Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rancang Bangun Tempat Sampah Pemilah Otomatis Berbasis Arduino Ramadhan, Boby Alfiandy; Rizianiza, Illa; Manta, Faisal
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 2 (2022): Volume 17, Nomor 2, Agustus 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i2.3283

Abstract

Perkembangan teknologi yang sampai saat ini semakin maju dan canggih menyebabkan perubahan kebiasaan terhadap masyarakat, karena saat ini berbagai macam kegiatan yang dilakukan masyarakat lebih mudah untuk digunakan. Saat ini kesadaran dari masyarakat masih sangat rendah khususnya dalam hal menjaga kebersihan lingkungan. Faktor yang mempengaruhi masyarakat membuang sampah di sekitar antara lain kurangnya tempat sampah yang tersedia di tempat umum, tempat sampah yang penuh dan jarak tempat sampah yang relatif jauh dijangkau sehingga masyarakat lebih memilih membuang sampah di lingkungan sekitar. Dari segi inovasi agar tempat sampah kedepannya lebih praktis, beberapa hal yang dapat diterapkan pada tempat sampah saat ini seperti pembuka tutup tempat sampah otomatis dengan menggunakan sensor ultrasonik  sebagai sensor objek dan memberikan infomasi terhadap volume pada tempat sampah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pengaruh sudut, jarak, volume dari sensor ultrasonik. Menganalisa kinerja metal detector sebagai sensor logam dan motor servo sebagai penggerak mekanis. Metode yang digunakan yaitu dengan mencari nilai error pada sistem deteksi sensor. Hasil penelitian sensor ultrasonik (1, 2, 3) pada sudut 0°, 90°, 180° terbaca pada jarak 200 cm serta tidak mendeteksi pada jarak 400 cm dan pada sudut 45°, 135° tidak terdeteksi pada jarak 200 cm dan 400 cm. Metal detector pemilah sampah kertas memiliki persentase respon 85%, kardus memiliki persentase respon 92%, bedak bayi memiliki persentase respon 97%, botol plastik memiliki persentase respon 95%, minuman kaleng memiliki persentase respon 100% dan kaleng susu memiliki persentase respon 100%. Sensor ultrasonik (4, 5, 6) dapat mendeteksi objek dan volume pada tempat sampah. Motor servo (1) memiliki persentase error 3%, motor servo (2) memiliki persentase error 16% dan motor servo (3) memiliki persentase error 33%.
ANALISIS PENGARUH DIAMETER SPRUE TERHADAP CACAT POROSITAS DAN KEKUATAN TEKAN PADA CORAN ALUMINIUM HASIL CETAKAN PASIR Manta, Faisal; Cahyadi, Achmad Irfan
Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi dan Otomotif Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Teknologi Manufaktur, Energi, dan Otomotif
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jinggo.v2i2.2024.90-103

Abstract

Dewasa ini, teknik pengecoran terus mengalami perkembangan guna menghasilkan produk cor yang berkualitas. Metode Sand Casting adalah salah satu metode pengecoran yang banyak digunakan karena metode ini terbilang sederhana dan juga metode yang biaya produksinya murah. Salah satu hal yang berpengaruh terhadap kualitas hasil coran adalah sistem saluran (gating system) yang baik. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi ukuran diameter sprue terhadap porositas dan kekuatan tekan produk cor. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Variasi sprue yang digunakan adalah 13, 18, 23, 28, dan 33 mm. Pada setiap variasi dilakukan 3 kali pengulangan sehingga ada 15 spesimen yang diuji dengan tambahan 5 spesimen untuk pengamatan porositas. Setelah dilakukan pengujian dan perhitungan didapatkan variasi 33 mm memiliki nilai persentase porositas paling kecil dan memiliki kekutan tekan yang paling besar. Nilai rata-rata persentase porositas sebesar 4,14 % dan nilai kekuatan tekan sebesar 276.47 MPa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa diameter sprue mempengaruhi porositas dan kekuatan tekan produk cor tersebut. Bahwa semakin besar diameter sprue-nya maka semakin kecil porositasnya dan semakin besar kekuatan tekannya..
ANALISIS PENGELASAN KOMBINASI GMAW DAN FCAW PADA BAJA ASTM A36 TERHADAP SIFAT MEKANI Manta, Faisal; Wiguna, Ahmad Zulfikar Patria; Pratama, Kafinra; Haliq, Ridwan
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v11i1.278

