Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Stigma Kesehatan Anak dan Dampak Stunting melalui Pendidikan Kesehatan di Desa Sirnajaya, Garut, Jawa Barat Novianti, Wini; Fransiska , Denni; Nurlianawati, Lia; Indarna, Asep Aep; Anri, Anri
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): JIPPM - Desember 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.706

Abstract

Stigma terkait kesehatan anak, terutama pada kasus stunting, dapat berupa anggapan bahwa stunting adalah hasil dari keturunan, serta kurangnya perhatian orang tua. Pendidikan kesehatan ber-peran dalam mengurangi stigma masyarakat terkait kesehatan anak, khususnya stunting, di Desa Sirnajaya, Garut. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari aparat desa dan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai stunting setelah mengikuti program. Sebelum kegiatan, 60% peserta memiliki pemahaman rendah tentang stunting, se-dangkan setelah kegiatan, 40% peserta mencapai pemahaman yang baik. Pendekatan edukasi berbasis komunitas dengan materi visual yang disampaikan melalui proyektor dan leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukan bahwa pendidikan kesehatan berbasis komunitas dapat meningkatkan literasi kesehatan secara signifikan. Namun, masih terdapat 20% peserta dengan pemahaman rendah, yang menunjukkan perlunya program lanjutan untuk menga-tasi hambatan dalam pemahaman peserta. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan potensi besar dalam mengurangi stigma dan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat terkait kesehatan anak. Masyarakat Desa Sirnajaya Garut juga meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan, serta berencana menambahkan program kesehatan di wilayah desa.
Stunting Prevention Movement in the Cibeurem Community Area Indarna, Asep Aep; Suprapti, Tuti; Anri, Anri; Valani, Cici; Safari, Uum; Lengga, Vivop Marti; Soleha, Sri; Isviyanti, Isviyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i8.10895

Abstract

Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old as a result of chronic malnutrition so that the child is too short for his age. Malnutrition occurs from the time the baby is in the womb and in the early days after the baby is born. Stunting in toddlers needs special attention because it can hinder children's physical and mental development. Activities. This community service aims to increase the knowledge, awareness and concern of the people of Cibeureum village about stunting. Method The method in this activity is service learning. The technique of this activity is to start with the distribution of pre-test questionnaires and continue with the provision of materials related to stunting. Furthermore, as an evaluation, a post-test is given. There is an increase in public knowledge about the results of this community service activity show an increase in the knowledge of activity participants about stunting and stunting prevention.
The effectiveness of a mindfulness intervention in reducing anxiety levels among vocational high school students Indarna, Asep Aep; Widyawati, Widyawati
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.1889

Abstract

Background: Anxiety is one of the most frequently reported psychological problems among adolescents, particularly among Vocational High School students who are required to meet both academic and career readiness demands. Mindfulness has been widely recognized for its effectiveness in reducing anxiety across various populations; however, empirical studies focusing on Indonesian vocational education settings remain limited. Purpose: To evaluate the effect of mindfulness intervention on anxiety levels among students and to identify variations in effectiveness based on gender and baseline anxiety levels. Method: A quasi-experimental pre-test–post-test design with a control group was employed. Participants were selected through purposive sampling, and anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Statistical analysis was conducted using the Wilcoxon test and Two-Way ANOVA. Results: A significant decrease in anxiety levels was found in the intervention group (p < 0.001), whereas no significant change occurred in the control group. Effectiveness varied according to gender and initial anxiety level. Conclusion: Mindfulness intervention is effective in reducing anxiety among students and may yield greater benefits when tailored to individual characteristics.   Keywords: Adolescents; Anxiety; Mental Health; Mindfulness; Vocational Education.
Promosi kesehatan holistik ibu hamil dan postpartum melalui penguatan kader Posyandu Ulfah, Diana; Pratidina, Eki; Indarna, Asep Aep; Novianti, Wini Resna
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2106

