Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hydroponic cultivation training and its product processing for sustainable ecosystems in Lebakgede Area, Bandung City Muhammad Achirul Nanda; Sophia Dwiratna; Kharistya Amaru
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 1 (2023): February 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v1i1.8660

Abstract

Hydroponic cultivation is considered effective and efficient in terms of time, place, and cost. Postharvest handling must also be carried out properly, such as processing vegetables and fruit in hydroponic cultivation. Therefore, hydroponic plant cultivation training activities and the processing of their products play an essential role in urban communities, especially Lebakgede Area, Bandung City. In general, this service consisted of four main stages, including preparation and planning, implementation, evaluation, and follow-up. The investigation revealed that the majority of participants were housewives (43%), followed by community institutions (29%), others (14%), and entrepreneurs and civil servants (7%). In addition, 76% of participants were extremely satisfied, understanding, and interested in practicing hydroponic cultivation and processing its products. Based on the follow-up analysis, the participants have prepared a hydroponic house that will be managed together to support the supply of food ingredients in the Lebakgede Area Bandung City. This successful community service positively impacts the community by supplying high-quality vegetables. Therefore, this service activity can result in the formation of a sustainable hydroponic ecosystem and an increase in hydroponic expertise for future generations in Lebakgede Area, Bandung City.
ANALISIS NERACA AIR METODE THORNTHWAITE-MATHER PADA BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG MANIS MENGGUNAKAN SISTEM IRIGASI DAN MULSA Willy Rolasdo Sitanggang; Kharistya Amaru; Rizky Mulya Sampurno; Yogina Lestari Ayu S
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem budidaya tanaman jagung manis pada lahan kering ketika musim kemarau pasti akan mengalami tantangan mengenai kebutuhan air tanaman dan juga mengenai tingginya evapotranspirasi. Penerimaan jumlah air tanaman yang tidak optimal akan mempengaruhi hasil produksi yang kurang optimal juga. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi neraca air lahan dengan perlakuan interval irigasi tetes 1 hari, 2 hari dan 3 hari yang dikombinasikan dengan ketebalan mulsa jerami 5 cm, 7 cm dan 9 cm. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, yaitu dengan menganalisis neraca air metode Thornthwaite-Mather pada budidaya tanaman jagung manis dengan kombinasi perlakuan interval irigasi dan ketebalan mulsa dan juga menganalisis kombinasi perlakuan yang memiliki pertumbuhan dan produksi terbaik. Secara keseluruhan neraca air setiap plot memiliki beberapa minggu yang defisit tetapi defisit masih tergolong rendah yaitu 0.06-6.87 mm, berbeda dengan kontrol yang selama masa tanam sebagian besar perminggunya mengalami defisit neraca air. Kadar air tanah plot kombinasi perlakuan lebih baik dibandingkan dengan kontrol yang sebagian besar berada dibawah titik layu permanen. Pertumbuhan jagung manis terbaik dimiliki oleh plot interval irigasi 1 hari ketebalan mulsa jerami 7 cm (I1M7) dan produksi terbaik dimiliki oleh plot interval irigasi 2 hari dan ketebalan mulsa jerami 9 cm (I1M9)
KAJIAN KOMBINASI KETEBALAN MULSA DAN INTERVAL IRIGASI TETES DILAHAN KERING TERHADAP PRODUKTIVITAS JAGUNG MANIS Primus Metafaty Daeli; Chay Asdak; Kharistya Amaru
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu tanaman pangan yang disukai dan banyak diusahakan oleh masyarakat di Indonesia. Tingginya permintaan jagung manis tidak sebanding dengan jumlah produksi akibat penurunan produktivitasnya. Salah satu upaya untuk masalah tersebut adalah intensifikasi pertanian melalui pemanfaatan lahan kering. Keterbatasan ketersediaan air pada lahan kering dapat menghambat produktivitas jagung manis sehingga diperlukan upaya konservasi melalui kombinasi ketebalan mulsa dan interval irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi ketebalan mulsa dan interval irigasi terhadap produksi jagung manis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental tanpa pengulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ketebalan mulsa dan interval irigasi memberikan hasil yang berpengaruh nyata terhadap produksi jagung manis. Hasil analisis secara umum, kombinasi perlakuan ketebalan mulsa dan interval irigasi memberikan produksi yang lebih baik terhadap jagung manis dibanding dengan tanaman yang tidak diberi perlakuan. Pemberian ketebalan mulsa mampu memberikan lingkungan yang lembab dan suhu tanah optimal yang akan berpengaruh terhadap sistem perakaran, penyerapan air dan unsur hara, dan hasil panen. Interval irigasi 1 hari lebih baik dalam hal mencukupi kebutuhan air tanaman dimana selama masa tanam distribusi dan frekuensi curah hujan sangat rendah, sehingga dengan pemberian irigasi yang tidak terlalu lama maka tanaman jagung manis tetap dapat tumbuh dengan baik.
Identifikasi Perubahan Luasan Lahan di Wilayah Sub-DAS Cikeruh Menggunakan Citra Landsat 8 dengan Google Earth Engine (GEE): Identification of Changes in Land Area in the Cikeruh Sub-DAS Area Using Landsat 8 Imagery with Google Earth Engine (GEE) Aditya Rahman Lapian; Edy Suryadi; Kharistya Amaru
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 8 No. 2 (2023): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v8i2.5486

