Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN USIA MENOPAUSE DI PUSKESMAS KECAMATAN ALASA Haslin, Sharfina; Megawati Sitorus, Friska; Sembiring, Rinawati
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jidan.v3i2.643

Abstract

Wanita memasuki masa menopause dengan usia yang berbeda beda tergantung pada faktor faktor yang mempengaruhinyaseperti menarche,psikis,jumlahanak,usia melahirkan,pemakaiankostrasepsi,merokok dan sosial ekonomi.Gangguan kesehatan yang merupakan risiko dari kejadian menopause dini diantaranya osteoporosis dan masalah jantung. Sebagian ibu mengeluh tidak dapat haid terutama pemakaian KB suntik3 bulan dan lambatnya kesuburan lagi setelah memakai KBsuntik dalam waktu yang lama. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah observasional dengan menggunkan desain cross sectionaldimana peneliti melakukan observasi/pengukuran variabel dependent dan independent dilakukan pada waktu yang sama. Uji statistik chi-square digunkan untuk mengetahui adanya hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan usia menopause. Setelah dilakukan penelitian terhadap 40 responden,pembahasan menganai hubungan pengggunaan KB suntik 3 bulan dengan usia menopause di UPTD Puskesmas Kecamatan Alasa Kabupaten NiasUtara. Hubungan penggunaan KB suntik 3 bulan dengan usia menopause P-value 0,000. Untuk mengukur menopause seseorang sebaiknya disertakan hasil pemeriksaan hormone reproduksi di dalam tubuh seorang wanita. Bagi petugas Kesehatan hendaknya aktif dalam sosialisasi tentang efek samping penggunaan KB hormonal jangka panjang.
Pelaksanaan Prenatal Yoga Pada Ibu Hamil di TPMB Theresia Anggriani Kota Bangun Medan Deli Haslin, Sharfina; Simanjuntak, Netti Meilani; Lestari, Puja
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1149

Abstract

Nyeri punggung merupakan nyeri dibagian lumbosacraldan nyeri punggung diakibatkan oleh regangan otot akar saraf dan biasanya dirasakan sebagai rasa sakit, tegangan, atau rasa kaku di bagian punggung. Ada beberapa cara untuk mengatasi nyeri punggung salah satunya dengan metode non-farmakologi seperti teknik akupuntur, massagepunggung, dan prenatalyoga.Prenatalyoga merupakan salah satu olahraga yang dapat dilakukan ibu hamil, karena dengan sering melakukan prenatalyoga dimana gerakan - gerakan yang dapat meminimalkan bahkan menghilangkan ketidaknyamanan yang sering dirasakan selama masa kehamilan, dengan begitu rasa nyeri akan berkurang dan pergerakan tubuh akan terasa nyaman. Metode yang digunakaan adalah memberikan informasi (ceramah) dan melaksanakan prenatal yogasebagai upaya menurunkan skala nyeri punggung. Pelaksanaan di lakukan di TPMB Theresia Anggriani pada bulan November 2023 yang diikuti oleh 34 ibu hamil. Kegiatan ini terlaksana dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan mengharapkan pelaksanaan prenatal yogaini dapat menurunkan skala nyeri punggung dan dapat mencegah kompilkasi pada kehamilan.
Improving Knowledge Of Prebiotic Food Sources Among Pregnant Women To Prevent Anemia Haslin, Sharfina; Simanjuntak, Netti Meilani; Aritonang, Juneris; Simaremare, Ernawati; Hulu, Lenyi Risdayanti; Lestari, Anisa
Outline Journal of Community Development Vol. 3 No. 2: November 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/bd900h74

Abstract

Anemia during pregnancy remains a significant public health concern, affecting both maternal and fetal health. Adequate intake of prebiotic foods has been suggested as a strategy to improve intestinal health and enhance iron absorption, thereby contributing to anemia prevention. This study aimed to improve pregnant women’s knowledge about prebiotic food sources as a preventive measure against anemia. The intervention employed interactive educational sessions, including lectures, discussions, and demonstrations on the consumption of prebiotic foods. Participants were pregnant women registered at local community health posts or healthcare facilities. Knowledge levels were assessed using structured questionnaires before and after the intervention. The pre-test results indicated that nearly half of the participants (48%) had low knowledge, while only 16% demonstrated high knowledge. Following the educational intervention, knowledge improved significantly, with 68% of participants achieving a high knowledge level and only 8% remaining in the low category. These findings indicate that targeted educational programs on prebiotic food consumption effectively enhance pregnant women’s understanding of anemia prevention. Increasing awareness and knowledge about prebiotic foods can encourage healthier dietary practices, ultimately contributing to a reduction in anemia prevalence during pregnancy.
SMART INFRARED THERAPY: OPTIMALISASI TIMER DAN SENSOR IOT UNTUK EFEKTIVITAS MAKSIMAL DALAM PENGEMBANGAN ALAT ELEKTROMEDIK Primasyukra, Mhd Aldi; Ulina, Sri; Haslin, Sharfina; Syahputra, Muhammad Fahri; Malau, Roma Kristian
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8353

Abstract

Infrared therapy is widely used in medical rehabilitation; however, uncontrolled temperature, distance, and duration may reduce its effectiveness and increase patient risk. This study aims to implement a Smart Infrared Therapy system based on the ESP8266 microcontroller, integrating the MLX90614 temperature sensor, the HC-SR04 distance sensor, and the Blynk IoT platform to enhance safety and precision. The system is designed to monitor skin surface temperature and patient distance in real-time, control therapy duration through an automatic timer, and provide immediate notifications when safety thresholds are exceeded. The evaluation focused on three main aspects: temperature measurement accuracy, distance detection accuracy, and IoT–timer integration performance. Results show that the MLX90614 sensor achieved a maximum error of 0.82% with a response time of
PENGARUH LATIHAN PUNGGUNG TERHADAP KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU PREMENOPAUSE Sharfina Haslin; Netti Meilani Simanjuntak
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v6i2.137