Abstract

Background: Maternal and postpartum health is a crucial indicator of health development, yet the prevalence of postpartum mental disorders in Indonesia remains high, reaching 20–40%. In Cileunyi Kulon Village, efforts to reduce the Maternal Mortality Rate (MMR) are hampered by limited family understanding and the strong influence of traditional practices on medical and psychological care. Although the family plays a crucial role in successful recovery, the competence of the 27 Posyandu (Integrated Service Post) cadres, the frontline health education providers in this area, is not yet optimal in providing evidence-based health promotion. Therefore, this community service program focuses on strengthening the capacity of cadres through comprehensive family mentoring and education. This strategy aims to improve health literacy and family involvement in maintaining maternal physical and mental well-being, while simultaneously supporting the achievement of SDG point three, related to a healthy and prosperous life. Purpose: To provide technical knowledge regarding perineal wound care and breast care to cadres in an effort to optimize their capacity to become effective facilitators in maintaining maternal physical and mental well-being. Method: Community service was conducted from November 25–28, 2025, in Cileunyi Kulon Village, Cileunyi District, Bandung Regency, involving 42 cadres from 27 Integrated Health Posts (Posyandu) as respondents. Information provided covered perineal wound care, breast care, stress management, and family support. Data were presented descriptively. This community service activity was implemented using a community education and mentoring approach. Results: Based on the results before the educational activity (pre-test), the majority of cadres had poor knowledge, namely 24 people (57.1%), while after the educational activity (post-test), results showed that the knowledge category increased to 15 people (35.7%), and the knowledge category became dominant with 19 people (45.2%). Conclusion: The Posyandu cadre capacity building program in Cileunyi Village significantly improved their understanding of physical and mental health care for pregnant and postpartum women. The increased number of cadres with knowledge after the intervention demonstrates that family health promotion methods effectively equip cadres to be at the forefront of improving maternal well-being in the community. Suggestion: Posyandu cadres are expected to apply the knowledge they have gained in routine service activities, particularly in educating families of pregnant women to create a strong support system at the household level. Keywords: Cadres; Family support; Health promotion; Physical and mental health Pendahuluan: Kesehatan ibu hamil dan pasca persalinan merupakan indikator krusial pembangunan kesehatan, namun prevalensi gangguan mental postpartum di Indonesia masih tinggi mencapai 20–40%. Di Desa Cileunyi Kulon, upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) masih terkendala oleh terbatasnya pemahaman keluarga serta kuatnya pengaruh adat dalam perawatan medis dan psikologis. Meskipun peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pemulihan, kompetensi 27 unit kader Posyandu sebagai garda terdepan edukasi kesehatan di wilayah ini belum optimal dalam memberikan promosi kesehatan berbasis bukti. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini berfokus pada penguatan kapasitas kader melalui pendampingan dan edukasi keluarga yang komprehensif. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan serta keterlibatan keluarga dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental ibu, sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin ketiga terkait kehidupan sehat dan sejahtera. Tujuan: Memberikan pengetahuan teknis mengenai perawatan luka perineum dan perawatan payudara pada kader sebagai upaya mengoptimalkan kapasitas kader menjadi fasilitator yang efektif dalam menjaga kesejahteraan fisik dan mental ibu. Metode: Pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 25–28 November 2025 di di desa Cileunyi Kulon Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dengan melibatkan 42 kader dari 27 Posyandu untuk menjadi responden. Informasi yang diberikan adalah perawatan luka perineum, perawatan payudara, manajemen stres dan dukungan keluarga. Akumulasi data disampaikan secara deskriptif. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan masyarakat (community education) dan pendampingan. Hasil: Berdasarkan hasil sebelum kegiatan edukasi (pre-test), mayoritas kader memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, yaitu sebanyak 24 orang (57.1%), sedangkan setelah kegiatan edukasi (post-test) mendapatkan hasil dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 15 orang (35.7%) dan kategori cukup menjadi dominan dengan 19 orang (45.2%). Simpulan: Program penguatan kapasitas kader Posyandu di Desa Cileunyi secara signifikan meningkatkan pemahaman kader mengenai perawatan fisik dan kesehatan mental ibu hamil serta postpartum. Meningkatnya jumlah kader yang memiliki pengetahuan sesudah intervensi membuktikan bahwa metode promosi kesehatan keluarga efektif membekali kader sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan ibu di masyarakat. Saran: Para kader Posyandu diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh pada kegiatan pelayanan rutin, khususnya dalam mendidik keluarga ibu hamil untuk menciptakan sistem dukungan yang kuat di tingkat rumah tangga.