Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Passionate Love: Cinta yang Membara pada Remaja Annisa, Nida Muthi; Hermawan, Cyndi Fiolandha; Khoirunisa, Amalia
Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI)
Publisher : LPPM Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/jipsi.v5i2.772

Abstract

Remaja adalah suaatu tahapan dimana banyaknya perubahan termasuk adanya perubahan secara fisik terutama adanya kematangan pada organ seksual dan juga adanya perasaan tertarik pada lawan jenis yang lebih dibandingkan tahapan perkembangan sebelumnya. Keadaan remaja yang tertarik dengan lawan jenis dan cenderung menggebu-gebu ini juga berkaitan dengan rasa cinta yang dirasakan oleh remaja pada pasangannya. Rasa cinta pada pasangan yang dirasakan remaja cenderung masuk pada jenis passionate love. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 130 remaja dan passionate love diukur dengan alat ukur passionate love yang diadaptasi oleh peneliti. Hasil dari penelitian ini adalah remaja memiliki tingkat passionate love yang tinggi. Hal ini dapat diartikan bahwa remaja cenderung mengekspresikan emosi yang mendalam, tingkat seksualitas yang tinggi pada pasangannya, juga ada rasa keterhubungan yang tinggi dengan pasangan. Selain itu juga remaja cenderung melakukan tindakan romantis serta ingin menghabiskan waktu bersama dengan pasangan lebih lama.
Marriage Readiness and Fear of Commitment in Unmarried Early Adults Annisa, Nida Muthi; Widhyastuti, Cahyaning; Hermawan, Cyndi Fiolandha; Amos, Amos; Nahrudin, Muhammad Novan Rhamdani
Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI) Vol 6 No 2 (2024): Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI)
Publisher : LPPM Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/jipsi.v6i2.999

Abstract

Individu dewasa perlu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tahapan baru yaitu sebuah hubungan pernikahan. Namun, terkadang ada hal yang membuat individu dewasa merasa takut untuk bisa membangun pernikahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara marriage readiness dan fear of commitment pada dewasa awal yang belum menikah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif korelasional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik convenience sampling dan didapatkan sebanyak 184 orang dewasa awal yang belum menikah. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sukoon Marital Readiness Scale dan Fear of Relationship Commitment Scale. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis pearson product moment dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.00 (p<0.05). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat hubungan antara marriage readiness dan fear of commitment pada dewasa awal yang belum menikah.
Pengaruh Psikoedukasi BERSIAGA (Berani dan Siap Berkeluarga) untuk Menumbuhkan Ekspektasi Pernikahan yang Positif pada Dewasa Awal Putri, Pradiptya Septyanti; Annisa, Nida Muthi; Putri, Salsabilla D.; J. S, Anggun Zachra; Hartadi, Sendi S.
Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI) Vol 6 No 2 (2024): Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Psikologi (JIPSI)
Publisher : LPPM Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/jipsi.v6i2.1017

Abstract

Banyak fenomena takut akan menikah yang terjadi saat ini, berkaitan dengan bagaimana ekspektasi terhadap pernikahan yang mereka miliki. Salah satu cara agar dapat menumbuhkan ekspektasi pernikahan yang positif agar individu dewasa awal tidak takut akan pernikahan adalah dengan memberi sebuah Psikoedukasi yang bertema BERSIAGA. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui pengaruh Psikoedukasi BERSIAGA terhadap Ekspektasi Pernikahan pada dewasa awal. Subjek penelitian ini berjumlah 30 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data menggunakan marital expectation questionnaire (MEQ). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda paired simple T-test dengan bantuan SPSS 29. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Psikoedukasi BERSIAGA berpengaruh secara signifikan terhadap ekspektasi pernikahan pada individu dewasa awal. Kata Kunci: Dewasa Awal , Ekspektasi Pernikahan, Psikoedukasi,
Grit dan Mindfulness pada Mahasiswa yang Bekerja di Kota Bandung Oktapiana, Diana; Annisa, Nida Muthi; Firdasannah, Astri
Mediapsi Vol 10 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2024.0010.02.1007

Abstract

There are various reasons various reasons why students choose to study while working, despite the risks involved. Students who work take on dual roles as both workers and students, requiring them to remain enthusiastic and focused in order to successfully complete their studies. This study aims to examine the relationship between grit and mindfulness in students who work in the city of Bandung. It employs a quantitative method with a correlational design. The research subjects were 184 active undergraduate regular class students who were studying while working in the city of Bandung with an age range of 18-25 years. Data were collected using the grit scale and the Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS). The data analysis technique used is Product Moment correlation technique.  The results revealed a positive, albeit weak, relationship between grit and mindfulness among working students in Bandung. In other words, higher levels of grit are associated with greater mindfulness, while lower levels of grit correspond to reduced mindfulness.
PSIKOEDUKASI BERSIAGA UNTUK MENUMBUHKAN KESIAPAN MENGHADAPI KEHIDUPAN PERNIKAHAN Annisa, Nida Muthi; Hermawan, Cyndi Fiolandha; Amos, Amos; Nahrudin, Muhammad Novan Rhamdani
Jurnal Sosial & Abdimas Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sosial & Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/74wfva20

