Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Study of 2D and 3D Optical Beam Induced Voltage Imaging Using Photoresistor Sensor Warsito, Warsito; Suciyati, Sri Wahyu; Harnani, Susi; Dzakwan, Akhmad
Makara Journal of Technology Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Study of 2D and 3D Optical Beam Induced Voltage Imaging Using Photoresistor Sensor. This article shows a method to study OBIV (optical beam induced voltage) imagerie system, that usually employ a laser scanning microscopy system. The OBIV imagerie system developed use a photoresistor sensor as a sample and simultaneously it can be used for analyzing its inhomogeneity response. Resolution of the system is still low, about 350μm due to high value of incident light diameter. The results inform that photoresistor sensors gave an optimum response if the incident light hits the center of sensible zone.
Optimalisasi Fungsi kuat Pencahayaan Ruangan untuk Meningkatkan Kenyamanan Lingkungan di Gedung Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi Teknologi Universitas Lampung Akhmad Dzakwan
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 5 (2022): SINTA
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.665 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v5i.90

Abstract

Faktor lingkungan kerja sangat menentukan hasil pencapaian kerja. Didalam gedung Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi teknologi (LTSIT) Universitas Lampung terdapat banyak alat laboratorium yang memiliki daya guna cukup besar , namun akibat suasana pencahayaan ruangan yang belum maksimal menimbulkan dampak gairah kerja dan hasil kerja pengguna laboratorium tidak maksimal. Untuk meningkatkan pencapaian kerja maka diperlukan langkah langkah yang setrategis agar suasana didalam gedung menjadi lebih baik dan kondusif Penelitian ini dilakukan dalam rangka membangun gairah kerja dan meningkatkan optimalisasi kerja didalam gedung Laboratorium Terpadu sentra Inovasi Teknologi. Situasi pencahyaan yang kurang ideal bisa menyebabkan banyak hal yang bersifat negatip, sulitnya melakukan analisis hasil laboratorium, kurang nyaman saat tinggal didalam dan sulitnya melakukan prosesing data. Adapun perlakuan yang diambil adalah menaikan pencahayaan yang dibawah standar, menurunkan pencahayaan diatas standar serta mempertahankan pencahayaan yang sudah setara dengan standar SNI Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Variable pencahayaan yang dimiliki oleh lingkungan yang ada dalam gedung LTSIT berada pada batas bawah variabel pencahayaan yang distandarkan oleh SNI serta tidak merata untuk setiap ruangan. Kuat pencahayaan mula mula berada pada interval 127,5 Lux- 352,5 Lux, lingkungan dalam gedung LTSIT nampak remang remang. Dengan membandingkan standar pencahayaan SNI dengan lingkungan internal didalam gedung LTSIT pencahayaan bisa di kembalikan menjadi terang benderang sehingga pengguna gedung nyaman ketika tinggal didalamnya, nyaman ketika membaca literature, nyaman ketika berkomunikasi satu dengan yang lain, nyaman ketika melakukan analisis data dan mampu menciptakan optimalisasi hasil kerja harian. Adapun Kuat pencahayaan yang standar yang sudah mengikuti SNI adalah Ruang kepala laboratorium, ruang analisis dan ruang kerja sebesar 350 Lux, sedangkan ruang tunggu, ruang penyimpanan data dan selasar sebesar 150 Lux. Situasi ini menyebabkan terjadinya perubahan yang signifikan didalam Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi Tekologi.
Analisis dan perhitungan tingkat kebisingan internal ruangan di laboratorium terpadu sentra inovasi technology (ltsit) berdasarkan tingkat kenyamanan yang direkomendasikan oleh sni dengan menggunakan metode rce dan bce Dzakwan, Akhmad; Putra, Sasana; Mayasari, Riska; Tiara
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebisingan adalah salah satu parameter fisik yang sangat berpengaruh pada lingkungan kerja Gedung Laboratorium Terpadu Sentra Inovasi Teknologi merupakan salah satu Gedung yang didalamnya penuh dengan kesibukan. Salah satu factor yang sangat berpengaruh pada kenyamanan kerja adalah kebisingan. Gangguan stress yang dialami oleh para pekerja salah satunya adalah kebisingan didalam Gedung akibat brisiknya gelombang suara dari luar Gedung. Laboratorium LTSIT berada disepanjang jalan protocol kampaus yang diapit oleh tiga fakultas, Fmipa, FKIP dan F Kedokteran. Suasana jalan kampus didepannya sangat ramai kendaraan roda dua dan roda empat. Disebelah kanan Gedung LTSIT terdapat Gedung kemahasiswaan Fmipa. Sasana Gedung kemahasiswaan sangat brisik dan gelombang kebisingannya masuk kedalam ruangan Gedung LTSIT yang berjarak 2 m. Pada penelitian ini kami mencoba meneliti empat ruangan dilantai-1 yang terdiri dari R1-1.0,R1- 1.1,R1-1.2 dan R1-1.3, Penelitian menggunakan metode penyatuan parameter yang sejenis berbasis pada persamaan kenyamanan ruangan (RCE) dan persamaan kenyamanan Gedung (BCE). Dengan kedua metode ini akan diketahui kenyamanan ruangan didalam gedung. Bila kenyamanannya terpenuhi dan berstandar SNI maka suasana didalam gedung berdampak sangat baik bagi pekerja dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukan tingkat kebisingan diruangan lantai -1: RCE.R1-1.0= …. RCE.R1- 1.1=….RCE.R1-1.1= 1…..dan RCE.R1-1.2= 1……sehingga diperoleh BCE = 1 + 1 + 1 +1 Berdasarkan syarat batas ideal untuk pengukuran empat parameter homogen adalah 3.96 < Pt < 4,04, karena nilai BCE = 4…. berada diluar batas ideal. Menunjukan bahwa suasana Gedung LTSIT
IMPLEMENTASI PERSONAL HYGIENE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BERSIH DI PONDOK PESANTREN NIDHOMUDDIN, DESA NEGARA RATU NATAR, LAMPUNG SELATAN Anwar, Hasrul; Ulya, M. Ridho; Mayasari, Rizka; Dzakwan, Akhmad
Nemui Nyimah Vol. 2 No. 2 (2022): Nemui Nyimah
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v2i2.46