Abstract

A36 steel as raw material for heavy equipment attachments, such as blades and buckets. Gas Metal Arc Welding (GMAW) and Flux-Cored Arc Welding (FCAW) are used for the connection. High heat input and weld metal protection mechanisms are suitable for joining thick plates, however, in the field, malfunctions were found due to damage to the weld joint. To overcome this problem, research was carried out on two welding techniques to obtain optimal joint strength values. The research uses GMAW, FCAW and combination welding to join A36 steel with a V-beam angle of 60°. On the welding results, Magnetic Particle Inspection (MPI) and bending tests will be carried out. MPI testing states combination welding meets the requirements of the AWS1015 standard. The highest bending strength in FCAW welding was 160,419 MPa and the lowest in GMAW was 71,724 MPa, while combination welding was 113,312 MPa. The difference in value is influenced by the phases formed from each welding method visible in the microphotographs in the weld metal, HAZ and base metal areas.
Pengaruh Variasi Waktu Pegeringan dan Campuran Cangkang Kelapa Sawit dan Buah Pinus terhadap Karakteristik Biomassa Radyantho, Kholiq Deliasgarin; Rusdan, Adnan; Suanggana, Doddy; Arifin, Ahmad Anas; Haryono, Hadhimas Dwi; Manta, Faisal
JURNAL CRANKSHAFT Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Crankshaft Vol.7 No.4 (2024)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v7i4.13946

Abstract

Menurut International Energy Agency (IEA), permintaan energi dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 45% hingga tahun 2030, dengan sekitar 80% kebutuhan energi masih dipenuhi oleh bahan bakar fosil. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan energi alternatif menjadi sangat mendesak, dan biomassa menjadi salah satu solusi utama. Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari bahan organik yang dapat diperbarui dalam waktu singkat, serta memiliki manfaat seperti menjadi bahan bakar pembangkit listrik dan mengurangi limbah organik yang belum dimanfaatkan dengan baik. Salah satu limbah organik yang kurang dimanfaatkan adalah limbah pengolahan kelapa sawit, seperti cangkang sawit, serta limbah buah pinus karena ketersediaannya dari industri sawit dan hutan pinus, serta kemampuannya mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi komposisi campuran dan waktu pengeringan terhadap kadar air, nilai kalor, dan kadar abu biomassa/biobriket dari campuran cangkang kelapa sawit dan buah pinus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa dengan komposisi KC4 memiliki kadar air tertinggi (11,89%) dan tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 1683:2021, sementara komposisi lainnya memenuhi standar kadar air. Dalam pengujian kadar abu, semua variasi komposisi dan waktu pengeringan melebihi standar SNI (≥ 10%). Namun, pada pengujian nilai kalor, semua variasi memenuhi standar SNI, dengan nilai tertinggi pada WP3 (6643,18 cal/g). Analisis ANOVA menunjukkan bahwa baik variasi komposisi campuran maupun waktu pengeringan secara signifikan memengaruhi kadar air dan kadar abu, namun hanya waktu pengeringan yang signifikan memengaruhi nilai kalor biomassa.
ANALISIS PERUBAHAN KECEPATAN SPINDLE TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEAUSAN PAHAT PADA PEMBUBUTAN BAJA AISI 4340 Manta, Faisal; Artika, Kurnia Dwi; Radyantho, Kholiq Deliasgarin; Taufiq
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v11i2.210

Abstract

The cutting quality of a lathe is influenced by various cutting parameters. Spindle speed is the main parameter that influences the level of surface roughness and tool wear. The research aims to understand the impact of using a VNMG 160408-MA type insert tool in cutting AISI 4340 steel on surface roughness and tool wear values. The spindle speeds used are 190 rpm, 300 rpm, 460 rpm, 755 rpm, 1,255 rpm, feed rate 0.209 mm/rev, and cutting depth 0.5 mm. Experimental methods were used in the research. The research results showed that variations in spindle speed had a significant effect on surface roughness, tool wear and cutting temperature as evidenced by the P-Value < 0.05. At a value at a spindle speed of 190 rpm, the surface roughness value was 6.195 μm, tool wear was 0.002 grams and tool temperature was 48.178 °C. The spindle speed value of 1,255 rpm measured a surface roughness value of 1.971 μm, tool wear of 0.053 grams, and tool temperature of 90.389 °C.
Filter Air Sederhana untuk Kebutuhan Air Bersih Warga Jalan Sei Wain RT 36, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara Manta, Faisal; Suanggana, Doddy; Dwi H, Hadhimas; Haliq, Ridwan; Sa’adiyah, Devy Setiorini; Rahmany, Rijal Surya; Batubara, Yongki Christandi; Sujana, I Made Ivan Wiyarta Cakra; Zufadli, Muhammad Syahmi; Hidayat, Dinda Khoirunnisa; Marshantya, Defiana; Syaharani, Destyana Putri; Stofani, Dhio; Rajagukguk, Grendy Ary Krishna; Yuike, Ariesta; Saputra, Ferry Adi
Abdimas Universal Vol. 7 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v7i1.1791