Abstract

A marriage bond needs to be built and formed from the readiness of each individual to build a family. In Indonesia, there is a phenomenon of postponement of marriage. Many young people aged 16-30 years have decided to postpone marriage which is supported by a decrease in the marriage rate in the last 10 years. In addition to the decrease in the marriage rate, it is also marked by an increase in the divorce rate in the 2021-2022 period. Based on this phenomenon, indicates a lack of community readiness in building a marriage bond. Marriage readiness is important to have to form a family that is good physically, socially emotionally, sexually, morally and committed. Psychoeducation related to marriage preparation is one way to form marriage readiness. The purpose of implementing this PKM activity is to change negative perceptions about marriage and provide an understanding of marriage preparation for unmarried young adults. The results of the pretest and posttest given obtained a higher mean posttest value compared to the pretest. Based on the evaluation of the activities given to the participants, psychoeducation was able to provide a better perception of marriage and increase early adult understanding of preparation for building a marriage. This indicates that psychoeducation can provide new understanding information for early adult individuals' marriage readiness. Suatu ikatan pernikahan perlu dibangun dan dibentuk dari adanya kesiapan masing-masing individu dalam membangun sebuah keluarga. Di Indonesia terdapat fenomena penundaan pernikahan. Pemuda di usia 16-30 tahun banyak yang memutuskan untuk menunda pernikahan yang didukung dengan penurunan angka pernikahan pada 10 tahun terakhir. Selain penurunan angka pernikahan juga ditandai dengan peningkatan angka perceraian di kurung waktu tahun 2021-2022. Berdasarkan fenomena tersebut mengindikasikan kurangnya kesiapan masyarakat dalam membangun ikatan pernikahan. Marriage readiness penting dimiliki agar dapat terbentuk keluarga yang baik secara fisik, sosial emosional, seksual, moral dan komitmen. Psikoedukasi yang berkaitan dengan persiapan pernikahan merupakan salah satu cara membentuk marriage readiness. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah untuk mengubah persepsi negatif tentang pernikahans serta memberikan pemahaman tentang persiapan pernikahan pada dewasa awal yang belum menikah. Berdasarkan evaluasi kegiatan yang diberikan pada peserta, psikoedukasi mampu untuk memberikan persepsi yang lebih baik tentang pernikahan serta menambah pemahaman dewasa awal tentang persiapan membangun sebuah pernikahan.
“BERSAMA DAN BAHAGIA”: PERAN CO-PARENTING DAN COUPLE CONFLICT TERHADAP RELATIONSHIP FLOURISHING PADA AYAH: “Together and Be Happy”: The Role of Co-parenting and Couple Conflict on Father’s Relationship Flourishing Annisa, Nida Muthi; Widhyastuti, Cahyaning
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.2.195

Abstract

Seorang ayah dalam memenuhi kebutuhan keluarga, juga berperan dalam pengasuhan anak, sehingga kondisi ini dapat berdampak pada kondisi psikologis ayah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran co-parenting dan konflik pasangan terhadap relationship flourishing pada ayah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen. Responden penelitian berjumlah 209 orang ayah dengan rentang usia 27–47 tahun (M=33,3 tahun) yang diperoleh dengan metode convenience sampling. Proses pengambilan data penelitian dengan self-report questionnaire yang di dalamnya terdiri dari skala co-parenting (35 butir; α=0,780), konflik pasangan (tujuh butir; α=0,801) dan relationship flourishing (12 butir; α=0,871). Analisis data penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-parenting dan konflik yang terjadi pada pasangan secara simultan berpengaruh terhadap relationship flourishing pada ayah. Hal itu berarti bahwa ayah yang menilai hubungan dengan pasangan berlandaskan keterbukaan, saling memotivasi dan komunikasi yang baik akan membuat hubungan mencapai tahap yang berkualitas (flourishing). Lebih lanjut lagi, ketika kerja sama pengasuhan terjalin antar pasangan dan pasangan suami istri dapat meminimalisir konflik maka dapat menciptakan hubungan yang berkualitas.
Attitudes Toward Marriage and Gender Roles as Predictors of Parenting Sense of Competence in Unmarried Early Adulthood Annisa, Nida Muthi; Limin, Debby Sutanti; Widhyastuti, Cahyaning; Putri, Pradiptya S
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 5 No. 4 (2025): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v5i4.1088

Abstract

This study aims to examine attitudes toward marriage (ATM) and gender roles as predictors of parenting sense of competence (PSOC) among unmarried individuals in early adulthood. A quantitative approach was employed using multiple linear regression analysis. The participants consisted of 97 unmarried early adults. The results showed that attitudes toward marriage (MAS) and gender role attitude (GRA) significantly predicted parenting sense of competence (F(2,94) = 6.272, p = .003). The coefficient of determination (R²) was .118, indicating that the two independent variables accounted for 11.8% of the variance in PSOC. Although the predictive contribution is relatively low, the findings suggest that attitudes toward marriage and gender roles are meaningful factors in shaping parenting competence, even among individuals without direct parenting experience. These results provide valuable insights for educational interventions and parenting preparation programs targeting early adulthood populations.
The Effectiveness of Traditional Congklak Game To Improve Counting Skills Elementary School Children Lutfiah, Duri; Lestari, Salwa Gita; Ananda, Deva Teja; Annisa, Nida Muthi; Nurhasanah, Fitriani; Supriatna, Anggun Zachra Julaiha
International Journal of Ethno-Sciences and Education Research Vol. 5 No. 4 (2025): International Journal of Ethno-Sciences and Education Research (IJEER)
Publisher : Research Collaboration Community (Rescollacom)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijeer.v5i4.1094

Abstract

The low counting skills of first-grade students at SDN Tarumsari are often associated with monotonous learning methods and the lack of use of concrete media that suits their cognitive development stage. This study aims to examine the effect of traditional congklak games on the counting skills of first-grade elementary school students. The study employed a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Eight students (four males and four females) were selected through purposive sampling based on their numeracy abilities. The instrument used was a simple math test. The results showed a significant difference between the mean scores of the pretest (95.13) and posttest (92.63) based on the paired sample t-test with a significance value of 0.028 (p < 0.05). Although the posttest score was slightly lower statistically, it still indicates that the use of congklak was able to provide cognitive stimulation involving concrete activities and direct interaction, which had an impact on students' counting skills.