Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UJI PEMBERIAN JENIS TAKARAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK AN-ORGANIK TERHADAP KESUBURAN TANAH TANAMAN KENTANG (Solanum tuberasum L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mencapai hasil yang optimal tanaman adalah mengendalikan lingkungan tumbuh yang ideal bagi pertumbuhan tanaman dan sekaligus menjaga kesuburan tanah dengan pemberian pupuk  organik. Penelitian  bertujuan untuk  mendapatkan potensi unsur hara di dalam tanah yang tertinggal setelah panen tertinggi pada dosis dan jenis pupuk organik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dimana perlakuan yang diberikan adalah jenis pupuk dan dosis pupuk.  Jenis pupuk terdiri dari :  pupuk an-organik,  pupuk kotoran ayam, biomas Tithonia diversifolia, dan Calopogonium muconoides. Dosis pupuk dihitung berdasarkan kebutuhan kebutuhan N untuk tanaman kentang dan kandungan N tanah serta kandungan N pada setiap bahan organik yang digunakan.  Dosis N yang digunakan adalah D1 = 60 kg N/ha, D2 =  120 kg N/ha dan D3 = 250 kg N/ha.  Sedangkan pupuk an-organik yang digunakan adalah pupuk Urea, SP-36 dan KCl sesuai dengan dosis anjuran (120 kg N/ha, 165 kg P2O5 /ha dan 120 kg K2O/ha).  Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Analisa tanah meliputi : pH, C Organik, N Total, C/N rasio, P tersedia, K tersedia, dan KTK tanah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pH, C Organik, N Total, C/N Rasio, P, K dan KTK tanah antara perlakuan pupuk an-organik dengan berbagai jenis bahan organik pada dosis 120 kg N/ha.  Potensi unsur hara yang tertinggal dari pupuk organik tidak berbeda dengan pupuk an-organik yang terdapat di dalam tanah. 
Respon Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Organik Pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran respon petani terhadap penggunaan pupuk organik pada budidaya tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – September 2024 pada anggota kelompok tani yang ada di Kota Solok. Pemilihan lokasi penelitian secara “purposive sampling” yaitu pemilihan lokasi atau obyek penelitian secara sengaja dengan beberapa pertimbangan tertentu. Penentuan sampel penelitian dengan cara purposive sampling sebanyak 25 anggota kelompok tani. Penarikan sampel secara purposive merupakan cara penarikan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa respon petani terhadap penggunaan pupuk organik pada usaha budidaya tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) dipengaruhi oleh faktor internal (tingkat umur, pendidikan formal dan pengalaman berusahatani) dan faktor ekternal (manfaat yang diharapkan, selang waktu antara awal penggunaan dengan memperoleh manfaat dan besar enersi korbanan yang dikeluarkan. Respon petani dalam menggunakan pupuk organik dipengaruhi oleh : respon kognitif (tingkat pemahaman) dengan score rata-rata 3 kategori tinggi, respon afektif (sikap / ketertarikan) dengan score rata-rata 2 kategori sedang dan respon konatif (tindakan / pernyataan mengenai perilaku) dengan score rata-rata 3 kategori tinggi.
Pemberdayaan Petani Tebu Dalam Produk Olahan Dan Optimalisasi Limbah Tebu Sebagai Pakan Ternak Dan Pupuk Organik Metri, Yurma; Amelia, Dona; Fatdhillah, Haezah; Qaryana, Gita; Sari, Novita; Habibillah, Muhammad; Haikal, Muhammad; Putri, Yunisa; Jazari, Melani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i1.1645

Abstract

Jorong Andaleh di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, memiliki potensi besar dalam pertanian tebu dan peternakan karena kondisi geografis dan iklim yang mendukung. Namun, pemanfaatan sumber daya belum optimal. Limbah pucuk tebu dan molases belum dikelola dengan baik, menimbulkan dampak lingkungan dan kehilangan potensi ekonomi. Petani juga menghadapi kendala dalam penyediaan hijauan ternak secara berkelanjutan. Padahal, limbah pucuk tebu dapat diolah menjadi silase, dan molases dapat dimanfaatkan sebagai bahan UMB. Selain itu, diversifikasi produk seperti gula semut belum berkembang karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis.Keyword: Limbah Tebu; Silase; Urea Molasses Blok; Gula Semut; Diversivikasi Produk tebu
Pola Perkembangan Penyakit Bercak Bakteri (Xanthomonas campestris pv. vesicatoria) dan Penetapan Prediktor Waktu untuk Menduga Kehilangan Hasil Tomat Santosa, Budi; Amri, Muhammad; Metri, Yurma
Agrotechnology Research Journal Vol 8, No 2 (2024): Agrotechnology Research Jurnal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v8i2.94965

Abstract

The aim of the research was to obtain the most precise pattern of development of bacterial disease (Xanthomonas campestris pv. vesicatoria) and determine the relationship between the intensity of bacterial spot disease and yield loss of tomato plants (Lycopersicum esculentum Mill.). The research was carried out in Solok Regency at an altitude of 388 m above sea level from June to December 2022. To determine the most appropriate pattern of disease development, two mathematical models were tested: Logistic and Gompertz’s models, which were corrected by Campbell and Madden as well as Neher and Campbell. The yield loss estimation method uses a single disease forecasting system with a single critical time type. The disease was measured at several plant ages according to the growth phase from the base point of 0 DAP, then at ages 26, 31, 36, 41, 46, 51, 56, 61, 66, and 71 days after planting. Variation in disease severity was created by inoculating plants through several inoculum densities. The results showed that the development of Xcv disease follows Gompertz’s model, and the critical time to determine the relationship between disease intensity and yield loss follows the rank regression model with a critical time at plant age of 31 days after planting.
Effect of Several Types of Compost on The Growth and Yield of Rice Santosa, Budi; Amri, Muhammad; Metri, Yurma; Sari, Desi Ratna
Agrotechnology Research Journal Vol 9, No 1 (2025): Agrotechnology Research Journal
Publisher : Perkumpulan Agroteknologi/Agroekoteknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/agrotechresj.v9i1.102113

Abstract

Compost is an organic fertilizer produced through the decomposition of plant residues, animal waste, and other organic materials, playing a vital role in enhancing soil fertility, nutrient availability, and microbial activity. This study aimed to evaluate the effectiveness of various compost types on the growth and yield of rice. The experiment was conducted in Nagari Koto Baru, Solok Regency, from July to December 2022, using a Randomized Block Design (RBD) with six treatments of compost type and four replications: no compost, kirinyuh (Chromolaena odorata), rice straw, grass, corn leaf, and cow dung compost. The dose of compost used in all treatments was the same, at 100 g per pot. Composting was carried out for 30 days, utilizing PROMI microorganisms to accelerate decomposition. Data were analyzed using analysis of variance and Duncan’s New Multiple Range Test at a 5% significance level. The results indicated that kirinyuh compost produced the best response across all observed parameters, including plant height (76.20 cm), number of leaves (79.80), number of tillers (30.50), nmber of productive tillers (28.00), panicle length (26.00 cm), number of grains per panicle (170.00), weight of 1,000 grains (28.00 g), and grain weight per pot (105.00 g). This yield corresponds to a potential production of 9.45 t.ha-1. These findings highlight Kirinyuh compost as a promising local organic fertilizer capable of sustainably increasing rice productivity while improving soil health.