names of sharia cooperatives with BMT such as KJKS/BMT, KPPS/BMT. Thus, the role and function of Islamic financial institutions are inappropriate. The purpose of this article is to analyze the differences between the main functions of sharia cooperatives and BMT with the aim that managers of sharia financial institutions, especially sharia cooperatives, can name their sharia financial institutions according to the roles and functions they carry out. This field research uses primary data obtained through interviews with sharia cooperative managers, customers and Sharia cooperative DPS and observation and documentation, secondary data obtained from articles, books, magazines and other relevant references. The data analysis technique was carried out through analysis of reduction and display and verification and narrated descriptively. The results showed that the merger of the name KSPPS BMT Anduring, namely the merger between sharia cooperatives (KSPPS) and BMT, because the initial funds from this financial institution came from a Padang PEMKO grant of Rp. 30,000,000,- which was intended for BMT capital, so until now the name The BMT is still being used, and this merger of names is not appropriate, because KSPPS BMT Anduring only carries out business functions and does not carry out the social functions of BMT. For this reason, KSPPS BMT Anduring must change the name of its sharia financial institution to KSPPS only or KSPPS Baitul Tamwil Anduring.
KONVERSI KSPPS BMT ANDURING KE KOPERASI SYARIAH Maidawati Maidawati
Ekonomi Islam Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ekonomi Islam Fakultas Agama Islam UHAMKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jei.v14i1.9045

Abstract

Managers of Islamic financial institutions just confuse the names of sharia cooperatives with BMT such as KJKS/BMT, KPPS/BMT. Thus, the role and function of Islamic financial institutions are inappropriate. The purpose of this article is to analyze the differences between the main functions of sharia cooperatives and BMT with the aim that managers of sharia financial institutions, especially sharia cooperatives, can name their sharia financial institutions according to the roles and functions they carry out. This field research uses primary data obtained through interviews with sharia cooperative managers, customers and Sharia cooperative DPS and observation and documentation, secondary data obtained from articles, books, magazines and other relevant references. The data analysis technique was carried out through analysis of reduction and display and verification and narrated descriptively. The results showed that the merger of the name KSPPS BMT Anduring, namely the merger between sharia cooperatives (KSPPS) and BMT, because the initial funds from this financial institution came from a Padang PEMKO grant of Rp. 30,000,000,- which was intended for BMT capital, so until now the name The BMT is still being used, and this merger of names is not appropriate, because KSPPS BMT Anduring only carries out business functions and does not carry out the social functions of BMT. For this reason, KSPPS BMT Anduring must change the name of its sharia financial institution to KSPPS only or KSPPS Baitul Tamwil Anduring.
Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah Bereputasi Dengan LaTeX Bagi Mahasiswa Indonesia di Malaysia Ridho Ananda; Gushelmi Gushelmi; Maidawati Maidawati
Indonesian Journal of Community Service and Innovation (IJCOSIN) Vol 4 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM IT Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/ijcosin.v4i1.1485

Abstract

The ability to write reputable article is an essential competency for academics and researchers. One of the requirements for an article to be said to be reputable is that it be published in a reputable international journal with a particular writing style. One of the writing styles presented is the LaTeX format. The advantages of this format, compared to others, are its stable, dynamic and efficient characteristics. In addition, LaTex is open source. Nevertheless, the implementation of the LaTeX format is not yet popular enough for certain groups, especially academics in Indonesia. Therefore, training was carried out in preparing reputable articles using LaTeX. This training is specifically for Indonesian students who are studying at Universiti Kebangsaan Malaysia based on their need. The training was held on May 4 2024 at 08.00 Malaysian standard time. The method used was teaching and discussing carried out online. Evaluation have been carried out based on the number of participants, formative test, and the participant responses. From the evaluation results, it is known that there were 31 participants. The average score on the formative test was 61.29. In addition, the dominant of participants strongly agreed with the usefulness of this training, where 16 (45.7%) participants giving positive comments. Meanwhile 10 (28.5%) participants provided suggestions, and the rest were neutral.