Abstract

Land cover information is the data neede in the management of watersheds. Identification to obtain land cover using a cloud-based spatial data processing platform Google Earth Engine (GEE). This study aims to identify changes in land area in the Cikeruh sub-watershed area by classifying them using a machine learning basis on GEE. Utilization of landsat imagery is applied in the operation of the Google Earth Engine (GEE) platform using landsat 8 imagery. The analysis method used is the interpretation of Support Vector Machine (SVM) imagery with the identified years since 2015 until 2020. This research still has deficiencies, especially in the validation of land cover classes and area mapped and analyzed.
Analisis Limpasan Permukaan (Runoff) Aktual pada Pertanian Lahan Kering di Sub DAS Cikeruh-Citarik Karmila Nindya; Kharistya Amaru; Sophia Dwiratna
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.266

Abstract

Lahan kering dengan kemiringan yang cukup tinggi memiliki potensi yang cukup besar terhadap limpasan permukaan yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya erosi. Sub DAS Cikeruh-Citarik merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi pertanian lahan kering yang cukup besar serta memiliki kemiringan yang cukup curam karena sebagian besar berada di kawasan gunung. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis volume limpasan permukaan (runoff) pada pertanian lahan kering di Kecamatan Cileunyi dengan kemiringan 8%, 14%, dan 20% serta Kecamatan Tanjungsari dengan kemiringan 5%, 12%, dan 18%. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan pengamatan limpasan permukaan (runoff) pada plot erosi dengan kemiringan yang berbeda. Berdasarkan hasil analisis, besar curah hujan dan tingkat kemiringan dapat mempengaruhi besar limpasan permukaan. Jumlah limpasan permukaan aktual tertinggi selama masa tanam pada plot lahan  Cileunyi dengan kemiringan 20% yaitu sebesar 71,53 mm sedangkan pada lahan Tanjungsari terdapat pada plot dengan kemiringan lahan 18% yaitu sebesar 207,37 mm. Metode terasering dapat digunakan sebagai salah satu upaya pemeliharaan dan konservasi pada lahan pertanian dengan kemiringan yang curam
Kajian Karakteristik Proses Pengomposan Limbah Tanaman Jagung Yang Diberi Tambahan Kipahit Dan Pupuk Kandang Kambing Sophia Dwiratna; Edy Suryadi; Dwi Rustam Kendarto; Kharistya Amaru; Wahyu Kristian Sugandi; Azhari Dwi Pramesti
Rona Teknik Pertanian Vol 14, No 2 (2021): Volume 14, No.2, Oktober 2021
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v14i2.22483

