Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Stigma Kesehatan Anak dan Dampak Stunting melalui Pendidikan Kesehatan di Desa Sirnajaya, Garut, Jawa Barat Novianti, Wini; Fransiska , Denni; Nurlianawati, Lia; Indarna, Asep Aep; Anri, Anri
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.706

Abstract

Stigma terkait kesehatan anak, terutama pada kasus stunting, dapat berupa anggapan bahwa stunting adalah hasil dari keturunan, serta kurangnya perhatian orang tua. Pendidikan kesehatan ber-peran dalam mengurangi stigma masyarakat terkait kesehatan anak, khususnya stunting, di Desa Sirnajaya, Garut. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari aparat desa dan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai stunting setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan, 60% peserta memiliki pemahaman rendah tentang stunting, se-dangkan setelah kegiatan, 40% peserta mencapai pemahaman yang baik. Pendekatan edukasi berbasis komunitas dengan materi visual yang disampaikan melalui proyektor dan leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa pendidikan kesehatan berbasis komunitas dapat meningkatkan literasi kesehatan secara signifikan. Namun, masih terdapat 20% peserta dengan pemahaman rendah, yang menunjukkan perlunya program lanjutan untuk menga-tasi hambatan dalam pemahaman peserta. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan potensi besar dalam mengurangi stigma dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait kesehatan anak. Masyarakat Desa Sirnajaya Garut juga meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan, serta berencana menambahkan program kesehatan di wilayah desa.
Stunting Prevention Movement in the Cibeurem Community Area Indarna, Asep Aep; Suprapti, Tuti; Anri, Anri; Valani, Cici; Safari, Uum; Lengga, Vivop Marti; Soleha, Sri; Isviyanti, Isviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i8.10895

Abstract

Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old as a result of chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs from the time the baby is in the womb and in the early days after the baby is born. Stunting in toddlers needs special attention because it can hinder children's physical and mental development. Activities. This community service aims to increase the knowledge, awareness and concern of the people of Cibeureum village about stunting. Method The method in this activity is service learning. The technique of this activity is to start with the distribution of pre-test questionnaires and continue with the provision of materials related to stunting. Furthermore, as an evaluation, a post-test is given. There is an increase in public knowledge about the results of this community service activity show an increase in the knowledge of activity participants about stunting and stunting prevention.
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL REMAJA MELALUI TERAPI BRAIN GYM DAN ICE BREAKING DI SMK BHAKTI KENCANA SOREANG KABUPATEN BANDUNG Anri, Anri; Nurlianawati, Lia; Helena M., Denni Fransiska; Indarna, Asep Aep; Novianti, Wini Resna
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21870

Abstract

Abstrak Lebih dari 12 juta orang yang berusia di atas 15 tahun menderita  selama periode ini, sementara lebih dari 19 juta orang di bawah usia 15 tahun enghadapi kesulitan mental yang serius (Rikerdas, 2018). Perubahan prilaku dan pola pikir, gangguan konsentrasi, penurunan nafsu makan, dan bahkan menyakiti diri sendiri adalah beberapa indikasi penyakit mental pada anak muda. Bekrja untuk mempromosikan kesejahtraan emotional anak muda melalui program Brain Gym dan pemecah kebekuan. Brain Gym adalah program Latihan yang mengitegrasikan fungsi otak kiri dan kanan, hal ini meningkatkan aliran darah dan oksigenasi ke otak, yang pada gilirannya meningkatkan hormone serotonin, endrfin, dan dopamine yang membuat perasaan senang, dan pemecah kebekuan adalah kegiatan yang menghangatkan anda saat anda merasa tidak enak badan. Dalam upaya untuk menumbuhkan  dinamika kelompok yang ada. Hasil analisis sebelum dan sesudah  edukasi yaitu sebelum edukasi dan kegiatan brains gym dan ice breaking, sebagian besar siswa mengalami tekanan ringan sebanyak 62 (38,27%) dan sebagian kecil mengalami tekanan sedang. tekanan 56 (34,27%) dan normal 44 (27,26%). Dan sesudah dilakukan kegiatan edukasi dan praktek brains gym dan ice breaking hamper seluruh reponden 88 (54,32%) normal, Sebagian besar 64 (39,51%) stress ringan dan Sebagian kevil 10 (6,17%) stress sedang. Penerapan senam otak dan ice breaking setelah kegiatan edukasi Pendamping dapat membangun fokus belajar siswa Kata kunci: kesehatan mental; brain gym; ice breaking AbstractMore than 12 million people over the age of 15 suffered during this period, while more than 19 million people under the age of 15 faced serious mental difficulties (Rikerdas, 2018). Changes in behavior and thought patterns, impaired concentration, decreased appetite, and even self-harm are some indications of mental illness in young people. Working to promote the emotional well-being of young people through the Brain Gym and icebreaker programs. Brain Gym is an exercise program that integrates left and right brain functions, this increases blood flow and oxygenation to the brain, which in turn increases the hormones serotonin, endrphin, and dopamine which make you feel happy, and icebreakers are activities that warm you up when you feel feeling unwell. In an effort to grow existing group dynamics. The results of the analysis before and after education, namely before education and brains gym and ice breaking activities, the majority of students experienced mild pressure, 62 (38.27%) and a small number experienced moderate pressure. pressure 56 (34.27%) and normal 44 (27.26%). And after carrying out educational activities and brain gym and ice breaking practices, almost all of the respondents, 88 (54.32%) were normal, most of them, 64 (39.51%) were mildly stressed and a small number of 10 (6.17%) were moderately stressed. Applying brain exercises and ice breaking after accompanying educational activities can build students' learning focus Keywords: mental health; brain gym; ice breaking