Abstract

Latar belakang; Premenopause merupakan suatu fase transisi yang dialami para perempuan dalam menuju masa menopause usia 40–50 tahun. Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan yang sering dialami ibu premenopause yang disebabkan karena menurunnya kadar hormonal estrogen dari ovarium. Tujuan; untuk mengetahui pengaruh latihan punggung terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada ibu premenopause di Puskesmas Buhit. Metode; jenis penelitian adalah pre-eksperiment dengan menggunakan rancangan one-group pretest-postest design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir pada bulan Oktober 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu premenopause yang mempunyai keluhan nyeri punggung bawah di Puskesmas Buhit sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian adalah dengan menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan dalam mengukur skala nyeri adalah skala ukur bourbanis. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan uji statistic uji t-dependent. Hasil; Mayoritas ibu premenopause sebelum dilakukan latihan punggung mengalami nyeri sedang sebanyak 61 orang (50%) dan setelah dilakukan latihan punggung didapatkan mayoritas nyeri punggung ibu premenopause dengan kategori nyeri ringan sebanyak 21 orang (65,6%). Kesimpulan; Terdapat pengaruh latihan punggung terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada ibu premenopause di Puskesmas Buhit.
Nature-Based Motor Stimulation to Improve Gross Motor Development for Stunting Prevention in Early Childhood Eleonora, Ruth Donda; Sinaga, Lia Rosa Veronika; Aritonang, Juneris; Haslin, Sharfina; Lidian Putri Harita
Journal of Science and Education (JSE) Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Science and Education (JSE)
Publisher : CV. Media Digital Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58905/jse.v6i2.648

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with prevalence still above the WHO target. Most prevention strategies focus on nutritional interventions, while motor stimulation in early childhood is often overlooked. This study aims to analyze the effectiveness of nature-based motor stimulation in improving gross motor development and supporting stunting prevention in early childhood. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach , conducted in Bangun Sari Village, Deli Serdang Regency, involving 27 children aged 3–5 years using a total sampling technique. The intervention, in the form of structured outdoor motor stimulation activities using natural elements (soil, water, rocks, plants), was carried out three times a week for five weeks. Anthropometric data, gross motor development, and physical activity patterns were collected before and after the intervention. Analysis used a paired t-test or Wilcoxon test. The results showed a significant increase in gross motor skills (p < 0.01), physical activity (p < 0.05), and a positive trend in nutritional status. These findings demonstrate that nature-based motor stimulation is effective in enhancing gross motor development and can be a holistic strategy for preventing stunting in early childhood.
The Effect of Andaliman Aromatherapy (Zanthoxylum acanthopodium Dc) on Pre-Delivery Anxiety Aritonang, Juneris; Haslin, Sharfina; Br. Surbakti, Ayu Agita
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v8i1.4201

Abstract

Background: Anxiety is common in the third trimester. Globally, untreated anxiety affects 15–25% of pregnant women, with adverse effects on maternal health, labor, and fetal outcomes. Inhalation aromatherapy is a non-pharmacological intervention. Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC), containing α-pinene, limonene, geraniol, citronellol, and geranyl acetate, shows therapeutic potential. This study aimed to evaluate the effect of inhalation aromatherapy with andaliman essential oil on pre-delivery anxiety in pregnant women. Method: This pre-experimental study used a one-group pretest–posttest design. Thirteen third-trimester primigravida women at PMB Rika Fadilah Marelan in 2024 were recruited using a total sampling approach. Anxiety was confirmed using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Participants inhaled five drops of andaliman essential oil diluted in 20 ml of water for 15 minutes, twice in one week. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Result: The mean pre-test anxiety score was 30.08 ± 4.591 (range 23–37), indicating moderate to severe anxiety. After the intervention, the mean score decreased significantly to 19.85 ± 2.734 (range 15–24), corresponding to mild to moderate anxiety (p = 0.000). Conclusion: Inhalation aromatherapy with andaliman essential oil effectively reduced anxiety in pregnant women before delivery and may serve as a safe, practical, and culturally acceptable complementary intervention.
Hubungan Asupan Makanan Sumber Prebiotik dengan Status Anemia pada Ibu Hamil: Studi Analitik pada Ibu Hamil Trimester II di PMB Herlina Tanjung Haslin, Sharfina; Simanjuntak, Netti Meilani; Aritonang, Juneris; Simaremare, Ernawati
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 5 No. 02 (2026): Article In Press - Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v5i02.1336

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan dapat memengaruhi kesehatan ibu serta janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan sumber prebiotik lokal dengan status anemia pada ibu hamil trimester II. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif analitik dengan sampel 37 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner frekuensi konsumsi makanan prebiotik dan pemeriksaan hemoglobin untuk menilai status anemia. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menentukan hubungan antara asupan prebiotik dan status anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan prebiotik berhubungan signifikan dengan status anemia (p < 0,001), dengan ibu hamil yang memiliki asupan rendah lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan dengan yang memiliki asupan sedang atau tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi makanan lokal kaya prebiotik dalam pola makan ibu hamil sebagai strategi tambahan untuk pencegahan anemia. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman pengaruh makanan sumber prebiotik terhadap status gizi dan anemia pada ibu hamil, serta dapat menjadi dasar untuk intervensi gizi berbasis masyarakat. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan desain longitudinal atau intervensional dengan sampel lebih besar dan memasukkan penilaian mikrobiota usus untuk memperkuat pemahaman mekanisme biologis.