Abstract

Kalimantan Institute of Technology (ITK) 2024 service activities will be held on Jl. Sei Wain RT. 36 Kel. Karang Joang, Kec. Balikpapan Utara, Balikpapan City, East Kalimantan was compiled based on the partner's problem, namely the availability of clean water in the area. The use of unclean water has an impact on the health quality of residents of RT 36, such as irritation and itching on residents' skin. Based on these problems, the ITK community service team decided to create appropriate technology, is a simple water filter that can improve the quality of clean water for residents of RT 36. Community service activities begin with field reviews, partner coordination, mapping of problems and solutions such as water quality tests used by partners, literature studies on the appropriate technology applied, water filter design and material purchases, filter manufacturing on site with partners, water quality testing of filtered results, measuring the impact of the application of appropriate technology on partners, closing the event at the partner's location. Based on a visual inspection of the filtered groundwater of RT 36 residents, it is known that the color of the water has become clearer, reducing the smell of iron and dissolved sediment. The results of the questionnaire stated that 80% agreed that the application of water filters provided benefits and improved water quality, but 35% of residents had difficulty in assembling and making the water filters.
Analisis Pahat LA 485-1 Pada Pembubutan Baja ST41 Terhadap Variasi Kedalaman Pemakanan Manta, Faisal; Matarru , Andre Amba; Nazhir , Alfah
Majamecha Vol. 5 No. 2 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i2.2965

Abstract

Baja LA 485 merupakan baja paduan dengan sifat khusus yaitu ketahanan terhadap panas dan gesekan. Sifat tersebut dapat ditingkatkan dengan proses perlakuan panas. Maka penggunaan baja LA 485 pada komponen bantalan sebagai bahan pahat mungkin untuk dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan baja LA 485sebagai pahat bubut terhadap benda kerja ST-41. Variasi kedalaman pemakanan 0,2 mm , 0,5 mm, 0,7 mm, 0,9 mm. digunakan untuk mengetahui tingkat ketahanan pahat. Nilai keausan pahat LA 485-1 dan kekasaran permukaan ST-41 di ukur sebagai data yang dianalisa sebagai unjuk kerja pahat LA 485. Penelitian menggunakan proses bubut dengan parameter kecepatan spindle 300 rpm dan gerak makan 0,1620 mm/rev. Penelitian dimulai dengan membentuk Pahat LA 485 dengan dimensi 15º sudut muka, 80º sudut potong dan 12º sudut geram. Uji kekerasan terhadap pahat LA 485 dilakukan setelah melalui proses perlakuan panas didapatkan nilai 1070 HV. Pembubutan dilakukan dengan menggunakan parameter dan variasi penelitian yang telah ditentukan. Maka Pada penelitian didapatkan bahwa nilai kekasaran permukaan terendah dan tertinggi yaitu mencapai 5.716µm dan 7.1µm masing- masing pada kedalaman pemakanan 0.2 mm dan 0.9 mm. Nilai Nilai keausan pahat terukur terendah dan tertinggi pada  kedalaman permukaan 0.2 mm dan 0.9 mm yaitu 0.006gr dan 0.0883gr. Bentuk keausan yang dominan tampak pada pahat  LA 485 adalah keausan tepi. Gaya potong yang diberikan pahat LA 485 meningkat seiring kenaikkan kedalaman pemakanan.
Analisis Temperatur Karbonisasi Pada Biobriket Cangkang Sawit Dengan Perekat Tepung Jagung Radyantho, Kholiq Deliasgarin; Iskandar, Muhammad; Qolbi, Selvia Nur; Sa'adiyah, Devy Setiorini; Suanggana, Doddy; Manta, Faisal
Majamecha Vol. 5 No. 2 (2023): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v5i2.2977