Abstract

Personal hygiene adalah cara perawatan diri manusia untuk memelihara kesehatan mereka secara fisik dan psikis. Pemenuhan personal hygiene diperlukan untuk kenyamaan, keamanan, dan kesehatan individu dan lingkungan. Pondok Pesantren Nidhomuddin, Desa Negara Ratu Natar, Lampung Selatan membina kurang lebih 140 santri yang terdiri dari 60 santri pria dan 80 santri perempuan. Terdapat fasilitas pondok pesantren seperti 1 mesjid, 7 kelas masing- masing untuk santri laki-laki dan perempuan, 10 kamar mandi santri laki-laki dan 18 kamar mandi santri perempuan. Berdasarkan permasalahan di atas, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi warga santri di lingkungan Pondok Pesantren Nidomuddin. Kegiatan pengabdian ini di lakukan di Pondok Pesantren Nidhomuddin, Desa Negara Ratu Natar, Lampung Selatan. langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu studi pendahuluan dan survey lokasi, memetakan permasalahan terkait personal hygiene, kegiatan dan pendampingan materi mengenai personal hygiene. Materi yang disampaikan dalam kegiatan worshop yaitu terkait apa itu personal hygiene dan sanitasi lingkungan, tujuan personal hygiene, jenis-jenis personal hygiene, dan implementasi dari personal hygiene, dan terakhir adalah memberikan kuesioner di awal dan akhir kegiatan workshop untuk mengevaluasi kegiatan pengabdian. Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada para peserta sosialisasi, terjadi peningkatan pengetahuan para santri mengenai personal hygiene dan sanitasi lingkungan. Diharapkan penerapan personal hygiene para santri di Pondok Pesantren Nidhomuddin dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran para santri dalam menerapkan personal hygiene di lingkungan pondok pesantren. Kata kunci:, Pengabdian, personal hygiene, sanitasi, lingkungan
Groundwater Identification Using the Resistivity Method to Improve Community Livelihoods in Bernung Village, Gedong Tataan District, Pesawaran, Lampung Ordas Dewanto; Akhmad Dzakwan; Ilham Dani; Nasir Muhammad
Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/aktual.v4i2.692

Abstract

Background: Water availability is a critical factor influencing the sustainability of community-based economic activities, particularly in fisheries and plantation sectors. In Bernung Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency, limited water supply during the dry season has restricted the optimal utilization of fish ponds and plantation land, thereby affecting local economic productivity.Objectives: This study aims to describe a community service program integrating geoelectrical groundwater identification with community-based economic empowerment to support sustainable local business development.Methods: The program applied a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach involving community participation throughout field surveys, groundwater-source identification, site selection, mentoring, and evaluation stages. Groundwater investigation was conducted using 1D geoelectrical sounding with a Schlumberger configuration at two observation points. The acquired data were interpreted to identify aquifer characteristics and to support groundwater utilization planning.Results: The geoelectrical survey identified potential aquifer zones at depths of 33.4–81.9 m at Point 1 and 21.5–82.8 m at Point 2, providing a technical basis for groundwater utilization planning. The program further supported the development of plantation land and fish-farming activities while improving community understanding of water-resource management and business development.Conclusion: The findings demonstrate that geoelectrical investigation serves not only as an effective groundwater exploration tool but also as a practical decision-support approach for strengthening community livelihoods and promoting more sustainable fisheries and plantation-based economic activities.
Co-Pyrolysis of Jatropha Curcas Seeds and HDPE Plastic for Bio-Oil Production Tiara, Tiara; Dzakwan, Akhmad; Mayasari, Rizka; Ulya, Muhamad Ridho; Haviz, Muhammad; Utari, Ririn
Jurnal Bio-Geo Material Dan Energi Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Bio-Geo Material and Energy (BiGME), June 2026
Publisher : PUI BiGME Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/j-bigme.v6i3.56510