Abstract

Abstrak. Limbah pertanian jagung yang belum dimanfaatkan dengan baik dapat menyebabkan timbunan limbah yang mempersempit area penanaman selanjutnya. Salah satu pemanfaatan limbah tanaman jagung adalah dengan cara dikomposkan. Pengomposan dilakukan dengan penambahan tanaman kipahit dan pupuk kandang kambing untuk mengoptimalkan proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik proses pengomposan menggunakan metode berkeley. Pengamatan dilakukan pada pengondisian bahan awal kompos dengan rasio C/N 30, 35 dan 40. Penelitian mendapatkan semakin rendah penyesuaian rasio C/N awal pengomposan maka suhu puncak proses pengomposan semakin tinggi. Proses pengomposan membentuk fase termofilik dengan titik tertinggi 63,3oC pada bioreaktor A. Proses pengomposan pada bioreaktor B  mengalami fase termofilik paling lama yaitu 18 hari dan reduksi volume terbanyak yaitu 78,9%. Akhir pengomposan pada bioreaktor A, B dan C menghasilkan pH yang alkali dan rasio C/N  berturut-turut 13,5, 10 dan 15,5. Parameter di atas telah sesuai dengan standar baku mutu kriteria pupuk organik padat SNI 7763:2018.Characteristics Study Of Corn Waste Composting Process With Tithonia And Sheep Manure Addition Abstract. Corn waste that was not used properly into waste stack which will reduce the area of the upcoming planting. Composting is one of the ways for corn waste management. Corn waste composting is carried out by adding tithonia and goat manure to optimize the process. The objective of the study is to determine the characteristics of composting process by using the Berkeley method. The observations were undertaken at various initial composting material C/N ratio 30, 35 and 40. Base on the study result, the lower C/N ratio, the higher thermophilic peak.. The composting process forms the highest peak temperature thermophilic  at 63.3oC in bioreactor A. The composting process in bioreactor B has longest thermophilic phase (18 days) and the biggest reduction (78.9%). The last characteristics were observed are composting process in bioreactor A, B and C results in alkaline pH and  C/N ratio 13.5, 10, and 15.5, respectively. The parameters above have qualified SNI 7763:2018.
PEMETAAN SEBARAN LOKASI EROSI DAN KONSERVASI TANAH DAN AIR DI DAERAH TANGKAPAN AIR EMBUNG LEUWI PADJADJARAN II Putri Rebekka; Kharistya Amaru; Edy Suryadi
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 27, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jtpa.27.2.210-220.2023

Abstract

Embung Leuwi Padjadjaran II merupakan bangunan penampung air yang berlokasi di Desa Cileles, Jatinangor. Pembangunan embung ini bertujuan untuk menghindari terjadinya banjir saat musim hujan tiba. Namun, keadaan embung mempunyai kenampakan fisik yang buruk. Bagian atas badan air embung dipenuhi dengan tumpukkan tanah. Hal tersebut mengindikasikan adanya erosi yang terjadi di daerah tangkapan air embung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan sebaran lokasi erosi dan konservasi tanah dan air di Daerah Tangkapan Air Embung Leuwi Padjadjaran II. Erosi yang terjadi pada setiap satuan unit lahan mempunyai tingkat bahaya erosi yang berbeda-beda yang dihitung menggunakan persamaan USLE berdasarkan faktor-faktor erosi. Faktor-faktor erosi tersebut antara lain: faktor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas tanah (K), faktor panjang kemiringan lahan (LS), faktor  pengelolaan tanaman (C) dan faktor pengelolaan konservasi (P). Tingkat bahaya erosi paling dominan di daerah tangkapan air embung adalah tingkat bahaya erosi sangat tinggi (>480 ton/ha/th). Sedangkan, tingkat bahaya terendah dimiliki oleh tingkat bahaya erosi rendah (15-60 ton/ha/th). Konservasi tanah dan air menjadi solusi yang direkomendasikan dalam menanggulangi masalah erosi yang terjadi daerah tangkapan air embung. Penerapan koservasi tanah dan air ditentukan berdasarkan Pedoman Pemilihan Teknologi Konservasi Tanah secara Mekanis dan Vegetatif berdasarkan Tingkat Kemiringan Lahan, Erodibilitas Tanah dan Kedalaman Solum (P3HTA).
Effect of Hydro-mulch and Geo-jute Application on the Soil Loss during Cultivation of Corn (Zea Mays L.) in Dry Land Dwi Rustam Kendarto; Raka Putra Pratama; Kharistya Amaru
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 13, No 2 (2024): June 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i2.555-565