Abstract

Berdasarkan International Energy Agency (IEA), permintaan energi pada tahun 2030 diproyeksikan meningkat sebesar 45%, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,6%. Sekitar 80% kebutuhan energi dunia saat ini dipasok oleh bahan bakar fosil. Oleh karena itu, kebutuhan akan pengembangan sumber energi alternatif merupakan suatu keharusan. Salah satu sumber energi alternatif yang paling banyak digunakan adalah biomassa. Bahan organik seperti biowaste dapat dijadikan Biomassa. Biobriket merupakan salah satu contoh yang dapat dibuat dari bahan limbah seperti cangkang kelapa sawit yang dibuang dari industri kelapa sawit. Pada penelitian ini, karbonisasi dilakukan pada suhu yang berbeda: 700°C, 600°C, dan 500°C selama satu jam, dengan menggunakan tepung maizena sebagai bahan pengikat. Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada suhu karbonisasi 700°C, dengan Nilai Kalor sebesar 6821,09 kal/g, Kadar Air sebesar 4,56%, dan Volatile Matter sebesar 22,73%. Sedangkan nilai rata-rata terendah diperoleh pada suhu karbonisasi 500°C, dengan Nilai Kalor sebesar 6236,25 kal/g, Kadar Air sebesar 5,86%, dan Volatile Matter sebesar 44,26%. Dari penelitian saat ini, dapat disimpulkan bahwa suhu karbonisasi yang lebih tinggi menghasilkan kualitas biobriket yang lebih baik.
Analisis Preferensi Konsumen Pada Industri Rumah Tangga Kerupuk Udang Dengan Metode Analisis Konjoin Dalam Mengurangi Limbah Udang Di Penajam Paser Utara Endrawati, Budiani Fitria; Rahendaputri, Chandra Suryani; Manta, Faisal
Equiva Journal Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/equiva.v1i1.750

Abstract

Perikanan memegang peranan penting di Indonesia. Dari perikanan ini akan dihasilkan hasil samping berupa udang-udang kecil. Jika tidak ditangani dengan baik, udang ini bisa menjadi masalah limbah serius dari bau amis. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkannya sebagai kerupuk. Namun, penjualan kerupuk ini menghadapi beberapa masalah seperti penjualan yang rendah, dan terkadang tidak ada konsumen atau pasar. Di sisi lain, jika ditangani dengan baik dan memenuhi kebutuhan pelanggan, dapat menjadi solusi dari produk sampingan ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner kerupuk udang buatan ibu rumah tangga di RT 11 Kabupaten PPU Kalimantan Timur. Kuesioner ini digunakan untuk mendapatkan tingkat atribut dan untuk menganalisis tingkat kepentingan dengan menggunakan metode analisis konjoin. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk kerupuk udang, atribut kesesuaian memegang peranan penting. Berdasarkan tingkat atribut, konsumen lebih menyukai harga yang terjangkau, kualitas bahan utama yang baik, kerupuk dikonsumsi sebagai pelengkap makanan utama, kerupuk tidak berbau amis, memiliki label halal MUI, mudah didapatkan, dan kemasan yang rapi.
Analysis of Tool Wear and Surface Roughness in Turning ST41 by Insert Tool for Variation in Feed Rate Manta, Faisal; Artika, Kurnia Dwi; Gunawan, Gad
Sebatik Vol. 29 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i1.2609

Abstract

The turning process in manufacturing is used as the formation of cylindrical components, threads and drilling. ST41 steel has the ability to form, weld and treat, so it is used as a material for tools and automotive components. Insert tools with long life (live time), resistance to wear and high temperatures are better than conventional tools, making the type of insert tool used for various cutting processes. The quality of turning is determined by the selection of cutting parameters that are appropriate to the type of material being cut and the tool used. Lathe parameters are feed rate, cutting speed, deep cut. Feed rate parameters affect process time, surface roughness and tool wear. The use of excessive feed rate causes surface roughness outside tolerance and large tool wear. Therefore, research on ST 41 steel with insert tools to obtain optimal parameters is needed. Research using the experimental study method aims to analyze the effect of tool wear values ​​on changes in feed motion and surface roughness. Turning of ST41 steel on a GUT C0636D X 1000 lathe, CCMT 060204 insert tool, 0.6mm depth cut, 300 rpm cutting speed and feed rate variation of 0.1620, 0.3250, 0.8120 mm/rev. The results of the study measured the tool wear value increasing against feed rate and surface roughness. The highest tool wear value is 0.021 grams, namely with a feed rate variation of 0.8120 mm/rev, a surface roughness of 8.961 μm is obtained. The lowest tool wear value is 0.005 grams, namely with a feed rate of 0.6120 mm/rev, a surface roughness of 5.300 μm is obtained.