Abstract

The limited availability of fossil fuels and the growing volume of plastic waste underscore the need to develop environmentally friendly alternative energy sources. This study aims to produce high-energy-value bio-oil through a co-pyrolysis process involving Jatropha curcas seed biomass and high-density polyethylene (HDPE) plastic. The research involved the following stages: characterization of Jatrofa curcas seed, raw material preparation, pyrolysis, and analysis of  bio-oil. The temperature variations used were 350°C, 450°C, and 550°C with raw material ratios of 75:25, 50:50, and 25:75.  The results of the study indicate that increases in temperature and the proportion of HDPE significantly affect the increase in heat value and the decrease in moisture content of the bio-oil. The highest calorific value was obtained at a 25:75 ratio and a temperature of 450°C, amounting to 42.50 MJ/kg, while the lowest moisture content was 2.9% under the same conditions. This indicates a synergistic effect between the biomass and the plastic, in which HDPE acts as a hydrogen donor that reduces the oxygen content in the bio-oil, thereby improving the fuel quality. In conclusion, the co-pyrolysis method using Jatropha curcas seed and HDPE can produce bio-oil with better energy characteristics and low moisture content. This research not only contributes to the development of renewable energy but also offers innovative solutions for the sustainable management of plastic waste.
SUMBER AIR TANAH DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN USAHA PETERNAKAN MASYARAKAT DESA BERNUNG, GEDONG TATAAAN Ordas Dewanto; Akhmad Dzakwan; Ilham Dani; Salsabila Noviari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.654

Abstract

Bernung adalah sebuah desa yang terletak di sebelah timur Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Penulis bermitra dengan Kelompok Tani Isa Mandiri Bernung. Mitra ini memiliki lahan untuk budidaya ikan dan perkebunan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu masalah yang muncul adalah kebutuhan air bagi mitra dan masyarakat. Kekurangan air yang memadai membuat kegiatan usaha menjadi sulit. Masalah lain adalah kekurangan air selama musim kemarau, yang menyebabkan kekeringan dan mengganggu kegiatan usaha. Berdasarkan masalah yang dihadapi mitra dan masyarakat, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah: Memanfaatkan air tanah untuk budidaya ikan dan perkebunan, serta untuk pembangunan sumur. Tujuan spesifiknya adalah untuk mengatasi masalah ketersediaan air guna meningkatkan pendapatan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah metode geolistrik untuk menentukan kedalaman air tanah untuk pembangunan sumur. Metode Pendekatan Pedesaan Partisipatif (PPA) akan digunakan, melibatkan partisipasi masyarakat. Hasil yang diperoleh dari informasi penelitian menggunakan metode geolistrik menunjukkan bahwa pengeboran air tanah dapat dilakukan pada kedalaman 33,4-81,9 meter, dan kemungkinan pada lapisan 82,8 meter hingga sekitar 100 meter di bawah permukaan, indikasi air tanah dalam masih dapat ditemukan, dilihat dari kondisi wilayah yang sangat dekat dengan sumber air. Kesimpulannya, pengeboran sumur dapat dilakukan pada kedalaman sekitar 100 meter.
Analisis dan Perhitungan Temperatur AC di ruang R1 ,R2 dan R3 Gedung Pertemuan Arrahman Nunyai Rajabasa Menggunakan Persamaan Kenyamanan Ruangan (RCE) dan Gedung (BCE) Akhmad Dzakwan; Sasana Putra; Rizka Maya Sari; Rosalia Dwi Werena
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kenyamanan suhu pada Gedung LTSIT berdasarkan standar SNI dengan suhu nyaman kamar sebesar 26,45°C. Pengukuran dilakukan pada tiga ruangan, yaitu R1, R2, dan R3, kemudian dibandingkan dengan suhu standar untuk memperoleh rasio parameter suhu. Hasil perhitungan menunjukkan rasio masing-masing ruangan sebesar 1,08, 0,95, dan 0,93, dengan total rasio suhu gedung sebesar 2,96. Nilai tersebut belum berada dalam interval ideal 2,97–3,03, sehingga kondisi kenyamanan suhu gedung belum sepenuhnya memenuhi standar. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian suhu, khususnya pada ruang R1, agar kenyamanan suhu dalam gedung mencapai kondisi ideal.