Abstract

Utilization up-land area for cultivating strategic food crops (paddy, corn and soybean) often neglects the rules of conservation so that it caused surface soil loss by run off. These events can reduce the fertility of agricultural land, so that it results in a decrease in land productivity and finally cause critical lands. Alternative conservation techniques that can be carried out through the application of hydro-mulch and geo-jute combination in order to reduce surface soil loss. The purpose of this study is to examine the use of hydro-mulch and geo-jute in reducing soil loss and observing maize growth as one of the effects of soil loss due to erosion. The treatments given are hydro-mulch, geo-jute and combination of hydro-mulch and geo-jute. The study showed that alternative conservation techniques in the form of hydro-mulch and geo-jute application proved to be able to reduce the amount of soil loss. The combination of hydro-mulch and geo-jute has the ability to reduce the amount of soil loss due to rainfall by 31.51%. Plot with geo-jute treatment can reduce soil loss by 21.86%, and plot with hydro-mulch treatment can reduce soil loss by 11.92%. The hydro-mulch and geo-jute combination can increase the growth of corn. Keywords:  Alternative, Erosion, Geo-jute, Hydro-mulch
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENDORONG KEMANDIRIAN PADA BIDANG EKONOMI, KESEHATAN, PERTANIAN, DAN PETERNAKAN Muhammad Achirul Nanda; Wahyu Sugandi; Asep Yusuf; Kharistya Amaru; Agisna Satria Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23062

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan masyarakat adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok dengan mengembangkan keterampilannya. Di Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat, pemberdayaan masyarakat difokuskan pada pembangunan ekonomi, kesehatan, pertanian, dan peternakan. Metode pengabdian ini melibatkan pelatihan dan edukasi bagi petani, pengusaha UMKM, peternak, dan siswa sekolah dasar dengan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Setiap program pengabdian dievaluasi menggunakan skala lima tingkat dari 0 hingga 100%, dengan penilaian kuantitatif dan kualitatif terhadap pencapaian tujuan kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pencapaian indikator keberhasilan secara keseluruhan sangat baik, dengan persentase 98%. Output program mencakup pengembangan UMKM, peningkatan kesadaran kesehatan, penerapan pupuk organik, dan modifikasi kandang domba ramah lingkungan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM, kesehatan masyarakat, serta produktivitas sektor pertanian dan peternakan, serta mendorong kemandirian di Desa Batujajar Timur.Abstract: Community empowerment is the key to enhancing the quality of life for individuals and groups by developing their skills. In East Batujajar Village, West Bandung Regency, community empowerment is focused on economic, health, agricultural, and livestock development. This approach involves training and education for farmers, SME entrepreneurs, livestock breeders, and elementary school students of various age groups, including children, adolescents, and adults. Each community service program is evaluated using a five-level scale from 0 to 100%, with both quantitative and qualitative assessments of goal achievement. The evaluation results show that overall success indicators are very good, with a percentage of 98%. Program outputs include SME development, increased health awareness, organic fertilizer application, and environmentally friendly sheep pen modifications. These efforts aim to enhance SME competitiveness, public health, agricultural and livestock sector productivity, and promote self-reliance in East Batujajar Village.
PENGGUNAAN KOMPOSISI MEDIA TANAM ARANG SEKAM, COCOPEAT DAN ZEOLIT PADA SISTEM IRIGASI TETES TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON Ezperanza, Putri; Suryadi, Edy; Amaru, Kharistya
Journal of Integrated Agricultural Socio-Economics and Entrepreneurial Research (JIASEE) Vol 1, No 2 (2023): Volume.1 No.2 Maret 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.843 KB) | DOI: 10.26714/jiasee.1.2.2023.19-24

Abstract

The right planting medium will help produce good growth and yields. The purpose of this study was to determine the use of planting media using a drip irrigation system on the growth and yield of melon plants. The research method used was experimental using Rancangan Acak Lengkap (RAL). Treatment in this study consisted of P1 (chaff charcoal and cocopeat), P2 (cocopeat and zeolite), and P3 (husk charcoal and zeolite) with a composition of 50%:50%. Results showed that there was an effect of using cocopeat, husk charcoal, and zeolite planting media on the number of leaves, stem diameter, fruit weight, fruit water content, level of fruit sweetness, and plant height. Cocopeat and zeolite (50%:50%) growing media gave the best growth and yield, tem diameter with a final thickness of 11mm, the final number of leaves was 42 leaves, average fruit weight was 1.3kg, the highest fruit moisture content was 92% and level of sweetness highest 15 brix.