Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Fungsi kuat Pencahayaan Ruangan untuk Meningkatkan Kenyamanan Lingkungan di Gedung Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi Teknologi Universitas Lampung Akhmad Dzakwan
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.665 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.90

Abstract

Faktor lingkungan kerja sangat menentukan hasil pencapaian kerja. Didalam gedung Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi teknologi (LTSIT) Universitas Lampung terdapat banyak alat laboratorium yang memiliki daya guna cukup besar , namun akibat suasana pencahayaan ruangan yang belum maksimal menimbulkan dampak gairah kerja dan hasil kerja pengguna laboratorium tidak maksimal. Untuk meningkatkan pencapaian kerja maka diperlukan langkah langkah yang setrategis agar suasana didalam gedung menjadi lebih baik dan kondusif Penelitian ini dilakukan dalam rangka membangun gairah kerja dan meningkatkan optimalisasi kerja didalam gedung Laboratorium Terpadu sentra Inovasi Teknologi. Situasi pencahyaan yang kurang ideal bisa menyebabkan banyak hal yang bersifat negatip, sulitnya melakukan analisis hasil laboratorium, kurang nyaman saat tinggal didalam dan sulitnya melakukan prosesing data. Adapun perlakuan yang diambil adalah menaikan pencahayaan yang dibawah standar, menurunkan pencahayaan diatas standar serta mempertahankan pencahayaan yang sudah setara dengan standar SNI Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variable pencahayaan yang dimiliki oleh lingkungan yang ada dalam gedung LTSIT berada pada batas bawah variabel pencahayaan yang distandarkan oleh SNI serta tidak merata untuk setiap ruangan. Kuat pencahayaan mula mula berada pada interval 127,5 Lux- 352,5 Lux, lingkungan dalam gedung LTSIT nampak remang remang. Dengan membandingkan standar pencahayaan SNI dengan lingkungan internal didalam gedung LTSIT pencahayaan bisa di kembalikan menjadi terang benderang sehingga pengguna gedung nyaman ketika tinggal didalamnya, nyaman ketika membaca literature, nyaman ketika berkomunikasi satu dengan yang lain, nyaman ketika melakukan analisis data dan mampu menciptakan optimalisasi hasil kerja harian. Adapun Kuat pencahayaan yang standar yang sudah mengikuti SNI adalah Ruang kepala laboratorium, ruang analisis dan ruang kerja sebesar 350 Lux, sedangkan ruang tunggu, ruang penyimpanan data dan selasar sebesar 150 Lux. Situasi ini menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan didalam Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi Tekologi.
Analisis dan perhitungan tingkat kebisingan internal ruangan di laboratorium terpadu sentra inovasi technology (ltsit) berdasarkan tingkat kenyamanan yang direkomendasikan oleh sni dengan menggunakan metode rce dan bce Dzakwan, Akhmad; Putra, Sasana; Mayasari, Riska; Tiara
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan adalah salah satu parameter fisik yang sangat berpengaruh pada lingkungan kerja Gedung Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi Teknologi merupakan salah satu Gedung yang didalamnya penuh dengan kesibukan. Salah satu factor yang sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja adalah kebisingan. Gangguan stress yang dialami oleh para pekerja salah satunya adalah kebisingan didalam Gedung akibat brisiknya gelombang suara dari luar Gedung. Laboratorium LTSIT berada disepanjang jalan protocol kampaus yang diapit oleh tiga fakultas, Fmipa, FKIP dan F Kedokteran. Suasana jalan kampus didepannya sangat ramai kendaraan roda dua dan roda empat. Disebelah kanan Gedung LTSIT terdapat Gedung kemahasiswaan Fmipa. Sasana Gedung kemahasiswaan sangat brisik dan gelombang kebisingannya masuk kedalam ruangan Gedung LTSIT yang berjarak 2 m. Pada penelitian ini kami mencoba meneliti empat ruangan dilantai-1 yang terdiri dari R1-1.0,R1- 1.1,R1-1.2 dan R1-1.3, Penelitian menggunakan metode penyatuan parameter yang sejenis berbasis pada persamaan kenyamanan ruangan (RCE) dan persamaan kenyamanan Gedung (BCE). Dengan kedua metode ini akan diketahui kenyamanan ruangan didalam gedung. Bila kenyamanannya terpenuhi dan berstandar SNI maka suasana didalam gedung berdampak sangat baik bagi pekerja dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukan tingkat kebisingan diruangan lantai -1: RCE.R1-1.0= …. RCE.R1- 1.1=….RCE.R1-1.1= 1…..dan RCE.R1-1.2= 1……sehingga diperoleh BCE = 1 + 1 + 1 +1 Berdasarkan syarat batas ideal untuk pengukuran empat parameter homogen adalah 3.96 < Pt < 4,04, karena nilai BCE = 4…. berada diluar batas ideal. Menunjukan bahwa suasana Gedung LTSIT
Analisis dan Perhitungan Temperatur AC di ruang R1 ,R2 dan R3 Gedung Pertemuan Arrahman Nunyai Rajabasa Menggunakan Persamaan Kenyamanan Ruangan (RCE) dan Gedung (BCE) Akhmad Dzakwan; Sasana Putra; Rizka Maya Sari; Rosalia Dwi Werena
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kenyamanan suhu pada Gedung LTSIT berdasarkan standar SNI dengan suhu nyaman kamar sebesar 26,45°C. Pengukuran dilakukan pada tiga ruangan, yaitu R1, R2, dan R3, kemudian dibandingkan dengan suhu standar untuk memperoleh rasio parameter suhu. Hasil perhitungan menunjukkan rasio masing-masing ruangan sebesar 1,08, 0,95, dan 0,93, dengan total rasio suhu gedung sebesar 2,96. Nilai tersebut belum berada dalam interval ideal 2,97–3,03, sehingga kondisi kenyamanan suhu gedung belum sepenuhnya memenuhi standar. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian suhu, khususnya pada ruang R1, agar kenyamanan suhu dalam gedung mencapai kondisi ideal.