Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UJI DOSIS ZAT PENGATUR TUMBUH PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma; Sari, Desi Ratna
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 2 No. 2 (2024): Artikel Riset September 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran dosis paklobutrazol yang tepat untuk menghasilkan anakan produktif tertinggi dengan anakan steril yang kecil. Penelitian dengan melakukan pengkajian pemberian beberapa dosis Zat Pengatur Tumbuh Paklobutrazol, pada kepadatan populasi dan dosis pupuk kandang yang berbeda, merupakan percobaan lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan beberapa dosis zat pengatur tumbuh paklobutrazol, yaitu : Z0 = 0,00 g/liter air, Z1 = 0,25 g/liter air, Z2 = 0,50 g/liter air, Z3 = 0,75 g/liter air, dan Z4 = 1,00 g/liter air. Zat pengatur tumbuh Paklobutrazol dilarutkan di dalam 1 liter air yang telah dimasukkan dalam hand sprayer, sesuai dengan dosis perlakuan. Pemberian paklobutrazol dilakukan dengan cara menyemprotkan larutan paklobutrazol menggunakan hand sprayer pada umur tanaman 40 hari setelah tanam (hst). Penyemprotan dilakukan pada sore hari dengan dosis sesuai perlakuan dan dilakukan secara merata pada bagian daun dan batang tanaman sampai tanaman terlihat basah. Dosis paklobutrazol 0,75 g/liter air mampu memberikan hasil per plot 7,96 kg atau setara dengan hasil dalam ton/ha tertinggi yaitu 8,84.
UJI PEMBERIAN JENIS TAKARAN PUPUK ORGANIK DAN PUPUK AN-ORGANIK TERHADAP KESUBURAN TANAH TANAMAN KENTANG (Solanum tuberasum L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mencapai hasil yang optimal tanaman adalah mengendalikan lingkungan tumbuh yang ideal bagi pertumbuhan tanaman dan sekaligus menjaga kesuburan tanah dengan pemberian pupuk  organik. Penelitian  bertujuan untuk  mendapatkan potensi unsur hara di dalam tanah yang tertinggal setelah panen tertinggi pada dosis dan jenis pupuk organik. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dimana perlakuan yang diberikan adalah jenis pupuk dan dosis pupuk.  Jenis pupuk terdiri dari :  pupuk an-organik,  pupuk kotoran ayam, biomas Tithonia diversifolia, dan Calopogonium muconoides. Dosis pupuk dihitung berdasarkan kebutuhan kebutuhan N untuk tanaman kentang dan kandungan N tanah serta kandungan N pada setiap bahan organik yang digunakan.  Dosis N yang digunakan adalah D1 = 60 kg N/ha, D2 =  120 kg N/ha dan D3 = 250 kg N/ha.  Sedangkan pupuk an-organik yang digunakan adalah pupuk Urea, SP-36 dan KCl sesuai dengan dosis anjuran (120 kg N/ha, 165 kg P2O5 /ha dan 120 kg K2O/ha).  Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Analisa tanah meliputi : pH, C Organik, N Total, C/N rasio, P tersedia, K tersedia, dan KTK tanah. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan pH, C Organik, N Total, C/N Rasio, P, K dan KTK tanah antara perlakuan pupuk an-organik dengan berbagai jenis bahan organik pada dosis 120 kg N/ha.  Potensi unsur hara yang tertinggal dari pupuk organik tidak berbeda dengan pupuk an-organik yang terdapat di dalam tanah. 
Respon Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Organik Pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa L.) Santosa, Budi; Metri, Yurma
Jurnal Agri Smart Deli Sumatera Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran respon petani terhadap penggunaan pupuk organik pada budidaya tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – September 2024 pada anggota kelompok tani yang ada di Kota Solok. Pemilihan lokasi penelitian secara “purposive sampling” yaitu pemilihan lokasi atau obyek penelitian secara sengaja dengan beberapa pertimbangan tertentu. Penentuan sampel penelitian dengan cara purposive sampling sebanyak 25 anggota kelompok tani. Penarikan sampel secara purposive merupakan cara penarikan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa respon petani terhadap penggunaan pupuk organik pada usaha budidaya tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) dipengaruhi oleh faktor internal (tingkat umur, pendidikan formal dan pengalaman berusahatani) dan faktor ekternal (manfaat yang diharapkan, selang waktu antara awal penggunaan dengan memperoleh manfaat dan besar enersi korbanan yang dikeluarkan. Respon petani dalam menggunakan pupuk organik dipengaruhi oleh : respon kognitif (tingkat pemahaman) dengan score rata-rata 3 kategori tinggi, respon afektif (sikap / ketertarikan) dengan score rata-rata 2 kategori sedang dan respon konatif (tindakan / pernyataan mengenai perilaku) dengan score rata-rata 3 kategori tinggi.
Pemberdayaan Petani Tebu Dalam Produk Olahan Dan Optimalisasi Limbah Tebu Sebagai Pakan Ternak Dan Pupuk Organik Metri, Yurma; Amelia, Dona; Fatdhillah, Haezah; Qaryana, Gita; Sari, Novita; Habibillah, Muhammad; Haikal, Muhammad; Putri, Yunisa; Jazari, Melani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i1.1645

Abstract

Jorong Andaleh di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, memiliki potensi besar dalam pertanian tebu dan peternakan karena kondisi geografis dan iklim yang mendukung. Namun, pemanfaatan sumber daya belum optimal. Limbah pucuk tebu dan molases belum dikelola dengan baik, menimbulkan dampak lingkungan dan kehilangan potensi ekonomi. Petani juga menghadapi kendala dalam penyediaan hijauan ternak secara berkelanjutan. Padahal, limbah pucuk tebu dapat diolah menjadi silase, dan molases dapat dimanfaatkan sebagai bahan UMB. Selain itu, diversifikasi produk seperti gula semut belum berkembang karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan teknis.Keyword: Limbah Tebu; Silase; Urea Molasses Blok; Gula Semut; Diversivikasi Produk tebu